cover
Contact Name
Yusuf Adam Hilman, S.I.P, M.Si
Contact Email
aristo@umpo.ac.id
Phone
+6281296125801
Journal Mail Official
aristo@umpo.ac.id
Editorial Address
Jalan Budi Utomo NO 10 Siman Ponorogo, Lt 02 Gedung Perkuliahan, FISIP UMPO
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ARISTO
ISSN : 23385162     EISSN : 25278444     DOI : 10.24269
Core Subject : Education, Social,
ARISTO is a Journal that is published biannually or twice a year, which is in January and July. It is published by Social and Political Science Faculty, Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Journal ARISTO aims to share the scientific studies that are conducted by scientists from Universitas Muhammadiyah Ponorogo and other institutions. Journal ARISTO receives manuscripts that depict the findings of the field study based research or literature review within the scope of social, politic and humanities.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): July" : 11 Documents clear
LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) DALAMPERSPEKTIF MASYARAKAT DAN AGAMA Mr Suherry; Edward Mandala
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.854 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i2.191

Abstract

AbstrakPada Intinya Negara Ini Harus Hadir Terdepan Dalam Menjaga Identitas Bangsanya Dan Jangan Terikut Arus Globalisasi Yang Merusak Jati Diri Bangsa Kita, Kemudian Yang Harus Diingat Negara Kita Negara Hukum Dan Juga Penjunjung Hak Asasi Manusia Bukan Penganut Paham Liberalisme Yang Tanpa Batas. Oleh Karena Itu, Mari Kita Kembali Pada Jati Diri Kita, Kembali Pada Falsafah Pancasila Dan Undang-Undang Dasar 1945 Dengan Cara Menanamkan Nilai-Nilai Agama Dan Budaya Luhur. Kita Bentengi Keluarga, Khususnya Anak-Anak  Dari Perilaku Yang Menyimpang. Dan, Kita Ajak Kembali Mereka Yang Terlanjur Melakukan Praktek Menyimpang Dengan Cara Yang Bijak. Lgbt Harus Ditindak Lanjuti Dan Ditegasi. Ketahuilah Dalam Berpasangan  Hanyalah Ada Laki-Laki Dan Perempuan Ini Hal Yang Tidak Bisa Dipungkiri Lagi Sejak Zaman Dahulu. Taukah Anda Cerita-Cerita Fiktif Atau Legenda Percintaan Seperti “Romeo Dan Juliet” Atau “Cinderela” Dan Juga Bisa Kita Ambil Kisah Agama Seperti “Adam Dan Hawa” Ini Sudah Jelas Dan Kita Tau Mungkin Sampai Sekarang Hal Dalam Berpasangan Itu Hanya Di Miliki Pasangan Yang Berbeda Jenis Kelamin. “Hidup Dengan Pernikahan Berbeda Jenis Itu Lebih Damai Dan Bahagia Dari Pada Pernikahan Yang Sesama Jenis Yang Membawa Derita”.Kata Kunci : Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT),  Masyarakat, Agama.
DESKREPANSI AGENDA MEDIA DENGAN AGENDA PUBLIK: Studi Agenda Setting Harian Radar Madiun Terhadap Mahasiswa Jurusan Ilmu Mr Pramono
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.949 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i2.186

Abstract

AbstrakPonorogo adalah salah satu kota di ujung barat Propinsi Jawa Timur yang mempunyai kesenian khas yaitu Reyog Ponorogo. Kesenian ini merupakan salah satu kekayaan kesenian nasional yang menjadi aset bangsa dalam kekayaan budaya dunia. Reyog sendiri ibaratnya sudah mendarah daging dan menyatu dalam kehidupan sosial di masyarakat Ponorogo. Hal ini tercermin dari banyaknya jumlah even yang diselenggarakan baik dalam tingkat desa, kecamatan maupun tingkat nasional. Kebanggan akan kesenian ini diwujudakan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah bangunan yang bersifat publik atau lebih tepatnya landmark yang menjadi ciri khas dan identitas kota ini. Jika kita perhatikan lebih jauh, bangunan publik berupa gerbang masuk kabupaten Ponorogo dari empat penjuru mempunyai perbedaan jika dibandingkan dengan beberapa bangunan yang mempunyai cirikhas atau yang berkaitan langsung dengan reyog itu sendiri. Begitu pula dengan beberapa gapura masuk perkampungan penduduk yang berbeda dari pusat kota. Penelitian ini berusaha mengungkap makna yang terkandung dalam setiap bangunan yang bercirikan reyog dan berusaha menemukan proses interaksi simbolik yang terjadi antar bangunan tersebut dilihat dari sudut pandang ilmu komunikasi. ”Mind, Self and Society dari Mead dalam interaksi simbolik ini merupakan teori dasar yang menjadi pegangan dalam menganalisa fenomena yang ada di Ponorogo ini. Pentingnya makna bagi perilaku manusia, pentingnya konsep mengenai diri, hubungan antara individu dengan masyarakat merupakan konsep dasar bangunan - bangunan yang mencirikan sebuah kondisi sosial masyarakat yang hadir pada jaman tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitiatif dimana data yang diambil dengan tekhnik snowball sampling. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Kabupaten Ponorogo dibangun atas empat era yang berbeda dalam sudut pandang memaknai kesenian reyog ini sebagai identitas dan kebanggan Ponorogo sebagai kota reyog. Politik, ekonomi, pendidikan berpengaruh terhadap daya cipta, rasa, dan karsa dalam pembentukan fasilitas publik berupa tugu atau gerbang (landmark). Kondisi sosial yang dipengaruhi oleh kelompok masyarakat yang dominan turut menyumbang keragaman dalam pembentukan identitas di kota ini.Keywords: Reyog Ponorogo, Interaksi Simbolik, Komunikasi, Fasilitas Publik.
POLA KAMPANYE PILKADA 2015 (Analisis isi media Kedaulatan Rakyat tentang kampanye pemilihan kepala daerah di DIY, tahun 2015) Setio Budi HH; Rebekka Rismayanti
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.989 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i2.192

Abstract

AbstraksiPILKADA serentak tahun 2015 merupakan bagian proses demokrasi di Indonesia, untuk memilih kepala daerah tingkat propinsi (gubenur) dan kepala daerah tingkat II (bupati walikota). Penggunaan istilah serentak merupakan gagasan untuk menyederhanakan, sekaligus efisiensi anggaran, setelah pada waktu sebelumnya jadwal pilkada tersebut sangat bervariasi (waktu). Sebagaimana pada umumnya sebuah pesta demokrasi yang biasa dilakukan di Indonesia, baik ditingkat kabupaten/kota atau propinsi, partai dan para kandidat berkompetisi ketat untuk memenangkan jabatan gubenur dan bupati/walikota tersebut. Para kandidat berlomba untuk menggunakan segala sumber daya dan sumber dana untuk mempengaruhi pemilih. Kegiatan kampanye merupakan bentuk standar yang dilakukan, baik dalam konteks program yang secara langsung menyentuh konstituen dan atau calon pemilih, maupun lewat berbagai media. Variasi kegiatan kampanye baik yang bersifat langsung – tatap muka sampai yang menggunakan media menjadi bagian dari pertarungan mesin-mesin politik tim pemenangan masing-masing pasangan calon bupati di Bantul, Sleman dan Gunung Kidul, DIY. Sebagaimana yang biasa muncul, sebagai suatu pola, di setiap kegiatan kampanye pemilu, pilpres ataupun pilkada sebelumnya. Pertanyaanya adalah variasi pola pola kampanye peserta apakah efektif dalam pencapaian target kemenangan pada pilkada.Kata Kunci: Pilkada, Kampanye, Pemasaran Politik.
IMPLEMENTASI QANUN MAISIR (JUDI) TERHADAP MASYARAKAT SUKU PAK—PAK DI KOTA SUBULUSSALAM – ACEH Berutu, Ali Geno
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.854 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i2.187

Abstract

AbstrakQanun No. 13 Tahun 2003 Tentang Maisir disahkan pada awal penerapan syariat Islam di Aceh sebagai qanun dalam bidang jinayat. Pemilihan qanun ini sekurang-kurangnya memiliki dua alasan, alasan yang pertama, jenis perbuatan tersebut merupakan bentuk maksiat (haram) dalam syariat Islam dan sangat meresakan masyarakat namun belum tertangani dengan baik. Kedua, adanya euforia di dalam lapisan masyarakat dalam bentuk “peradilan rakyat” terhadap jenis yang diatur dalam qanun No. 13 ini, guna untuk menghindari main hakim sendiri ditengah-tengah masyarakat, maka disahkan Qanun Maisir sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai kekacauan ditengah-tengah lapisan masyarakat Aceh. Dalam perjalanannya, penerapan qanun yang berbasis jinayatdi Aceh tidak semua daerah berjalan dengan baik, banyak masalah dan kendala yang dihadapi dilapangan, baik dari pelaksananya (pemerintah) maupun masyarakat sebagai objek hukum penerapan syariat Islam itu sendiri. Kata Kunci: Aceh, Syariat Islam, Jinayat,  Qanun, Maisir
ANALISIS PROSES PROMOSI JABATAN APARATUR SIPIL NEGARA Studi Kasus: Proses Promosi Jabatan Stuktural Eselon II di Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014 Muhammad Eko Atmojo
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.606 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i2.425

Abstract

Government implementation system should support by apparatus resources with professional competence. Think to create the good governance system as well as clean and good then need the resources of the competent apparatus. To creating the resources of the competent apparatus needs to reforming the bureaucracy in civil service sectoral. Government should give the special attention toward the civil service system in Indonesia. Especially in regeneration of structural functionary or functionary promote. The government of Yogyakarta Special Region had been used the different method to implementation the functionary promotion, such as used a few level with between administration selection, assessment center, and fit and proper test. The method had been used by the government of Yogyakarta Special Region with prospect it can be created the resources of the competent apparatus by professional, with the result that created the good governance and good public service.
URGENSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT Sigit Dwi Laksana
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.97 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i2.188

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, karena pendidikan selalu melekat pada diri seseorang mulai dari dalam kandungan sampai orang tersebut mati. Dalam kaitannya dengan islam, bahwa pendidikan islam sendiri mengajarkan bahwa Pendidikan yang diajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya bersumber kepada Al Qur’an sebagai rujukan dan pendekatan agar dengan tarbiyah akan membentuk masyarakat yang sadar. Interaksi di dalam diri ini memberi pengaruh kepada penampilan, sikap, tingkah laku dan amalnya sehingga menghasilkan akhlaq yang baik. Pendidikan dapat merubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik disebabkan pendidikan mempunyai kelebihan. Pendidikan mempunyai ciri pembentukan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh, pengembangan atas ilmu yang diperolehnya dan agar tetap pada syariah islam. Hasil dari pendidikan Islam akan membentuk jiwa yang tenang, akal yang cerdas dan fisik yang kuat serta banyak beramal. Pendidikan Agama sebagai suatu media atau wahana untuk menanamkan nilai-nilai moral dan ajaran keagamaan dan alat pembentukan kesadaran bangsa, alat mengangkat status social.Kata kunci: Urgensi Pendidikan Islam, Perubahan Sosial, Masyarakat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE “THINK-PAIR-SHARE” UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 1 SDN 1 JOSARI KEC. JETIS KAB. PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Retno Setyo Widati
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.212 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i2.194

Abstract

AbstraksiDalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar, salah satunya dengan pembelajaraan kooperatif dengan pendekatan struktural,”Think-pair-share”. Strategi ini menantang asumsi bahwa seluruh resitasi dan diskusi perlu dilakukan di dalam seting seluruh kelompok. Think-Pair-Shere memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain. Berdasarkan hal tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: adakah peningkatan kemampuan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20 dengan model pembelajaran kooperatif tipe ”Think-Pair-Share”  pada siswa kelas 1 SD Negeri 1 Josari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2012/2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Dalam penelitian ini peneliti  berkolaborasi dengan guru lain serta dengan kepala sekolah. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean atau rata-rata. Mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan ada peningkatan kemampuan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20 dengan model pembelajaran kooperatif tipe ”Think-Pair-Share”  pada siswa kelas 1 SD Negeri 1 Josari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2012/2013.Kata Kunci : Prestasi Belajar Matematika, Model Pembelajaran Kooperatif, Tipe ”Think-Pair-Share”
PRESENTASI DIRI PEKERJA RUMAH TANGGA PADA SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK Nuria Astagini
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.026 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i2.189

Abstract

AbstrakPengguna situs jejaring sosial Facebook kini sudah merambah berbagai kalangan, mulai dari pemimpin negara, hingga para pekerja rumah tangga (PRT). Meski sering diasosiasikan sebagai kalangan kelas bawah, para pekerja rumah tangga  ini merupakan pengguna aktif situs jejaring sosial. Melalui metode penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam kepada informan yang berprofesi sebagai pekerja rumah tangga; diketahui bahwa mereka menggunakan situs jejaring sosial Facebook karena Facebook telah menjadi pengganti sahabat atau teman dekat yang mereka miliki di dunia nyata. Oleh karena itu penting bagi informan untuk menampilkan diri secara berbeda pada halaman profil Facebook mereka. Kedua informan mempresentasikan diri pada situs jejaring sosial ini sesuai dengan peran, naskah dan kostum mereka masing-masing.  Hal ini terlihat melalui berbagai konten yang mereka unggah, interaksi yang terjalin melalui halaman profil dan foto-foto yag ditampilkan pada profil mereka. Adapun terkait dengan profesi mereka sebagai PRT, keduanya sama-sama melemahkan stigma negatif dengan tidak mengasosiasikan profil mereka dengan profesi sebagai pekerja rumah tangga. Keberhasilan pengelolaan kesan pada panggung depan dinilai melalui tanda suka (like) dan komentar positif yang diberikan audience kepada informan. Bagi informan kedua hal ini merupakan bentuk perhatian dan penerimaan yang diberikan kepada merekaKata kunci:Pekerja Rumah Tangga, Domestik, Facebook, Situs Jejaring Sosial, Presentasi Diri, Dramaturgi
PERILAKU MASYARAKAT DESA SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENYAKIT HIPERTENSI Saiful Nurhidayat
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v4i2.205

Abstract

Hypertension is an abnormal increase in blood pressure in the arteries continuously over a period. People with hypertension are very heterogeneous and suffered by people who come from different sub - groups at risk in the community. Hypertension is influenced by multiple risk factors, both endogenous such as age, gender and genetics / heredity, or exogenous, such as eating behavior or unhealthy diet (obesity), the behavior of salt intake, smoking and coffee drinking behavior). The purpose of this study is to get an idea of the behavior of the community as a risk factor for hypertension, and analyze the behavior of the dominant society as a risk factor for hypertension. The study was conducted in the village Slahung Ponorogo, a representative sample of 100 respondents taken by purposive sampling. Design Cross sectional quantitative design. The instrument of this study using questionnaires and observation sheets. Analysis using frequency distribution. The result showed the eating behavior or unhealthy diet (obesity) is a risk factor with the highest prevalence of hypertension with a percentage of 88% or 88 respondents. The behavior of the community as a risk factor for hypertension in sequence from the most dominant is eating behavior or unhealthy diet (obesity) a number of 88 respondents, coffee consumption behavior of a number of 77 respondents, some 66 respondents smoking behavior and excessive salt consumption behavior a number of 14 respondents. With these results it is possible the respondents have more than one behavior as a risk factor for hypertension. For that is expected to increase healthy behavior in an effort to prevent hypertension disease risk factors that can lead to complications. In addition to the sustainability of this study, the researchers will further examine the behavior of the community in preventing complications of hypertension in rural communities.Keywords : Behavior, Rural Communities, Risk Factors, Disease Hypertension.
MENGURAI BENANG KUSUT PERSEPAKBOLAAN TANAH AIR (Sebuah Kajian Kritis terhadap Realitas Perebutan Kekuasaan di Ranah Publik) Yusuf Adam Hilman
ARISTO Vol 4, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.031 KB) | DOI: 10.24269/ars.v4i2.190

Abstract

AbstraksiSepakbola sebagai salah satu hiburan yang banyak digandrungi oleh rakyat Indonesia, membuat praktik pengelolaansepakbola harus diselenggarakan secara baik berdasarkan asas profesionalitas, fairplay dan jugakemandirian, hal ini sangat penting mengingat sepakbola memerlukan sumberdaya pendukung yang besar, baik dalam hal materi maupun non materi, oleh karena itu keterlibatan berbagai pihak seharusnya bisa disikapi secara bijak, sehingga semangat sportifitas dan ketulusan dari steakholder harus selalu ditekankan. Konflik yang muncul terkadang disebabkan oleh beberapa hal, yakni: 1).Perbedaan Kepentingan antar steakholder persepakbolaan tanah air sehingga dapat menyulut konflik, 2). Alokasi kekuasaan dan kewenangan yang tidak merata, sehingga membuat steakholder persepakbolaan di tanah air saling berebut kekuasaan, 3). Munculnya orang kuat yang berada di luar sistem, yang sering mempengaruhi pemilik kewenangan dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan, sehingga membuat keputusan dan kebijakan yang diambil bersifat segmented oriented. Kondisi itulah yang sering membuat persepakbolaan tanah air menjadi tidak stabil, sehingga diperlukan langkah – langkah:1). Penyelesaian konflik melalui pendekatan persuasif  melalui aktor – aktor yang memiliki kewenangan supaya dapat duduk bersama dan membicarakan penyelesaian konflik, seperti yang pernah diupayakan oleh Menpora Roy Suryo, 2).Penyelesaian konflik melalui jalan penghentian aktivitas persepakbolaan secara total, kemudian membentuk dan memproyeksiakan persepakbolaan dengan orang – orang baru dan tenaga – tenaga profesional dari luar negeri, sehingga netralitasnya dapat dijaga, 3). Penyelesaian konflik melalui revolusi persepakbolaan tanah air, dengan merubah sistem pengelolaan persepakbolaan tanah air dan menghentikan campur tangan pemerintah, dan mengembalikan sepenuhnya kepada masyarakat, dengan asas: dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.Kata Kunci : Konflik Sepakbola, Kekuasaan dan Kewenangan, di Ranah  Publik.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 2 (2026): July : Forthcoming Vol 14, No 2 (2026): July : Forthcoming Vol 14, No 1 (2026): January : (Fortchoming ) Vol 14 No 1 (2026): January : (Fortchoming ) Vol 13, No 2 (2025): July Vol 13 No 2 (2025): July Vol 13 No 1 (2025): January Vol 13, No 1 (2025): January: Forthcoming Issue Vol 12, No 3 (2024): Election and Regional Election in Indonesian Vol 12 No 3 (2024): Election and Regional Election in Indonesian Vol 12, No 2 (2024): July Vol 12, No 2 (2024): July : in press Vol 12 No 2 (2024): July Vol 12 No 1 (2024): Januari Vol 12, No 1 (2024): Januari Vol 11 No 2 (2023): July Vol 11, No 2 (2023): July Vol 11 No 1 (2023): January Vol 11, No 1 (2023): January Vol 10, No 3 (2022): December / Special Issue : Local Governance Vol 10 No 3 (2022): December / Special Issue : Local Governance Vol 10, No 2 (2022): July Vol 10 No 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): January Vol 10 No 1 (2022): January Vol 9, No 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): January Vol 8, No 2 (2020): July Vol 8, No 1 (2020): Januari Vol 7, No 2 (2019): July Vol 7 No 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): Januari Vol 7 No 1 (2019): Januari Vol 6 No 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): July Vol 6 No 1 (2018): Januari Vol 6, No 1 (2018): Januari Vol 5, No 2 (2017): July Vol 5 No 2 (2017): July Vol 5, No 1 (2017): January Vol 5 No 1 (2017): January Vol 4 No 2 (2016): Aristo Vol. 7 2016 Vol 4 No 1 (2016): ARISTO Vol. 6 Tahun 2016 Vol 4, No 2 (2016): July Vol 4, No 1 (2016): January Vol 3, No 2 (2015): July Vol 3 No 2 (2015): Juli Vol 3 No 1 (2015): Januari Vol 3, No 1 (2015): January Vol 2 No 2 (2014): Agustus Vol 2, No 2 (2014): July Vol 1, No 2 (2013): July Vol 1 No 2 (2013): Juli Vol 1, No 1 (2013): January Vol 1 No 1 (2013): January More Issue