cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AGREGAT
ISSN : 25412884     EISSN : 25410318     DOI : -
Core Subject : Engineering,
AGREGAT is a journal of Department of Civil Engineering, University of Muhammadiyah Surabaya. The journal will be published in every May and November yearly. The journal consists of result of research, literature review, and case reports created as realization of Tridharma college.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2023)" : 14 Documents clear
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PELAKSANAAN PROYEK AREA CONCOURSE KAWASAN PARIWISATA BOROBUDUR DENGAN METODE KONSEP NILAI HASIL Kartika, Widya
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20382

Abstract

Revitalisasi Kawasan Borobudur terjadi akibat beban pengunjung terhadap struktur eksisting perkerasan jalan semakin tahun semakin berat terutama di Area Concourse Candi Borobudur yaitu jalan dari susunan batu andesit dengan taman yang berada ditengah sebagai median jalan. Area Concourse memiliki lebar 15 meter, rencana diperlebar menjadi 22 meter. Perlebaran Area Councourse bertujuan untuk melihat kemegahan Candi Borobudur dari jarak jauh dan untuk menyediakan jalur tamu VVIP setingkat Presiden sehingga menjadikan Kawasan Candi Borobudur sebagai wisata Destinasi Super Prioritas (DSP). Pelaksanaan proyek ini membutuhkan pengendalian yang sesuai supaya proyek dapat berjalan tepat waktu dan tepat biaya sesuai dengan yang direncanakan. Metode Konsep Nilai Hasil merupakan teknik metode pengendalian yang dilakukan guna mengendalikan anggaran dan jadwal proyek secara terpadu. Tahapan analisis data pada masing-masing pekerjaan, yaitu menentukan BCWS (Budgeted Cost Of Work Schedule), menentukan BCWP (Budgeted Cost of Work Performed), menentukan ACWP (Actual Cost of Work performed). Analisis varian dan indeks kinerja dari metode konsep nilai hasil (Earned Value Concept) terdiri dari Cost Variance (CV) dan Schedule Variance (SV), Cost Performed Indeks (CPI) dan Schedule Performed Indeks (SPI). Pada hasil akhir dari analisis penerapan metode konsep nilai hasil (Earned Value Concept) nilai kebutuhan perkiraaan biaya penyelesaian proyek adalah BEAC (Rp10.271.541.738) dan BETC (Rp -4.259.269.612). Sedangkan, perkiraan waktu tersisa SETC 0 dan waktu total penyelesaian SEAC 30 minggu sesuai dengan rencana penyelesaian proyek. Nilai indeks kepercayaan kinerja CPI to-go 1.55 menunjukkan biaya yang dikeluarkan lebih hemat dan indeks SPI to-go 1.00 menunjukkan durasi penyelesaian sesuai rencana. Nilai BAC (Rp 11.462.502.700) > BEAC (Rp 10.271.541.738) menunjukkan proyek mengalami keuntungan. Nilai SAC (30 minggu) = SEAC (30 minggu) menunjukkan proyek selesai sesuai dengan rencana.   Kata Kunci: Kinerja Biaya dan Waktu, Konsep Nilai Hasil, Pengendalian Proyek
Identifikasi Kerusakan Perkerasan Lentur Ruas Jalan Kabuh Bts Kab. Lamongan Ploso Jombang Babat KM 35+680 35+800 Menggunakan Metode RM Sebagai Acuan Kerja Pemeliharaan Jalan Wibisono, R Endro; Risma Septiana Ari
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20882

Abstract

Penurunan kualitas pada ruas Jalan Kabuh Bts Kab. Lamongan Ploso Jombang Babat KM 35+680 35+800 yang disebabkan oleh konstruksi jalan terus menerus, mengakibatkan terhambatnya aktivitas berkendara pengemudi sehingga jalan jarang kembali digunakan. Permasalahan ini harus diatasi dengan cara pemeriksaan tingkat ketidakrataan ruas jalan pada daerah tersebut. Kerusakan jalan juga diakibatkan dari pemeliharaan jalan yang tidak dilakukan secara dini dan tepat (kerusakan lubang yang terjadi akibat dari kerusakan-kerusakan kecil yang terus menerus dibiarkan, misalkan kerusakan retak yang telah menjadi lubang). Tujuan penelitian untuk menjaga agar kondisi jalan tetap pada performa yang layak dalam melayani berbagai moda transportasi perlu adanya evaluasi permukaan jalan untuk mengetahui jalan tersebut apakah masih dalam kondisi yang baik atau perlu adanya program peningkatan pemeliharaan rutin atau pemeliharaan berkala. Pemeliharaan Rutin Jalan adalah kegiatan penanganan jalan yang bertujuan untuk perawatan serta memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada ruas jalan dengan kondisi pelayanan yang mantap. Metode rehabilitasi jalan dengan mempunyai kegiatan penanganan pencegahan yang terjadinya kerusakan yang luas dan setiap kerusakan yang luas dan setiap kerusakan yang tidak diperhitungkan dalam desain yang berakibat menurunnya kondisi kemantapan pada bagian/tempat tertentu dari suatu ruas jalan dengan kondisi rusak ringan, agar penurunan kondisi kemantapan tersebut dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan yang sesuai dengan rencana. Hasil dari penelitian dan pengamatan yang ditinjau kerusakan yang paling mendominasi yaitu kerusakan lubang dan retak buaya. Untuk menentukan jenis penanganan kerusakan jalan di ruas Jalan Kabuh Bts. Kabupaten Lamongan Ploso Jombang Babat KM 35+680 35+800, maka harus diadakan pemilihan terhadap jenis dan luas kerusakan yang terjadi. Penanganan kerusakan permukaan jalan pada lapis lentur menggunakan metode perbaikan standar Direktorat Jendral Bina Marga.
ANALISIS STABILITAS DAN ALTERNATIF PERKUATAN LERENG PROYEK REHABILITASI BENDUNGAN PACAL KABUPATEN BOJONEGORO Lutfiah, Ine; Solin, Dian Purnamawati; Farichah, Himatul
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20947

Abstract

Pacal Dam is infrastructure used for irrigation purposes for the Bojonegoro community. However, in 2014 there was heavy rain and it triggered a landslide on the right side of the support cliffspillway. Therefore, this research was carried out to determine the condition of the slopes of the Pacal Dam project in existing conditions and to find out safe alternatives for handling it as planned. With assistive programsPlaxis can find out the safety value of the slope in its existing condition and when handling is carried out. The safety value when existing conditions have a less safe value, namely 1.1061 or less than 1.50. Therefore, handling is carried out by adjusting the slope of the slope (cut and fill) and strengthening by usingSoil Nailing. Safety value when excavating and filling (cut and fill) of 2.1179 which means it is safe. And for security value with reinforcementSoil Nailing The security value is 2.9407, with long planningnail 10 meters, vertical horizontal distance 1 meter, and with a slope of 15. From the slope results, both treatments met the planned standard safety value of 1.5. Therefore, slope strengthening can be used as an alternative for handling slope stability.
Studi Asseemen Kegagalan Struktur Menara Transmisi Tpe DD6+6 Roboh SUTT 150 KV Lamongan – Paciran kiswono, bambang
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20949

Abstract

Dalam Analisis perhitungan struktur menara yang dilakukan dengan program MS Tower V6 didapatkan bahwa stress ratio masih memenuhi syarat dan kondisi fisik di lapangan tidak ditemukan tanda terjadinya kegagalan struktur menara Pada Analisis daya dukung Fondasi existing diindikasikan bahwa daya dukung ijin tarik dan tekan dibutuhkan 15 tiang untuk memenuhi daya dukung Tarik. Kondisi  di lapangan hanya terdapat 5 tiang Bored Pile pada setiap kaki menara transmisi. Untuk desain Fondasi rencana baru yang aman dilakukan Analisis dengan metode Luciano Decourt menggunakan data SPT (Standart Pennetraion Test) dengan membandingkan Bored Pile dan tiang pancang. Dari Analisis tersebut dapat disimpulkan menggunkaan Fondasi jenis tiang pancang lebih efektif karena membutuhkan tiang lebih sedikit yaitu 5 tiang daripada Bored Pile yang menggunakan 4 tiang dengan dimensi sama yaitu 35 cm dengan kedalaman tiang 15 meter.   Kata Kunci: Asesmen, Fondasi, Tiang Pancang, Bored Pile, Menara

Page 2 of 2 | Total Record : 14