cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
EKSTRAKSI FLAVONOID DARI TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb) DAN APLIKASINYA PADA SABUN TRANSPARAN Alvika Meta Sari; Erba Vidya Cikta
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.1.17-23

Abstract

Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb) merupakan salah satu dari sekian tanaman obat tradisional yang ada di Indonesia yang diketahui mengandung flavonoid. Flavonoid ini dapat berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba. Sedangkan pemanfaatan temu ireng masih sebatas sebagai obat tradisional. Maka perlu ada pemanfaatan temu ireng pada bidang yang lain.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak temu ireng dengan metode ekstraksi maserasi, mencari pengaruh waktu maserasi terhadap rendemen ekstrak flavonoid dari temu ireng, mendapatkan waktu maserasi yang optimal dan membuat sabun padat transparan dengan penambahan ekstrak temu ireng. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi maserasi dalam pelarut metanol 96% volume dan ratio volume pelarut 1:5 dengan lama waktu maserasi divariasikan 4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, dan 24 jam untuk mendapatkan flavonoid dari temu ireng. Hasilnya dianalisis dengan uji warna, dan diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil ekstrak flavonoid temu ireng (Curcuma aeruginosa) dibandingkan dengan pembanding kuersetin dimana dalam standar tersebut telah diketahui pasti kandungan flavonoid. Ekstrak yang terbaik lalu ditambahkan pada pembuatan sabun padat transparan. Semakin lama waktu maserasi semakin besar rendemen yang didapatkan. Hasil rendemen terbaik didapatkan pada waktu maserasi 24 jam sebesar 7,83%. Hubungan antara variabel waktu maserasi terhadap rendemen (% massa) dapat disajikan  dengan persamaan y= 0.002x + 0.012 dengan R2 = 0.989 dan kadar flavonoid terbaik yang didapat adalah 3.5 μg/mL dengan persamaan y = 0.114x+1.050 dengan R² = 0.879. Sabun padat transparan yang dihasilkan mempunyai pH 9, kandungan alkali 0,048 dan kadar air 0,31. Kata kunci: flavonoid, maserasi, sabun padat transparan, temu ireng  
EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI KULIT JERUK SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA PEMBUATAN SABUN Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.1.25-30

Abstract

Jeruk adalah salah satu buah-buahan tropis yang banyak dihasilkan di Indonesia. Industri minuman banyak menggunakan buah jeruk sebagai bahan baku, sehingga mengakibatkan limbah yang dihasilkan jumlahnya cukup banyak, salah satunya limbah kulit jeruk. Tujuan penelitian adalah memanfaatan limbah kulit jeruk yang tidak dikonsumsi, sehingga akan meningkatkan nilai ekonomi limbah tersebut. Tahap penelitian mula-mula, kulit jeruk dipotong-potong kecil-kecil, kemudian timbang kulit jeruk sebanyak 300 gram lalu dilarutkan dalam etanol. Proses ekstraksi dilakukan dengan pengadukan konstan 500 rpm selama 3 jam dengan variabel jumlah pelarut sebanyak 300 ml, 350 ml, 400 ml, 450 ml dan 500 ml. Hasil ekstraksi kemudian disaring dengan melewatkannya pada Na2SO4 anhidrat dan filtratnya diambil. Selanjutnya,filtrat dipanaskan menggunakan vacum evaporator pada suhu 60°C sampai semua etanol menguap. Setelah diperoleh minyak atsiri, maka dilanjutkan proses pembuatan sabun dengan minyak atsiri yang didapat sebagai zat tambahan. Penelitian ini menghasilkan minyak atsiri yang optimum terdapat pada jumlah pelarut 500 ml sebanyak 2,3432 gram dan terendah pada jumlah pelarut 300 ml sebanyak 1,4145 gram. Dari analisa GC-MS didapatkan senyawa limonen yang terdapat dalam minyak atsiri pada waktu 7,01 menit dengan persen area sebesar 96,79%. Hasil pengujian hedonik terhadap tekstur dan aroma sabun yang sudah ditambah minyak atsiri dapat diterima oleh para panelis. Kata kunci: etanol, kulit jeruk, minyak atsiri, sabun 
REVIEW: KAJIAN ADSORBSI LOGAM DALAM PELUMAS BEKAS DAN PROSPEK PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN BAKAR Ummul Habibah Hasyim
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.1.11-16

Abstract

Perkembangan  berbagai industri dapat meningkatkan jumlah konsumsi pelumas, sehingga menimbulkan banyaknya limbah pelumas bekas . Jika pelumas bekas ini dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu, maka akan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Di sisi lain,  saat ini kebutuhan bahan bakar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, sedangkan ketersediaan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar tersebut  semakin menipis. Oleh karena itu diperlukan sumber bahan bakar lain untuk penyediaan energi bahan bakar. Pelumas bekas merupakan salah satu sumber yang berprospek untuk menggantikan bahan bakar dengan melalui proses pengolahan. Pelumas bekas dengan kandungan logam tinggi, perlu dilakukan pengolahan dengan cara adsorbsi menggunakan bentonit.  Bentonit dapat menurunkan kandungan logam, diantaranya besi, aluminium, krom, tembaga serta timbal. Pelumas bekas yang telah bebas dari kandungan logam akan memiliki karakteristik fisika-kimia yang menyerupai bahan bakar Kata kunci : adsorbsi, bahan bakar, bentonit, limbah, pelumas bekas
PENGARUH KONSENTRASI NAOH TERHADAP RENDEMEN β-NAFTOL PADA PROSES PEMBUATAN -NAFTOL Irfan Purnawan; Sugono Sugono
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.1.31-38

Abstract

Warna memiliki peran penting dalam memberikan daya tarik terhadap suatu produk, sehingga penggunaan zat pewarna baik yang alami maupun sintesis menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan. β-naphtol merupakan salah satu zat pewarna sintesis yang biasa digunakan sebagai zat pewarna pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh konsentrasi Natrium Hidroksida terhadap rendemen β-naphtol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sulfonasi. Naftalen direaksikan dengan H2SO4 dan dipanaskan hingga suhu 170oC, lalu ditambahkan soda abu dengan mempertahankan suhunya dan didiamkan hingga tercapai suhu ruangan. Kemudian ditambahkan larutan lime dan disaring. Filtrat merupakan kristal sodium naftalena sulfat yang selanjutnya ditambahkan larutan NaOH, dipanaskan hingga suhu 300oC dan didinginkan hingga suhu ruangan. Selanjutnya diencerkan dengan air panas dan diteteskan HCl pekat berlebih, maka akan terbentuk endapan kristal β-naphtol yang dapat ditimbang beratnya. Hasil penelitian didapat konsentrasi NaOH terbaik yaitu 1,25 mol dengan persamaan y = 9,9737X + 81,905 dan R2 = 0,8519. Kesimpulan yang didapat adalah semakin tinggi konsentrasi NaOH, memberikan rendemen β-naphtol yang semakin tinggi juga hingga konsentrasi sebesar 1,25 mol. Namun setelah konsentrasi NaOH dinaikan ke 1,5 mol, rendemen mengalami penurunan. Kata kunci: naphtol, rendemen, pewarna alami, sintesis  
PENGARUH KONSENTRASI PELARUT (n-HEKSANA) TERHADAP RENDEMEN HASIL EKSTRAKSI MINYAK BIJI ALPUKAT UNTUK PEMBUATAN KRIM PELEMBAB KULIT Suratmin Utomo
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.1.39-47

Abstract

Salah satu upaya pemanfaatan limbah buah alpukat adalah dengan mengekstraksi minyak yang terkandung dalam bijih alpukat tersebut. Penelitian ini bertujuan pemanfaatan limbah bijih alpukat sekaligus menjadikan bahan tersebut memiliki nilai ekonmi  mengetahui konsentrasi terbaik/optimum pelarut n-hexana pada proses ekatraksi untuk mendapatkan minyak dari biji alpukat. Bahan penelitian adalah biji alpukat sedang sebagai ekstraktor adalah n-heksana dan metode yang digunakan ekstraksi soklet. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstraktor dan variabel terikat adalah rendemen mimyak yang diperoleh dari bijih alpukat. Penelitian dilakukan pada temperatur 70oC, waktu ekstraksi 4 jam dengan variasi konsentrasi n-heksana: 60, 70, 80, 90, and 100%. Adapun hasil yang peroleh menunjukkan bahwa pada konsentrasi 100% dapat menghasilkan rendemen minyak dari bijih alpukat sebesar 34,63% dan merupakan rendemen terbesar jika dibandingkan dengan konsentrasi  lainnya. Hubungan antara variabel konsentrasi (x) terhadap perolehan rendemen minyak  dinyatakan dengan persamaan  y = -37,88 + 0,664 x dengan R2 = 0,962. Krim yang dibuat dari minyak biji alpukat yang dihasilkan dari hasil analisa telah memenuhi pasar dan  standar SNI yaitu: memperoleh nilai pH 6,52 dan nilai pH di pasaran 7,6 sedangkan standar SNI pH =  4,5 – 8,0; viskositas krim biji alpukat yaitu 25000 cp dan krim  body lotion di pasaran  5300 cp sedangkan standar SNI 2000 – 50000 cp serta untuk kadar air  krim biji alpukat sebesar 77% dan body lotion di pasaran 80% sedangkan standar yaitu 70–90%. Hasil minyak biji alpukat diaplikasikan dalam bentuk sediaan krim tipe o/w.                                                                                                               Kata kunci : ekstraksi, krim, minyak biji alpukat, n-heksana, rendemen
REVIEW : PROFIL HYBRID MEMBRANE DALAM PROSES REDUKSI AIR LIMBAH Ian Kurniawan; Pra Dian Mariadi
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.1.1-10

Abstract

Frekuensi penggunaan air sangat tinggi seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan jumlah penduduk. Peningkatan standar hidup manusia yang semakin tinggi menimbulkan permasalahan lingkungan terkait dengan kualitas air akibat bahan kimia, nutrisi, lindi, tumpahan minyak, pembuangan limbah bahan berbahaya, serta penggunaan bahan dispossable dan non-biodegradable. Perkembangan sumber daya teknologi menghasilkan suatu revolusi sehingga menghasilkan lebih banyak bahan dan senyawa kimia. sejumlah senyawa yang diidentifikasi memiliki ancaman potensial terhadap organisme lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi teknik pengolahan air limbah dengan menggabungkan dua sifat membran dalam mereduksi air limbah. Metode yang digunakan adalah review dari beberapa sumber pustaka dengan melakukan studi literatur terdahulu terhadap beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Kesimpulan dari penelitian menghasilkan bahwa teknologi membran sebagai salah satu instalasi unit pengolahan limbah perkembangan dan kemajuannya sangat menjanjikan dan banyak dilakukan dalam proses dengan prinsip pemisahan dan pemurnian air. Teknologi membran bisa menjadi solusi dalam pengolahan air limbah, seiring dengan perkembangannya membran dapat dikombinasikan (Hybrid Process) dengan menggunakan berbagai jenis membrane yaitu Ultrafiltrasi, Mikrofiltrasi, Nanofiltrasi dan Reverse Osmosis, akan tetapi harus diperhatikan kondisi operasional dari proses tersebut. Kata kunci: air limbah, hybrid membrane, reduksi

Page 1 of 1 | Total Record : 6