cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
MEDIA MATRASAIN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2014)" : 9 Documents clear
SITUASI OTORITATIF ARSITEK (Bagian Pertama dari Essay : Arsitektur Futurovernakularis - Suatu Konsekuensi Probabilistik Degradasi Otoritas Arsitek) Rogi, Octavianus Hendrik Alexander
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini merupakan penggalan pertama dari essay penulis yang berjudul “Arsitektur Futurovernakularis – Sebuah Konsekuensi Probabilistik Degradasi Otoritas Arsitek”. Pemikiran utama dalam essay ini adalah tentang probabilitas tergerusnya otoritas profesional arsitek seiring waktu yang ditandai dengan kehadiran karya arsitektur yang dilabel penulis dengan istilah futurovernakularis. Sebutan ini berasosiasi dengan karya arsitektural masa nanti (futuro) yang tercirikan sebagai karya yang hadir tanpa campur tangan arsitek profesional (vernakularis), sebagaimana salah satu premis dasar definisi politetis arsitektur vernakular. Dalam essay yang lengkap, argumentasi hipotesis di atas dielaborasi melalui sejumlah pendekatan. Dalam tulisan ini secara khusus akan dipaparkan argumentasi yang dielaborasi berdasarkan pendekatan melalui pemahaman terhadap ragam otoritas peran arsitek serta fakta kembang susutnya seiring waktu. Secara garis besar akan dikemukakan pemahaman umum tentang situasi otoritatif arsitek yang sifatnya delegatif dalam konteks koneksitas antara arsitek dengan pihak klien. Dikemukakan pula tentang tendensi degradasi peran arsitek sejak masa lalu hingga saat ini serta posibilitasnya di masa depan.Melalui pemaparan dalam tulisan ini untuk sementara dapat disimpulkan bahwa tendensi degradasi peran dan otoritas arsitek dalam aktivitas rancang bangun merupakan suatu hal yang realistis. Argumentasi utama yang mengemuka adalah fakta bahwa otoritas arsitek secara mendasar merupakan otoritas yang delegatif sifatnya dalam konteks simbiosis arsitek-klien. Argumentasi ini juga diperkuat dengan indikasi posibilitas perkembangan kapasitas dan perilaku klien yang merupakan sumber otoritas delegatif sang arsitek. Seiring berkembangnya kapasitas kalangan klien terkait aspek rancang bangun, maka perilakunya akan semakin terdorong untuk menafikan eksistensi kalangan arsitek. Argumentasi ini perlu dikembangkan lagi dengan melihat faktor pendorong yang lain bagi perubahan kapasitas dan perilaku kalangan klien ini. Dukungan terhadap argumentasi ini akan dielaborasi pada dua tulisan lain yang berbeda, yang masing-masing akan mengungkap tentang deduksi dukungan teori proses desain tentang potensi degradasi otoritas arsitek serta dampak aplikasi teknologi komputer dalam kegiatan rancang bangun yang berpotensi “menggantikan” posisi arsitek dalam simbiosis klasik arsitek-klien.Kata kunci : otoritas arsitek, arsitektur futurovernakularis, simbiosis arsitek-klien
Sekapur Sirih Vol 11, No 1, 2014 Rogi, Octavianus Hendrik Alexander
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekapur SirihPuji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kemampuan untuk mewujudkan edisi yang terbaru dari Jurnal Media Matrasain ini, yang telah memasuki tahun ke-11 dalam kontinuitas penerbitannya. Sejalan dengan perjalanan waktu kami dari Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga keberlanjutan penerbitan jurnal ini sebagai medium publikasi karya tulis ilmiah, baik dari para staf pengajar maupun mahasiswa di lingkungan Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, maupun kontributor tulisan dari lingkungan eksternal lainnya.Edisi kali ini (Volume 11, No.1) menampilkan enam artikel dengan beragam bahasan. Tiga diantaranya merupakan essay yang mengungkap sejumlah isyu di bidang arsitektur. sementara tiga artikel lainnya merupakan hasil penelitian yang dilakukan para penulisnya. Dalam essay yang pertama, “Kreatifitas berarsitektur melalui saluran paradoks dan metafisika”, diulas tentang paradoks dan metafisika yang merupakan saluran kreatifitas yang potensial dalam perancangan arsitektur. Dalam essay yang kedua, “Situasi Otoritatif Arsitek”, penulis mengungkap indikasi probabilitas terdegradasinya aspek otoritas arsitek dalam dimensi futuristik. Dalam essay ketiga, “Aplikasi arsitektur biomorfik dalam rancangan arsitektur”, oleh penulis dikemukakan tentang potensi aplikasi pendekatan tematik arsitektur biomorfik dalam rancangan arsitektur. Untuk selanjutnya, dalam artikel berupa hasil penelitian yang pertama, “Pengaruh Permukaan Jalur Pedestrian terhadap kepuasan dan kenyaman pejalan kaki di pusat kota Manado”, penulis mengungkap temuan tentang pola pengaruh kondisi permukaan jalur pejalan kaki terhadap aspek kenyamanan penggunanya, dengan studi kasus pada kawasan pusat kota Manado. Dalam artikel penelitian yang kedua, “Kenyamanan Termal Pada Sebuah Rumah Adat Tradisional Gorontalo”, para penulis memaparkan suatu hasil evaluasi terhadap kondisi kenyamanan termis pada objek kasus rumah tradisional di Gorontalo. Dalam artikel yang terakhir, “Pengaruh topografi pada kinerja pencegahan dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan dan lingkungan di kota Manado”, penulis menyajikan temuan penelitiannya tentang bagaimana kondisi topografi suatu kawasan atau wilayah mempengaruhi kinerja penanggulangan ancaman bahaya kebakaran di kota Manado.Dengan segenap kerendahan hati kami berharap kiranya artikel-artikel dalam edisi kali ini dapat memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat bagi para segenap pembaca yang mulia. Kami juga senantiasa mengharapkan adanya kontribusi karya tulis ilmiah, baik dari para staf pengajar di lingkungan Jurusan Arsitektur secara internal maupun dari pihak-pihak lain yang berkerinduan untuk berbagai wawasan ilmiah bersama kami, tentunya yang terkait dengan bidang Arsitektur, Sains Bangunan, Perkotaan, Permukiman dan Lingkungan yang merupakan domain dari jurnal ilmiah ini. Semoga perjalanan ke depan Jurnal Media Matrasain ini akan semakin baik dan bermutu dan dapat menjadi sebuah medium ilmiah yang dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, sesuai dengan spesialisasinya. Pada kesempatan ini, sebagai pengakhir pengantar redaksional ini, ijinkan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penerbitan edisi ini, terutama kepada para penulis yang telah menjadi kontributor naskah artikel untuk edisi ini. Mei 2014Dewan Redaksi
APLIKASI ARSITEKTUR BIOMORFIK DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR Supardjo, Surijadi
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnalogi arsitektur biomorfik diartikan bahwa arsitektur sebagai makhluk hidup atau arsitektur itu hidup. Jika arsitektur itu hidup maka arsitektur mengalami metabolisme yaitu tumbuh dan berkembang. Hal ini merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan sebuah hasil karya arsitektur bisa direncanakan. Gagasan pertumbuhan tersebut bisa dilakukan secara vertikal atau horisontal. Jika perkembangan karya arsitektur tersebut tidak direncanakan maka perkembangannya bisa secara sporadis yaitu tidak beraturan. Bangunan adalah suatu proses biologis, bangunan bukan suatu proses estetika.Teori Arsitektur yang berdasarkan analogi biologis ada dua bentuk. Pertama yang bersifat umum, terpusat pada hubungan antara bagian-bagian bangunan atau antara bangunan dengan penempatannya / penataannya, seperti konsep Frank Lloyd Wright dengan Arsitektur Organis-nya. Yang kedua, yang bersifat khusus, terpusat pada pertumbuhan proses-proses dan kemampuan gerakan yang berhubungan dengan organisme.Arsitektur Biomorfik kurang terfokus terhadap hubungan antara bangunan dan lingkungan dari pada terhadap proses proses dinamik yang berhubungan denganpertumbuhan dan perubahan organisme. Biomorfik arsitektur berkemampuan untuk berkembang dan tumbuh melalui : perluasan,penggandaan, pemisahan, regenerasi dan perbanyakan. Contoh : kota yang dapat dimakan (Rudolf Doernach), struktur pneumatik yang bersel banyak (Fisher, Conolly, Neumark, dll).Kata Kunci : Analogi, Biomorfik, Arsitektur
Pedoman Penulisan Naskah 2014 Rogi, Octavianus Hendrik Alexander
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedoman Penulisan Naskah v Kategori naskah ilmiah hasil riset/penelitian, kritik, ulasan/apresiasi, essay. v Naskah dituliskan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris diketik pada kertas ukuran A4. Spasi 1,5 dengan batasan margin atas, kanan dan bawah 3cm, batas kiri 4 cm dari tepi kertas. Panjang naskah/artikel maksimum 15 halaman termasuk Daftar Pustaka. Huruf Times New Roman, ukuran font 10, huruf tegak. v Judul singkat, jelas, ditulis format font 11, huruf tegak, cetak tebal, huruf capital, mode centre line. v Nama Penulis naskah ditulis lengkap tanpa mencantumkan gelar, dibawah nama penulis dicantumkan institusi asal penulis. v Isi naskah berperspektif atau bertema Arsitektur, Sains Bangunan, Perkotaan, Permukiman atau Lingkungan. Naskah asli bukan duplikasi ataupun pernah dipublikasikan di media cetak manapun. v Sistematika naskah Ø JudulØ Nama dan asal institut penulisØ Abstrak, setara 300 kata, 1 spasi, ditulis 1 kolom, meliputi latar belakang, pendekatan, metode riset, hasil, temuan, manfaat secara umum dan keywords (kata kunci).Ø Isi naskah, 1,5 spasi, ditulis 2 kolom, sesuai dengan kategori tulisan (hasil riset / penelitia atau essay bebas). Setidak-tidaknya mengandung bagian Pendahuluan, Pembahasan serta Kesimpulan / Saran.Ø Daftar Pustaka v Gambar, grafik, tabel, foto harus disajikandengan jelas. Format Foto Digital minimum VGA dalam File JPG. Keterangan gambar dll ditulis dalam format font lebih kecil dari format font tulisan isi. v Catatan (Footnote dan Endnote) berisi catatan penjelas bukan daftar asal kutipan. v Daftar pustaka diketik 1 spasi. Jarak antar judul 2 spasi dan dituliskan berurutan menurut abjad (alphabetical). Judul pustaka di tulis miring (italic) v Ketentuan lain yang kurang jelas dapat menghubungi redaksi. v Naskah diserahkan dalam bentuk soft copy dan 1 (satu) eksemplar hard copy (cetakan/print out) v Redaksi berhak untuk menyunting, mengetik ataupun menolak naskah yang diterima. Redaksi akan mengembalikan naskah yang tidak memenuhi kriteria untuk dapat diperbaiki dan dapat diajukan kembali ke redaksi untuk penerbitan berikutnya.
KENYAMANAN TERMAL PADA SEBUAH RUMAH ADAT TRADISIONAL GORONTALO Attaufiq, Muhdi; Sangkertadi, .; Waani, Judy O.
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebuah rumah adat tradisional Gorontalo yang berukuran cukup besar dan berkonstruksi kayu dikenal dengan nama lokal Bantayo poboide, diuji kinerjanya terhadap kenyamanan termal dalam ruang. Lokasi bangunan terletak di pusat Kota Limboto Gorontalo yang beriklim tropis lembab. Metode yang diterapkan meliputi pengukuran lapangan, simulasi perhitungan perpindahan panas dan kuisioner.  Pengukuran suhu, kelembaban udara, kecepatan dan arah angin dilakukan didalam dan diluar ruang, saat pagi hingga sore hari selama satu hari penuh, pada bulan April 2014. Perangkat lunak TRNSYS, program MATAHARI dan VENTILA dipakai untuk merealisasikan perhitungan perpindahan panas dan ventilasi pada bangunan. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan kenyamanan termal menerapkan skala PMV dan DISC. Hasilnya menunjukkan, bahwa suhu udara dalam ruang mencapai angka yang cukup tinggi sekitar 30 hingga 340C baik melalui cara pengukuran maupun perhitungan. Respon kenyamanan termal oleh pemakai ruang menunjukkan skala nyaman (netral) pada pagi hari, hingga rasa  tidak nyaman (panas) saat siang hari. Hasil perhitungan kenyamanan termal dengan skala DISC menunjukkan keterdekatan terhadap hasil kuisioner. Sedangkan hasil perhitungan dengan skala PMV menunjukkan perbedaan sekitar satu hingga 2 skala lebih tinggi dibandingkan kuisioner.Kata kunci: Gorontalo, Iklim Tropis Lembab, Perpindahan Panas, Kenyamanan Termal
KREATIFITAS BERARSITEKTUR MELALUI SALURAN PARADOKS DAN METAFISIKA ( A Controversial Attitude Toward the Generally Accepted ) Erdiono, Deddy
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak“…………….Architecture is war. War is architecture. I am at war with my time, with history, with all authority that resides in fixed and frightened forms………………………… I am an architect, a constructor of worlds, a sensualist who worships the flesh, the melody, a silhouette against the darkening sky. I can not know your name. Nor can you know mine………………” ( Lebbeus Woods: “Manifesto” ; Source ; Andreas Papadakis, “Theory and Experimentation”, 1993).Arsitek yang kreatif adalah arsitek yang selalu bereksperimen dengan berbagai saluran kreatifitas arsitektur, selalu ingin mencoba menembus batas kebekuan ruang dan waktu serta status quo ( keadaan tetap pada suatu saat tertentu ) dalam konteks arsitektur, sebagai sesuatu yang fenomenal dan bersifat misteri. Arsitek harus mampu dan sanggup mengarahkan arsitektur ke masa depan yang tidak semata-mata didikte oleh masa lalu dan ke kini-an, karena ia memang tidak pernah mendefinisikan apapun yang ada di depannya. Tanpa kegelisahan dan semangat pencarian yang gencar dan berlanjut untuk menghasilkan karya-karya terdepan, kita hanya akan menjadi bayang-bayang masa lalu, kita percaya bahwa itu adalah kemungkinan terburuk yang harus kita hindari.Paradoks dan metafisik merupakan salah satu saluran kreatifitas arsitektur yang dapat mengakomodasikan keinginan arsitek untuk merealisasikan obsesinya dalam memenuhi ambisinya. Melalui otoritasnya, arsitek berani menentang arus terhadap pendapat umum yang dianggap benar. Sesuatu yang nampaknya begitu absurd (mustahil dan tak masuk akal), meskipun demikian dengan jujur arsitek tetap berupaya mencari kebenaran berdasarkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya (true and sublime).Arsitek memahami benar konsekuensi yang bakal terjadi bahwa nantinya hal ini akan dapat membawanya pada suatu kondisi yang cukup riskan, mengundangnya ke dunia pertentangan dan kontradiksi (a sphere of contradictionary and confrontation) yang pada akhirnya mungkin mereka akan mengucilkan dirinya (condemnation of the latter).Kata kunci  : saluran kreatifitas, paradoks dan metafisik, pendapat umum, absurd, true and sublime, a sphere of contradictionary and confrontation, condemnation of the latter.
PENGARUH TOPOGRAFI PADA KINERJA PENCEGAHAN DAN PENGAMANAN TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN DI KOTA MANADO Suryono, .
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakResiko kebakaran pada bangunan dan lingkungan di Indonesia umumnya masih relatif tinggi, bahkan kebakaran bangunan seringkali terjadi secara massal, karena penjalaran api dari bangunan satu ke bangunan di sekitarnya. Barang tentu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, baik berupa hilangnya harta benda, dokumen bahkan keselamatan jiwa.Peraturan tentang pencegahan  dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran kebanyakan membahas hal-hal yang sifatnya umum. Kondisi topografi di Manado dan Indonesia Timur pada umumnya merupakan perbukitan dan lembah, hingga kini nyaris belum dibahas. Penelitian ini dimaksudkan untuk meninjau seberapa besar “pengaruh topografi pada kinerja pencegahan dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan dan lingkungan di Kota Manado”.Fenomena pembangunan pada lahan dengan kemiringan diatas 30% masih terus berlangsung, padahal lahan tersebut seharusnya diperuntukkan bagi konservasi lahan. Walaupun aturanya sudah jelas, namun kenyataan di lapangan masih sering terjadi pelanggaran karena terbatasnya lahan yang datar. Pada lahan dengan kemiringan di atas 30%  diperkirakan besarnya resiko kebakaran lebih tinggi karena sulitnya akses mobil pemadam kebakaran untuk menjangkau lokasi tersebut karena jalan yang  terjal. Sedangkan pada lahan dengan range kemiringan 30 % hingga 0 %,besarnya resiko kebakaran lebih banyak disebabkan oleh kepadatan bangunan.Kata Kunci: topografi, resiko kebakaran, bangunan dan lingkungan
PENGARUH PERMUKAAN JALUR PEDESTRIAN TERHADAP KEPUASAN & KENYAMANAN PEJALAN KAKI DI PUSAT KOTA MANADO Prijadi, Rachmat; Sangkertadi, .; Tarore, Raymond D. Ch.
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakManado sebagai kota wisata dan kota jasa perdagangan, memerlukan fasilitas pedestrian yang nyaman agar menyenangkan bagi wisatawan maupun warganya. Fakta menunjukkan bahwa di bagian pusat kota Manado, pedestrian nampak belum nyaman dipakai oleh para pejalan kaki karena beberapa hal. Diantaranya adalah penggunaan material pelapis pedestrian yang kurang tepat seperti kondisinya yang terlalu licin, mudah rusak, tampilannya kurang menarik serta penyelesaian konstruksi yang beresiko mengganggu kelancaran gerak pengguna, atau mengganggu kenyamanan bagi pejalan kaki.Tulisan ini fokus pada hasil penelitian mengenai dua hal, pertama adalah pengungkapan kondisi fisik jalur pedestrian ditinjau terhadap resiko gangguan kenyamanan gerak bagi pejalan kaki, pada “siang hari”. Kedua untuk mendapatkan respon dari pengguna tentang “tingkat kepuasan” dari pejalan kaki terhadap kualitas material pelapis pedestrian. Lokasi kajian meliputi bagian pusat kota dan juga merupakan area wisata belanja. Metode yang di gunakan adalah campuran cara kualitatif dan kuantitatif. Temuan studi ini meliputi dua hal, yakni pengungkapan adanya 4 skala tingkat kepuasan pejalan kaki, dan pengungkapan bahwa di area studi, respon pengguna menunjukkan skala antara “kurang puas/kurang nyaman” dan “agak puas/ agak nyaman”. Hanya sedikit yang merasa puas dan juga sangat sedikit yang menyatakan tidak puas.Diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pengembangan teori bagi perancangan pedestrian dan masukan bagi pembangunan arsitektur kota Manado.Kata kunci :  pedestrian, trotoir, pusat kota, tekstur, warna, tingkat kepuasan gerak
Daftar Isi Vo 11 No1 (2014) Rogi, Octavianus Hendrik Alexander
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI …………………………………..                 ii   SEKAPUR SIRIH ……………………………..                 iii     KREATIFITAS BERARSITEKTUR  MELALUI SALURAN PARADOKS DAN METAFISIKA  (A Controversial  Attitude Toward the Generally Accepted ) Deddy Erdiono ……………………………………       1-15   Situasi Otoritatif Arsitek (Bagian Pertama dari Essay : Arsitektur Futurovernakularis -Suatu Konsekuensi Probabilistik Degradasi Otoritas Arsitek) Octavianus H. A. Rogi  …………………………...     16-32   APLIKASI ARSITEKTUR BIOMORFIK DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR Surijadi Supardjo ………………………………….   33-42   PENGARUH  PERMUKAAN JALUR PEDESTRIAN TERHADAP KEPUASAN & KENYAMANAN PEJALAN KAKI   DI  PUSAT  KOTA MANADO Rachmat Prijadi, Sangkertadi, Raymond Ch. Tarore …….………………………..   43-54   Kenyamanan Termal Pada Sebuah Rumah Adat Tradisional Gorontalo Muhdi Attaufig, Sangkertadi, Judy O. Waani .........................................................         55-65   Pengaruh TOPOGRAFI PADA kinerja pencegahan dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran PADA BANGUNAN dan lingkungan di kota manado Suryono……………………………………………    66-77     Pedoman Penulisan Naskah ………………………          iv

Page 1 of 1 | Total Record : 9