cover
Contact Name
Jamil Suprihatiningrum
Contact Email
inklusi@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-515856
Journal Mail Official
inklusi@uin-suka.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/inklusi/ET
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Inklusi Journal of Disability Studies
ISSN : 23558954     EISSN : 25809814     DOI : https://doi.org/10.14421/ijds
Core Subject : Social,
INKLUSI accepts submission of manusciprts on disability issues from any discipline. We are promoting an interdisciplinary approach to work on disability rights and social inclusion of the people with disabilities.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2019)" : 11 Documents clear
Menjadi Ibu Tiri untuk Anak Cerebral Palsy Diah Astuti
INKLUSI Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.685 KB) | DOI: 10.14421/ijds.060202

Abstract

This study aims to determine how the experience of being a good stepmother for children with cerebral palsy (CP children). With the stigma of a stepmother who tends to be negative, is it still possible to be a good stepmother for a CP child? In answering this question, the writer uses Talcot Parson's functionalism-structuralist theory to see the fulfillment of certain conditions for the creation of a stable/harmonious family. Data collection is done by interview and observation techniques. This research concludes that stepmothers are not always bad, not ideal, or evil-tempered. The determinants of how a stepmother is accepted are inseparable from the background of her life and acceptance and support from the family, both the nuclear family or extended family.[Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman menjadi ibu tiri yang baik bagi anak dengan cerebral palsy (anak CP). Dengan stigma ibu tiri yang cenderung negatif, masih mungkinkah menjadi ibu tiri yang baik bagi seorang anak CP? Dalam menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori fungsionalisme-strukturalis dari Talcot Parson untuk melihat pemenuhan syarat tertentu demi terciptanya keluarga yang stabil/harmonis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ibu tiri tidak selalu buruk, tidak ideal, atau berperangai jahat. Adapun faktor penentu bagaimana ibu tiri diterima tidak terlepas dari latar belakang kehidupannya dan penerimaan dan dukungan dari keluarga, baik keluarga inti atau keluarga besar.]
Disabilitas dalam Teologi Katolik: Dari Liberalisme ke Politik Kasih Yohanes Wele Hayon
INKLUSI Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.261 KB) | DOI: 10.14421/ijds.060203

Abstract

This article aims to re-question the relevance of Catholic political theology on the level of acceptance of people with disabilities. The author pointed out that the dominant ideology of liberalism, which separates the religious domain from politics, makes the discussion of disability limited to issues of equality. It missed the most sublime dimensions in the subject, namely recognition. So, how the political theology based on collective movement makes this lacking out? Referring to Jesus’ political action, the author argues that political involvement should presuppose a dimension of love that embraces all particulars. It should be based on agency strategy, without being trapped in claims of morality and binary opposition logic. Furthermore, the concept of disability is understood as a universal constitutive dimension that creates limitations as well as calls to be involved. This awareness is the basis for managing collective vulnerability as fellow sinful, unfixed, lacking, and not autonomous subjects.[Artikel ini bertujuan mempertanyakan kembali relevansi teologi politik agama Katolik dalam hal penerimaan terhadap kaum difabel. Di dalam artikel ini, penulis menunjukkan bahwa dominannya ideologi liberalisme yang memisahkan domain agama dari politik menyebabkan diskusi mengenai disabilitas dari perspektif teologi politik terkunci pada kesetaraan dan tidak memerhatikan dimensi paling sublim dalam diri subjek yakni pengakuan. Mengacu pada gerakan politik Yesus, penulis berargumen bahwa keterlibatan politik hendaknya mengandaikan dimensi kasih yang merangkul semua partikular tanpa terjebak pada klaim moralitas dan logika oposisi biner. Dengan menggunakan beberapa terma kunci dari para pemikir post-marxisme, post-strukturalisme dan psikoanalisis, konsep disabilitas dipahami sebagai dimensi konstitutif universal yang menciptakan keterbatasan sekaligus panggilan untuk terlibat. Kesadaran inilah yang menjadi landasan untuk mengelola kerentanan secara kolektif sebagai sesama subjek yang ‘berdosa’, ‘unfixed’, ‘lack’, dan tidak otonom.]
Psikodrama untuk Meningkatkan Empati Siswa di Sekolah Inklusif Niki Cahyani
INKLUSI Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.669 KB) | DOI: 10.14421/ijds.060204

Abstract

In an inclusive education setting, students with disabilities often become victims of bullying due to a lack of regular students’ empathy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of psychodrama in increasing the empathy of regular students towards students with disabilities in inclusive schools. The study was conducted using an experimental method with one group model pre and post-test design. Sampling was done by purposive sampling technique, with the number of subjects 15 regular students in SMP Muhammadiyah 2 Malang. Data collection was done by interview and empathy scale survey. The data obtained were then analyzed using paired sample t-tests (p = 0.000, N = 15, t = -9.439). The research concludes that psychodrama can increase the empathy of regular students towards disabled students in inclusive schools of Muhammadiyah 2 Malang Junior High School.[Dalam pelaksanaan pendidikan inklusif, siswa difabel sering menjadi korban perundungan (bullying) karena kurangnya empati siswa reguler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas psikodrama dalam meningkatkan  empati siswa reguler terhadap siswa difabel di sekolah inklusif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan model one group pre and post test design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik  purposive sampling, dengan jumlah subyek 15 siswa reguler di SMP Muhammadiyah 2 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan survei skala empati. Data yang diperoleh lalu dianalisis dengan menggunakan paired sample t test (p= 0.000, N= 15, t= -9.439). Penelitian ini menyimpulkan bahwa psikodrama dapat meningkatkan empati siswa reguler terhadap siswa difabel di sekolah inklusif SMP Muhammadiyah 2 Malang]
Alat Bantu Jalan Sensorik bagi Tunanetra Asep Kurniawan
INKLUSI Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.269 KB) | DOI: 10.14421/ijds.060205

Abstract

The existing mobility aids for the visually impaired today still have several shortcomings, so it is necessary to develop technology that can help them walk better. This study aims to create a walker with sensors that can move right and left. Research also tests its accuracy, precision, and success. In making the tool, two steps are taken: making tools and testing tools. The device consisted of an HC-SR04 ultrasonic sensor, two Arduino Nano, an SG90 servo motor, and a buzzer. The product then was tested by reading distances at variations of 60cm, 70cm, 80cm, 90cm and 100cm. In addition to distance testing, the instrument is also tested at 0 °, 30 ° right and left angles and 60 ° right and left — output device in the form of a buzzer sound. This design of mobility aids for the blind people have an accuracy of 99.995% and a precision (repeatability) of 98.600%. Meanwhile, this tool has a percentage of the success rate of 98,400%.[Alat bantu jalan bagi tunanetra saat ini masih memiliki kekurangan sehingga diperlukan pengembangan teknologi yang dapat membantu mereka berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat bantu jalan dengan sensor yang dapat bergerak ke kanan dan ke kiri serta menguji akurasi, presisi, dan tingkat keberhasilan alat. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu membuat alat dan menguji alat. Alat dibuat menggunakan sebuah sensor ultrasonik HC-SR04, dua buah arduino nano, sebuah motor servo SG90, dan sebuah buzzer. Alat diuji dengan membaca jarak pada variasi 60cm, 70cm, 80cm, 90cm, dan 100cm. Selain pengujian jarak, alat juga diuji pada sudut 0°, 30° kanan dan kiri serta 60° kanan dan kiri. Output alat berupa bunyi buzzer. Hasil penelitian rancang bangun alat bantu jalan bagi penyandang tunanetra yang telah dibuat memiliki akurasi 99,995% dan presisi (repeatability) sebesar 98,600%. Adapun, alat ini memiliki persentase tingkat keberhasilan sebesar 98,400 %.]
Jalur Trotoar Responsif Penyandang Low Vision: Studi Kasus Pasar Baru Bandung Sally Octaviana
INKLUSI Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5491.636 KB) | DOI: 10.14421/ijds.060206

Abstract

Sidewalks are public facilities and must be accessible to all users. This study departs from the lack of quality of public open space in Bandung and the absence of a sidewalk model that is responsive to people with low vision. The purpose of this research is to find out the design principles and to make responsive pavement design models of people with low vision. Data was collected by interviewing and observing the behavior and travel of people with low vision on some familiar and unfamiliar sidewalks in the city of Bandung. Data analysis was carried out from recorded interviews to find out the obstacles faced by people with low vision when exploring sidewalk space. This research produces criteria and models of pavement design that are responsive to persons with a low vision based on their limitations. The results of the study are expected to contribute to the concept of pavement design so that people with low vision can have equal and independent rights in accessing public space[Trotoar adalah fasilitas publik dan harus aksesibel bagi semua penggunanya. Penelitian ini berangkat dari kurangnya kualitas ruang terbuka publik di Bandung dan belum adanya model trotoar yang responsif terhadap penyandang low vision. Tujuan penelitian untuk mengetahui prinsip-prinsip perancangan dan membuat model perancangan trotoar responsif penyandang low vision. Data dikumpulkan dengan wawancara dan observasi terhadap perilaku dan perjalanan penyandang low vision di beberapa trotoar yang familier dan tidak familier di Kota Bandung. Analisis data dilakukan dari rekaman hasil wawancara untuk mengetahui hambatan yang dihadapi penyandang low vision ketika menjelajah ruang trotoar. Penelitian ini menghasilkan kriteria dan model perancangan trotoar yang responsif penyandang low vision berdasarkan keterbatasan yang dimiliki oleh mereka. Hasil penelitian diharapkan berkontribusi dalam konsep perancangan trotoar agar penyandang low vision dapat memiliki hak setara dan mandiri dalam mengakses ruang publik.]
Keterampilan Tata Boga Bagi Siswa Autis di SMK Inklusif Kota Bandung Muhaimi Mughni Prayogo
INKLUSI Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.418 KB) | DOI: 10.14421/ijds.060201

Abstract

The vocational independence of autistic students can be achieved if the skills learning program is based on the potential and needs of students. Unfortunately, learning culinary skills for autistic students in an inclusive vocational school in Bandung has not been adjusted so that student achievement is not seen. This is a research and development study using ADDIE model in developing a culinary skill learning program for autistic students at the school. The subject of the study was a Class X autistic student, at the Department of Catering. Program development begins with assessment, curriculum analysis, making alignment programs, then making individual learning programs. Functional learning plans are made for three basic subjects: Hygine Sanitation and Work Safety, Food Knowledge, and Basic Food.[Kemandirian vokasional siswa autis dapat tercapai apabila program pembelajaran keterampilan disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan siswa. Sayangnya, pembelajaran keterampilan tata boga bagi siswa autis di salah satu SMK inklusif di Kota Bandung belum disesuaikan sehingga prestasi belajar siswa tidak terlihat. Penelitian ini berjenis research and development yang menggunakan model ADDIE untuk mengembangkan program pembelajaran keterampilan tata boga bagi siswa autis di sekolah tersebut. Subjek penelitian adalah seorang siswa autis Kelas X, Jurusan Tata Boga. Pengembangan program diawali dengan asesmen, analisis kurikulum, pembuatan program penyelarasan, kemudian pemembuatan program pembelajaran individual. Rencana pembelajaran fungsional dibuat untuk tiga mata pelajaran dasar: Sanitasi Hygine dan Keselamatan Kerja, Pengetahuan Bahan Makanan, dan Boga Dasar]
Indeks Volume 6 Jurnal Inklusi
INKLUSI Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.512 KB)

Abstract

Masthead, Daftar Isi, Editorial Jurnal Inklusi
INKLUSI Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.416 KB)

Abstract

Cover Vol. 6 No. 2 Jurnal Inklusi
INKLUSI Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.023 KB)

Abstract

Buku-buku Terbaru dalam Kajian Disabilitas Jurnal Inklusi
INKLUSI Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.591 KB)

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 11