cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)
ISSN : -     EISSN : 26138972     DOI : -
Core Subject : Education,
Early Childhood Education Indonesian Journal (ECEIO adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi PG-PAUD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palu.Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (Original article research paper) dengan focus dan scope bidang Pendidikan Anak Usia Dini.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1: Januari 2021" : 6 Documents clear
Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Di Paud Dalam Menghadapi Bencana Melalui Permainan TradisionaL: Developing Kinesthetic Intelligence for Early Childhood in Early Childhood in Facing Disasters through Traditional game Abdul Salam; Nurhaeda
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 4 No. 1: Januari 2021
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v4i1.2086

Abstract

Kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan dalam mengolah tubuh untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan tubuh. Pencapaian perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun adalah anak sudah mampu melakukan gerakan tubuh secara terkoordinir, melakukan koordinasi mata, kaki, tangan, kepala dalam menirukan tarian atau senam, melakukan permainan fisik dengan aturan, terampil menggunakan tangan kanan dan kiri, dan melakukan kegiatan pembersihan diri. Kenyataan di lapangan ada beberapa anak yang tidak dapat mengikuti senam sehingga fisik motorik anak tidak berkembang dengan baik, pada saat inilah terlihat rendahnya kecerdasan kinestetik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapat mengembangkan kecerdasan kinestetik anak di PAUD melalui permainan tradisional dalam menghadapi bencana. Permainan tradisional yang dimaksud dalam penelitian ini adalah permainan tradisional Ular Naga yang dimainkan oleh 4-8 orang anak atau lebih. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 8 orang anak. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan unjuk kerja melalui kegiatan bermain permainan tradisional. Hasil penelitian menunjukkan pada pertemuan pertama anak belum mampu menjaga keseimbangan, pada pertemuan kedua anak mulai mampu menjaga keseimbangan berlarinya, dan pada pertemuan ketiga anak sudah mampu menjaga keseimbangan tubuh saat berlari dengan cepat. Permainan tradisional bentengan selain dapat mengembangkan kecerdasan kinestetik, juga dapat mengembangkan beberapa aspek perkembangan lainnya seperti nilai agama dan moral, sosial emosional, kognitif dan bahasa anak. Disimpulkan bahwa melalui penerapan permainan tradisional bentengan dapat mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia dini di PAUD.
Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini dengan Pembelajaran Tematik: Early Childhood Cognitive Development with Thematic Learning Abdul Salam; Nurhaeda
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 4 No. 1: Januari 2021
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v4i1.2087

Abstract

Pengembangan kognitif adalah suatu proses berfikir berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu. Dan tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengembangan kognitif anak usia dini dengan pembelajaran tematik. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Taman Kanak-kanak Kelompok B. Penelitian ini meneliti 15 anak usia 5 dan 6 tahun. Model tindakan yang dipakai adalah model Kemmis dan Tegart yang terdiri dari dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. data dianalisa dengan menggunakan model analisis Spradley. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan pendekatan tematik yang melibatkan bermacam-macam metode, media dan kegiatan dapat meningkatkan pengembangan anak usia enam tahun dalam perkembangan kognitif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk pengembangan anak usia dini dengan pembelajaran tematik terutama dalam perencanaan pembelajaran, penyusunan pembelajaran bagi guru dan kurikulum pendidikan tinggi. Tugas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran dibutuhkan pengetahuan, keterampilan yang bervariasi, mungkin belum semua guru memiliki kemampuan dalam mengolah, menyajikan tema pembelajaran yang dapat menggali semua potensi yang dimiliki anak. Metode yang digunakan cenderung monoton, sehingga pembelajaran menjadi membosankan bagi anak. Berdasarkan hal tersebut yang menjadi alasan mendasar rumusan masalah yaitu apakah melalui pembelajaran tematik dengan metode Demonstrasi dan Pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan pembelajaran tematik dengan metode demonstrasi dan pemberian tugas ini yang dilakukan di kelompok B yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Proses pembelajaran tematik yang dilakukan disesuaikan dengan tema yang sedang berjalan, yaitu tema tanaman, pada pelaksanannya melalui taha-tahap penyusunan silabus seperti menyusun RPPM dan RPPH, kegiatan terbagi dalam 3 tahap : inti kegiatan, kegiatan akhir dan refleksi kegiatan.
Penggunaan Handphone Andorid terhadap Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Usia Dini: The Use of Android Phones on Social Interaction Ability in Early Childhood Moh adhiyatma
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 4 No. 1: Januari 2021
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v4i1.2088

Abstract

Perkembangan teknologi semakin canggih dan berkembang. Hal ini menyebabkan berbagai pengaruh pola hidup manusia baik pola pikir maupun perilaku. Salah satu perkembangan teknologi yang mempengaruhi pikiran manusia adalah Handhone Andorid. Handhone Andorid adalah media yang digunakan sebagai sarana komunikasi modern. Handhone Andorid tidak hanya mempengaruhi pola pikir atau perilaku orang dewasa, tapi juga mempengaruhi tingkah laku anak usia dini. Intinya, anak usia dini cenderung senang dengan hal- hal baru yang ia dapatkan melalui aktivitas dengan bermain. Bermain sangat menyenangkan bagi anak-anak, dengan bermain anak bisa menggali semua potensi. Mayoritas anak di Indonesia menghabiskan waktu bermain dengan Handhone Andorid. Tentunya ini mempengaruhi perkembangan anak, terutama dalam pengembangan interaksi sosial. Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan yang terjadi dalam kelompok induvidu yang saling berhubungan baik dalam komunikasi maupun aksi sosial. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan Handhone Andorid terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia dini. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka yaitu dengan menghubungkan penelitian dengan literatur yang ada dan mengisi celah dalam penelitian sebelumnya. Hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini yaitu penggunaan Handhone Andorid kebanyakan anak lebih menggunakannya untuk bermain. Dari hal kecil tersebut, anak yang awalnya senang bermain dengan temannya dapat berubah dengan terbiasanya diberikan Handhone Andorid sebagai pengganti teman bermain.
Peran Guru Dalam Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Melalui Permainan Tradisional Ular-Ularan Di Kelompok B Tk Aisyiyah Pangi: Teachers Roles To Increase Children’s Social Behavior Through Traditional Game Of Ular-Ularan At B Group Of Aisyiyah Kindergarten Pangi Fathana; Arsyad Said; Abdul Munir
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 4 No. 1: Januari 2021
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v4i1.2089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku sosial anak di Kelompok B TK Aisyiyah Pangi sebelum dan sesudah diterapkan permainan tradisional ular-ularan, dan mengetahui peran guru dalam meningkatkan perilaku sosial anak melalui permainan tradisional ular-ularan Di Kelompok B TK Aisyiyah Pangi Kecamatan Parigi Utara Kabupaten Parigi Mouton. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Agar yang diperoleh terjamin validitas dan kredibilitasnya, maka pengecekan keabsahan data melalui metode triangguasi. Berdasarkan hasil penelitian dalam upaya guru dalam meningkatkan perilaku sosial anak melalui permainan tradisional ular-ularan di kelompok B TK Aisyiyah Pangi dapat dikatakan bahwa Sebelum diterapkan permainan tradisional ular-ularan, perilaku sosial anak sudah mulai berkembang, akan tetapi anak belum dapat menunjukkan pengembangan perilaku sosial yang diterapkan meliputi disiplin, kerja sama, tolong-menolong, empati, dan tanggung jawab. Anak tidak mau berinteraksi dengan temannya, akibatnya anak suka menyendiri, tidak disiplin saat kegiatan berlangsung ataupun kegiatan pembelajaran lainnya. Selanjutnya pada saat sesudah diterapkan permainan tradisional ular-ularan perilaku sosial anak meningkat, karena dalam kegitan tersebut dapat mengasah kecakapan anak dalam tolong menolong, bekerja sama, disiplin, saling menghargai dan semangat dalam melakukan kegitan permainan tradisional ular-ularan. Peran guru sangatlah penting dalam meningkatkan perilaku sosail anak melalui permainan tradisional ular-ularan, karena guru dapat menjelaskan apa itu permainan tradisional ular-ularan agar berjalan dengan lancar dan menyenangkan bagi anak. Kemudian Guru juga menjelaskan cara atau aturan-aturan yang harus dipatuhi dalam permainan tersebut. Dalam perkembangan perilaku sosial anak, media yang digunakan harus menarik minat anak juga merupakan faktor pendukung agar anak lebih antusias dalam meningkatkan perilaku sosial. Jadi untuk itu dalam upaya guru dalam meningkatkan perilaku sosial anak melalui permainan tradisional ular-ularan sangat baik. Penggunaan permainan tradisional ular-ularan sangat menbantu anak mengembangkan kedisiplin anak, berkerja sama, saling membantu, peduli dengan sesame dan tanggung jawab.
Pola Asuh Orang Tua Dalam Mengembangkan Sikap Kemandirian Pada Anak Tk Jabal Rahma Palu: Parenting In Developing Autonomy Attitudes Of Children At Jamal Rahma Kindergarten Palu Fitriyanti
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 4 No. 1: Januari 2021
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v4i1.2090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pola asuh orang tua di TK Jabal Rahma Palu dalam mengembangkan sikap kemandirian anak dan bagaimana upaya pola asuh orang tua dalam mengembangkan sikap kemandirian anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, display data dan pengambilan data. Agar yang diperoleh terjamin validitas dan kredibilitasnya, maka pengecekan keabsahan data melalui metode triangguasi. Berdasarkan hasil penelitian dalam pola asuh orang tua dalam mengembangkan sikap kemandirian pada anak TK Jabal Rahma Palu Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore, maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan pola asuh orang tua di TK Jabal Rahma Palu dalam mengembangkan sikap kemandirian anak, biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif, dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan-keputusan sendiri, dan mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain, serta mengajarkan kemandirian anak sejak dini untuk mandiri dalam melakukan setiap kegiatan. Dalam penerapan pola asuh orang tua dalam mengembangkan sikap kemandirian pada anak adalah dengan membuat peraturan yang dapat ditaati anak, memberiakan kebebasan kepada anak tetapi tetap dikontrol dan mengontrol terhadap keinginan anak, sehingga anak tidak terbiasa acuh tak acuh dengan peraturan dan kebebasan yang orng tua berikan. Dengan demikian sikap kemandirian anak akan tumbuh dengan sendirinya. Upaya pola asuh orang tua dalam mengembangkan sikap kemandirian anak, orang tua jangan terlalu membatasi aktivitas dan kreativitas seorang anak. Sebab, dengan membatasi aktivitas dan kreativitas anak, berarti secara tidak langsung orang tua telah menghambat atau memperlambat kemandirian anak. Upaya pola asuh orang tua dalam mengembangkan sikap kemandirian anak adalah agar memberiakan kebebasan anak beraktivitas dan berkreasi dengan sendirinya serta tidak membantasi anak. Kemudian membiasakan anak untuk mengerjakan tugasnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Serta membiasakan anak melakukan sendiri keperluannya, melihat keperluan yang bagaimana yang akan dia lakukan agar anak tersebut tidak manja.
Penerapan Keterampilan Menyimak Pada Anak Melalui Metode Bercerita Dengan Boneka Tangan Di Kelompok B1 Tk Aisyiyah 1 Baolan: The Application Of Children’s Listening Skill Through Hand Toy At Group B1 Of Aisyiyah 1 Kindergarten Baolan Nur Awalia; Asri Hente; Mustamin Idris
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 4 No. 1: Januari 2021
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v4i1.2091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskriptifkan penerapan keterampilan menyimak pada anak melalui metode bercerita dengan boneka tangan, dan cara penerapan keterampilan menyimak pada anak melalui boneka tangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Agar yang diperoleh terjamin validitas dan kredibilitasnya, maka pengecekan keabsahan data melalui metode triangguasi. Berdasarkan hasil penelitian dalam penerapan keterampilan menyimak pada anak melalui metode bercerita dengan boneka tangan di kelompok B1 TK Aisyiyah 1 Baolan dapat dikatakan bahwa keterampilan menyimak pada anak melalui boneka tangan, dimana kegiatan tersebut dalam proses pembelajaran anak dapat menyimak dan lebih fokus pada apa yang telah diceritakan guru saat proses pembelajaran dalam penerapan keterampilan menyimak melalui boneka tangan. Kemudian anak juga tidak bermain sendiri dan mengganggu teman lainnya dalam proses pembelajaran. Dalam penerapan keterampilan menyimak pada anak melalui boneka tangan, media yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah boneka hewan. Penerapan keterampilan menyimak pada anak melalui boneka tangan, guru menggunakan boneka tangan hewan lebih dari satu boneka agar anak tidak bosan dalam kegiatan tersebut, lebih fokus dan tidak mengganggu teman lainnya saat kegiatan pembelajaran berlangsung dalam penerapan keterampilan menyimak pada anak melalui boneka tangan. Salah satu cara penerapan keterampilam menyimak yaitu melatih anak menjadi seorang pembelajar dengan mendengarkan hal-hal yang ada disekitarnya. Berdasaran hasil observasi dan wawancara yang di lakukan di kelompok B1 TK Aisyiyah 1 Baolan didapatkan bahwa keterampilan menyimak anak tidak berkembang secara optimal. Hal ini terlihat dari beberapa anak belum dapat memahami dan mengingat isi cerita yang disampaikan oleh guru. Cara penerapan ketarampilan menyimak pada anak melalui boneka tangan haruslah lebih menarik agar dapat melatih anak menjadi seorang pembelajar dengan mendengarkan hal-hal yang disampaikan dalam cerita, agar anak dapat memahami, mengingat dan lebih optimal dalam menyimak cerita yang disampaikan guru.

Page 1 of 1 | Total Record : 6