cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "2024" : 215 Documents clear
Penggunaan Aplikasi Ponsel Pendeteksi Nyeri pada Remaja dengan Kanker untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Intan Ayu Rahmadiyanti; Allenidekania Allenidekania
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15236

Abstract

Patients with cancer experience various symptoms such as pain, fatigue, sleep disturbances, anxiety, and depression that can interfere with their quality of life. Pain management can be done through pharmacology or non-pharmacology. One of the non-pharmacology methods is the use of mobile applications, such as guided imagery therapy and the Pain Squad+ application that can help reduce acute pain and provide self-monitoring. This study aimed to describe the use of mobile applications for detecting pain in adolescent patients with cancer to improve the quality of life of patients. This study was conducted using a literature review method sourced from several databases, namely Scopus, CINAHL, and ScienceDirect. The keywords used in the literature search were pain, pain management, and mobile phone applications in adolescents with cancer. The process of selecting articles that were considered eligible was based on the PRISMA protocol, so that 10 eligible articles were obtained. The results of the synthesis of 10 articles showed that mobile phone applications were highly accepted by patients and clinicians, helped reduce pain, improved quality of life, and offered innovative solutions to overcome cancer symptoms. Mobile phone technology could be an effective tool in pain intervention for adolescent patients with cancer, although further improvements were needed in the application. It was concluded that mobile applications for pain management were acceptable as interventions that help improve the quality of life of adolescents with cancer.Keywords: cancer; adolescent; pain management; mobile applications ABSTRAK Pasien dengan kanker mengalami berbagai gejala seperti nyeri, kelelahan, gangguan tidur, ansietas, dan depresi yang dapat mengganggu kualitas hidup mereka. Penanganan nyeri dapat dilakukan melalui farmakologi maupun non-farmakologi. Salah satu metode non-farmakologi adalah penggunaan aplikasi seluler, seperti terapi guided imagery dan aplikasi Pain Squad+ yang dapat membantu mengurangi nyeri akut dan memberikan monitoring mandiri. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan aplikasi seluler pendeteksi nyeri pada pasien remaja dengan kanker untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Studi ini dilaksanakan menggunakan metode tinjauan literatur yang bersumber dari beberapa database yaitu Scopus, CINAHL, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur adalah nyeri, manajemen nyeri, dan aplikasi ponsel pada remaja dengan kanker. Proses pemilihan artikel yang dianggap layak didasarkan pada protokol PRISMA, sehingga diperoleh 10 artikel yang layak. Hasil sintesis pada 10 artikel, didapatkan bahwa aplikasi ponsel sangat diterima oleh pasien dan klinisi, membantu mengurangi nyeri, meningkatkan kualitas hidup, dan menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi gejala kanker. Teknologi ponsel dapat menjadi alat yang efektif dalam intervensi nyeri bagi pasien remaja dengan kanker, meskipun diperlukan perbaikan lebih lanjut pada aplikasi tersebut. Disimpulkan bahwa aplikasi pengelolaan nyeri berbasis aplikasi seluler dapat diterima sebagai intervensi yang membantu kualitas hidup remaja dengan kanker.Kata kunci: kanker; remaja; penglolaan nyeri; aplikasi seluler
Pengetahuan Gizi Ibu Sebagai Determinan Utama Kejadian Stunting pada Anak Berusia 12-59 Bulan Matje Meriaty Huru; Mariana Ngundju Awang; Namsyah Baso
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15320

Abstract

Stunting occurs due to lack of nutritious food intake that does not meet nutritional needs over a long period of time and repeated infections. Stunting causes obstacles to children's intelligence, reduces productivity and suffers from diseases in adulthood. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of stunting in children aged 12-59 months in the Sikumana Health Center Work Area, Kupang City. This type of research was observational analytic with a cross-sectional design, involving 367 toddlers aged 12-59 months in the Sikumana Health Center work area in 2023. The factors studied were history of exclusive breastfeeding, history of complementary feeding of breast milk, history of basic immunization, maternal nutritional knowledge, maternal education, family income and number of family members. Measurement of factors was carried out by filling out questionnaires and interviews. The incidence of stunting was known by measuring body length using a length board, and height using a microtoise. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the study showed that the p-value for each factor was: history of exclusive breastfeeding = 0.002, history of complementary feeding of breast milk = 0.002, history of basic immunization = 0.098, maternal nutritional knowledge = 0.001, maternal education = 0.009, family income = 0.211, and number of family members = 0.023. Based on the results of the analysis, it was concluded that the determinants of the incidence of stunting in children aged 12-59 months in the Sikumana Health Center Work Area were a history of exclusive breastfeeding, a history of complementary feeding, maternal nutritional knowledge, maternal education, and number of family members; with the strongest determinant being maternal nutritional knowledge.Keywords: stunting; children; determinants; nutritional knowledge ABSTRAK Stunting terjadi karena kurangnya asupan makanan bergizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dalam kurun waktu yang lama dan adanya  infeksi berulang. Stunting menimbulkan hambatan kecerdasan anak, menurunkan produktivitas dan menderita penyakit pada saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 367 balita berusia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sikumana pada tahun 2023. Faktor-faktor yang diteliti yaitu riwayat pemberian air susu ibu eksklusif, riwayat pemberian makanan pendamping air susu ibu, riwayat imunisasi dasar, pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan jumlah anggota keluarga. Pengukuran faktor-faktor dilakukan melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Kejadian stunting diketahui dengan pengukuran panjang badan menggunakan length board, dan tinggi badan menggunakan microtoise. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah: riwayat air susu ibu eksklusif = 0,002, riwayat makanan pendamping air susu ibu = 0,002, riwayat imunisasi dasar = 0,098, pengetahuan gizi ibu = 0,001, pendidikan ibu = 0,009, pendapatan keluarga = 0,211, dan jumlah anggota keluarga = 0,023. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa determinan dari kejadian stunting anak usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana adalah riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat pemberian MP-ASI, pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, dan jumlah anggota keluarga; dengan determinan terkuat adalah pengetahuan gizi ibu.Kata kunci: stunting; anak; determinan; pengetahuan gizi
Pengaruh Aromaterapi Lemon pada Postpartum Nurlaili, Siti; Marsum, Marsum; Widyawati, Melyana Nurul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15104

Abstract

The postpartum period is the period that starts after the birth of the placenta and ends when the womb returns to its normal state as before pregnancy, which lasts for 6 weeks or 42 days and is a period where the mother experiences various problems and changes in mood, so an innovation is needed that improves the mood. mothers get better, one of which is by giving lemon aromatherapy. The aim of this study was to determine the effect of lemon aromatherapy on postpartum. This study was a literature review, with a search using Evidence Based Practice (EBP) from one database, namely Google Scholar. The search was carried out using PICO filtering, resulting in 8 articles that met the inclusion criteria for synthesis. The synthesis results showed that lemon aromatherapy had an effect in the postpartum period, including reducing pain levels, reducing anxiety, reducing fatigue, increasing breast milk production and quality of life and reducing the risk of potpartum blues. Furthermore, it was concluded that giving lemon aromatherapy had a positive effect on the health of postpartum mothers.Keywords: aromatherapy; lemon; postpartum mother ABSTRAK Masa nifas adalah masa yang dimulai dari setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali semula seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari dan merupakan masa di mana ibu merasakan berbagai masalah dan perubahan mood, sehingga dibutuhkan suatu inovasi yang membuat suasana hati ibu menjadi lebih baik, salah satunya adalah dengan pemberian aromaterapi lemon. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon pada postpartum. Studi ini merupakan tinjauan literatur, dengan pencarian menggunakan Evidence Based Practice (EBP) dari satu database yaitu Google Scholar. Pencarian dilakukan dengan penyaringan PICO, sehingga didapatkan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi untuk dilakukan sintesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa aromaterapi lemon berpengaruh pada masa postpartum antara lain menurunkan tingkat nyeri, mengurangi kecemasan, mengurangi kelelahan, meningkatkan produksi ASI dan kualitas hidup serta menurunkan resiko potpartum bluess. Selanjutnya disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi lemon berpengaruh positif pada kesehatan ibu nifas.Kata kunci: aromaterapi; lemon; ibu nifas
Pemeriksaan Multislice Computerized Tomography Sinus Paranasal dengan Klinis Tumor Sinonasal Menggunakan Kontras Injeksi Manual Ananda, Afrilla Rika; Juliantara, I Putu Eka; Wijaya, Made
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15418

Abstract

Computed Tomography Scan is a very useful tool in assessing tumor size, nature, extent, and invasion. Multislice computerized tomography examination of the paranasal sinuses with clinical sinonasal tumors is performed using contrast to evaluate the condition of tumor growth. The purpose of this study was to determine the management and analyze the advantages and disadvantages of multislice computerized tomography examination of the paranasal sinuses with clinical sinonasal tumors. This study was a qualitative research with a case study approach. Researchers conducted observations and interviews with respondents. Furthermore, the data was analyzed and interpreted. The results of the study showed that from the initial observation, the patient registered at the radiology installation, and underwent urea and creatinine examinations. The examination began with informed consent. The protocol used was sinus contrast, the patient was positioned supine, the object was symmetrical, then pre- and post-contrast scanning was performed. Multi planar reconstruction was performed using a slice thickness of 2 mm axial, 4 mm coronal, and using 25 ml of contrast media through manual intravenous injection with a delay of 0 s. The advantage of this management is that the examination can still run when there is a problem with the injector so that the contrast can be injected manually. The disadvantage of this examination is that the scanning process depends on the speed of the nurse in injecting the contrast and the accuracy of the radiographer in scanning. It is concluded that multislice computerized tomography of the paranasal sinuses with clinical sinonasal tumors is practical and beneficial, but depends on the reliability of the nurse and radiographer.Keywords: multislice computerized tomography; paranasal sinuses; contrast ABSTRAK Computed Tomogrpahy Scan merupakan alat yang sangat berfungsi dalam penilaian ukuran tumor, sifat, luasnya, dan invasi. Pemeriksaan multislice computerized tomography sinus paranasal dengan klinis tumor sinonasal dilakukan menggunakan kontras untuk mengevaluasi kondisi pertumbuhan tumor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tatalaksana dan menganalisis kelebihan dan kekurangan pemeriksaan multislice computerized tomography sinus paranasal dengan klinis tumor sinonasal. Studi ini merupakan riset kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan observasi dan wawancara terhadap responden. Selanjutnya data dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari observasi awal, pasien melakukan mendaftar di instalasi radiologi, dan menjalani pemeriksaan ureum dan kreatinin. Pemeriksaan dimulai dengan informed consent. Protokol yang digunakan yaitu sinus kontras, pasien diposisikan supine, objek disimetriskan, lalu dilakukan scanning pra dan pasca kontras. Multi planar recontruction dilakukan menggunakan slice thickness axial 2 mm, coronal 4 mm, serta menggunakan media kontras 25 ml melalui injeksi intravena secara  manual dengan delay 0 s. Kelebihan dari penatalaksanaan ini yaitu pemeriksaan tetap dapat berjalan ketika ada kendala pada injector sehingga kontras bisa dimasukkan melalui injeksi manual. Kekurangan dari pemeriksaan ini yaitu proses scanning bergantung pada kecepatan perawat dalam menyuntikkan kontras dan ketepatan radiografer dalam melakukan scanning. Disimpulkan bahwa multislice computerized tomography sinus paranasal dengan klinis tumor sinonasal praktis dan menguntungkan, namun tergantung kepada keandalan perawat dan radiografer.Kata kunci: multislice computerized tomography; sinus paranasal; kontras
Kemanfaatan dan Kemudahan Penggunaan sebagai Penentu Efektifitas Penggunaan e-Puskesmas oleh Pengguna Respatilatsih, Titis Ari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15128

Abstract

e-Puskesmas is a digital health product that developed from an electronic health record system. Perceptions about the benefits and ease of use of new technology can influence users' interest in the new technology. Therefore, research was needed that aimed to analyze the influence of perceived usefulness and ease of use of the system on the effectiveness of e-Puskesmas use by users at Tumpang Community Health Center, Malang Regency. The research design used in this study was cross-sectional; involving 67 users, selected using a simple random sampling technique. Data about the variables mentioned in the objectives were collected through filling out a questionnaire. The data that had been collected and was believed to be valid was then analyzed using the logistic regression test. The results of the analysis showed that the category with the largest proportion for each variable was usefulness = moderate (52.2%), ease of use = sufficient (58.2%) and effectiveness of use = good (52.2%). The results of the hypothesis test showed the p value for each factor, namely usefulness = 0.000 and ease of use = 0.000. Furthermore, it was concluded that perceived usefulness and ease of use were predictors of the effectiveness of using e-Puskesmas at Tumpang Community Health Center.Keywords: electronic health record; expediency; convenience; effectiveness, users  ABSTRAK e-Puskesmas merupakan salah satu produk digital kesehatan yang berkembang dari sistem electronic health record. Persepsi tentang manfaat dan kemudahan penggunaan teknologi baru dapat memengaruhi minat pengguna terhadap teknologi baru tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kemanfaatan dan kemudahan penggunaan sistem terhadap efektifitas penggunaan e-Puskesmas oleh pengguna di Puskesmas Tumpang, Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah cross-sectional; dengan melibatkan 67 pengguna, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data tentang variabel yang telah disebut pada tujuan dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Data yang telah terkumpul dan diyakini valid, selanjutnya dianalisis menggunakan uji logistic regression. Hasil analisis menunjukkan bahwa kategori dengan proporsi terbesar untuk masing-masing variabel adalah kemanfaatan = sedang (52,2%), kemudahan penggunaan = cukup (58,2%) dan efektifitas penggunaan = baik (52,2%). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor yaitu kemanfaatan = 0,000 dan kemudahan penggunaan = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa kemanfaatan yang dirasakan dan kemudahan penggunaan merupakan prediktor dari efektifitas penggunaan e-Puskesmas di Puskesmas Tumpang.  Kata kunci: electronic health record; kemanfaatan; kemudahan; efektifitas; pengguna
Perspektif Remaja tentang Dampak Kebiasaan Merokok: Sebuah Tantangan Nurarifah Nurarifah; Sukmawati Sukmawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15214

Abstract

Smoking behavior is a cause of premature death in productive age, which is related to heart disease, cancer, stroke and respiratory tract disorders. Smoking habits that start since adolescence will increase dependence in old age. This study aimed to explore the perspectives of adolescents aged 14-16 years on smoking behavior. This type of research was qualitative with a phenomenological approach involving 8 adolescents selected using the snowball sampling technique. Researchers conducted in-depth interviews with adolescent smokers using semi-structured interview guidelines. The results of the interviews were transcribed and thematic analysis was carried out. This study produced 5 themes, namely: (1) description of smoking behavior motives in adolescents; (2) negative self-concept; (3) the impact of smoking; (4) efforts to quit smoking; and (5) obstacles experienced when trying to quit smoking. Smoking behavior in adolescents is greatly influenced by the environment of friends who often invite and force them to try cigarettes until they become addicted and find it difficult to quit smoking. Adolescents experience the impacts of smoking behavior such as coughing, chest pain, and pleural effusion. Adolescents try to quit smoking because they are pursuing their ideals, doctor's advice due to health problems, parental prohibitions but because they experience withdrawal effects such as restlessness, irritability, fever and laziness to do activities, this prevents adolescents from quitting smoking. It is concluded that teenagers are not yet able to determine good behavior, so they are at greater risk of addiction to cigarette products that can affect health in the future and strict rules are needed for teenagers who smoke.Keywords: teenagers; smoking behavior; smoking habits; health ABSTRAK Perilaku merokok adalah penyebab kematian dini pada usia produktif, yang berkaitan dengan penyakit jantung, kanker, stroke dan gangguan pernapasan. Kebiasaan merokok yang dimulai sejak remaja akan meningkatkan ketergantungan pada masa tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif remaja usia 14-16 tahun tentang perilaku merokok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan melibatkan 8 remaja dengan yang dipilih dengan teknik snowball sampling. Peneliti melakukan wawancara mendalam remaja perokok dengan menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Hasil wawancara ditranskripsi dan dilakukan analisis tematik. Penelitian ini menghasilkan 5 tema yaitu: (1) gambaran motif perilaku merokok pada remaja; (2) konsep diri negatif; (3) dampak merokok; (4) upaya berhenti merokok; dan (5) hambatan yang dialami saat berusaha berhenti merokok. Perilaku merokok pada remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan yang sering mengajak hingga memaksa untuk mencoba rokok hingga kecanduan dan sulit untuk berhenti merokok. Remaja mengalami dampak perilaku merokok seperti batuk, nyeri dada, hingga efusi pleura. Remaja berusaha untuk berhenti merokok karena mengejar cita-cita, saran dokter karena gangguan kesehatan, larangan orangtua tetapi karena mengalami withdraw efek seperti gelisah, mudah marah, demam dan malas beraktifitas sehingga menghambat remaja untuk berhenti merokok. Disimpulkan bahwa remaja belum mampu menentukan perilaku yang baik, sehingga lebih beresiko kecanduan produk rokok yang dapat mempengaruhi kesehatan di masa mendatang dan perlu aturan yang tegas terhadap remaja yang merokok.Kata kunci: remaja; perilaku merokok; kebiasaan merokok; kesehatan
Benefit dan Side Effect dari Penggunaan Profilaksis Aspirin Low Dose pada Pasien High Risk Stroke Zulkarnain, Bambang Subakti; Puspitasari, Eka Octaviana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15102

Abstract

Cardiovascular disease is a disease with disorders of the heart and blood vessels such as coronary heart disease, heart failure, hypertension and stroke. Aspirin or acetylsalicylic acid is recommended in the primary prevention of cardiovascular disease in adult patients who are at risk of having a heart attack in the next ten years or are also at risk of stroke. Low doses of acetylsalicylic acid (75-162 mg) have anti-platelet aggregation activity and reduce the risk of arterial blockages. The use of low-dose acetylsalicylic acid as a secondary prevention measure has been reported to reduce the risk of Major Adverse Cardiovascular Events (MACE), but is also associated with an increased risk of bleeding in patients. The review aimed to determine the benefit and risk profile of low-dose ASA therapy. The method used in making this review was a narrative review. The results of the review showed that low-dose aspirin had been shown to increase the risk of bleeding. Regarding the benefits and risks, the use of low-dose aspirin must be based on the individual condition of the sufferer. Patients with a low risk of bleeding, and those aged 40 -59 years can consider using low dose aspirin. It was concluded that the use of acetylsalicylic acid carries a risk of bleeding.Keywords: acetylsalicylic acid; low dose; cardiovascular; bleeding ABSTRAK Penyakit kardiovaskular adalah penyakit dengan gangguan pada jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, hipertensi, dan stroke. Aspirin atau asam asetilsalisilat direkomendasikan dalam pencegahan utama penyakit kardiovaskular pada pasien dewasa yang beresiko mengalami serangan jantung dalam sepuluh tahun mendatang atau juga risiko kejadian stroke. Asam asetilsalisilat dosis rendah (75-162 mg) mempunyai aktivitas antiagregasi platelet dan menurunkan resiko sumbatan pada arteri. Penggunaan asam asetilsalisilat dosis rendah sebagai tindakan pencegahan sekunder dilaporkan menurunkan resiko Major Adverse Cardiovascular Events (MACE), namun juga dikaitkan dengan meningkatnya resiko pendarahan pada pasien. Review bertujuan untuk mengetahui profil manfaat dan resiko terapi ASA dosis rendah. Metode yang digunakan dalam pembuatan review ini adalah tinjauan naratif. Hasil review menunjukkan bahwa aspirin dosis rendah terbukti dapat meningkatkan risiko perdarahan. Sehubungan dengan manfaat dan risikonya, penggunaan aspirin dosis rendah harus berdasarkan kondisi individu penderita. Pasien dengan risiko perdarahan yang rendah, dan usia 40 -59 tahun dapat dipertimbangkan dalam penggunaan aspirin dosis rendah.  Disimpulkan bahwa penggunaan asam asetilsalisilat berisiko pada terjadinya perdarahan.Kata kunci: asam asetilsalisilat; dosis rendah; kardiovaskular; perdarahan 
Pengetahuan Ibu dan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Sebagai Determinan Utama Kejadian Stunting pada Balita Suryanti Tukiman; Herlien Sinay; Abd Rijali Lapodi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15406

Abstract

Stunting as a condition of growth failure in children is caused by multiple factors, both directly and indirectly. This study aimed to analyze the significance of maternal education level, maternal knowledge, exclusive breastfeeding, complementary feeding and family economic status as determinants of stunting incidence in Kelapa Dua Hamlet, Kairatu District, West Seram Regency. The research design used was cross-sectional. The sample size was 100 mothers and toddlers selected using probability sampling techniques. Data on independent variables were collected by filling out questionnaires, while the incidence of stunting was measured by examining height according to age. Correlation analysis was performed using the Chi-square test. The results showed a p value for each factor, namely maternal education level = 0.001), maternal knowledge = 0.000, exclusive breastfeeding = 0.001, complementary feeding = 0.000 and family economic status = 0.315. Furthermore, it was concluded that the determinants of stunting in toddlers in Kelapa Dua Hamlet, Kairatu District, West Seram Regency were maternal education, maternal knowledge, exclusive breastfeeding and complementary feeding of breast milk.Keywords: stunting; toddlers; determinants; maternal knowledge; complementary feeding of breast milk ABSTRAK Stunting sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak disebabkan oleh multifaktor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi tingkat pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pemberian air susu ibu eksklusif, pemberian makanan pendamping air susu ibu dan status ekonomi keluarga sebagai determinan kejadian stunting di Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Ukuran sampel adalah 100 ibu dan balita yang dipilih dengan teknik probability sampling. Data tentang variabel-variabel bebas dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, sedangkan kejadian stunting diukur melalui pemeriksaan tinggi badan menurut umur. Analisis korelasi dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor yaitu tingkat pendidikan ibu = 0,001), pengetahuan ibu = 0,000, pemberian air susu ibu eksklusif = 0,001, pemberian makanan pendamping air susu ibu = 0,000 dan status ekonomi keluarga = 0,315. Selanjutnya disimpulkan bahwa determinan kejadian stunting pada balita di Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat adalah pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pemberian air susu ibu eksklusif dan pemberian makanan pendamping air susu ibu.Kata kunci: stunting; balita; determinan; pengetahuan ibu; makanan pendamping air susu ibu
Penanganan Masalah Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Pasien Skizofrenia Melalui Acceptance and Commitment Therapy dengan Pendekatan Self-Transcendence Theory Nurmagandi, Boby; Putri, Yossie Susanti Eka; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15122

Abstract

Relapse is still a major problem in schizophrenia patients, so they require appropriate mental health services that are effective and efficient. This study aimed to prevent relapse by treating ineffective health maintenance using acceptance and commitment therapy with a self-transcendence theory approach. This study was a case series for managing ineffective health care using specialist acceptance and commitment therapy with a self-transcendence theory approach in the Utari Room at RSJ Dr. Marzoeki Mahdi Bogor. This study involved 20 managed patients. The instruments used in this study were instruments for identifying signs and symptoms of ineffective health maintenance, instruments measuring the ability to ineffective health maintenance issued by the Department of Mental Nursing, FIK UI, Birchwood Insight Scale (BIS) instruments and instruments measuring adherence to taking medication. The measurement results were then analyzed descriptively. The results of the study showed a decrease in signs and symptoms of ineffective health maintenance as well as an increase in the ability of patients with ineffective health maintenance after implementing therapy. It was concluded that acceptance and commitment therapy can be used with a self-transcendence theory approach to prevent relapse by treating the problem of ineffective health maintenance.Keywords: schizophrenia; relapse; ineffectiveness of health maintenance; acceptance and commitment therapy; self-transcendence theory ABSTRAK Kekambuhan masih menjadi masalah utama pada pasien skizofrenia sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa yang tepat serta efektif dan efisien. Studi ini bertujuan sebagai tindakan pencegahan kekambuhan melalui penanganan ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan menggunakan acceptance and commitment therapy dengan pendekatan self-transcendence theory. Studi ini merupakan case series penatalaksanaan ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan menggunakan terapi spesialis acceptance and commitment therapy dengan pendekatan self-transcendence theory di Ruang Utari RSJ Dr. Marzoeki Mahdi Bogor. Studi ini melibatkan 20 pasien kelolaan. Instrumen yang digunakan dalam studi ini instrumen identifikasi tanda dan gejala ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan, instrumen pengukuran kemampuan ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan yang dikeluarkan oleh Departemen Keperawatan Jiwa FIK UI, instrumen Birchwood Insight Scale (BIS) dan instrumen pengukuran kepatuhan minum obat. Hasil pengukuran selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil studi menunjukkan terjadinya penurunan tanda dan gejala ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan serta peningkatan kemampuan pasien dengan ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan setelah pelaksanaan terapi. Disimpulkan bahwa acceptance and commitment therapy dapat digunakan dengan pendekatan self-transcendence theory untuk pencegahan kekambuhan melalui penanganan masalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan.Kata kunci: skizofrenia; kekambuhan; ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan; acceptance and commitment therapy; self-transcendence theory
Zarit Burden Interview sebagai Instrumen Utama dalam Pengukuran Beban Caregiver pada Pasien Paliatif Rima Hanifati; Dewi Gayatri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15234

Abstract

Caregivers are close family members or other people with a professional health background. In the care of advanced cancer patients who are treated palliatively, caregivers have a burden on physical, emotional and financial health. Holistic assessment for caregivers is expected to improve quality of life, understanding of the disease so that it can help in holistic patient care and can make medical decisions. This study aimed to determine the instruments used to measure caregiver burden in palliative patients. This study was a systematic review conducted in accordance with the PRISMA standard. The databases used in the literature search were EBSCOhost, Science Direct, and Scopus. The results of this systematic review focused on 22 articles and contained 14 instruments for measuring caregiver burden, namely Zarit Burden Interview, Caregiver Strain Index, Burden Scale for Family Caregiver, Caregiver Burden Inventory, World Health Organization Quality of Life Instrument, Short Form, Caregiver Reaction Assessment, Caregiving Consequences Inventory, Caregiver Burden Scale, Brief Symptom Inventory, Caregiver’s Burden Scale in End of Life, General Health Questionnaire, Thai Burden Interview, Family Appraisal of Caregiving Questionnaire and Family Caregiver Burden. The conclusion of this systematic review is that the Zarit Burden Interview (ZBI) is the most widely used instrument for measuring caregiver burden in palliative patients.Keywords: caregiver burden; patients; palliative care ABSTRAK Caregiver adalah keluarga terdekat atau orang lain dengan latar belakang profesional kesehatan. Dalam perawatan pasien kanker dengan stadium lanjut dengan perawatan paliatif, caregiver memiliki beban kesehatan fisik, emosional dan finansial. Penilaian secara holistik bagi caregiver diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, pemahaman tentang penyakit sehingga dapat membantu dalam perawatan pasien secara holistik dan dapat mengambil keputusan medis. Studi ini bertujuan untuk mengetahui instrumen yang digunakan untuk mengukur beban caregiver pada pasien paliatif. Studi ini merupakan tinjauan sistematis yang dilakukan sesuai dengan standar PRISMA. Database yang digunakan pada pencarian literatur adalah EBSCOhost, Science Direct, dan Scopus. Hasil tinjauan sistematis ini berfokus pada 22 artikel dan di dalamnya terdapat 14 instrumen untuk pengukuran beban caregiver yaitu Zarit Burden Interview, Caregiver Strain Index, Burden Scale for Family Caregiver, Caregiver Burden Inventory, World Health Organization Quality of Life Instrument, Short Form, Caregiver Reaction Assessment, Caregiving Consequences Inventory, Caregiver Burden Scale, Brief Symptom Inventory, Caregiver’s Burden Scale in End of Life, General Health Questionnaire, Thai Burden Interview, Family Appraisal of Caregiving Questionnaire dan Family Caregiver Burden. Kesimpulan dari tinjauan sistematis ini adalah bahwa Zarit Burden Interview (ZBI) merupakan instrumen yag paling banyak digunakan untuk mengukur beban caregiver pada pasien paliatif.Kata kunci: beban caregiver; pasien; perawatan paliatif

Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue