cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JURNAL WALENNAE
ISSN : 14110571     EISSN : 2580121X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Walennae’s name was taken from the oldest river, archaeologically, which had flowed most of ancient life even today in South Sulawesi. Walennae Journal is published by Balai Arkeologi Sulawesi Selatan as a way of publication and information on research results in the archaeology and related sciences. This journal is intended for the development of science as a reference that can be accessed by researchers, students, and the general public.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2016)" : 5 Documents clear
STRUKTUR GEOLOGI KAWASAN HUU DALAM KAITANNYA DENGAN PEMILIHAN LOKASI SITUS MEGALITIK M. Fadhlan S. Intan
WalennaE Vol 14 No 1 (2016)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4764.382 KB) | DOI: 10.24832/wln.v14i1.36

Abstract

Lokasi penelitian berada di Kawasan Huu, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimana kondisi geologi Kawasan Huu, dengan tujuan untukmengetahui kondisi lingkungan geologi, dan lebih khusus adalah pengaruh struktur geologiterhadappemilihan lokasi situs megalitik yang berada di Kawasan Huu dan sekitarnya, serta metode yangdigunakan adalah survei, analisis, dan interpretasi peta. Kegiatan tektonik di Kawasan Huu menghasilkanstruktur geologi, yang mempengaruhi pembentukan bentang alam, hidrologi, dan mineralisasi.Berdasarkan integrasi struktur geologi terhadap situs di Kawasan Huu, maka dihasilkan data mengenaipemilihan lokasi situs megalitik yang terletak pada bagian yang turun dari suatu sesar normal.
FENOMENA AKULTURASI DAN SINKRETISME DALAM PERSPEKTIF ARKEOLOGI: RAGAM HIAS DI KOMPLEKS MAKAM BATALIUNG JENEPONTO, SULAWESI SELATAN Erwin Mansyur
WalennaE Vol 14 No 1 (2016)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.361 KB) | DOI: 10.24832/wln.v14i1.40

Abstract

Peninggalan budaya tangible berupa bangunan makam, masjid, keraton, maupun peninggalan yangbersifat intangible seperti adat istiadat dan kesenian, menjadi bagian dari akulturasi budaya Islamdenganbudaya lokal. Peninggalan budaya Islam terkait juga dengan aspek religi dalam bentuk sinkretisme. Salahsatu peninggalan budaya Islam yang paling menonjol di Sulawesi Selatan adalah bangunan makam diKompleks Makam Bataliung dari Kerajaan Binamu di Kabupaten Jeneponto. Makam ini diteliti karenamemilki ragam hias yang cukup bervariasi dan menonjol dibandingkan dengan makam-makam lainnyayang ada di Sulawesi Selatan, baik dari ragam hias arsitektural maupun dekoratif. Penelitian inimenggunakan metode analisis stylistic atribute yang menekankan pada dua aspek yaitu ragam hiasdekoratif dan ragam hias arsitektural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk ragam hiasarsitektural berupa varian jirat, gunungan dan nisan makam. Adapun ragam hias dekoratif yang ditemukan berupa ragam hias flora, fauna, antropomorfik, geometris, benda teknologis, benda alam dan kaligrafi daninskripsi.
INTERAKSI MANUSIA TERHADAP BINATANG DI GUA BATTI A. Muh Saiful; Budianto Hakim
WalennaE Vol 14 No 1 (2016)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3889.139 KB) | DOI: 10.24832/wln.v14i1.35

Abstract

Gua Batti terletak di Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Keberadaan tulangfaunamenjadi data utama untuk menerangkan tingkah laku manusia yang mendiami Gua Batti.Adapun metode yang digunakan adalah pengumpulan data dengan ekskavasi dan identifikasi jenis fauna melaluipendekatan biologi. Kemudian data dieksplanasi dengan memperhatikan tingkah laku budaya dalamarkeologi. Deposit tulang di Gua Batti didominasi jenis binatang mamalia besar yang terdiri dari anoa danbabi serta menunjukkan kesamaan dengan jenis binatang lukisan pada dinding gua. Penghuni Gua Battiberburu binatang dan mengolah sisa makanannya sebagai artefak, melaksanakan ritual dan mengenal tabu.Gua Batti dihuni oleh dua pendukung kebudayaan yang berbeda dalam masa yang berbeda pula.
REFLEKSI STRATIFIKASI SOSIAL MASYARAKAT BUGIS PADA SITUS KOMPLEKS MAKAM KALOKKOE WATU SOPPENG nfn Makmur
WalennaE Vol 14 No 1 (2016)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4143.888 KB) | DOI: 10.24832/wln.v14i1.39

Abstract

Sistem pelapisan sosial pada masyarakat Sulawesi Selatan sudah terbentuk sejak lama yaitu golonganbangsawan yang berasal dari keturunan to manurung, lapisan orang-orang biasa yang disebut to maradekadan lapisan ata atau hamba sahaya. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai adanyastratifikasi sosial yang dimanifestasikan dalam penataan makam-makam pada awal Islam. Studi inimenitikberatkan pada pengkajian bentuk dan tata letak makam di Kompleks Makam Kalokkoe WatuSoppeng. Dalam pencapainnya digunakan teknik observasi dan analisis berdasarkan atribut bentuk dangaya jirat maupun nisan di kompleks tersebut. Refleksi stratifikasi sosial masyarakat masa lampau terlihatdengan jelas pada sistem penataan ruang-ruang mikro. Letak maupun bentuk jirat dari tokoh bangsawanmemiliki keistimewaan dari makam-makam yang lainnya.
SITUS RAMPI: MASA PERSEBARAN ARCA MENHIR DAN HUBUNGANNYA DENGAN WILAYAH SITUS TERDEKAT nfn Fakhri
WalennaE Vol 14 No 1 (2016)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7309.516 KB) | DOI: 10.24832/wln.v14i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan menjelaskan tentang persebaran temuan arca menhir yangterdapat di Situs Rampi, termasuk melihat hubungan dan persebarannya di wilayah budaya situs terdekat.Metode yang digunakan adalah survei dan pendeskripsian secara detil terhadap temuan arkeologis,termasuk fenomena yang terdapat pada masing-masing temuan arca menhir, baik itu penempatan, kondisilingkungan dan jarak masing-masing temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu bentuk budaya yang pernah berkembang di Situs Rampi adalah pembuatan arca menhir yang diapresiasikandalam bentuk menhir yang berdiri pada beberapa titik di wilayah budaya Rampi. Dari analisis ruang dantipologi temuan yang dilakukan, menunjukkan bahwa masa persebaran arca menhir di Situs Rampi berasal pada masa logam awal (paleometalik) yang didukung dengan pertanggalan pada masa 1800tahun yanglalu.

Page 1 of 1 | Total Record : 5