cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
CHEMISTRY PROGRESS
ISSN : 19795920     EISSN : 27158365     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Chemistry Progress merupakan media untuk menyebarkan informasi ilmiah dan sarana komunikasi bagi para ilmuan dan cendekiawan melalui tulisan-tulisan ilmiah. Majalah Ilmiah Chemistry Progress terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November) berisi kajian penelitian dalam lingkup ilmu kimia (organik, anorganik, analitik, biokimia, fisika, bahan alam, lingkungan, pangan, kelautan, pertambangan, farmasi dan komputasi). Jumlah halaman pervolume adalah 55-65 halaman.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2013)" : 9 Documents clear
SINTESIS POLIURETAN DARI ASAM LEMAK TEROKSIDASI MINYAK INTI BUAH NYAMPLUNG MELALUI PROSES POLIMERISASI MENGGUNAKAN TOLUEN DIISOSIANAT Suhendra, Dedy; Solehah, Anggi; Asnawati, Dina; Gunawan, Erin Ryantin
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.2.2013.3496

Abstract

Produksi poliuretan sebagian besar bersumber dari poliol yang berasal dari minyak bumi. Namun minyak bumi merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui. Dengan demikian perlu dicari bahan baku alternatif untuk pembuatan poliol sebagai bahan baku poliuretan. Telah dilakukan penelitian sintesis poliuretan dari asam lemak teroksidasi minyak inti buah nyamplung melalui proses polimerisasi menggunakan toluen diisosianat dengan tujuan untuk mengetahui apakah asam lemak minyak inti buah nyamplung dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan poliuretan dan mengetahui karakteristik poliuretan dari asam lemak minyak inti buah nyamplung. Dari hasil penelitian, asam lemak minyak inti buah nyamplung dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan poliuretan dengan cara mentransformasi asam lemak menjadi poliol melalui reaksi epoksidasi. Diperoleh perubahan sifat fisiko kimia dari asam lemak menjadi poliol yaitu warna kuning muda menjadi putih kekuningan, indeks bias dari 1,451 menjadi 1,458 dan bilangan iod dari 87 mg iod/g asam lemak menjadi 29 mg iod/g poliol. Persen (%) konversi poliol yang diperoleh dari asam lemak adalah 66,67%, sedangkan persen(%) konversi poliuretan dari poliol adalah 83,73%. Karakteristik poliuretan dari asam lemak minyak inti buah nyamplung yaitu berwarna coklat muda, elastis, homogen, keras dan berbentuk membran.Most of polyurethan production are from polyol that was made from petroleum. Petroleum are material which is un-renewable. Thus, it’s necessary to find an alternative materials to produce polyol as polyurethane raw materials. A research abaut polyurethane synthesis from oxidation fatty acid nyamplung seeds oil through polimerization proces with toluene diisocyanate have been done in order to know are the fatty acid nyamplung seeds oil could be raw materials to make polyurethane and to know polyurethane characteristic from fatty acid nyamplung seeds oil. From the research result, fatty acid nyamplung seeds oil could be use as raw materials ofpolyurethane by transforming fatty acid into polyol through epoxidation reaction. The result are the change ofphysicochemical characters from fatty acid into polyol which is light yellow to white yellowish color, the refractive index from 1,451 to 1,458 and the iodine number from 87 mg iod/gr fatty acid to 29 mg iod/gr polyol. Percentage (%) conversion polyol from fatty acid are 66,67% and percentage (%) conversion polyurethane from polyol are 83,73%. The polyurethane characteristic from fatty acid nyamplung seeds oil are light brown, homogen,elastics, hard and in form of membrane.
ANALISIS SENYAWA FITOSTEROL DALAM EKSTRAK BUAH BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Jannah, Hilyatul; Sudarma, I Made; Andayani, Yayuk
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.2.2013.3497

Abstract

Fitosterol merupakan sterol nabati, termasuk dalam senyawa metabolit sekunder dan memiliki manfaat yang luas dalam bidang kesehatan. Sumber bahan alam yang mengandung senyawa fitosterol telah banyak digunakan sebagai bahan obat, salah satunya yaitu buncis (Phaseolus vulgaris L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi, bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa fitosterol dalam ekstrak air, ekstrak etanol, dan hasil partisi dari ekstrak air buah buncis menggunakan teknik KLT dan KG-SM. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa dari 13 ekstrak hasil partisi dengan pelarut n-heksan, DCM, etil asetat, dan metanol, hanya 5 ekstrak yang menunjukkan positif steroid, diantaranya ekstrak air, residu heksan, residu DCM, ekstrak metanol, dan residu metanol. Ekstrak etanol juga menunjukkan positif steroid. Hasil uji KLT pada residu heksan hasil partisi dari ekstrak air diduga merupakan senyawa stigmasterol karena memiliki harga Rf = 0,9 sama dengan harga Rf senyawa standar stigmasterol, sedangkan pada ekstrak etanol, senyawa fitosterol yang terdeteksi yaitu γ-sitosterol 6,01% dan stigmasterol 2,48%.
TINJAUAN LITERATUR MUTAKHIR - OBITUARI - INDEX Suryanto, Edi
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.2.2013.3502

Abstract

SINTESIS TRIS-(4-THIOANISIL)OKTILSILAN MELALUI REAKSI KOPLING Lesbani, Aldes; Mohadi, Risfidian; ., Eliza; ., Elfita
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.2.2013.3493

Abstract

Telah dilakukan sintesis tris-(4-thioanisil)oktilsilan (1) melalui reaksi kopling antara oktilsilan dengan 4-iodidathioanisol. Reaksi dilakukan menggunakan katalis paladium dalam kondisi atmosfir inert menggunakan pelarut tetrahidrofuran. Senyawa (1) diperoleh dalam bentuk cairan tak berwarna dengan rendemen 20% mempunyai tujuh puncak 1H NMR, tigabelas puncak 13C NMR dan memiliki nilai m/z 510.Synthesis of tris-(4-thioanisyl)octylsilane (1) by coupling reaction between octylsilane and 4-iodo thioanisole has been done. Reaction was carried out using palladium as catalyst in inert condition and tetrahydrofuran as solvent. Compound (1) was obtained in colorless oil with the yield 20% has seven peaks of 1H NMR, thirteen peaks of 13C NMR and m/z 501.
ANALISIS ASAM BENZOAT DENGAN PERBEDAAN PREPARASI PADA KULIT DAN DAUN KAYU MANIS (Cinnamomun burmanni) Rorong, Johnly Alfreds
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.2.2013.3499

Abstract

Telah dilakukan analisis senyawa benzoat dalam tanaman kayu manis (Cinnamomun burmanni). Penelitian ini dilakukan, meliputi : persiapan sampel, ekstraksi pelarut, analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dengan reagen FeCl3 dan secara kuantitatif yaitu penentuan konsentrasi asam benzoat, secara spektrofotometri UV-Vis, pada panjang gelombang 272 nm dengan pelarut dietil eter (DE). Senyawa benzoat merupakan gabungan asam benzoat dan eugenol. Parameter penelitian adalah asam benzoat dalam kulit (K) dan daun (D) tanaman kayu manis, dengan metode perbedaan pengeringan sampel. Pengeringan dengan sinar matahari dan tanpa sinar matahari. Hasil analisis kualitatif dinyatakan positif dengan terbentuknya endapan cincin berwarna merah kecoklatan, hal itu menunjukkan keberadaan asam benzoat dalam sampel sedangkan analisis kuantitatif diperoleh konsentrasi asam benzoat dalam keempat sampel (K1;K2;D1dan D2), secara berturut-turut: 36.852; 32.763; 45.809 dan 44.571 mg/L.Analyzes have been carried of the benzoat compounds in the Cinnamomun burmanni plants. The step researches: sampling, solvents extraction, qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis with using FeCl3 reagent and quantitative was determined benzoat consentration according ultra violet spectrophotometric methods at 272 nm wavelength and diethyl eter solvent. The benzoat compounds was benzoic acid and eugenol combine. The parameter of researches was benzoic acid in the leaves and skin of the Cinnamomun burmanni plants using compare drying methods. Drying methods with sunray and without sunray. The research indicated that: qualitative analysis of positive results in the samples with to form solid of rings red browning color and quantitative analysis of benzoic acid consentration in the leaves and skin of the Cinnamomun burmanni plants (S1;S2;L1 and L2) : 36.852; 32.763; 45.809 dan 44.571 mg/L.
ANALISIS SENYAWA TRITERPENOID DARI HASIL FRAKSINASI EKSTRAK AIR BUAH BUNCIS (Phaseolus vulgaris Linn) Balafif, Ragaya Abd. R.; Andayani, Yayuk; Gunawan, Erin Ryantin
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.2.2013.3495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa metabolit sekunder golongan triterpenoid dari hasil fraksinasi ekstrak air buah buncis (Phaseolus vulgaris Linn). Ekstrak buah buncis di ekstrak dengan cara maserasi dengan pelarut air (1: 18 w/v) dan dianalisis menggunakan KG-SM. Hasil uji pendahuluan menghasilkan bahwa ekstrak kental air buah buncis positif mengandung triterpenoid, Hasil analisis KG-SM menunjukkan bahwa senyawa triterpenoid terbanyak terdapat pada fraksi ekstrak metanol yaitu dua senyawa tetrasiklik triterpenoid tipe lanostane: 9,19-cyclolanost-24-en-3-ol (cycloartenol) yang memiliki rumus molekul C30H50O (m/z = 426) dan senyawa 9,19-cyclolanost-24-en-3-ol,acetat yang memiliki rumus molekul C32H52O2 (m/z = 468) dan hasil fraksinasi kromatografi kolom menghasilkan 78 fraksi dengan hasil uji pereaksi Lieberman Burchard menunjukkan bahwa positif terbanyak mengandung triterpenoid berada pada fraksi 10, fraksi 11 dengan perbandingan eluen heksana : etil asetat = 7 : 3 v/v dan fraksi 17, fraksi 18 dengan perbandingan eluen heksana : etilasetat = 5: 5 v/v.This study aimed to analyze the class of secondary metabolites triterpenoids from the fractionation of aqueous extract of fruit beans (Phaseolus vulgaris Linn). Fruit extract beans in a solvent by maceration with water (1: 18w / v) and analyzed using GC-MS. Lieberman Burchard reagent test results showed that the water condensed fruit beans extract containing triterpenoids and GC-MS analysis showed that the highest triterpenoid compound present in the methanol extract fraction triterpenoid compounds tetrasiklik types lanostane: 9.19-cyclolanost-24-en-3-ol (cycloartenol) which has the molecular formula C30H50O (m / z = 426) and compound9.19-cyclolanost-24-en-3-ol, acetate which has the molecular formula C32H52O2 (m / z = 468) and the results of the fractionation column chromatography produce 78 fractions with Lieberman Burchard reagent test results showed that the most positive fractions containing triterpenoids are at 10, 11 fractions with a ratio of eluent hexane: ethyl acetate = 7: 3 v / v and fraction 17, fraction 18 with a ratio of eluent hexane: ethyl acetate = 5 : 5v / v.
EVALUASI KANDUNGAN TOTAL POLIFENOL DAN ISOLASI SENYAWA FLAVONOID PADA DAUN GEDI MERAH (Abelmoschus manihot L.) Suoth, Elly; Kaempe, Hindang; Tampi, Aryani
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.2.2013.3500

Abstract

Di Sulawesi Utara tanaman Gedi Merah sudah di kenal oleh sebagian masyarakat, karena tanaman ini banyak dijadikan sebagai sayuran. Gedi Merah digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk menurunkan kadar kolesterol, hipertensi dan antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total polifenol yang terdapat pada daun gedi merah dan mengisolasi serta mengidentifikasi kandungan flavonoid pada daun gedi merah. Setelah dilakukan pengujian diketahui bahwa kandungan total polifenol ekstrak gedi merah sangat tinggi yang dihitung berdasarkan kandungan total fenol (1003,5 mg/Kg), kandungan total flavonoid (722,5mg/Kg) dan kandungan total tannin (1029 mg/Kg). Ekstrak gedi merah mengandung flavonoid golongan flavanon dan flavanonol.In North Sulawesi Red “ Gedi “ plants already known by most people, because this plant is widely used as avegetable. Red Gedi plant is used as an alternative treatment to lower cholesterol levels , hypertension and antidiabetic. This study aims to determine the content of total polyphenols contained in the leaves of red and gedi isolate and identify the content of flavonoids in the leaves of red gedi. After testing is known that the total polyphenol content of red gedi extract very high which is calculated based on the total phenol content (1003.5mg/kg), total flavonoid content (722.5 mg/kg) and total tannin content (1029 mg/Kg). Red gedi extract contains flavonoids and flavanones groups flavanonol.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KALSIUM OKSIDA (CAO) DARI TULANG AYAM Mohadi, Risfidian; Lesbani, Aldes; Susie, Yosine
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.2.2013.3498

Abstract

Telah dilakukan preparasi kalsium oksida dari tulang ayam dengan proses dekomposisi selama 3 jam pada variasi temperatur 400oC, 500oC, 700oC, 800oC, 900oC, 1000oC, 1100oC. Karakterisasi CaO hasil dekomposisi dengan XRD menunjukkan pola difraksi CaO pada temperatur dekomposisi 1100°C mendekati difraksi CaO standar (JCPDS) yang memiliki nilai 2?: 34,2º, 37,3º, 58,3º, 64,1º dan 67,3º dengan struktur kristalin. Pita serapan pada spectra FTIR Ca-O dari tulang ayam terlihat pada daerah 354,90 cm-1 yang menunjukkan adanya vibrasi Ca-O hasil dekomposisi, diperkuat dengan munculnya puncak pada gelombang 870 cm-1. Kemudian persentase CaO di dalam sampel dikonfirmasi dengan data EDX yang menunjukkan persentase sebesar 56,28%.Preparation of calcium oxide from chicken bones has been carried out systematically by decomposition for 3 hours at various temperatures i.e. 400, 500, 700, 800, 900, 1000 and 1100 oC. Formation of calcium oxide from decomposition process was characterized using X-Ray diffractometer. The results showed that XRD pattern of materials obtained from decomposition of chicken bones at 1100 oC which has a values of 2?: 32.2º, 37.5º, 58.3º, and 64.1º with a crystalline structure is similar with XRD pattern of calcium oxide standard from Joint Committee on Powder Diffraction Standards (JCPDS) . The absorption bands in the FTIR spectra of the Ca-O shown at 354.90 cm-1 region indicated the presence of Ca-O vibration, reinforced by the emergence of a peak at 870 cm-1. The percentage of 56.28% of CaO in the sample was confirmed by EDX data.
ANALISIS SENYAWA FLAVONOID HASIL FRAKSINASI EKSTRAK DIKLOROMETANA DAUN KELUWIH Mariana, Lilik; Andayani, Yayuk; Gunawan, Erin Ryantin
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.2.2013.3494

Abstract

Penelitian ini menganalisis kandungan senyawa flavonoid pada ekstrak diklorometana daun tanaman keluwih (A. camansi). Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi simplisia dengan pelarut diklorometana pa selama 2 x 24 jam. Ekstrak yang dihasilkan difraksinasi menggunakan kromatografi kolom dan hasil fraksi dianalisis kandungan senyawa flavonoid menggunakan metode kromatografi lapis tipis menggunakan senyawa standar (kalkon). Hasil penelitian menunjukkan dari 7 fraksi ekstrak diklorometana daun A. camansi terdapat 5 fraksi yang positif mengandung senyawa flavonoid, fraksi yang memberikan uji senyawa flavonoid terbanyak terdapat pada fraksi yang diperoleh pada perbandingan eluen n-heksana:DCM= 5:5 yang diduga sebagai senyawa golongan kalkon.This study analyzed the content of flavonoid compounds in the dichloromethane extract of the leaves of plants breadfruit tree (A. camansi). Extracts obtained by maceration process simplisia with dichloromethane solvent pa for 2 x 24 hours. The resulting extract was fractionated using column chromatography and the results were analyzed content of flavonoid fractions using thin layer chromatography method using standard compounds (Chalcone). The results of research that show 7 from dichloromethane leaves extract fractions A. camansi there are 5 positive fraction contains flavonoid, the fraction that gives the highest test flavonoid found in fractions obtained in comparison eluent n-hexane: DCM = 5:5 showed the presence of the unexpected as chalcon.

Page 1 of 1 | Total Record : 9