cover
Contact Name
Suprayitno
Contact Email
jsubtansi@gmail.com
Phone
+6281380853065
Journal Mail Official
jsubstansi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya Tangerang Selatan - Banten 15222
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Substansi: Sumber Artikel Akuntansi Auditing dan Keuangan Vokasi
ISSN : 25980106     EISSN : 26209853     DOI : https://doi.org/10.35837/subs
Core Subject : Economy,
SUBSTANSI: Sumber Artikel Akuntansi, Auditing, dan Keuangan Vokasi. merupakan jurnal yang mengupas artikel berkaitan dengan topik seputar Akuntansi, Auditing, dan Keuangan Vokasi. Salah satu keunikan jurnal ini adalah memublikasikan kajian ilmiah yang lebih bersifat terapan (applied science) di area akuntansi, auditing, dan keuangan vokasi.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2017)" : 9 Documents clear
OPTIMALISASI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK PADA LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESIA (LPP TVRI) Agung Dinarjito
SUBSTANSI Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.393 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i1.211

Abstract

Non-tax state revenue (PNBP) is becoming one of the important revenue source besides the tax revenue. Therefore, non-tax revenue optimization becomes very important. In addition, the findings of the Supreme Audit Agency (BPK) on the management of non-tax revenues can make the Ministries / Agencies get disclaimer opinion, one of which is the Public Broadcasting Institution of Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI). Findings on the Financial Statements of LPP TVRI PNBP are the levies without any legal basis on receipt of broadcast and non-broadcast services (jasinonsi) and use immediately upon receipt of the jasinonsi. This study aims to give recommendation for LPP TVRI about how to manage non-tax state revenue to avoid disclaimer opinion from BPK. This study is a descriptive qualitative study with normative juridical approach to analyze the problem based on the applicable law and regulations related to non-tax state revenues with the aim to provide recommendations or suggestions to the LPP TVRI so that in the future, the findings will not be repeated. Based on the results of the discussion, LPP TVRI must manage the receipt (PNBP) using the rules relating to state finances (PNBP rules). Therefore, the authors suggest LPP TVRI soon submit proposals Government Regulation on non-tax revenues and then submit the application of the use of funds non-tax revenues to the Finance Minister after the Government Regulation (PP) is determined by the President.
ANALISIS PERILAKU BIAYA: SUATU STUDI KOMPARASI KONSEP TEORETIS DAN PRAKTIK PADA BIAYA PRODUKSI (MANUFACTURING COST) Didik Kurniawan
SUBSTANSI Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.066 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i1.207

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semangat untuk memberikan penjelasan terkait dengan konsep biaya (cost concept), ditinjau dari perilakunya. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai perilaku biaya yang tergolong kedalam biaya produksi (manufacturing cost). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh manajemen dalam mengestimasi besaran biaya produksi dengan lebih akurat. Bagi kalangan akademisi, tulisan ini berguna untuk menambah wawasan dan lebih mendekatkan konsep teoretis dengan tataran praktikal.Penelitian ini mengulas sifat perilaku biaya dengan meneliti hubungan antara jumlah biaya total dengan perubahan cost driver-nya, yang terdapat pada perusahaan manufaktur. Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini, pada dasarnya sifat perilaku biaya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu fixed dan variable. Fixed cost memiliki karakteristik jumlah biaya total yang tetap, walaupun cost driver-nya berubah. Sementara itu, variable cost memiliki ciri jumlah biaya total yang berubah secara proporsional terhadap perubahan cost driver-nya. Kedua sifat atau perilaku tersebut berlaku dalam suatu rentang yang relevan (relevant range) atas cost driver-nya.Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam analisis perilaku biaya, pemahaman atas karakteristik suatu biaya menjadi hal yang sangat penting. Seluruh biaya perlu terlebih dahulu dipisahkan menjadi bagian yang bersifat tetap dan variabel.Untuk efisiensi pengelolaan biaya perusahaan, manajemen perlu membuat keputusan dengan mendasarkan pada analisis perilaku biaya. Keputusan yang tepat sangat bergantung pada akurasi estimasi biaya berdasarkan judgement manajemen yang andal. Sebagai sebuah gagasan, pemahaman atas sifat perilaku biaya dapat digunakan untuk efisiensi pengelolaan keuangan negara.
PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAN BEBAN IKLAN TERHADAP TINDAKAN PENGHINDARAN PAJAK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR Octivia Rian Fatmawati; Akhmad Solikin
SUBSTANSI Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.317 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i1.212

Abstract

This study aims at analyzing the influence of company characteristics and advertising expenses on the tax avoidance. Object of the study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period of 2010-2014. Determination of the sample is done by using purposive sampling method by taking into account some characteristics of the companies and their annual reports. By applying panel data regression, it turns out that advertising expense is significant predictor of tax avoidance which is proxied by effective tax rate. Regarding companies’ characteristics, liquidity, size, and profit quality influence tax avoidance. Tax administration could use the results from this study to further identify manufacturing companies prone to tax avoidance.
PENGARUH ADOPSI IAS DAN IFRS TERHADAP RELEVANSI NILAI LAPORAN KEUANGAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN JASA KEUANGAN YANG TERCATAT DI BEI TAHUN 2008-2013) Rino Romadhoni; Dyah Purwanti
SUBSTANSI Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.94 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i1.208

Abstract

This study aimed to evaluate the adoption of IFRS in Indonesia, related to the goal of increasing the value relevance of financial statements. We used data from the study annual reports and financial reports of 56 financial services company from 2008 to 2013 in the Indonesia Stock Exchange (BEI). We found that the value relevance of financial statements increase from pre-adoption period (2008-2009) to the adoption period (2010-2011), and the value relevance decrease from the period of adoption (2009-2010) to the revision period (2012-2013). Furthermore, we found that adoption of IAS and IFRS affect value relevance of earnings the in the period pre-adoption to period post-adoption. And so adoption of IAS and IFRS affect the relevance of the book value of equity. And overall, this study have shown that the adoption of IAS and IFRS increase value relevance of accounting information in Indonesia.
ANALISIS URGENSI PENYATUAN UNIT PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN UNIT PENGELOLAAN KAS Hari Sugiyanto
SUBSTANSI Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.341 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i1.213

Abstract

As a country that is being actively carrying out development, Indonesia needs huge funds to fund it. The Government has conducted a wide range of strategic actions and efforts with a variety of policy instruments, one of which is the policy that is contained in the budget revenue and expenditure of the State (State Budget).State Budget as an instrument of Government policy as a form contains two major elements, namely income and spending. Over the years, the Government has embraced the familiar deficit in the budget, so that the financing needed to close the deficit. Management of revenue and expenditures needs the right policy because it involves a huge amount of cash. DJPBN has the task so that the existing cash or cash that is needed can be managed with proper, whereas DJPPR have a duty to let the deficit contained in the budget does not become a big problem.Based on the analysis of brief, DJPBN have difficulty in estimating the amount of cash that is right, the difficulty in determining when there is enough cash when paying bills on time, and investment cash towards the unemployed. Such difficulties should be aided by the existence of financing (debt) which its implementation be DJPPR task. But in fact the difficulties could not be overcome, because most of the policies that break, and or less coordination between the 2 units of Echelon I at the Ministry of Finance.
MENAKAR IMPLIKASI GOVERNMENT SPENDING SEKTOR HULU MIGAS Puji Wibowo
SUBSTANSI Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.658 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i1.209

Abstract

Upstream oil and gas in Indonesia has been very popular since the first implementation of Production Sharing Contract (PSC) in 1970s. One of the attractivenesses of Indonesian PSC is contractors shall not be burden by indirect taxes and other charges if they succeed to economically produce oil or gas and surrender to government. The mechanism of indirect taxes and other charges payment by Indonesian Government is not an ordinary system. The cash disbursement for fulfilling government’s liabilities in upstream oil and gas sector is taken out from Oil and Gas Account, which is beyond form General State Account. This study attempts to analyze a number of problems arise in this off-budget scheme. This paper is also trying to evaluate established government expenditure regime in order to formulate recommendation. Based on our research, we conclude that policy concerning budget planning, execution, and reporting should be reconsidered, by taking fiscal impact into account, to improve the level of accountability and transparency.
ANALISIS KEPUASAN UNIT KERJA ATAS KINERJA SDM KEMENTERIAN KEUANGAN LULUSAN PROGRAM DIPLOMA III STAN Sakti Prabowo
SUBSTANSI Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.806 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i1.214

Abstract

Dalam upaya mencetak SDM di bidang keuangan negara yang dapat menunjang pengelolaan keuangan negara, Kementerian Keuangan telah membentuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Pada penelitian ini obyek penelitian hanya dibatasi pada lulusan Prodip III STAN, dengan pertimbangan bahwa sebagian besar pegawai golongan II berasal dari Prodip III. Menggunakan statistik deskriptif, hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan responden yang termasuk kategori puas atas kinerja pelaksana lulusan Prodip III STAN mencapai 95,72%, dan yang termasuk kategori tidak puas mencapai 4,28%. Responden menyatakan pentingnya rekrutmen lulusan Prodip III umum (non STAN) dikarenakan kebutuhan SDM dengan konsentrasi teknis khusus seperti komputasi dan administrasi perkantoran. Sementara keluhan yang dirasakan oleh para pejabat eselon IV sebagai atasan langsung pelaksana terutama adalah masalah etika dan tingkah laku. Hasil penelitian ini akan digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penerimaan pegawai golongan II di lingkungan Kementerian Keuangan.
ANALISIS RISIKO PENYALURAN, PELAPORAN DAN PENETAPAN HARGA JUAL ECERAN BBM MINYAK SOLAR BERSUBSIDI Siswanto Siswanto; Mohammad Luthfi Mahrus
SUBSTANSI Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.227 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i1.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja risiko-risiko yang terjadi dalam proses penyaluran/pendistribusian bahan bakar bersubsidi untuk sektor transportasi yaitu minyak solar yang berpotensi merugikan pemerintah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses penyaluran/pendistribusian minyak solar bersubsidi yang selama ini berjalan masih terdapat risiko-risiko kerugian yang dapat terjadi. Risiko-risiko tersebut adalah risiko penyusutan alamiah, risiko penyaluran kepada yang tidak berhak atas minyak solar bersubsidi, dan risiko penentuan harga bahan bakar yang berdampak pada perhitungan jumlah subsidi yang harus ditanggung oleh pemerintah.
PENGARUH GREEN INTELLECTUAL CAPITAL DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN ORGANISASI TERHADAP GREEN ORGANIZATIONAL IDENTITY DAN DAMPAKNYA TERHADAP GREEN COMPETITIVE ADVANTAGE Amrie Firmansyah
SUBSTANSI Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.81 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i1.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh green intellectual capital dan manajemen lingkungan organisasi terhadap green organizational identity dan dampaiknya terhadap green competitive advantage. Green intellectual merupakan total cadangan seluruh aktiva tidak berwujud, pengetahuan, kemampuan dan hubungan terkait dengan perlindungan lingkungan dan green innovation baik tingkat individu maupun tingkat organisasi dalam sebuah perusahaan, sementara itu manajamen lingkungan organisasi adalah aktivitas manajerial, proses, pendekatan atau konsep yang dapat membantu perusahaan memperoleh tujuan lingkungan mereka, taat terhadap kebijakan lingkungan, mengantisipasi dampak lingkungan dari operasi mereka, mengambil ukuran untuk menurunkan limbah dan polusi sebelum adanya regulasi atau mencari cara positif untuk mengambil keuntungan dari kesempatan bisnis, sedangkan green organizational identity adalah skema interpretasi tentang manajemen lingungan dan perlindungan yang anggotanya secara bersama-sama membangun untuk memberikan arti kepada perilaku mereka. Sementara itu, green competitive advantage tercermin dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) untuk mencapai keunggulan bersaing yang berkelanjutan.Dalam penelitian ini, green intellectual capital diwakili oleh green human capital, green structural capital dan green relational capital. Sedangkan manajemen lingkungan organisasi diwakili oleh budaya organisasi yang berorientas lingkungan, kepemimpinan yang berorientasi lingkungan dan kemampuan yang berorientasi lingkungan environmental capability. Penelitian ini menerapkan survei dengan menggunakan kuisioner yang disebarkan kepada responden yang memiliki jabatan fungsional (dosen) dan kepada responden yang memiliki jabatan manajerial sebanyak 70. Adapun pemilihan sampel untuk fungsional adalah responden memiliki pengaruh dan pengalaman di dalam organisasi dimana respoden bekerja. Jumlah kuisioner yang berhasil dikembalikan dari responden sebanyak 46, sedangkan yang terisi penuh dan dinyatakan valid sebanyak 38 kuisioner yang terdiri dari 22 responden fungsional dan 16 responden yang bekerja dalam level manajerial.Dari hasil penguji hipotesis diketahui bahwa green human capital dan budaya berorientasi lingkungan berpengaruh signifikan positif terhadap identitas organisasional hijau, sementara itu green structural capital, green relational capital, kepemimpinan berorientasi lingkungan, dan kemampuan berorientasi lingkungan tidak berpengaruh terhadap identitas organisasional hijau. Green structural capital, green relational capital berpengaruh signifikan positif terhadap keunggulan bersaing hijau, sedangkan green human capital, budaya berorientasi lingkungan berpengaruh, kepemimpinan berorientasi lingkungan, dan kemampuan berorientasi lingkungan, identitas organisasional hijau tidak berpengaruh terhadap keunggulan bersaing hijau.

Page 1 of 1 | Total Record : 9