cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012)" : 6 Documents clear
PENGARUH WAKTU PENGADUKAN TERHADAP RENDEMEN NANOPARTIKEL KITOSAN PADA PROSES PEMBUATAN NANOPARTIKEL KITOSAN DENGAN CARA PENGENDAPAN Ibnu Wahyudin; Alvika Meta Sari
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Salah satu altematif untuk mengurangi limbah kulit udang dan meningkatkan nilai ekonomis pada limbah kulit udang adalah dengan memanfaatkannya melalui sintesis nanopartikel kitosan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui waktu yang optimum pada proses pembuatan nanopartikel kitosan dengan teknik pengendapan. Nanopartikel kitosan dapat dibuat dengan cara reaksi ikatan silang antara kitosan dengan sodium tripoliphosphat. Dengan cara merekayasa kitosan menjadi nanopartikel kitosan dengan merubah struktur yang bersifat kristalin menjadi amorph melalui ikatan silang gugus amina (-NH2+) pada kitosan dengan gugus phosphat (-PO4'3) pada sodium tripoliphosphat, ukuran partikel yang dihasilkan rata-rata 40 nm. Metode pengendapan dengan menambahkan NaOH konsentrasi tinggi, dengan variable waktu pengadukan yang digunakan adalah 10, 15, 20, 25, dan 30 menit, menghasilkan rendemen nanopartikel kitosan masing-masing yaitu 2.9 gr, 2.86 gr, 2.539 gr, 2.422 gr, dan 2.322 gr. Semakin lama waktu pengadukan semakin banyak ikatan silang yang terbentuk antara kitosan dengan sodium tripoliphosphate maka kekuatan mekanik matriks kitosan akan meningkat sehingga partikel kitosan menjadi semakin kuat dan keras.  Kata kunci: Kitosan, nanopartikel,  pendendapan, rendemen, reaksi ikatan silang,
PENGARUH FORMULASI PATI SINGKONG–SELULOSA TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN HIDROFOBISITAS PADA PEMBUATAN BIOPLASTIK Hananto Wisnu Sulityo; Ismiyati Ismiyati
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Bioplastik merupakan plastik yang terbuat dari sumber yang dapat diperbaharui yaitu dari senyawa - senyawa dalam tanaman misalnya pati. Penggunaan pati sebagai bahan utama pembuatan plastik memiliki potensi yang besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati seperti singkong, jagung, beras dan tanaman lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui temperatur gelatinisasi dan pengaruh formulasi pati-selulosa serta menentukan kondisi terbaiknya terhadap sifat mekanik dan ketahanan air bahan bioplastik. Dalam penelitian ini dilakukan studi mengenai pembuatan bioplastik campuran pati, selulosa dan gliserol sebagai plasticizer dengan melakukan variasi temperatur gelatinisasi yaitu pada T = 80o, 90o, dan 100oC serta variasi rasio massa antara pati dan selulosa yaitu 6:4, 7:3, 8:2, 9:1 dan 10:0 (m/m). Hasil yang diperoleh berupa lembaran tipis plastik (film plastic) yang diuji sifat mekaniknya dengan alat Universal Testing Machine serta uji ketahanan air (water uptake). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan tingkat ketahanan air dan sifat fisik terbaik terdapat pada formulasi pati-selulosa 8:2 dan temperature gelatinasi 90°C dengan nilai penyerapan air sebesar 33 %, Tensile Strength 10.32 MPa, persen perpanjangan 27.91 % dan modulus young 36.97 Mpa. Kata kunci : Bioplastik, , gelatinisasi, hidrofobisitas, pati singkong, selulosa
KOREKSI KADAR FLAVONOID DAN TOKSISITAS DALAM EKSTRAK TEMPUYUNG (SONCHUS ARVENSIS) DAN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) Fajar Budi Sulaksono; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Penelitian ini dilakukan selama dua bulan sejak 6 April sampai dengan 6 Juni 2009 di Laboratorium Uji Pusat Studi Biofarmaka Jalan Taman Kencana No. 3 Bogor. Bahan penelitian (unit sampel) adalah daun pegagan (Centella asiatica)  tempuyung (Sonchus arvensis) yang diambil dari perkebunan kampus IPB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh dari flavonoid yang terambil terhadap daya toksisitas terhadap larva udang (Artemia salina) pada ekstrak tempuyung (Sonchus arvensis) dan pegagan (Cantella asiatica). Berdasarkan percobaan flavonoid yang terambil tidak berpengaruh terhadap sifat toksisitas dikarenakan pada sampel tempuyung maserasi yang memiliki flavonoid sebesar 0,0216% (b/b) hanya memiliki nilai LC50 sebesar 254.9644 dengan program SPSS, sedangkan untuk sampel tempuyung refluks Jpmg memiliki kadar flavonoid sebesar 0,0102% (b/b) memiliki nilai LC50 sebesar 7.555.855 dengan Program SPSS. Kemudian untuk sampel pegagan maserasi yang memiliki kadar flavonoid kecil yaitu sebesar 0,0088% (b/b) juga memiliki nilai LC50 yang kecil sebesar 611.508 dengan program SPSS, sedangkan untuk sampel pegagan refluks yang memiliki kadar flavonoid lebih kecil yaitu 0,0128% (b/b) memiliki kadar flavonoid sebesar 11.214.722 dengan program SPSS, oleh karena itu tidak selamanya ada korelasi antara kadar flavonoid dan nilai toksisitas pada ekstrak tempuyung dan pegagan, kadar flavonoid yang tinggi tidak selamanya memiliki daya toksisitas yang tinggi Kata Kunci: Flavonoid, larva udang (Artemia salina), maserasi, pegagan (Centella asiatica), tempuyung (Sonchus arvensis),
PENDAYAGUNAAN KITOSAN DARI KULIT UDANG SEBAGAI ADSORBEN GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR Dina Mariana; Sri Rachmawati; Irfan Purnawan
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Kegiatan industri, transportasi dan pembusukan sampah merupakan sumber dari polusi udara. Polusi udara memberikan kontribusi yang besar bagi bertambahnya tingkat kematian yang terjadi di seluruh dunia. Kitosan telah banyak digunakan sebagai adsorben zat dan senyawa berbahaya seperti logam berat, zat warna remazol yellow, logam nikel dari limbah katalis proses pengolahan minyak bumi, ion Cadmium, timbal, tembaga. Kitin dapat diisolasi dan ditransformasi menjadi kitosan melalui proses deasetilasi. Kitin merupakan polisakarida utama yang terdapat pada kulit udang, cangkang kepiting, fungi dan kerangka luar serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kitosan untuk menjerap gas buang kendaraan bermotor. Metode Penelitian meliputi: pembuatan kitosan (berupa serbuk dan membran), uji emisi gas buang kendaraan bermotor, pembuatan rekayasa knalpot sebagai media uji dan terakhir adalah uji emisi gas buang kendaraan bermotor menggunakan kitosan dengan variasi massa (serbuk) dan variasi jumlah lembaran (membran). Pada pengujian pertama tahap ke-1 untuk serbuk kitosan terjadi penurunan Hidrokarbon 35,82%; Karbon monoksida 20%; Karbon dioksida 38,27%. Untuk membran kitosan kenaikan Hidrokarbon 8.96%; karbon monoksida 20%; karbon dioksida 18,52%, oksigen 0.048%. Saat pengujian pertama tahap ke-2 untuk serbuk kitosan terjadi penurunan Hidrokarbon 15,71%; Karbon monoksida 25,92%; kenaikan oksigen2,56%; CO2 75%. Namun seiring bertambahnya waktu kontak, justru emisi yang dihasilkan jauh lebih tinggi. Kata kunci: kitosan, gas buang kendaraan bermotor, adsorpsi, uji emisi
PEMBUATAN ETANOL DARI BIJI NANGKA DENGAN VARIABEL MASSA PATI Ukhtun Ba’diyah; Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Biji Nangka mengandung karbohidrat yang dapat dimanfaatkan menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan biji nangka sebagai bahan baku pembuatan etanol. Penelitian ini dilakukan dua tahap yaitu, pembuatan powder dari biji nangka dan proses fermentasi. Proses yang pertama adalah pembuatan pati powder biji nangka. Biji nangka dipotong kecil-kecil kemudian dikeringkan. Setelah itu dihaluskan kemudian diayak sehingga menjadi powder. Proses yang kedua diawali dengan pensterilisasian alat dengan menggunakan autoclave. Powder biji nangka ditimbang dengan variabel massa pati (5, 10, 15, 20, 25) gram. Kemudian powder biji nangka yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan dilarutkan dengan 100 ml aquadest. Selanjutnya dikukus dengan temperatur 68- 70°C selama ±45 menit, setelah itu dinginkan dalam temperatur kamar. Sampel dimasukkan ke dalam incubator yang sebelumnya sudah distrelisasi dengan alkohol. kemudian tambahkan ragi Sacchromyces cerevisiae 0,5 gram. Fermentasi dilakukan selama 5 hari. Setelah itu, sampel diambil kemudian disaring hingga mendapatkan filtrat (etanol). Dari penelitian diperoleh hasil semakin banyak massa pati maka kadar etanol yang dihasilkan juga akan semakin besar, karena kadar karbohidrat yang diubah menjadi ethanol semakin banyak. Kadar etanol terendah pada variabel massa pati 5 gram yaitu 3,05 % ethanol dengan absorbansi 0,542. Kadar etanol tertinggi pada variabel massa pati 25 gram yaitu 4,87% etanol dengan absorbansi 0,145. Dari hasil penelitian didapatkan persamaan hubungan kadar etanol dengan variabel massa pati yaitu y = 0,098x + 2,480 Kata kunci:Biji nangka, etanol, fermentasi, pati, Sacchromyces cerevisiae 
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU DESTILASI TERHADAP KONSENTRASI FLUORIDA PADA PENJERNIHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM DENGAN PROSES DESTILASI SEDERHANA Ayu Kurniasih; Ismiyati Ismiyati
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Air limbah banyak mengandung senyawa kimia yang beracun. Ada beberapa parameter yang harus diuji. Salah satu parameter uji dalam analisa air Iimbah adalah Fluorida. Fluorida dalam kandungan yang besar dalam air dapat menyebabkan beberapa masalah serius terhadap kesehatan. Untuk itu Fluorida menjadi salah salah satu parameter penting dalam pengujian air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimum destilasi pada suhu 180°C. Destilasi yang dilakukan dengan variasi waktu, 20, 30, 40, 50, 60, 70 dan 80 menit. Dengan variasi yang digunakan, dapat diketahui hasil proses penjernihan (destilat), dimana selanjutnya destilat akan digunakan pada analisa kadar fluorida metode SPADNS. Penelitian ini dilakukan Environmental Laboratory - PT. Sucofindo, yang berlokasi di Jl. Arteri Tol Cibitung No.l Cibitung - Bekasi. Metode analisa yang digunakan adalah metode kolorimetri dengan larutan SPADNS sehingga banyak disebut dengan metode spands. Hasil dari destilasi (destilat) yang jernih diukur dengan spektrofometer, dengan terlebih dahulu diberikan larutan SPADNS untuk memberikan penurunan warna merah. Nilai optimal yang dihasilkan adalah pada waktu destilasi 60 menit. Korelasi antara konsentrasi flourida dengan waktu destilasi. menghasilkan persamaan Y= -1,140417 + 0,0602722 x - (-0,000524 x2) Kata Kunci: Air limbah, destilasi, fluorida, metode kolorimetri, metode SPADNS 

Page 1 of 1 | Total Record : 6