cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Interior
ISSN : 25272853     EISSN : 25492985     DOI : -
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 5 Documents clear
Analisa Sinkretisme Agama dan Budaya Melalui Transformasi Elemen Visual Bernilai Sakral pada Gereja Katolik Ganjuran Ira Audia Agustina; Andryanto Wibisono; Imam Santosa
Jurnal Desain Interior Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.129 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i2.3544

Abstract

Kebudayaan Jawa adalah kebudayaan yang terbentuk sebagai hasil perpaduan berbagai macam kultur agama dan budaya, dimana usaha manusia Jawa untuk memadukan nilai-nilai baru dan nilai lokal dapat dilihat jejaknya melalui berbagai karya seni visual sebagai hasil ekspresi simbolis-religiusnya. Melalui Gereja Ganjuran ini dapat dilihat adanya usaha untuk melakukan proses sinkretisme dengan memadukan nilai ajaran Katolik dengan nilai Hindu-Jawa melalui elemen-elemen visualnya sehingga bernilai sakral baik secara budaya maupun agama. Penelitian ini menganalisa mengenai proses sinkretisme tersebut melalui analisa elemen-elemen visualnya dengan menggunakan pendekatan kualititif estetika visual dan kebudayaan Jawa. Dengan mengetahui bagaimana proses sinkretisme tersebut ditransformasikan kedalam elemen visual yang diterima oleh masyarakat, diharapkan penelitian dapat menjadi landasan mengenai konsep dalam implementasi nilai-nilai kesakralan kedalam sebuah karya seni visual yang bermakna simbolis.
Perancangan Mebel Kantor Kezia Karin Surabaya Berdasarkan Ilmu Ergonomi Grace Safenla; Felycia Agustin; Windy Novelin
Jurnal Desain Interior Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.175 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i2.3543

Abstract

Aspek sosial, psikologi dan fisik di lingkungan kerja memainkan peran besar dalam mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Lingkungan kerja yang kondusif memberi rasa aman dan mengajak pegawai untuk bekerja secara optimal. Salah satu usaha untuk menciptakan suasana yang menjamin kerja optimal ini membutuhkan furniture yang mempermudah aktivitas penggunanya. Desain mebel yang efektif tidak hanya mampu mencukup kebutuhan kerja tetapi juga sanggup untuk menghemat ruang kerja dan gerak sambil menyediakan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna untuk jangka waktu yang panjang. Desain furniture multifungsi yang mengikuti standar ergonomi meningkatkan persentasi efisiensi dan ketepatan waktu.
Desain Plafon pada Auditorium Gedung Kesenian Jakarta Karina Juwita
Jurnal Desain Interior Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.687 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i2.3545

Abstract

Auditorium merupakan tempat untuk kegiatan publik seperti pertunjukan kesenian, olahraga, dan kegiatan seremonial. Pertunjukan kesenian seperti teater, opera, dan musik bisa dinikmati dengan nyaman tergantung dari kualitas akustik ruang. Salah satu faktor yang mempengaruhi auditorium adalah plafon. Plafon bukan hanya sebagai estetika ruangan tetapi bentuk plafon juga harus menyesuaikan ruangan agar tidak terjadi gema dan suara dapat didengar secara jelas oleh penonton. Pada penelitian ini dilakukan di Auditorium Gedung Kesenian Jakarta untuk mengetahui apakah terdapat cacat akustik pada auditorium tersebut dan solusi apabila terjadi cacat akustik.
Pergeseran Makna Warna Pink dari Maskulinitas Menjadi Femininitas di Amerika Serikat Tahun 1940-1970 Moh. Faishol Fuady
Jurnal Desain Interior Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.072 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i2.3546

Abstract

Warna pink yang diasosiasikan dengan femininitas merupakan fenomena budaya global dan telah menjadi bagian dari gaya hidup saat ini. Fenomena tersebut merupakan hasil dari paradigma di masyarakat yang memandang warna pink sebagai warna yang tepat untuk digunakan perempuan sebagai salah satu alat utama untuk membentuk identitas diri. Namun berdasarkan sejarah, bentuk femininitas pada warna pink merupakan hasil dari proses transformasi makna yang semula berkonotasi maskulin, yang terjadi di Amerika sebanyak 3 kali antara tahun 1940 hingga akhir tahun 1970. Transformasi makna yang pertama terjadi saat Perang Dunia I dan II, terjadi transformasi sosial di masyarakat yang berpengaruh terhadap perubahan pemaknaan pada warna pink dari maskulin menjadi feminin. Transformasi makna yang ke 2 terjadi pada pertengahan dekade 1950, terjadi perubahan gaya hidup yang revolusioner hasil dari kemajuan ekonomi di Amerika, yang menyebabkan terdapat dua pemaknaan femininitas pada warna pink. Dan transformasi makna yang ke 3 terjadi antara tahun 1960-1970an, pemaknaan warna pink kemudian berkonotasi feminin dan cenderung bersifat masif hingga saat ini, dampak dari isu-isu dan gerakan sosial yang berkembang, diantaranya seperti gerakan feminisme, isu lingkungan, masa resesi, dan segmentasi industri. Kajian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan sosial, yang fokus terhadap konstruksi sosial yang terbentuk melalui perubahan kondisi sosial dan perilaku sosial. Hasil analisa menunjukkan bahwa latar belakang terjadinya pergeseran makna warna pink disebabkan oleh perilaku kompetisi gender, yaitu perilaku sosial dampak dari perubahan sosial yang terjadi di Amerika serikat.
Adaptasi Elemen Desain Interior Pada Bangunan Kolonial (Studi Kasus: Restoran Honje Mangkubumi, Yogyakarta) Paramita Waluyo
Jurnal Desain Interior Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.113 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i2.3547

Abstract

Restoran Honje Mangkubumi merupakan restoran yang terletak di jalan Margo Utomo nomor 125, Gowongan, Jetis, kota Yogyakarta. Area restoran Honje berada di lantai 2 yang tergabung dengan showroom kerajinan rajut tas tangan wanita Dowa pada lantai dasar. Bangunan Dowa Honje Mangkubumi merupakan bangunan kolonial yang mengalami perubahan fungsi. Peralihan fungsi bangunan dari toko kelontong menjadi showroom dan restoran membuat beberapa perubahan pada desain interior bangunan, khususnya restoran. Renovasi pada bangunan dilakukan dibeberapa titik, tanpa merubah bentuk aslinya. Konsep utama restoran yaitu, menciptakan suasana Tugu pada masa kolonial dibalut dengan gaya klasik modern. Tugu merupakan landmark kota Yogyakarta yang menjadi view utama restoran. Permasalahan penelitianĀ  ialah adaptasi desain interior yang dilakukan pada bangunan kolonial restoran Honje guna mendukung konsep restoran. Penelitian menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisa desain interior restoran terhadap adaptasi pada bangunan kolonial. Pengumpulan data dilakukan dengan obeservasi lapangan dan depth interview. Peneliti menggunakan referensi literature berupa buku, pustaka dan media internet sebagai pedoman menganalisis data. Waktu penelitian dilakukan bulan Maret hingga Juni 2017. Hasil penelitian restoran Honje dominan menggunaan warna, material, cahaya dengan warna alam, pada elemen pembentuk, pengisi dan pelengkap ruang. Dominasi perpaduan warna dari putih, coklat, dan gradasi biru pada pembentuk, pengisi dan pelengkap ruangĀ  mampuĀ  memberikan kesan modern sekaligus klasik pada bangunan. Bukaan pada dinding bangunan berupa pintu dan jendela jendela besar merupakan adaptasi yang memiliki pengaruh paling besar terhadap keberhasilan konsep restoran karena mampu menampilkan visual tugu secara keseluruhan dan membawa serta suasana disekitarnya kedalam bangunan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5