cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JURNAL WALENNAE
ISSN : 14110571     EISSN : 2580121X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Walennae’s name was taken from the oldest river, archaeologically, which had flowed most of ancient life even today in South Sulawesi. Walennae Journal is published by Balai Arkeologi Sulawesi Selatan as a way of publication and information on research results in the archaeology and related sciences. This journal is intended for the development of science as a reference that can be accessed by researchers, students, and the general public.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (1999)" : 10 Documents clear
DESCRIPITION AND PRELIMINARY CHRONOLOGY OF MACASSAR HISTORICAL EARTHENWARE DECORATION Genevieve Clune; David Bulbeck
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6659.145 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.65

Abstract

No Abstract
EKSISTENSI KERAJAAN BUTON: KAJIAN BENTENG-BENTENG MASA KESULTANAN nfn Sarjiyanto
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2559.82 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.70

Abstract

Tulisan ini memberikan gambaran tentang arti penting benteng bagi kerajaan Buton. Keberadaan benteng Buton yang demikian banyak, telah memberi informasi untuk kita betapa Buton memiliki kemampuan dan kemandirian dalam pemerintahannya. Selain itu Buton juga merupakan wilayah penting sehingga penguasa perlu membangun benteng sebagai salah satu alat untuk mempertahankan wilayahnya.
KOMPLEKS BANGUNAN MEGALITIK DI MANGKALUKU, LUWU UTARA Budianto Hakim
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2989.889 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.66

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriftif dengan maksud untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk tinggalan megalitik di situs Mangkaluku  desa Dalimbu, kecamatan Sabbang kabupaten Luwu Utara. Melalui Analisis bentuk dan analogi yang digunakan, diketahui bahwa tinngalan -tinggalan megalitik di situs manggakluku berupa menhir, batu berlubang, dan batu bergores, dimana bentuk-bentuk gambar yang terdapat pada batu  bergores seperti bentuk tanduk, bnetuk matahari dan bunga, dan bentuk bulatan.
Bedah Disertasi Tim Editor
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3611.279 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.71

Abstract

SISTEM PENGUBURAN WADAH KAYU DI SULAWESI SELATAN Nani Somba
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.279 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.67

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriftif yang menyajikan data berupa sebaran wadah kubur Kayu di Sulawesi Selatan yaitu di kabupaten Bulukumba, Selayar, Polmas, Toraja, Mamuju dan Enrekang. Tujuan dari penelitian ini memperjelas maksud dan tujuan penempatan wadah kubur kayu di dalam gua. Bentuk wadah kubur tiap-tiap daerah memperlighatkan ciri-ciri khusus yang berbeda, tetapi mempunyai bentuk-bentuk dasar yang sama yaitu bentuk perahu atau lesung, sedangkan polahias pada wadah kubur dapat menjelaskan keadaan struktur sosial dan ekonomi masyarakat pada waktu itu.
NEKARA PERUNGGU DARI ULARAN, BALI UTARA: TEKNOLOGI AKHIR MASA PRASEJARAH Dewa Kompiang Gede
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3557.747 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.63

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriftif yang menyajikan gabaran singkat tentang nekara perunggu dari Ularan, Bali Utara. Nekara tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh penduduk setempat dan di tindak lanjuti dengan kegiatan penelitian ekskavasi yang dilakukan oleh balai arkeologi Denpasar. Melalui hasil analisis bentuk dan gaya serta fungsi, diketahui bahwa Nekara Ularan  merupakan nekara tipe Pejeng yang merupakan tipe lokal Bali. Nekara Ularan ini melukiskan hal-hal yang bersifat simbolis magis, sehingga dapat diduga bahwa nekara dari ularan mempunyai fungsi sosial religius pada masanya.
BENTUK-BENTUK WADAH KUBUR KAYU DI SULAWESI SELATAN DAN TENGGARA Bernadeta AKW
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1906.075 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.68

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriftif yang memberikan gambaran terkait bentuk-bentuk wadah kubur kayu di sulawesi selatan dan Tenggara. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi beberapa bentuk wadah kubur kayu seperti bentuk, babi, rumah adat, perahu, kerbau, kuda, bentuk bulat dan bentuk persegi empat panjang. Dengan mempelajari bentuk-bentuk wadah kubur yang ada, dapat disimpulkan bahwa tradisi penguburan menggunakan wadah kayu adalah kelanjutan dari tradisi megalitik, bentuk penguburan yang dilakukan adalah penguburan kedua disertai dengan bekal kubur dan bentuk-bentuk wadah kubur yang bervariasi tidak lain di dorong oleh latar belakang kepercayaan, adaptasi dengan lingkungan serta pengalaman sehari-hari dan pengalaman batin mereka.
Info Arkeologi Tim Editor
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.648 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.73

Abstract

SURVEI DAN EKSKAVASI BONTO-BONTOA, BANTAENG TIMUR: INVESTIGASI AWAL Moh. Ali Fadillah
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2823.778 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.64

Abstract

Tulisan ini menjabarkan hasil ekskavasi dan survei di situs Bonto-bontoa kabupaten Bantaeng yang dilakukan Oleh Puslit Arkenas dan Balai Arkeologi Ujung Pandang pada tahun 1998. Melalui hasil analisis bentuk, desain pola hias, dan analisis morfologis disimpulkan bahwa pertama kita dapat memperoleh informasi penting berkenaan dengan watak dari situs tersebut. Kedua dengan berdasarkan kajian banding atas bentuk dan desain manik-manik dapat diketahui unsur penanggalan relatif situs. Ketiga hasil surfei muka tanah pada situs-situs pemukiman tetangganya, sekurang-kurangnya kita mempunyai analogi untuk mengembangkan hubungan antara situs terdekat.
INDUSTRI MAKAM ISLAM DI ALLEKUANG, SIDENRENG RAPPANG, KASUS TEKNOLOGI KUBUR A. Fatmawati Umar
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2561.668 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.69

Abstract

Penelitian ini memberikan gambaran tentang industri teknologi makam islam di desa Allekkuang kabupaten sidenreng Rappang. Tradisi pembuatan nisan-nisan kubur di Allekkuang memperlihatkan adanya satu mata rantai yang menghubungkan budaya masyarakat masa lampau dengan budaya islam. Produk-produk nisan di Allekkuang memeiliki kesamaan pada beberapa kompleks makam kuna si sulawesi selatan baik dari tipe maupun motif hias nisan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10