cover
Contact Name
Alex Denny Kambey
Contact Email
-
Phone
+6282196305145
Journal Mail Official
sdperairan@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado Indonesia 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS
ISSN : 2302609X     EISSN : 23026081     DOI : https://doi.org/10.35800/jpkt
Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis merupakan terbitan berkala ilmiah yang bertujuan menjadi sarana penyebarluasan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan dalam bidang Perikanan dan Kelautan di daerah Tropis. Hasil penelitian akan diutamakan untuk diterbitkan. Namun demikian, redaksi juga menerima ulasan ilmiah berupa tinjauan teori, ulasan buku baru, komunikasi singkat dan karya ilmiah lainnya. Artikel bisa ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2011)" : 6 Documents clear
LAJU REDUKSI MERKURI OLEH PSEUDOMONAS DIISOLASI DARI PERAIRAN PANTAI TELUK MANADO Ijong, Frans G
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.377 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.7.2.2011.180

Abstract

ABSTRACTThis study was conducted to isolate and identify Pseudomonas isolated from Manado Bay seawater and to determine the rate of mercury (Hg) reduction produced by isolated strains of Pseudomonas. A 500 ml seawater sample was collected from Tondano River and Manado Bay along the beach of the reclamation site, placed into container and taken to the laboratory for further analysis. Water samples were homogenized by hand shaking and 1 ml water sample was pipetted and then transferred to each 7 ml of Tryptic Soy Broth (pH 7.4) and Alkaline Peptone Water (pH 7.4), separately. After incubation period of 24h at 35oC, these were transferred with ose and streaked on Pseudomonas F Agar, followed by incubation at 35oC for 24h. Free growing colonies were then transferred to slant agar and kept at 4oC as stock culture. Results found that isolated Pseudomonas were chemoorganotrophic and chemoautolithotrophic, Almost all isolated Pseudomonas showed their ability in mercury ions reduction, but some of them did in mercury oxidation. Isolated chemooragnotrophic Pseudomonas tended to reduce mercury ions, but the chemoautolithotrophic one tended to oxidize it. Based on these results, it was found that the rate of Hg reduction was dependent upon the strain type.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi Pseudomonas dari air laut Teluk Manado serta menentukan laju reduksi merkuri (Hg) yang diproduksi oleh strain Pseudomonas terisolasi tersebut. Sampel air laut sebanyak 500 ml dikumpulkan dari Danau Tondano dan sepanjang pantai dari daerah reklamasi Teluk Manado, lalu dibawa ke laboratorium untuk dianalisa lebih lanjut. Sampel air dihomogenkan secara manual, dan 1 ml sampel air dipipet dan kemudian dipindahkan secara terpisah ke 7 ml Tryptic Soy Broth (pH 7,4) dan Alkaline Peptone Water (pH 7,4). Sete-lah masa inkubasi 24 jam pada suhu 35oC, sejumlah sampel dipindahkan ke Pseudomonas F Agar, kemudian diinkubasi pada suhu 35oC selama 24 jam. Koloni yang tumbuh bebas kemudian dipindahkan ke agar miring dan disimpan pada suhu 4oC sebagai kultur stok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pseudomonas terisolasi bersifat chemoorganotrophic dan chemoautolithotrophic. Hampir semua Pseudomonas terisolasi menunjukkan kemampuan dalam penguraian ion merkuri, tetapi beberapa diantaranya dapat juga mengoksidasi merkuri. Pseudomonas yang bersifat chemooragnotrophic cenderung untuk mengurangi ion merkuri, tapi yang bersifat chemoautolithotrophic cenderung mengoksidasinya. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa laju reduksi-Hg oleh Pseudomonas tergantung pada jenis strainnya.
PERANAN NELAYAN TERHADAP REHABILITASI EKOSISTEM HUTAN BAKAU (MANGROVE) Pontoh, Otniel
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.258 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.7.2.2011.181

Abstract

ABSTRACTMangrove forest ecosystem has an important role for the welfare of the fishermen, because the daily activities of fishing is always related to the mangrove ecosystem. Therefore, it is necessary to make an effort to restore degraded mangrove forest in order to return to their function for human welfare, especially fishermen, and support the development of coastal areas. The participation in rehabilitation and managing of mangrove ecosystem is the key to the success of mangrove conservation. The level of knowledge and the role of fishermen on the mangrove ecosystem rehabilitation will be discussed in this paper.ABSTRAKEkosistem hutan mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan nelayan, karena aktifitas sehari-hari nelayan selalu berhubungan langsung dengan ekosistem hutan bakau. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk memulihkan kembali hutan bakau yang rusak agar dapat kembali memberikan fungsinya bagi kesejahteraan manusia khususnya nelayan dan mendukung pembangunan wilayah pe-sisir. Keikutsertaan nelayan dalam upaya rehabilitasi dan pengelolaan bakau dapat menjadi kunci keberhasilan pelestarian bakau. Tingkat pengetahuan dan respon nelayan terhadap rahabilitasi ekosistim hutan mangrove akan didiskusikan dibawah ini.
KAJIAN PERIKANAN TANGKAP IKAN JULUNG-JULUNG (Hyporhamphus affinis) DI PERAIRAN KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Wuaten, Julius F; Reppie, Emil; Labaro, Ivor L
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.628 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.7.2.2011.183

Abstract

ABSTRACTThe objective of this research was to predict maximum sustainable yield of garfish resources in the waters of Sangihe Islands District; to analyze the fishing season of garfish; to map the location of coral reef expected to be a breeding ground of garfish; and to assess the biological, economic, social and environmental aspects of garfish in Sangihe Island district. Garfish maximum sustainable yield was calculated at about 70 tons/year with a maximum effort of 3,613.71 trips. Fishing season of garfish was very dependent on wind direction and speed throughout the year. The percentage of live coral cover at a depth of 5 meters was 56.16-70.17% and a depth of 3 meters was 44.33-83.75%. The ratio of male and female sexes was 35.92-64.07%. Based on length-weight analysis of the garfish growth was classified allometric with a length of 16.7-20.7 cm and weighs between 35-55 g. The financial analysis of garfish fisheries in this area showed that the of Benefit Investment ratio was 1.19 and the Benefit Cost ratio was about 0.94.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi pemanfaatan maksimum sumberdaya lestari pada ikan julung-julung di perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe; untuk menganalisis musim penangkapan ikan tersebut, memetakan lokasi terumbu karang diharapkan dapat menjadi tempat berkembang biak dari julung-julung, serta menilai aspek biologi, ekonomi, sosial dan lingkungan di kabupaten Pulau Sangihe. Pemanfaatan maksimum sumberdaya lestari ikan julung-julung dihitung sekitar 70 ton/tahun dengan upaya maksimal 3.613,71 trip. Musim penangkapan garfish sangat tergantung pada arah dan kecepatan angin sepanjang tahun. Persentase penutupan karang hidup pada kedalaman 5 meter adalah 56,16-70,17% dan kedalaman 3 meter adalah 44,33-83,75%. Rasio jenis kelamin jantan dan betina adalah 35,92-64,07%. Berdasarkan analisis pertumbuhan panjang-berat garfish diklasifikasikan alometrik dengan panjang 16,7-20,7 cm dan berat antara 35-55 g. Hasil analisis keuangan perikanan garfish di Sangihe Kabupaten menunjukkan bahwa rasio Manfaat Investasi adalah 1,19 dan rasio Biaya Manfaat sekitar 0,94.
PERIKANAN TONGKOL DI PERAIRAN BUYAT PANTE Sompie, Meta S
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.81 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.7.2.2011.184

Abstract

ABSTRACTFisheries development in Indonesia, especially in North Sulawesi, is to optimize the utilization of resources through a comprehensively integrated approach and accommodate a variety of interests, such as fishermen, national economy, sustainability of marine resources and fisheries, and environmental balance and sustainability. For fisheries policy preparation, adequate information on fish resources is required. One of the fish resources in Buyat Bay area is little tuna (Auxis thazard). This study aimed to evaluate the little tuna resource and fishing season in the waters of Buyat Bay and surrounding areas. The fishing area in Buyat Bay waters is 4.88 km2. The little tuna biomass of Buyat Bay is 0.486 ton/km2. Monthly average catch was 0.7 tons relative to the maximum sustainable catch of 2.37 ton/month, and then the exploitation rate was 29.59%. This meant that the catch landed in Buyat Pante was lower than the monthly maximum sustainable catch. The catch is allowed at 80% of the maximum sustainable catch, which amounted to 1.89 tons/month. Tuna fishing season in Buyat Bay occurred in March and then from May to September following the pattern of the two-month season of the year for high density.ABSTRAKPembangunan perikanan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya melalui pendekatan yang terintegrasi dengan komprehensif dan mengakomodasi berbagai kepentingan, yaitu: nelayan, ekonomi nasional, kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan, serta keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Untuk penyusunan kebijakan perikanan diperlukan informasi yang memadai dari sumberdaya ikan. Salah satu sumberdaya ikan di wilayah Teluk Buyat adalah ikan tongkol (Auxis thazard). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sumberdaya dan musim penangkapan ikan di perairan Teluk Buyat dan sekitarnya. Area penangkapan ikan di perairan Teluk Buyat (4,88 km2). Biomassa ikan ini di Teluk Buyat 0,486 ton/km2. Tangkapan rata-rata bulanan sebesar 0,7 ton, dibandingkan dengan hasil tangkapan maksimum yang lestari dari 2,37 ton/bulan, kemudian tingkat pemanfaatan ikan tuna di Teluk Buyat berada pada 29,59%. Ini berarti bahwa hasil tangkapan yang didaratkan oleh para nelayan Buyat Pante masih berada di bawah eksploitasi. Hasil tangkapan yang diperbolehkan sebesar 80% dari hasil tangkapan maksimum lestari (1,89 ton/bulan). Musim penangkapan tuna di Teluk Buyat terjadi selama enam bulan, yang dimulai dari bulan Maret dan selanjutnya dari bulan Mei hingga September, mengikuti pola musim dua bulan dalam setahun dengan kepadatan tinggi.
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN TARGET DI TERUMBU KARANG PULAU HOGOW DAN PUTUS-PUTUS SULAWESI UTARA Rembet, Unstain NWJ; Boer, Mennofatria; Bengen, Dietriech G; Fahrudin, Achmad
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.978 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.7.2.2011.179

Abstract

ABSTRACTCommunity structure of target fishes was analyzed to understand their response to different conditions of coral reefs in several places of Hugow and Putus-Putus islands. This study focused on species abundance and diversity including Shannon-Wiener’s species diversity (H’), species richness (SR), species evenness (J’) and dominance (d) indices, respectively. A multivariate analysis was used for the classification or correspondence factorial analyses. The result recorded 4,501 individuals belonging to 52 species of target fishes. Both cluster and correspondence analyses clearly recognized 3 groups of target fish with 2 major controlling factors for the development of these 3 ecological groups, i.e. coral reef conditions and geographic position to the hydrodynamic condition.ABSTRAKStruktur komunitas ikan target dianalisis untuk melihat respon ikan target terhadap perbedaan kondisi terumbu karang di beberapa lokasi Pulau Hogow dan Putus-Putus. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2010 dengan pengambilan data di 6 stasiun. Dalam penelitian ini telah dikaji variabel komunitas seperti kelimpahan dan keanekaragaman spesies termasuk indeks keanekaragaman spesies Shannon-Wiener (H’), indeks kekayaan spesies (SR), indeks kemerataan spesies (J’) dan indeks dominasi (d). Untuk melihat assemblage ikan target dilakukan analisis multivariat baik analisis klasifikasi maupun analisis faktorial koresponden. Dalam penelitian ini diperoleh 4501 indidu yang termasuk dalam 52 spesies ikan target. Analisis multivariat baik analisis cluster maupun analisis koresponden telah memisahkan dengan jelas 3 grup ikan target, dimana terdapat dua faktor utama pengendali pembentukan 3 grup ekologis ini yakni faktor kondisi terumbu karang dan faktor posisi lokasi terhadap kondisi hidrodinamika perairan.
KEBUTUHAN ASAM LEMAK ESENSIAL PADA IKAN LAUT Pangkey, Henneke
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.643 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.7.2.2011.185

Abstract

ABSTRACTAquaculture has contributed one third of the world is supply of seafood. This contribution is expected to increase in the future. Based on this reason, aquaculture is potential to continually provide food for human needs. One of the key factors to the success of aquaculture is the supply of nutritious feed. Feeding with food of right nutrition value will produce healthy and high quality fish. One of the nutrient elements that plays an important role in aquatic organism growth is lipid. Lipids in the form of essential fatty acids are highly required not only for broodstock and larvae, but also for normal growth of marine fish.ABSTRAKAkuakultur telah memberikan kontribusi sebesar sepertiga kebutuhan dunia akan produk makanan laut, dan akan terus bertambah di masa depan. Dipandang dari sudut ini, akuakultur memiliki prospek untuk menjadi usaha berkelanjutan dalam menyediakan pangan bagi populasi manusia yang terus bertambah. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam usaha akuakultur adalah penyediaan pakan dengan kandungan nutrisi yang optimal. Pemberian pakan dengan komponen nutrisi yang tepat dapat menghasilkan ikan yang sehat dan berkualitas tinggi. Salah satu komponen nutrisi yang sangat berperan dalam pertumbuhan biota akuakultur adalah lipida. Lipida berupa asam lemak esensial sangat dibutuhkan baik oleh induk dan larva, juga untuk pertumbuhan secara normal ikan laut.

Page 1 of 1 | Total Record : 6