cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY" : 9 Documents clear
Hubungan antara kebutuhan rekognisi dengan perilaku narsisme pada pengguna Instagram Dewi Nur Mayasari; Rahkman Ardi
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.02.003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan  kebutuhan rekognisi dan karakteristik demografi kebutuhan rekognisi dengan pelaku narsisme pada pengguna Instagram. Perilaku narsisme merupakan perilaku yang  memperkuat dan meningkatkan kekaguman pada diri sendiri yang dapat memberikan status sosial, pujian, dan daya tarik. Narsisme memiliki kebutuhan yang kuat atas ketegasan orang lain terhadap keunggulan yang dimiliki untuk diakui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data menggunakan skala perilaku narsisme berdasarkan Skala Narq-s (Narcissism Admiration Rivalry Questionnaire Short) yang diadaptasi dari model NARC (Narcissistic Admiration Rivalry Concept). Dan untuk mengukur kebutuhan rekognisi digunakan skala yang dibuat oleh peneliti lain berdasarkan dimensi kebutuhan rekognisi. Penelitian ini melibatkan 191 pengguna aktif Instagram dan berusia 19-35 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik regresi linear pada aplikasi statistik progam Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif kebutuhan rekognisi dengan perilaku narsisme pada pengguna Instagram dan terdapat perbedaan karakteristik demografi terhadap pelaku narsisme pada pengguna Instagram, yang artinya kebutuhan rekognisi berpengaruh terhadap perilaku narsisme. Kebutuhan rekognisi berkontribusi terhadap perilaku narsisme sebesar 41,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel kebutuhan rekognisi. Disisi lain hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat narsisme pada penelitian ini termasuk sedang.
Presenteeism pada guru sekolah dasar Nugraini Aprilia
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.02.005

Abstract

Keterikatan yang terjalin antara guru sekolah dasar dengan siswa menyebabkan rendahnya keinginan para guru sekolah dasar untuk tidak bekerja saat mengalami masalah kesehatan atau kelelahan kerja. Keterikatan tersebut mendorong tingginya prevalensi presenteeism dengan banyak konsekuensi negatif yang mengikutinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh task significance, perceived supervisor support, dan conscientiousness terhadap presenteeism Guru Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru Sekolah Dasar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Responden pada penelitian ini adalah sebanyak 177 Guru Sekolah Dasar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Pada penelitian ini presenteeism sebagai sebuah takaran produktivitas ketika bekerja dalam kondisi sakit diukur dengan menggunakan Work Limitation Questionnaire, sementara task significance diukur menggunakan Job Diagnostic Survey, perceived supervisor support diukur mengunakan sub-perceived supervisor support scale, dan dimensi conscientiousness diukur menggunakan The Big Five Inventory. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil analisis data menemukan bahwa terdapat pengaruh task significance, perceived supervisor support, dan conscientiousness secara simultan terhadap presenteeism guru sekolah dasar.
Peran atribusi dan emosi terhadap menyalahkan dan kepercayaan pada pemerintah saat bencana kabut asap Ivan Muhammad Agung; Herdiyan Maulana
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.02.001

Abstract

Bencana kabut merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada bangsa Indonesia khususnya di Pekanbaru, provinsi Riau Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji peran  atribusi dan respons emosi terhadap menyalahkan dan kepercayaan pada pemerintah dalam kabut asap di Provinsi Riau, Indonesia. Partisipan penelitian 101 mahasiswa di Pekanbaru. Hasil analisis Partial Least Square-Path Modeling (PLS-PM) menunjukkan secara umum model atribusi-emosi fit dengan data. Selanjutnya, proses atribusi kontrol dan niat berkorelasi positif dengan emosi dan menyalahkan terhadap pemerintah. Selain itu, menyalahkan juga secara signifikan memediasi hubungan antara atribusi dan kepercayaan, tetapi gagal memediasi emosi dan kepercayaan. Temuan penelitian ini memberikan informasi penting tentang mekanisme atribusi psikologis dan ekspresi emosi dalam menjelaskan bagaimana menyalahkan dan kepercayaan kepada pemerintah terjadi, khususnya dalam bencana.
Strategi pembelajaran Shaw untuk meningkatkan keterampilan guru mengajar siswa slow learner Ferdiana Suniya Prawesti; Nono Hery Yoenanto
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.02.006

Abstract

Slow learner merupakan siswa yang mengalami kegagalan dalam situasi belajar akademik pada tingkat yang sama dengan siswa lain dan merupakan salah satu jenis siswa berkebutuhan khusus. Siswa slow learner hampir dapat ditemukan di seluruh sekolah baik sekolah inklusi maupun sekolah non inklusi. Adapun layanan pendidikan bagi siswa slow learner di sekolah non inklusi kurang optimal dikarenakan guru di sekolah dasar non inklusi belum memiliki keterampilan dalam mengajar siswa slow learner, sehingga selama ini guru menyamakan cara mengajar siswa reguler dan siswa slow learner yang menyebabkan siswa slow learner kurang bisa mengikuti pelajaran dan tertinggal dengan siswa reguler lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan strategi pembelajaran Shaw untuk meningkatkan keterampilan guru mengajar siswa slow learner. Teknik pengumpulan data berupa soal pengetahuan dan pedoman observasi. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design dengan jumlah subjek sebanyak 12 guru dan analisis data menggunakan teknik Uji T-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata antara kelompok yang diberikan pelatihan Strategi Pembelajaran Shaw dengan kelompok yang tidak diberikan pelatihan Strategi Pembelajaran Shaw, hal ini berarti kelompok eksperimen memiliki perubahan yang signifikan dibanding dengan kelompok kontrol.
Anteseden corrupt intention: Analisis peran dark triad personality dan hierarchy culture Yoga Aji Nugraha; Arum Etikariena
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.02.004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi corrupt intention berdasarkan theory of reasoned action (TRA). Artikel ini berhipotesis bahwa hierarchy culture dan dark triad personality memengaruhi corrupt intention. Data dikumpulkan menggunakan corrupt intention scale (2009), the dirty dozen scale (2010), dan organizational culture survey (consistency) (2006). Menggunakan online surveys kami berhasil mendapatkan partisipan sebanyak 93 pegawai dari berbagai lembaga pemerintahan di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan analisis multiple regression. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) hierarchy culture tidak signifikan memengaruhi corrupt intention (β = 0,00; p < 0,05); dan (2) dark triad personality signifikan memengaruhi corrupt intention (β = 0,24; p < 0,01). Temuan lainnya yaitu status kerja sebagai variabel kontrol (β = 1,81; p < 0,05) juga signifikan memengaruhi terjadinya corrupt intention. Faktor tersebut mampu memprediksi varian corrupt intention sebesar 35%, F(4,85) = 16,64, p <0,01. Temuan penelitian ini dapat memberikan bukti bahwa faktor eksternal pegawai seperti budaya di organisasi dalam hal ini hierarchy culture bukan menjadi faktor yang menentukan munculnya corrupt intention, namun yang lebih menentukan adalah faktor internal pegawai yaitu dark triad personality.
Catatan editor: Psikologi lingkungan sebagai fokus kajian dan perubahan baru di Jurnal Ecopsy Muhammad Abdan Shadiqi
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.04.010

Abstract

Psikologi lingkungan menurut Steg et al. (2019) adalah disiplin ilmu dari cabang psikologi yang mempelajari keterkaitan antara manusia dan lingkungan (buatan dan alamiah). Ini artinya psikologi lingkungan berusaha menjelaskan pengaruh lingkungan buatan dan alamiah pada aspek perilaku, perasaan, dan pikiran manusia. Berbagai topik yang diteliti pada bidang ini seperti perubahan iklim dan perilaku, bencana dan kondisi psikologis, perilaku pada setting lingkungan kerja, perilaku pro-lingkungan, perilaku manusia pada lingkungan urban, perilaku pada setting lingkungan sekolah, dan lain-lain. Bidang kajian dan topik-topik riset inilah yang saat ini menjadi fokus kajian di Jurnal Ecopsy. Pada catatan editorial ini, saya sebagai ketua editor baru di Jurnal Ecopsy akan menyampaikan perkembangan psikologi lingkungan di Indonesia, penegasan Jurnal Ecopsy sebagai jurnal pelopor di psikologi lingkungan, dan perubahan baru pada jurnal.
Peran lingkungan kerja dan persepsi keadilan kompensasi terhadap loyalitas kerja karyawan Aisah, Siti; Arjanggi, Ruseno
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.03.007

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dan persepsi keadilan kompensasi dengan loyalitas kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan produksi garmen. Dengan sampel sebanyak 187 karyawan produksi sebuah perusahaan garmen di kota Semarang. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.  Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari 3 skala, yaitu skala loyalitas kerja yang terdiri dari 25 item besar,skala lingkungan kerja yang terdiri dari 18 item,skala persepsi keadilan kompensasi terdiri 36 item. Analisis data menggunakan analisis regresi ganda menunjukkan ada pengaruh simultan antara lingkungan kerja dan persepsi keadilan kompensasi dengan loyalitas kerja karyawan. Temuan penelitian ini mengindikasikan peran dua variabel lingkungan kerja dan persepsi keadilan kompensasi dalam memprediksi terbentuknya loyalitas kerja karyawan.
Kondisi psikologis dan perilaku makan dalam menentukan status gizi lansia Gyonneseva Yoskias Wirahana; Gelora Mangalik; Yulius Yusak Ranimpi
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.02.002

Abstract

Menua bukanlah suatu penyakit, melainkan proses penurunan daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh. Perubahan yang dialami lansia terjadi pada ranah fisik dan juga psikis. Dalam hal perubahan status gizi pada lansia lebih disebabkan karena adanya perubahan lingkungan, kondisi faali dan status kesehatan termasuk kondisi psikologis. Pemilihan makanan adalah perilaku yang beragam yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti psikologis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini mencari apakah ada hubungan antara kondisi psikologis, perilaku makanan dan status gizi pada lansia. Metode  penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisa korelasional. Data dikumpulkan menggunakan form SQ-FFQ untuk mengetahui perilaku makan lansia, instrumen psikologis Geriatric Depression Scale dan Geriatric Anxiety Scale untuk melihat kondisi psikologis pada lansia, dan perhitungan IMT untuk melihat status gizi pada lansia. Teknik sampling yang digunakan adalah populasi sampling dimana semua populasi lansia dijadikan responden dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di Desa Cikampek Selatan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi r kuadran dengan hasil χ²hub = 8,029 < 12,6 pada responden pria dan χ²hub = 6,225 < 15,5 pada wanita yang dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan antara status psikologis lansia dengan status gizinya, tetapi status psikologis mereka secara tidak langsung mempengaruhi pemilihan makan, dan juga pemenuhan makannya. Di samping itu, penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang dimiliki oleh responden dalam hal status psikologis, pola makan, dan juga pemenuhan zat gizi baik itu berdasarkan jenis kelamin, dan tempat tinggal.
Peranan identitas diri terhadap unethical behavior ketika adanya kehadiran orang lain yang diuntungkan Nadia Khairina; Rizka Halida
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.03.008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebutuhan rekognisi dan Sepertinya tidak ada hari tanpa pemberitaan terkait perilaku tidak etis yang dilakukan oleh politisi, selebriti, atlet profesional, atau pimpinan suatu perusahaan besar. Telah banyak intervensi yang digunakan untuk mengurangi munculnya perilaku tidak etis, Namun, pelanggaran-pelanggaran atau perilaku tidak etis masih terjadi dan bermacam-macam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peran identitas diri dalam mempengaruhi penurunan intensitas perilaku tidak etis, (2) peran kehadiran orang lain yang diuntungkan dalam meningkatkan intensitas perilaku tidak etis, serta (3) pengaruh identitas diri terhadap intensitas diri ketika adanya kehadiran orang lain yang diuntungkan (penerima manfaat). Dengan desain penelitian 2 (identitas diri: priming & non-priming) x 2 (manipulasi pembayaran: individual & dyad). Partisipan berjumlah 200 orang (laki-laki: 58 orang). Penelitian menggunakan soal matematika sebanyak 20 soal. Unethical behavior akan dihitung berdasarkan klaim jumlah jawaban benar yang dituliskan oleh partisipan dari persoalan matematika yang mereka kerjakan. Hasil penelitian akan dianalisis dengan multiple regression. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivasi identitas diri memiliki pengaruh dalam menurunkan intensitas perilaku tidak etis. Namun, aktivasi identitas diri menjadi meningkatkan intensitas perilaku tidak etis ketika adanya kehadiran orang lain yang diuntungkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9