cover
Contact Name
Hadi
Contact Email
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Phone
+6282374210479
Journal Mail Official
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 14107058     EISSN : 25977059     DOI : 10.26554
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Sains (JPS) MIPA UNSRI merupakan wahana komunikasi ilmiah di bidang sains serta lintas ilmu yang terkait; diterbitkan sejak 1 Oktober 1996 oleh UP2M FMIPA Universitas Sriwijaya. Jurnal ini berisikan tulisan atau karangan ilmiah dalam berbagai bidang tersebut yang diangkat dari hasil penelitian, survei, atau telaah pustaka, yang belum pernah dipublikasikan dalam terbitan lain.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2007)" : 13 Documents clear
Studi Faktor Kualitas (Q-Factor) Gelombang Kompresi (P-Wave) pada Batuan Sedimen Dangkal Sutopo Sutopo
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7185.834 KB) | DOI: 10.56064/jps.v10i1.437

Abstract

Atenuasi gelombang seismik adalah proses pengurangan energi gelombang sismik yang diakibatkan oleh penyebaran dan penyerapan. Besarnya atenuasi perambatan gelombang seismik dapat ditentukan berdasarkan faktor Q. Besar kecilnya faktor Q merupakan kemampuan batuan untuk meloloskan energi gelombang seismik yang merambat padanya. Semakin besar harga faktor Q maka semakin besar pula kemampuan batuan untuk meloloskan energi gelombang seismik. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji perilaku gelombang P dalam usaha untuk mengestimasi sifat fisik berdasarkan harga Q masing-masing batuan menggunakan gelombang seismik bias yang direkam dipermukaan. Penelitian dilakukan pada tiga lokasi yang berbeda. Lokasi pertama di kampus Universitas Sriwijaya, sedangkan lokasi kedua merupakan lokasi batuan tidak kompak dalam hal ini adalah tanah urugan, dan lokasi ketiga adalah betuan kompak. Metode yang dipakai untuk penentuan faktor Q dalam penelitian ini adalah metode spektral ratio, sehingga sebelum data dianalisa dilakukan terlebih dahulu transformasi dari waktu ke domain frekuensi dengan metode FFT. Dari hasil perhitungan dan analisis data, secara nyata dapat membedakan tingkat kekompakan maupun kendungan fluida batuan sedimen dekat permukaan. Pada lokasi kampus Universitas Sriwijaya nilai faktor kualitas (Q) antara 41.85-45.27. sedangkan untuk batuan tidak kompak antara 24.0-27.0 dan batuan kompak harga Q faktor adalah antara 88.2-90.59.
Metode Regresi Rebust Penduga Welsch Untuk Mengatasi Masalah Pencilan Dian Cahyawati S. Cahyawati S.
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5278.872 KB) | DOI: 10.56064/jps.v10i1.428

Abstract

Metode Kuadrat Terkecil (MKT) digunakan sebagai penduga parameter pada analisis regresi. Metode ini memerlukan beberapa asumsi klasik yang harus dipenuhi yaitu kenormalan, kehomogenan ragam dan kebebasan bagian sisaan pada model yang terbentuk. Pengujian asumsi-asumsi itu dilakukan dengan menggunakan metode diagnosis sisaan model. Beberapa metode diagnosis sisaan yang dapat digunakan adalah nilai t-residual dan atau DFITS. Nilai t-residual atau juga DFITS dari suatu titik data yang relatif besar, menunjukkan bahwa titik data itu dapat dicurigai sebagai pencilan. Adanya data pencilan (outliers) merupakan salah satu penyebab asumsi klasik tidak terpenuhi. Sehingga untuk melakukan pendugaan parameter pada data yang mengandung pencilan, perlu digunakan metode lain yaitu metode regresi robust. Salah satunya adalah penduga Welsch. Hasil penelitian terhadap tiga macam data yang terdiri atas satu, dua dan tiga variabel bebas, yang mengandung pencilan, menunjukkan bahwa penggunaan regresi robust penduga Welsch memberikan nilai-nilai penduga parameter yang lebih baik dari MKT. Hal ini berdasarkan nilai standar error hasil penduga Welsch memberikan nilai yang lebih kecil. Selain diperoleh penduga parameter yang lebih baik, penerapan regredi robust penduga Welsch juga tidak menghilangkan informasi apapun dari keseluruhan data amatan seperti pada MKT saat pencilannya dibuang terlebih dahulu.
Pengujian Aktivitas Kitinase dari Bacillus Circulans Untuk Dikembangkan Sebagai Agen Biokontrol pada Penyakit Tanaman Muharni Muharni; Elisa Nurmawati
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4852.87 KB) | DOI: 10.56064/jps.v10i1.433

Abstract

Bacillus circulans mempunyai kemampuan memproduksi kitinase secara ekstraseluler, aktivitas kitinase ini dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan fungsi patogen karena mempunyai kitin pada dinding selnya. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas kitinase baik secara kualitatif maupun kuantitatif,s erta kemampuan dalam menghambat pertumbuhan fungi patogen pada tanaman. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan dikethui bahwa B. circulans memproduksi kitinase tertinggi pada akhir fase eksponensial yaitu pada jam ke 20 sebesar 0,58  U/ml. Hasil uji antagonisme terhadap fungi patogen Fusarium oxysporum dan Rhizoctonia solani dengan zona hambat sebesar 0,65 cm.

Page 2 of 2 | Total Record : 13