cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY" : 8 Documents clear
Perbedaan tingkat kecerdasan naturalis anak usia dini ditinjau dari tingkatan kelas dan jenis kelamin Henny Puji Astuti; Diana Diana; Reni Pawestuti Ambari Sumanto; Annisa Salma Fadilah; Dhea Intan Puspita Sari; Kristanti Dwi Naomi
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.004

Abstract

Anak menunjukkan kecerdasan naturalis dengan fungsi alat pikir yang dimilikinya, dalam tingkatan kelas maupun jenis kelamin. Kecerdasan naturalis anak menggambarkan kemampuan anak dalam berpikir. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat beragam kecerdasan naturalis pada anak karena tidak semua anak mempunyai kecerdasan naturalis yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan tentang perbedaan kecerdasan naturalis anak usia dini berdasarkan pada tingkatan kelas dan jenis kelamin. Metode penelitian kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan Uji Beda. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan naturalis anak usia dini dan analisis data menggunakan Independent Samples t-Test dengan bantuan program SPSS (Statictical Package for Social Science).  Penelitian ini melibatkan anak usia 4-6 tahun atau jenjang kelas TK A dan TK B yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan di sebuah TK di Semarang yang berjumlah 35 anak. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kecerdasan naturalis anak usia dini berdasarkan pada tingkatan kelas dan jenis kelamin. Kecerdasan naturalis anak usia dini Kelas B lebih tinggi daripada Kelas A dan kecerdasan naturalis anak perempuan lebih tinggi daripada anak laki-laki. Faktor utama penyebab perbedaan tersebut adalah peran orangtua dan guru dalam mencontohkan kegiatan positif, kemandirian anak, dan inisiatif anak dalam melakukan kegiatan.
Perilaku ekologis kaum muda dalam pelestarian lingkungan di Pegunungan Muria Mochamad Widjanarko; Etni Marliana
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.005

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan menemukan perilaku ekologis kepedulian kaum muda pada pelestarian lingkungan di Pegunungan Muria. Penelitian ini adalah penelitian kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Penelitian menggunakan 180 angket yang disebarkan pada kaum muda yang tinggal di Pegunungan Muria, meliputi Kabupaten Kudus, Pati dan Jepara. Angket tertutup dan terbuka dibuat berdasarkan teori perilaku ekologis dipopulerkan oleh Kaiser dan Shimoda, (1999) dengan mengembangkan pengukuran perilaku ekologis yang disebut General Ecological Behavior (GEB), yaitu rasa tanggungjawab, pengetahuan lingkungan dan nilai lingkungan. Data kuantitatif dari angket yang tertutup didapat dari penelitian ini dianalisis dengan berdasarkan persentase jawaban sedangkan jawaban angket terbuka dikategorisasikan berdasarkan persamaan tema. Hasil penelitian menemukan kaum muda memiliki kesadaran dalam melestarikan lingkungan di pegunungan Muria, dengan adanya jawaban 131 responden yang menjawab untuk tidak merusak hutan dan tidak mengambil air dari sumber pegunungan Muria secara berlebihan, melarang penebangan liar, pemburu liar untuk masuk dalam hutan, memberikan informasi tentang pelestarian hutan Muria melalui sosial media, tidak mencoret-coret batu atau pepohonan.
“Nature and Innovation”: Do appreciation of nature and need for cognition predict intentions to perform sustainable behaviors? Syurawasti Muhiddin; Yopina Galih Pertiwi
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.006

Abstract

Sustainable behavior is a behavior that aims to protect physical as well as human resources. Therefore, it is important to understand the behavior to reduce negative consequences of environmental problems. The study aimed to examine the role of appreciation of nature and the need for cognition on the intention to perform sustainable behavior. This study used a quantitative approach with a survey method. A total of 240 respondents aged 18 – 40 years old completed the online survey. Appreciation of nature scale, need for cognition scale, and intention to act scale were used as data collection instruments. Results showed that appreciation of nature and need for cognition positively predicted the intention to carry out sustainable behavior. Combining the two variables in one model increased predictive power to the intention to perform sustainable behavior. Furthermore, need for cognition had greater predictive power than appreciation of nature. This research showed that affective and cognitive aspects are crucial for the sustainable behavior models. Implications regarding the role of the young generation in supporting sustainable behavior may be further discussed.
Fenomena familiar stranger di transportasi umum ditinjau dari trait kepribadian Big Five Inta Miftakhul Jannah; Bagus Takwin
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.001

Abstract

The role of environmental attitude towards ecological behavior of early adulthood in Jakarta greater area (Jabodetabek) Ade Iva Murty; Andita Putri Ramadhania; Alfin Adichandra; Dienia Airlia
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.007

Abstract

Ecological behavior is the most important factor to slow down climate change. This research aims to investigate the role of Environmental Attitude towards Ecological Behavior. This research utilized the mixed-method approach and consisted of 191 respondents and 2 pro-environmental groups. Quantitative data was collected through an online survey and qualitative data was collected through interviews. A simple regression model test showed that Environmental Attitude positively and significantly affects ecological behavior. After controlling for demographic factors such as gender, residency, source of income, and education level. It was found that these variables do not have significant effects on ecological behavior. Meanwhile, case studies reflect themes such as values of environment, technological use, the role of young volunteers, and past experiences. So, it can be concluded that the early adults in Jabodetabek implements ecological behavior as an effect of Environmental Attitude, and as a lifestyle. Most of respondents tend to use social media as a way of expressing their opinions and ideas regarding environmental problems. Therefore, if the government or other organizations have some programs for increasing the awareness of early adult in Jabodetabek to implement ecological behavior practice, they should focus on developing social media campaigns that will improve early adult environmental attitudes.
Travelling during pandemic?: Mengkaji peran risk perception terhadap fear of travel pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia Desi Rendrasari; Lusy Asa Akhrani
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.002

Abstract

COVID-19 membuat masyarakat cemas untuk keluar rumah ataupun melakukan bepergian karena virus COVID-19 yang bersifat menular. Individu dalam memutuskan untuk melakukan kegiatan bepergian memiliki pertimbangan akan risiko-risiko yang terjadi. Terkait situasi yang terjadi bahwa ketika pandemi COVID-19 seseorang dapat merasa takut untuk melakukan perjalanan bepergian karena persepsi risiko yang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran risk perception terhadap fear of travel pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia secara simultan dan parsial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data multiple regression. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan sejumlah 610 responden dengan kriteria Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 17 tahun dan pernah atau sedang memiliki keinginan untuk bepergian. Skala yang digunakan untuk mengukur variabel risk perception adalah skala Persepsi Risiko dan untuk mengukur variabel fear of travel adalah skala PATS (Pandemic Anxiety Travel Scale). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan risk perception secara simultan berperan terhadap fear of travel pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa dimensi risiko waktu, risiko sosial psikologi dan risiko kesehatan berperan terhadap fear of travel pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia, sedangkan dimensi risiko keuangan tidak berperan terhadap fear of travel pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia.
Peran panggilan pada komitmen karier guru Elsha Lonika; Missiliana Riasnugrahani
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.008

Abstract

Guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam pendidikan, namun hal ini tidak diikuti dengan penghasilan dan jenjang karier yang baik. Meskipun demikian masih ada guru di Indonesia menghabiskan waktu berkariernya sampai masa pensiun. Panggilan pada pekerjaan yang dirasakan guru diduga memiliki hubungan dengan komitmen karier guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dimensi panggilan yaitu dimensi search for calling (mencari panggilan) dan presence of calling (menemukan panggilan) terhadap komitmen karier. Alat ukur yang digunakan adalah Calling and Vocation Questionnaire (CVQ) dan The Career Commitment Scale yang memiliki nilai validitas dan reliabilitas yang tinggi. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 82 guru dengan minimal masa kerja satu tahun, yang bersedia menjadi partisipan. Hasil analisis data dengan teknik regresi berganda ditemukan bahwa dimensi menemukan panggilan (presence of calling) berpengaruh signifikan terhadap komitmen karier. Hal ini berarti hanya guru yang telah memaknai pekerjaannya sebagai panggilan yang akan memiliki komitmen karier yang tinggi.
Kesesakan dan kesejahteraan psikologis pada remaja di pondok pesantren Achmad Muhammad Danyalin; Farah Farida Tantiani
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.003

Abstract

Kesejahteraan psikologis pada remaja menjadi hal penting dalam proses perkembangan akibat adanya pengaruh pola interaksi keluarga, teman, serta lingkungannya. Pada remaja yang tinggal di pondok pesantren, tingkat kepadatan lingkungan (densitas) yang tinggi dapat menimbulkan kesesakan yang berpotensi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesesakan terhadap kesejahteraan psikologis remaja di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan populasi remaja berusia 15-17 tahun yang tinggal di Pondok Pesantren X. Partisipan penelitian berjumlah 135 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari dua skala, yaitu: skala kesejahteraan psikologis (α = 0,547 hingga 0,810) dan skala kesesakan (α = 0,830). Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesakan tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis remaja di Pondok Pesantren X. Faktor yang terindikasi mempengaruhi hasil penelitian ini adalah usia dan tingkat ekonomi partisipan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8