cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Interior
ISSN : 25272853     EISSN : 25492985     DOI : -
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
Desain Interior Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara, Konsep Global Metropolitan Culture Tunjung Atmadi Suroso Putro; Kiki Nurmalah
Jurnal Desain Interior Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i2.5709

Abstract

Ditengah modernisasi seperti dewasa ini keberadaan museum mulai terabaikan. Dengan adanya Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara yang merupakan institusi seni berbasis di Jakarta yang menjadi pertama dalam jenisnya. Museum ini adalah yang pertama untuk memberikan akses publik terhadap koleksi seni modern dan kontemporer yang berasal dari Indonesia dan internasional. Memiliki program pameran dan acara aktif di fasilitas seluas 7.100 meter persegi termasuk pendidikan di tempat dan ruang konservasi. Museum adalah sebuah lembaga yang tetap untuk kepentingan masyarakat dan perkembangannya serta terbuka untuk umum dengan tujuan edukatif maupun rekreatif. Maka dari itu desain sebuah interior museum perlu diperhatikan demi mendukung kesuksesan sebuah desain museum antara lain dalam hal teknik display, pengkategorian galeri, system signage, maupun pencahayaan. Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara berada di Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia.  Dengan mengangkat tema Global Metropolitan Culture, yaitu pengangkatan budaya metropolitan yang diharapkan dapat mendunia dengan menerapkan gaya kontemporer. Citra dari museum yang ingin ditampilkan yaitu menyenangkan, nyaman, bersih dan dengan memadukan konsep edukasi yang modern sehingga museum akan menggunakan fasilitas yang modern sebagai sarana pemberi edukasi kepada pengunjung agar informasi tentang koleksi yang dipamerkan oleh museum dapat diterima dengan baik dan diharapkan dapat memberikan wawasan untuk pengunjung.Kata kunci: interior; museum; contemporar; seni; pengunjung ABSTRACT Amid modernization like today the existence of museums has begun to be neglected. With the existence of the Modern Museum and Contemporary Art in Nusantara, which is a Jakarta-based art institution that became the first in its kind. This museum is the first to provide public access to a collection of modern and contemporary art from Indonesia and internationally. Has an active program of exhibitions and events in facilities covering an area of 7,100 square meters including education in conservation areas and spaces. The museum is an institution that remains for the benefit of the community and its development and is open to the public with educational and recreational purposes. So from that the design of a museum interior needs to be considered in order to support the success of a museum design, among others in terms of display techniques, gallery categorization, signage systems, and lighting. The Modern and Contemporary Art in Nusantara Museum is located in Jakarta which is the capital of Indonesia. By raising the theme of Global Metropolitan Culture, namely the appointment of metropolitan culture that is expected to be global by applying contemporary styles. The image of the museum that  wants to be displayed is fun, comfortable, clean and by combining modern educational concepts so that the museum  will use modern facilities as a means of providing education to visitors so that information about the collections  exhibited by the museum can be well received and is expected to provide insight for the visitor. Keyword: interior; museum; contemporary; art; visitors
Pemanfaatan Limbah Konstruksi menjadi Villa Serbaguna dengan Pendekatan Green Design Felicia Wisama; Febriani Elisabeth; Indah Fahroni
Jurnal Desain Interior Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i2.6181

Abstract

Bidang arsitektur maupun interior telah berkembang begitu pesat, mengikuti perkembangan trend zaman ini. Sehingga memicu masyarakat untuk berlomba-lomba dalam memperindah hunian mereka. Namun, seringkali material yang digunakan dalam jumlah besar, kurang dimanfaatkan secara optimal. Hal ini menyebabkan produksi limbah bangunan dalam skala yang besar, padahal limbah-limbah tersebut masih memiliki nilai guna. Di sisi lain, jika material sisa bangunan hanya disimpan begitu saja tanpa diolah lagi, maka biaya yang dikeluarkan akan membengkak. Tentu saja, material sisa yang melimpah bisa menjadi persoalan utama bagi beberapa orang. Oleh karena itu di zaman sekarang ini, telah berkembang berbagai inovasi dalam dunia arsitektur yang berpotensi sebagai solusi. Salah satu inovasi yang sedang diminati masyarakat akhir-akhir ini adalah konsep Green Design, dimana meliputi aspek zerowaste, recycle serta memaksimalkan penghawaan alami. Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan penelitian tentang pengolahan limbah material menjadi bangunan serbaguna, dengan pendekatan Green Design. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang digabungkan dengan tahapan design thinking sehingga dapat mengimbangi kebutuhan pengunjung. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan selain dapat menjadi peluang usaha yang berpotensi dan bernilai jual bagi para konsumen, juga dapat mengatasi permasalahan limbah yang ada di lingkungan sekitar.Kata kunci: villa; limbah; zerowaste; recycle; green design ABSTRACT Architecture and interior have grown rapidly, following the development of current trend. It triggers the people to compete in terms of making their residence beautiful. But, often the material that was in a big amout, was not optimally used. This results in the production of large scale building waste, even though those wastes can still be used. On the other hand, if the waste building material only being stored without further processing. Then the cost incurred will swell. Of course the abundant waste material can be a major problem for some people. That alis way in this time and age, various innovation are developing in the architecture world that have potential as solution. One of those innovation that people are interested in lately is the design concept of Green design in which covers the zerowaste, recycle aspect and also maximize natural air. This writing of this paper aims to explain processing waste materials into multipurpose buildings with a green design approach. The method used is a qualitative description approach which combine with design thinking stage so that it could offset the needs of visitors. With this research it is hoped that in addition to being a potential and valuable business opportunity for consumers, it can also overcome waste problems in the surrounding environment. Keyword: villa, wastes, zerowaste, recycle, green design
Strategi Pengembangan UMKM Keris Kabupaten Sumenep Mahendra Wardhana; Adi Soeprijanto; Harus Laksana Guntur; Imam Abadi; Mohammad Herli
Jurnal Desain Interior Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.087 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v4i2.6269

Abstract

UMKM di Indonesia saat ini sedang berkembang sangat pesat. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk mendorong dan mendukung pengembangan UMKM di semua bidang. UMKM yang telah memiliki kesiapan SDM dan SDA akan sangat berpotensi untuk berkembang lebih cepat.Dalam analisa peluang UMKM keris di Kabupaten Sumenep, terdapat berbagai kekuatan yang telah dimilikinya. Beberapa peluang kekuatan diantaranya adalah SDA dan SDM. Namun demikian beberapa agenda kegiatan pengembangan masih dapat dilaksanakan guna mendukung lebih cepat berkembangnya UMKM Kersi di Kabupaten Sumenep ini.Pengembangan pada menejemen promosi dan kesinambungan penerimaan pesanan dapat diupayakan untuk ditingkatkan. Ini akan dapat meningkatkan keberlangsungan saat pra produksi, produksi dan pasca produksi akan lebih terjalin kuat.Kata kunci: keris; kekuatan; potensi; produksi ABSTRACT MSMEs in Indonesia are currently developing very rapidly. Various activities are carried out to encourage and support the development of MSMEs in all fields. MSMEs that have HR and natural resources readiness will have the potential to develop more quickly.In analyzing the opportunities of the keris MSME in Sumenep Regency, there are various strengths it has. Some of the strength opportunities include natural resources and human resources. However, several agendas of development activities can still be implemented to support the faster development of these MSMEs Keris in Sumenep Regency.Efforts can be made to improve promotion management and the continuity of order acceptance. This will increase sustainability when pre-production, production and post-production will be more closely intertwined. Keyword: kris; power; potency; production
Desain Interior Terminal Penumpang Pelabuhan Merak dengan Pendekatan Desain Universal Firdha Zhafira; Reza Hambali Wilman Abdulhadi
Jurnal Desain Interior Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.329 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v4i2.5384

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki luas wilayah sebesar 1.904.569 km2 dengan 17.508 pulau. Transportasi laut masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menyebrangi pulau. Setiap sudut pulau di Indonesia memiliki pelabuhan untuk kapal bersandar. Pelabuhan Merak di Banten melakukan penyebrangan dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera merupakan pelabuhan tersibuk karena setiap harinya melayani perjalanan 32 kapal ferry. Salah satu fasilitas yang ada di pelabuhan Merak adalah terminal penumpang, berfugsi sebagai tempat berkumpulnya penumpang untuk melakukan kegiatan datang, pergi, dan menunggu. Untuk memenuhi kebutuhan aktivitas tersebut diperlukan fasilitas yang nyaman dan aman untuk pengguna dengan keadaan, kebutuhan, dan rentang usia yang berbeda-beda (Desain Universal). Ruang interior yang ada harus mampu mewadahi pengguna dengan berbagai macam latar belakang berbeda agar dapat melaksanakan proses kegiatan yang ada di dalam pelabuhan dengan cepat, mudah dan nyaman.Kata kunci: interior; terminal penumpang; fasilitas; desain universal ABSTRACT Indonesia is the biggest Archipelago Country in the world which has an area of 1,904,569 km2 with 17,508 Islands. Most of Indonesian people still using sea transportation to cross the Island. Every corner of the Island in Indonesia has a Port for leaning Boats. Merak Port in Banten crossing from Java Island to Sumatra Island is the busiest Port because it serves 32 Ferry trips every day. One of the facilities available at the Port of Merak is a Passenger Terminal, serving as a gathering place for passengers to do activities to come, go and wait. To meet the needs of these activities, facilities that are comfortable and safe for users with different conditions, needs, and age range are needed (Universal Design). The existing interior space must be able to accommodate users with a variety of different backgrounds in order to be able to carry out the activities in the port process quickly, easily and comfortably. Keyword: interior; passenger terminal; facility; universal design
Perancangan Desain Interior Creative Hub dengan Pendekatan Communal Space Naufal Aziz Aryasatya Wahyudi; Hendi Anwar; Dea Aulia W.
Jurnal Desain Interior Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.921 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v4i2.5468

Abstract

“Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh kota adalah kenyataan bahwa talenta menguatkan ekonomi, sedangkan diservitas dan kebutuhan menarik talenta untuk datang” (Florida, 2005:139). Berdasarkan hasil survey dalam bentuk kuisioner yang ditujukan pada remaja aktif (18th-24th) di kota Bandung, dapat disimpulkan bahwasannya seorang remaja memiliki ketertarikan dalam melakukan interaksi untuk memenuhi kebutuhan sosisalnya. Pengguna yang dimaksud pada perancangan ini adalah Gen Z pada usia produktivitas (remaja). Generasi Z pada usia tersebut memiliki karater antara lain lebih tidak fokus, multitasking, lebih individual, berfikiran lebih terbuka, tertarik untuk berinteraksi, lebih reliabilitas, memiliki cara yang lebih effisien (non-tradisional atau caranya sendiri). Pengguna dari perancangan ini memerlukan ruang yang dapat digunakan sebagai media berinteraksi dan melakukan brainstorming serta berkolaborasi. Seperti halnya yang disampaikan Florida “diservitas dan kebutuhan menarik talenta untuk datang”. Maka dibutuhkannya Communal Space yang memiliki aspek fungsional, estetik, interaksi sosial, bertukar pikiran, mampu mengakomodasi interaksi antara berbagai kelompok sosial dan etnis. Berdasarkan Composing Architecture and Interior Design by Simos Vamvakidis menyatakan area pada bagian tengah sebuah denah perancangan akan menjadi pusat perhatian atau dengan kata lain untuk mengorganisasikan sebuah ruang maka diperlukan elemen utama yang diposisikan pada pusat ruangan. Pada perancangan pada Communal space juga menerapkan teori yang disampaikan oleh Simos Vamvakidis mengenai Collective Space, dapat dikatakan Collective Space dan Communal Space merupakan tipe ruangan yang memiliki tujuan sama, yaitu sebagai area atau ruang “space of pause” di dalam bangunan.Kata kunci: communal space; creative hub; gen Z; composing space ABSTRACT "One of the things that must be considered by cities is reality as a talent to strengthen the economy, while diversity and the attractive need for talent to come" (Florida, 2005: 139). Based on the results of the survey in the form of questionnaires conducted on active adolescents (18-24) in Bandung, it can be concluded that teenagers are interested in interacting to meet their sausage needs. Users approved in this design are Gen Z in productive age (teenagers). Generation Z at this age has characters who are more out of focus, multitasking, more individual, think more openly, more interested in being facilitated, more reliable, having more efficient ways (non-traditional or can be used alone). Users of this design need space that can be used as a medium of collaboration and brainstorming and collaborating. As exciting as it was conveyed Florida "diversity and interesting needs of talent to come". Then Communal Space Required which has functional, aesthetic aspects, social interaction, exchange of ideas, is able to accommodate interactions between various social and ethnic groups. Based on the Arrangement of Architecture and Interior Design by Simos Vamvakidis stating the area in the middle of the design plan will be the center of attention or other words to organize a space so that the elements positioned at the center of the room are needed. In the Communion Room Design Room also applies the theory conveyed by Simos Vamvakidis regarding Collective Space, it can be agreed that Collective Space and Communal Space are the types of rooms that have the same purpose, namely as "Space to Pause" in the building. Keyword: communal space; creative hub; gen Z; composing space

Page 1 of 1 | Total Record : 5