cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : 24425227     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal (OAJ), a periodic scientific publication biannually online published on February and August; using review and screening system by peer group reviewer. JMH receives original research articles which related to medicine, health, new developing therapy from traditional medicine or herbs and developing clinical therapy. JMH also receives otiginal review articles, case report, continuing medicine and health study. Articles should be written in good English or Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2021)" : 10 Documents clear
Potential Extract of Poinsettia (Euphorbia pulcherrima) as a sunscreen against UV exposure
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.2972

Abstract

Paparan sinar Ultraviolet (UV) dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan eritema,sunburn, fotoalergi, serta memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) yangmengakibatkan mutasi gen, penuaan dini, dan kanker kulit. Kanker kulit di Indonesia menempatiurutan ke-tiga kanker terbanyak setelah kanker rahim dan kanker payudara. Tabir surya digunakanuntuk melindungi kulit dari paparan sinar UV walaupun banyak tabir surya menggunakan bahankimia yang dapat menimbulkan kontak dermatitis dan alergi. Berbagai penelitian menunjukkanbahwa tanaman dengan kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dapatmelindungi kulit dari paparan sinar UV. Kastuba (Euphorbia pulcherrima) merupakan tanamanhias yang mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Penulisan literature reviewini bertujuan untuk mengkaji potensi kastuba sebagai tabir surya terhadap sinar UV. Ekstrak daunkastuba berpotensi sebagai tabir surya terhadap paparan sinar UV karena kandungan antioksidanflavonoid dan lainnya yang bersifat fotoprotektor, menghambat pembentukan ROS sehinggamencegah terjadinya mutasi dan proses pembentukan kanker kulit. Antioksidan pada kastubamembantu menyembuhkan luka bakar dan menstimulasi pembentukan fibroblas sehingga mampumencegah photoaging dini akibat paparan sinar UV berlebih. Simpulan, ekstrak daun kastuba(Euphorbia Pulcherrima) berpotensi sebagai tabir surya terhadap paparan sinar UV. Kata kunci: Kastuba; Ultraviolet (UV); Antioksidan; Reactive Oxygen Species (ROS)
Potential of Eggshell Powders as a Secondary Hyperparathyroidism Therapy
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3061

Abstract

Secondary Hyperparathyroidism (sHPT) merupakan dampak sekunder dari penyakit diluar kelenjar paratiroid yang menyebabkan penurunan kadar kalsium dan peningkatan kerjakelenjar paratiroid dalam meningkatkan kadar kalsium tubuh. Tatalaksana yang ada saat iniberfokus menangani kekurangan kadar kalsium dalam tubuh salah satunya menggunakan kalsiumkarbonat. Salah satu bahan yang memilliki kandungan kalsium yang tinggi adalah kulit telur.Tujuan dari telaah literatur ini adalah untuk mengetahui efek CaCO? yang terkandung dalam kulittelur terhadap profil PTH dalam secondary hyperparathyroidism dan efek sampingnya. Jurnalyang digunakan sebagai pustaka dalam penulisan artikel ini bersumber dari PubMed, Embase,Medline dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci dan metode PRISMA. Berdasarkanhasil telaah, diketahui bahwa kulit satu butir telur ayam negeri (Gallus domesticus) mengandungkurang lebih 97% CaCO?. Potensi bubuk kulit telur yang mengandung CaCO? yakni dapatmenurunkan hormon paratiroid (PTH) pada sHPT dan meningkatkan kadar kalsium denganmekanisme berikatan dan membentuk kompleks tidak larut dengan fosfat di usus, namun efeklainnya dari zat kulit telur masih terbatas. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa bubukkulit telur dapat berperan dalam menurunkan hormon PTH pada hiperparatiroid sekunder danmeningkatkan kadar kalsium dalam darah dengan efek samping minimal. Untuk mengevaluasiefek klinis yang diberikan masih diperlukan uji klinis lanjutan. Kata kunci: Hiperparatiroid sekunder; Hormon paratiroid; Kalsium karbonat (CaCO 3 ); Kulit telur
Systemic Lupus Erythematosus with Uncommon Manifestations
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3066

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun yang ditandai denganpembentukan autoantibodi yang menyerang berbagai sistem organ tubuh. SLE memilikimanifestasi klinis dan kelainan laboratorium yang beragam. Penderita SLE yang datang denganmanifestasi efusi pleura sangat jarang sehingga kerap kali tidak terdiagnosis sejak dini, padahaldengan diagnosis dini dan penatalaksanaan yang tepat, angka kekambuhan dan komplikasi dapatmenurun, kualitas hidup penderita SLE juga menjadi lebih baik. Penelitian ini adalah penelitianyang bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Laporan kasus ini membahasseorang wanita muda yang datang dengan gagal nafas akibat efusi pleura masif. Pasien diketahuimemiliki riwayat gangguan hematologis berupa trombositopenia yang kronis. Selama perawatanpasien mengalami kelainan psikiatri berupa delirium dan halusinasi. Pasien kemudian didiagnosissebagai SLE berdasarkan kriteria EULAR/ACR 2018 dengan derajat aktivitas penyakit tergolongberat. Pasien memberikan respon yang baik dengan terapi induksi steroid, azatioprin, danhidroksiklorokuin. Dari laporan kasus ini dapat disimpulkan bahwa diagnosis SLE perludipertimbangkan pada kasus efusi pleura dengan riwayat trombositopenia kronis dan kelainanpsikiatris. Penatalaksanaan SLE berat secara dini dan tepat akan memberikan prognosis yangbaik. Kata kunci : Systemic Lupus Erythematosus ; gagal nafas; efusi pleura; neuropsikiatri SLE
Composite Resin Crown Restoration on Microdontia Maxillary Lateralis Incisor (Case Report)
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3130

Abstract

Mikrodonsia adalah kelainan ukuran gigi yang lebih kecil dari gigi normal sehingga menyebabkanadanya diastema dengan gigi sebelahnya. Kondisi ini dapat mengganggu kepercayaan diri pasien.Salah satu perawatan pada mikrodonsia adalah restorasi mahkota jaket yang bertujuan untukmengoreksi bentuk anatomis sehingga memenuhi fungsi estetika pada gigi. Laporan kasus inibertujuan untuk memaparkan perawatan terhadap gigi incisivus lateralis kanan maksila yangmengalami mikrodonsia dengan perawatan mahkota jaket berbahan resin komposit padaperempuan berusia 18 tahun yang datang ke RSGM Soelastri Universitas MuhammadiyahSurakarta (UMS). Prosedur perawatan terdiri atas preparasi mahkota, pencetakan model kerja,pemilihan warna mahkota jaket, try-in dan insersi mahkota jaket resin komposit. Pemeriksaansubyektif dan obyektif 1 minggu pasca sementasi menunjukkan keberhasilan perawatan denganhasil yang memuaskan. Simpulan, restorasi mahkota jaket resin komposit pada gigi insisivus lateralis maksila yang mengalami mikrodonsia menggunakan restorasi indirek berupa mahkotajaket resin komposit menunjukkan hasil yang baik. Kata Kunci: anomali bentuk gigi; mahkota jaket; mikrodonsia; resin komposit
Garlic (Allium sativum L.) Ethanolic Extract Capability to Inhibit Pseudomonas aeruginosa Biofilm Formation
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3143

Abstract

Ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) diketahui mengandung zat yang dapatmenghambat perlekatan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuanekstrak bawang putih dalam menghambat perlekatan bakteri P.aeruginosa. Ekstrak etanolbawang putih (Allium sativum L.) dibuat menggunakan metode maserasi. Uji anti perlekatandilakukan dengan menggunakan metode static microtiter biofilm assay pada 96-well plates.Bakteri dikultur dalam media Brain Heart Infusion (BHI) yang telah diberi ekstrak bawang putihdalam berbagai konsentrasi. Biofilm yang terbentuk pada dinding plate diwarnai dengan Kristalviolet 0,1% dan dilepas menggunakan etanol 96%, kemudian dibaca menggunakaan microplatereader dengan panjang gelombang 595 nm. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilaidensitas optik sebanding dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Data dianalisis menggunakanOne-way ANOVA didapatkan p = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan perbedaan yang bermaknaantar konsentrasi ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) terhadap penghambatan P. aeruginosadari konsentrasi 156,25 ?g/ml sampai pakonsentrasi 10000 ?g/ml. Konsentrasi terendah yangpenghambat Kata kunci : Ekstrak etanol bawang putih; Pseudomonas aeruginosa; perlekatan.
The Use of Torbangun Leaf Powder (Coleus amboinicus L) in Increasing Prolactin in Breastfeedings Wistar Rats and Bodyweight of the Litters Stella T Hasianna; July Ivone; Sifa D Shinta; R Zahra Nadhira
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3145

Abstract

Research on local herbs that have the effect of increasing breast milk production isneeded to help mothers with insufficient breastmilk. This research was conducted to determinethe effect of torbangun (Coleus amboinicus L) leaf powder in increasing prolactin inbreastfeeding Wistar rats and the bodyweight of the litters. Thirty breastfeeding Wistar rats weredivided into 5 groups with 5 litters each. The treatments given were 108 mg, 216 mg, and 432 mgtorbangun leaf powder (TLP), with domperidone as the positive control, and CMC 10% as thenegative control. The treatment was given 3 times/day for 14 days. Tukey's HSD means testshowed a significant difference in prolactin levels between the negative control (NC), TLP1, andTLP2 groups and the TLP3 and positive control (PC) groups with all of them having p = 0.000.There was no difference in the increase in body weight of litters between treatment groups (p =0.866). In conclusion, torbangun leaves increase the prolactin levels in breastfeeding rats buthave no difference in the increase in body weight of litters between treatment groups. Keywords: torbangun leaves; prolactin; bodyweight; breastfeeding
Atypical Kawasaki Disease in a Two-Year-Old Girl with Initial Presentation of Acute Diarrhea Desman Situmorang; Permata P Karina
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3156

Abstract

Kawasaki Disease is a spectrum of idiopathic, self-limited fever disease affecting childrenunder 5 years old. This disorder can be challenging to be diagnosed by a pediatrician since thereis no specific diagnostic laboratory test. One atypical Kawasaki Disease case presented withgastrointestinal symptoms, a two-year-old girl was hospitalized with fever, accompanied by non-hemorrhagic diarrhea three days before admission. Physical examination revealed unilateralcervical lymph enlargement and mild-moderate dehydration. Initial laboratory examinationresult showed thrombocytosis, leukocytosis (shift to the left), and normal routine fecal analysis.The patient was initially diagnosed with acute diarrhea with mild-moderate dehydration. She wastreated with a rehydration regimen and antibiotic, but her fever persisted. On the third day ofhospitalization, she fulfilled 3 of the classic Kawasaki Disease criteria (conjunctivitis, crackedlips with strawberry tongue, and lymphadenopathy). Further blood work resulted in increased C-reactive protein 43.35 mg/L and ESR 72 mm/hour, while chest X-ray and electrocardiographwere within normal limit. This patient was proceed to Hasan Sadikin General Hospital for furtherexamination and therapy. Atypical Kawasaki Disease can be a puzzling diagnosis due to itsuncommon presentations. Clinicians should importantly keep it in mind as a differential diagnosisin patients with prolonged fever. Keywords: atypical Kawasaki disease; diarrhea; prolonged fever
Evaluasi Pendengaran Pasien Pascatindakan Miringoplasti Berdasarkan Gambaran Audiometri Nada Murni di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3171

Abstract

Gendang telinga atau membran timpani merupakan membran di antara telinga luar dantelinga tengah. Membran ini sangat berperan dalam proses pendengaran. Apabila terjadikerusakan pada membran,timpani, maka fungsi pendengaran seseorang akan terganggu.Miringoplasti adalah prosedur rekonstruksi perforasi membran timpani dengan menggunakantandur pada telinga dengan rantai tulang pendengaran utuh, gerak baik, dan tidak terdapat jaringanpatologik di dalam telinga tengah. Miringoplasti bertujuan memperbaiki fungsi pendengaran danmencegah infeksi berulang ke telinga tengah dan telinga dalam. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui karakteristik dan peningkatan ambang pendengaran penderita membran timpaniperforasi pascatindakan miringoplasti berdasarkan gambaran audiometri nada murni pada pasienOMSK tanpa kolesteatoma di Poli THT-KL RSHS Bandung periode 1 Januari 2012-31 Desember2016. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dari pasien yang telah menjalani miringoplasti.Terdapat 285 kasus baru perforasi membran timpani; laki-laki 153 (53,7 %), perempuan 132 (46,3%), sebanyak 169 (59,3%) pasien didapatkan peningkatan ambang dengar sebesar 10,1 dB - 20dB, mencapai ambang dengar normal sebanyak 249 (87,4%) pasien, dan penutupan perforasisebanyak 254 (89,1%) pasien. Simpulan penelitian ini didapatkan peningkatan pendengaran yangbaik pasca tindakan miringoplasti pada perforasi membran timpani tanpa kelainan yang lain. Kata kunci: Perforasi membran timpani, miringoplasti, peningkatan ambang dengar.
Korelasi antara Usia dan Derajat Osteoartritis Sendi Lutut Berdasarkan Sistem Klasifikasi Kellgren-Lawrence di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2019-2020 Sibarani, Jonathan J; Kuntara, Atta; Rasyid, Renaldi P H N
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3218

Abstract

Osteoartritis adalah penyakit sendi yang paling sering mengakibatkan disabilitas padausia lanjut. Sendi lutut merupakan sendi dengan predileksi tersering untuk menderita osteoartritis.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti korelasi antara usia dan derajat osteoartritis sendi lututprimer berdasarkan sistem klasifikasi Kellgren-Lawrence di Departemen Radiologi RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2019-2020. Penelitian ini dilakukan dengan disain penelitianpotong lintang, metode analitis korelasi Spearman. Penelitian ini menggunakan foto rontgenpasien osteoartritis sendi lutut primer di Departemen Radiologi RSHS pada periode 1 Januari2019 – 29 Februari 2020 (n=67). Derajat osteoartritis sendi lutut dinilai oleh konsultan radiologiRSHS. Hasil penelitian menunjukkan osteoartritis sendi lutut primer paling sering ditemukanpada kelompok usia 55-59 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 14 orang (20,9%) dan palingjarang ditemukan pada kelompok usia 40-44 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 2 orang (3%).Osteoartritis sendi lutut derajat berat paling sering ditemukan pada kelompok usia 55-59 tahundan 60-64 tahun dengan jumlah pasien osteoartritis derajat berat pada masing-masing kelompokusia tersebut sebanyak 3 pasien (33,3%). Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,15 (p=0,224) sehingga tidak terdapat korelasi antara usia dan derajat osteoartritis sendi lututprimer. Simpulan penelitian, tidak terdapat korelasi antara usia dan derajat osteoartritis sendi lututprimer.Kata kunci: Kellgren-Lawrence; korelasi, osteoartritis sendi lutut primer; usia
Efficacy of Shallot (Allium cepa L. Var. aggregatum) and Garlic (Allium sativum) as Herbal Anthelmintic against Ascaris suum
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3267

Abstract

Askariasis disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides (pada manusia) atau Ascarissuum (pada babi). Indonesia merupakan negara dengan angka kecacingan yang tinggi karenakemiskinan, sanitasi lingkungan yang buruk, dan sulitnya akses air bersih. Pengobatan untukmengurangi angka askariasis, dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alamiah, sepertibawang merah (Allium cepa L. Var. aggregatum) dan bawang putih (Allium sativum). Tujuanpenelitian ini mengetahui efektivitas ekstrak Allium cepa dan ekstrak Allium sativum terhadapefek letal A. suum dan mendapatkan perbandingan keduanya. Metode penelitian eksperimental,setiap konsentrasi bahan uji diujikan pada 5 ekor cacing dewasa dengan pengulangan sebanyaktiga kali. Teknik remaserasi digunakan untuk membuat kedua ekstrak, dan konsentrasi yangdigunakan pada kedua ekstrak adalah 6%, 9%, 12%, yang diamati selama 24 jam. Dengan uji nonparametrik Kruskall-Wallis, pada ekstrak A. cepa L. Var. aggregatum didapatkan nilai p=0,000(p<0,05), dan ekstrak A. sativum dengan nilai p=0,003 (p<0,05), sehingga kedua ekstrakdisimpulkan memiliki efek letal yang signifikan. Uji Post Hoc LSD dilakukan untukmembandingkan efek letal pada kedua ekstrak, dengan p<0,05 didapatkan hasil ekstrak A. cepaL. var. aggregatum lebih efektif dibandingkan A. sativum (Tabel 4&5). Simpulan penelitian ini,ekstrak Allium cepa L. Var. aggregatum lebih efektif dibandingkan ekstrak Allium sativumsebagai antelmintik cacing A. suum. Kata kunci: Allium cepa L. Var. aggregatum; Allium sativum; Antelmintik; Ascaris suum;Bawang Merah

Page 1 of 1 | Total Record : 10