cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education
ISSN : 25486020     EISSN : -     DOI : -
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education is published periodically, twice a year (June and December), by State Institute for Islamic Studies (IAIN) Salatiga, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 12 Documents clear
EFEK METODE PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN TERHADAP PRESTASI BELAJAR TAHFIDZUL QUR’AN Bekti Taufiq Ari Nugroho
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v1i2.211-242

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode hanifida yang dibandingkan metode klasikal dengan audio visual. Populasi dan sampel diambil dari siswa kelas 5 (lima) MI Syafaat Muhammadiyah Baki Sukoharjo, dan SDIT Al-Anis kartasuro dengan jumlah masing masing 30 siswa. Keduanya memiliki karakter yang sama dilihat dari kurikulum yang dipakai,. Data diambil dari nilai kemampuan awal, kemudian tes prestasi hasil belajar Tahfidzul Qur’an, sedangkan hipotesis diuji menggunakan analisis two ways anova. Dari hasil analisa data diperoleh kesimpulan; 1) Metode pembelajaran Tahfidzul Qur’an tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar Tahfidzul Qur’an; 2) nilai prestasi belajar Tahfidzul Quran yang menggunakan metode hanifida pada kelas 5 SDIT Al-Anis Kartasura  memiliki rata-rata 89.87, median 93.00, modus sebesar 97, dan standar deviasi 8.693. Sedangkan nilai kategori siswa Tahfidzul Qur’an pada metode hanifida memiliki rata-rata 84.45 dan standar deviasinya sebesar 4.045 pada kategori siswa kurang pandai, sedangkan untuk rata-rata 95.59 dan standar deviasi sebesar 2.551 terdapat pada kategori siswa pandai pada metode hanifida;  3) hasil perhitungan dengan analisis two ways anova yang dilakukan dengan bantuan paket program statistik SPSS. versi 16.0 dengan signifikansi 5% diperoleh nilai signifikansi metode klasikal dengan audio visual dan metode hanifida dengan nilai (sign.) adalah 0.209 α 0.05, maka hipotesis tidak terbukti. Nilai signifikansi kategori siswa terhadap Tahfidzul Qur’an yang nilai (sign.) 0.000 α 0.05; maka hipotesis yang diajukan terbukti. Sedangkan untuk metode dan kategori siswa diperoleh nilai (sign.) adalah 0.388 α 0.05, maka hipotesis tidak terbukti. This experimental research is aimed to know the effectiveness of hanifida method compared with classical with audio visual method. The population and sample were taken from fifth grade MI Syafaat Muhammadiyah Baki Sukoharjo and SDIT Al-Anis Kartasura, every school 30 students. From the curriculum they used, both of the school had the same character. The data was taken from the score of the beginning ability, then achievement test from Tahfidzul  Qur’an. On the other hand, hypothesis was tested by using analysis two way anova. The result from data analysis can be concluded; 1) the method of teaching  Tahfidzul Quran, didn’t influence to the achievement Tahfidzul Qur’an; 2) the score of achievement Tahfidzul which was used hanifida method the students of  fifth grade SDIT Al-Anis Kartasura had average score 89,87, median 93.00, modus 97 and deviation standard 8.693. the score of studends tahfidz Al Qu’an catagory that used  hanifida method had average score 84.45. deviation standard 2.045 for the weak students, and  average sore 95.59, deviation standard 2.551 for clever students by using hanifida method. 3) the result of analysis two ways anova which was done by using statistic program SPSS version 16.0 , signification 5%, can be obtained the score signification of classica method with audio visual and hanifida, the score (sign) is 0.209a so the hypothesis was not proved. The signification score students catagory to tahfidz al Qur’an which has score (sign) 0.000 a so the hypothesis was proved. The method and students catagory that get score (sign) is 0.388a 0.05, the hypothesis was not proved. Kata kunci: efek metode, pembelajaran Tahfidzul Qur’an, kategori siswa
PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MATERI SAINS Arif Billah
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v1i2.243-272

Abstract

Penelitian ini dilatari oleh maraknya kasus-kasus moral yang menjadi viral di media sosial, yang mengindikasikan telah terjadi degradasi moral di negeri tercinta ini, khususnya pada kalangan remaja. Diantaranya adalah munculnya video siswa Sekolah Dasar (SD) yang memarahi gurunya, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berkata kotor pada aparat kepolisian yang sedang bertugas, hingga tindakan pelecehan seksual oleh pelajar. Fenomena tersebut meniscayakan adanya perbaikan pada sektor pendidikan. Salah satunya adalah melalui pendidikan karakter. Berkenaan dengan ini, yang paling tepat adalah dimulai sejak anak usia dini (dibawah 6 tahun), sehingga dapat menjadi pondasi awal dalam berperilaku di masa yang akan datang. Kehidupan anak tidak dapat terlepas dari sains dan teknologi, kreativitas dan aktivitas sosial. Hal tersebut menjadi relevan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter untuk anak usia dini yang sesuai dengan perspektif Islam dalam materi sains. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif kepustakaan. Penulis menelusur berbagai karya, baik dalam bentuk buku, jurnal, maupun artikel. Setelah melakukan studi kepustakaan dari berbagai literatur, ditemukan hasil bahwa pembentukan karakter yang paling efektif jika diterapkan sejak anak usia dini. Apabila pendidikan karakter telah masuk pada ranah terkecil dan dimulai sedini mungkin maka akan lahir generasi penerus yang memilki kepribadian berkualitas sehingga mampu menjadi penopang bagi bangsa yang hebat, tangguh dan mampu berperan dalam tataran dunia. Pembelajaran sains dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan kata lain, sains bisa menjadi salah satu media pengembangan pendidikan karakter untuk anak usia dini. The background of this research is that there are so many moral cases becoming viral in social media, it indicates moral degradation in our beloved country especially for adolescense. For example we can see video about elementary school student who scolded his teacher, the sudent of senior high school who told rudely to the police and sexual harrassment of the students. The pheomenon necessitates better  education, especially character building. This will be the most appropriate if it is started at an early age (under 6 years old), so that could be the initial foundation for their behaviour in the future. A child’s life can not be separated from science and technology, creativity and social activity. Thus, it is relevant to implement character education which is in line with Islamic perspective in science-related materials. This research is a qualitative descriptive literature. Authors searched the various works in form of books, journals and articles. After conducting a literature study from various books, journals and articles. It was found that the character education could be formed when applied at an early age. If the character education begins at an early age, it is expected to produce generations who have qualified character so they will be able to contibute their nation become great and stong  nation and can involve  the world. Learning science can be used to develop the ability of coqnitive, psychomotor and affective. In other words, science can be used as a medium to develop the character at an early age. Kata Kunci: pendidikan karakter, pendidikan karakter untuk anak usia dini, pengembangan materi sains

Page 2 of 2 | Total Record : 12