cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JURNAL WALENNAE
ISSN : 14110571     EISSN : 2580121X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Walennae’s name was taken from the oldest river, archaeologically, which had flowed most of ancient life even today in South Sulawesi. Walennae Journal is published by Balai Arkeologi Sulawesi Selatan as a way of publication and information on research results in the archaeology and related sciences. This journal is intended for the development of science as a reference that can be accessed by researchers, students, and the general public.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2017)" : 6 Documents clear
LUKISAN FAUNA, POLA SEBARAN DAN LANSKAP BUDAYA DI KAWASAN KARS SULAWESI BAGIAN SELATAN A. Muh. Saiful; Basran Burhan
WalennaE Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1706.797 KB) | DOI: 10.24832/wln.v15i2.277

Abstract

Tulisan ini menyajikan studi tentang lanskap pada situs gua-gua yang memiliki gambar dari masa prasejarah. Gua-gua prasejarah di bagian selatan Pulau Sulawesi merupakan kawasan gua dengan karakter lukisan telapak tangan dan fauna. Penelitian ini difokuskan pada lukisan fauna dan lanskap budaya. Metode yang digunakan diantaranya mengumpulkan hasil penelitian lukisan di wilayah ini kemudian mengklasifikasi jenis lukisan fauna dan keletakan situs berlukis tersebut dalam peta dengan menggunakan software GIS. Software ini juga digunakan untuk menghitung jarak situs terdekat dan terjauh dengan pantai di masa Pleistosen.  Hasil identifikasi berdasarkan lukisan fauna, pola sebaran gua dan lingkungan masa lalu menjelaskan bahwa kawasan gua-gua prasejarah di bagian selatan Sulawesi merupakan lanskap budaya yang telah diokupasi oleh dua kelompok identitas yang berbeda berdasarkan karakter lukisannya.
IDENTIFIKASI RANGKA MANUSIA SITUS GUA BALANG METTI, KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN nfn Fakhri
WalennaE Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1469.688 KB) | DOI: 10.24832/wln.v15i2.34

Abstract

Gua Balang Metti adalah salah satu situs gua yang ditemukan di kawasan budaya prasejarah Pattuku, Kabupaten Bone. Situs ini memiliki potensi tinggalan arkeologis yang baik, mengingat ditemukannya satu rangka manusia dalam kondisi sangat rapuh. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis manusia yang menjadi pendukung kebudayaan Situs Gua Balang Metti. Metode yang digunakan adalah ekskavasi dan analisis tulang rangka manusia dengan mengidentifikasi bagian-bagian rangka untuk penjelasan tentang jenis manusia yang menjadi penghuni gua Balang Metti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangka manusia situs gua Balang Metti dalah dari jenis manusia mongoloid dengan kebudayaan penutur bahasa Austronesia pada masa kurang dari 3000 tahun yang lalu. Penelitian ini telah memberi kontribusi awal dalam upaya mencari dan menelusuri jejak manusia pendukung kebudayaan gua yang sampai saat ini belum pernah ditemukan di Sulawesi.
TEKNIK PEMBUATAN SERPIH BILAH DENGAN PENDEKATAN ARKEOLOGI EKSPERIMENTAL Ansar Rasyid
WalennaE Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.474 KB) | DOI: 10.24832/wln.v15i2.273

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertemakan, teknik pembuatan serpih bilah dengan menggunakan pendekatan arkeologi eksperimental. Aktivitas eksperimen inilah yang dijadikan acuan untuk menjelaskan kemungkinan cara yang ditempuh manusia dalam hal memproduksi artefak. Penelitian ini memiliki dua permasalahan meliputi, bagaimana proses pembuatan serpih bilah dengan teknik penyerpihan langsung dan bentuk apa sajakah yang dihasilkan dari pemilihan dataran pukul secara acak dan di satu bidang datar pada material. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemungkinan cara-cara hidup manusia masa lampau dalam hal membuat alat batu serta mengetahui secara rinci proses pembuatan serpih bilah. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data, pengolahan data dan interpretasi data dengan menganalisis berdasarkan pada proses pembuatan serpih bilah dan bentuk yang dihasilkan.  Hasil eksperimen berupa artefak serpih-bilah, memperlihatkan keahlian manusia membuat alat serta kemampuan mental memikirkan dan mempersiapkan rangkaian operasionalnya. Rangkaian operasional dalam eksperimen ini dapat memberi gambaran tentang rangkaian proses pembuatan jenis artefak batu yang sebenarnya.
Reviewer Acknowledgement Tim Redaksi
WalennaE Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.473 KB) | DOI: 10.24832/wln.v15i2.290

Abstract

ASPEK RUANG PEMUKIMAN DI SISI SELATAN TEPI ALIRAN SUNGAI CENRANA, KABUPATEN BONE Feby Wulandari
WalennaE Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.396 KB) | DOI: 10.24832/wln.v15i2.274

Abstract

Sumber-sumber sejarah menyebut, Situs Cenrana merupakan lokasi pemukiman Kerajaan Bone pada masa pemerintahan La Patau Matanna Tikka. Penelitian arkeologi yang dilakukan sebelumnya, menyebut bahwa temuan arkeologi dan daya dukung lingkungan situs ini memberi indikasi aspek pemanfaatan sebagai  pusat pemerintahan Kerajaan Bone. Meski menyebut kondisi lingkungan sebagai salah satu indikasi aspek pemanfaatan situs, namun penelitian tersebut tidak menganalisis dan menjelaskan secara kontekstual kondisi lingkungan dimaksud. Dalam kerangka mengisi ruang tersebut, penelitian ini menitikberatkan pada analisis kondisi lingkungan tinggalan arkeologis yang berada di sisi selatan tepi aliran Sungai Cenrana. Analisis yang digunakan meliputi analisis pemukiman komunitas dalam skala semi-mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan ruang pemukiman di Situs Cenrana memanjang dari arah barat ke timur. Sementara, pola sebaran temuannya tidak beraturan dan terdapat empat pembagian ruang, yaitu: lokasi pemerintahan, lokasi produksi, lokasi pemukiman, dan lokasi sakral. dimana faktor lingkungan dan ekonomi yang melatarbelakangi setiap pengaturan ruang ruang tersebut. Faktor utama yang mempengaruhi pembagian ruang tersebut yaitu ekonomi dan keadaan lingkungan yang mendukung, seperti; keadaan geografis, karakteristik lahan, sumberdaya alam dan aksesibilitas.
TRANSFORMASI SOSIAL-POLITIK MASA AWAL KERAJAAN NEPO: Kajian Berdasarkan Sumber Naskah Lontara dan Data Arkeologi nfn Makmur, S.Kom
WalennaE Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.459 KB) | DOI: 10.24832/wln.v15i2.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri jejak Kerajaan Nepo yang berada di Kabupaten Barru Propinsi Sulawesi Selatan, fokus kajiannya ialah masa awal Kerajaan Nepo pada saat dipimpin oleh Arung Pattapulo (empat puluh raja) sampai pemerintahan Arung La Bongngo. Metode penelitian yang digunakan ialah pertama, studi literatur yang sumber dari naskah Lontara Nepo dan Lontara Manuba, hasil pembacaan naskah lontara dijadikan petunjuk awal untuk menelusuri topoinim atau tempat-tempat yang disebutkan dalam naskah Lontara Nepo. Metode yang kedua yaitu observasi langsung ke lapangan untuk merekam artefak dan fitur serta melakukan perekaman data ingatan kolektif masyarakat (tradisi tutur) berupa wawancara masyarakat yang berkaitan dengan masa-masa awal terbentuknya Kerajaan Nepo hingga masa pemerintahan Arung La Bongngo, sehingga mendapatkan gambaran proses transformasi kepemimpinan, sistem tata kelola Kerajaan Nepo, transformasi pemukiman dan pertanian pada masa awal Kerajaan Nepo.

Page 1 of 1 | Total Record : 6