cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metodik Didaktik
ISSN : 19076967     EISSN : 25285653     DOI : https://doi.org/10.17509
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017" : 7 Documents clear
PENDIDIKAN KELUARGA DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN SURAT AL-TAHRIM/66 AYAT 6 TR, Burhanudin
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7683

Abstract

Masalalah yang diangkat dalam kajian ini adalah masih adan keluarga muslim yang hidupnya belum layak disebut keluarga yang islami. Untuk menjawab masalah dimaksud, perlu diungkap pertanyaan kajian: a) apa makna pendidikan pendidikan menurut  Al-Islam?, b) apa makna pendidikan keluarga menurut Al-Islam ?, dan c) nilai-nilai pedidikan keluarga  apa saja yang terkandung dalam surah Al-Tahrim ayat 6?. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam kajian ini, ingin mengetahui tentang makna: a) pendidikan menurut islam, b) pendidikan keluarga menurut islam, dan c) nilai-nilai pendidikan keluarga yang terkandung dalam surah Al-Tahrim ayat 6. Sedangkan manfaat yang didapat adalah adanya kontribusi bagi dunia pendidikan yang pada gilirannya, konsep pendidikan terutama pendidikan keluarga yang terkandung dalam Al-Quran surah Al-Tahrim ayat 6 dapat diaplikasikan, baik oleh para pendidik secara umum, maupun para orang tua sehingga mampu memberikan bimbingan, arahan dan latihan kepada mutarabbi atau anak–anaknya agar mereka bertingkah laku sesuai dengan ajaran Al-Islam atau menjadi anak yang berkepribadian muslim.Simpulan yang didapat dalam kajian ini bahwa pendidikan menurut Al-Islam adalah mempersiapkan dan menumbuh anak atau individu yang dilakukan oleh pendidik  yang prosesnya berlangsung secara terus menerus sejak lahir sampai meninggal wafat. Pendidikan keluarga merupakan bimbingan, pengajaran, dan latihan-latihan yang diberikan oleh orang tua sebgai pendidik terhadap anaknya dalam lingkungan keluarga yang merupakan institusi pertama dan utama dalam meletakan dasar-dasar pendidikan bagi pendidikan berikutnya secara kontinu, konsisten, dan berkesinambungan demi terciptanya anak yang berkepribadian Muslim.
PENGGUNAAN MEDIA WAYANG PADA PEMBELAJARAN IPS MATERI TOKOH TOKOH KEMERDEKAAN INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Salamah, Evi Rizqi
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7684

Abstract

Penelitian ini bermula dari pembelajaran IPS yang hanya berpusat pada guru yang kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, berpendapat serta tidak adanya media dalam pembelajaran. Akibatnya aktivitas siswa dalam pembelajaran di kelas menjadi rendah. Dengan adanya permasalahan ini maka perlu adanya solusi perbaikan dalam pembelajaran. Solusi tersebut adalah dengan menggunakan media wayang pada mata pelajaran IPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bagaimana aktivitas guru dan siswa, peningkatan hasil belajar dan respon siswa terhadap penggunaan media wayang dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan prosedur penelitian yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindikan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data ini dengan menggunakan metode observasi, tes dan angket. Instrumen. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa media wayang materi tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V Sekolah Dasar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.  Hasil Penelitian menunjukan bahwa aktivitas  pembelajaran dengan menggunakan media wayang mengalami peningkatan selama tiga siklus , pada siklus I 71,66%, siklus II 77,21% dan siklus III 83,56%. Respon siswa juga sangat baik pada penggunaan media wayang ini dapat dilihat pada peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V Sekolah Dasar.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI LIMAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) Jannati, Rizky Putri; Isnaini, Muhammad; Afgani, Muhammad Win
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7679

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Lembar Kerja Siswa yang valid, praktis dan efektif serta mengetahui pengaruh penggunaan LKS yang dikembangkan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia terhadap indikator pemahaman konsep siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP Palembang. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah validasi pakar, angket dan tes. Berdasarkan hasil penelitian telah menghasilkan LKS yang valid, praktis dan efektif. Dari hasil validasi, LKS termasuk dalam kategori valid dengan rata-rata 3,38. Dari hasil angket kepraktisan, LKS termasuk dalam kategori sangat praktis dengan rata-rata 95. Keefektifan LKS ini dilihat dari kemampuan pemahaman konsep siswa. Dari hasil analisis data tes kemampuan pemahaman konsep LKS menunjukkan efektif dengan rata-rata 83,43.
PEMBELAJARAN SENI MUSIK TEMATIK SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Ridwan, Ridwan
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7685

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan implementasi kurikulum 2013 yang diyakini adalah kurikulum kekinian yang mampu menjawab tantangan zaman, terkait dengan persaingan global. Kurikulum 2013 merupakan sebuah pembelajaran yang menekankan pada aspek afektif atau perubahan perilaku dan Kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan. Di dalam artikel ini dibahas bagaimana implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan (SBK). Dengan pendekatan dan metode kualitatif, data diperoleh dengan cara wawancara, studi pustaka, kajian elektronik (internet) dari berbagai sumber dan dari pengalam empiris peneliti. Menyajikan hasil bahwa dengan menggunakan kurikulum 2013, diterapkan dengan pendekatan yang baik dan benar mampu mengimplementasikan pembelajaran seni musik berbasis tematik.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Widodo, Suprih
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7681

Abstract

Karakter sangatlah penting untuk dikembangkan karena karaker adalah jati diri bangsa dan diperlukan dalam menguatkan dasar-dasar nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Ketahanan nilai, budaya sebagai identitas yang harus dimiliki dan terus dijaga oleh generasi muda, dalam menghadapi masuknya budaya asing ke Indonesia. Kajian ini mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pendidikan karakter diterapkan dalam proses pembelajaran matematika di sekolah dasar
PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI SEKOLAH DASAR PADA POKOK BAHASAN KONSEP BILANGAN PECAH Adjie, Nahrowi; Widodo, Suprih; Wahyudin, D.
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7686

Abstract

Seorang guru sejatinya pandai dalam memilih pendekatan/strategi dalam pembelajaran. Materi pemecahan masalah seringkali terlupakan karena guru sering terfokus pada pembelajaran pemahaman konsep matematika. Sedangkan materi pemecahan masalah matematika merupakan muara dari belajar konsep matematika. Materi matematika adalah abstrak dan ilmu matematika adalah ilmu deduktif, oleh karenanya siswa akan merasa kesulitan dalam belajar matematika, termasuk gurunya. Alternatif pendekatan/strategi yang dapat digunakan adalah matematika realistik. Matematika realistik akan mampu menjembatani proses pembelajaran matematika menjadi mudah dipelajari dan terasa manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan gambaran pelaksanaan pembelajaran pemecahan masalah matematika dengan menggunakan pendekatan matematika realistik. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan model pembelajaran matematika dalam pokok bahasan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan pendekatan matematika realistik dari kelas 3 (tiga) Sekolah Dasar.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model siklus dengan langkah-langkah (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian yang diharapkan adalah: (1) Tersusunnya silabus dan RPP matematika yang mengacu pada pokok bahasan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan pendekatan matematika relistik, yang melibatkan penggunaan bilangan pecah; (2) Tersedianya media dan sumber belajar pembelajaran pemecahan masalah matematika dengan pendekatan matematika relistik di sekolah dasar; (3) Tersedianya alat evaluasi proses pembelajaran matematika yang mengacu pada pokok bahasan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan pendekatan matematika realistik. 
PENELITIAN FOKLOR PERMAINAN RAKYAT SUNDA DI KAMPUNG CIKONDANG JAWA BARAT DAN INTERNALISASI NILAI DIDAKTISNYA DI SEKOLAH DASAR Nurmahanani, Indah
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7682

Abstract

Penelitian foklor tentang jenis permainan rakyat dan alat permainan rakyat khususnya di kampung Cikondang Jawa Barat dilakukan dengan cara studi lapangan dengan melakukan pengamatan dan wawancara kepada anak-anak dan masyarakat Cikondang. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat mengidentifikasi jenis permainan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat yang masih dilestarikan saat ini. Permainan-permainan tersebut memiliki alat permainan yang sederhana, dan bersifat tradisional walaupun ada permainan yang alatnya terbuat dari mainan plastik. Selain itu, terdapat jenis-jenis permainan tersebut yang disertai dengan kakawihan (nyanyian). Revitalisasi permainan rakyat dapat dilakukan dalam pendidikan dengan transformasi nilai-nilai didaktis pada permainan rakyat sebagai olahraga tradisional. Transformasi nilai-nilai didaktis dalam permainan rakyat sebagai upaya untuk mencapai tujuan pendidikan. Nilai didaktis dalam permainan rakyat yaitu: (a) membentuk perilaku sikap jujur, taat aturan, berkerjasama, riang/gembira, saling melindungi, mandiri; (b) memiliki keterampilan ketangkasan, kewaspadaan; (c) mengembangkan berpikir analogi, dan melatih kecerdasan linguistik (berbahasa); (d) mengembangkan kecerdasan interpersonal. Transformasi/internalisasi nilai-nilai didaktis permainan rakyat dapat dilakukan melalui: (a) menggunakan salah satu jenis pemiainan rakyat sebagai bahan ajar atau metode pembelajaran untuk rnengembangkan aspek kebahasaan; (b) menggunakan salah satu jenis permainan rakyat untuk membangkitkan semangat siswa di dalam pembelajaran. Dapat digunakan di dalam kegiatan awal pembelajaran, inti, atau akhir pembelajaran; (c) menggunakan salah satu jenis permainan rakyat untuk berbagai perlombaan antar-sekolah di lingkungan dinas pendidikan dasar tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten melalui perlombaan OLTRAS (olahraga tradisional).

Page 1 of 1 | Total Record : 7