cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1: Januari 2019" : 12 Documents clear
MENGGUGAT FENOMENA EKSPLOITASI IKAN HIU DENGAN PENDEKATAN LITERASI KRITIS DI SEKOLAH DASAR Rengganis, Ira; Ibrahim, Teguh; Darmayanti, Mela; Juwita, Winda Marlina
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14179

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to provide an understanding of how critical literacy-based learning practices can be implemented in elementary schools by raising the issue of exploitation of nature. The practice of critical literacy-based learning in this study uses an educational model with problems whose philosophical basis derives from the critical pedagogic of Paulo Freire. The concept of education seeks to deal with humans on problematic phenomena that disturb the balance of life to be addressed critically. The phenomenon that will be sued is "massive exploitation of shark fins by humans". The research method used is qualitative with an auto-ethnographic narrative approach which aims to chronologically describe the experiences of researchers when implementing critical literacy-based learning in elementary schools. The results showed that critical literacy learning using education with problems can be implemented through three stages, namely 1) pre-reading (problematization), 2) reading stage (critical discourse discussions), and 3) post-reading stage (social action) transformative). The implication of critical literacy based learning is the rise of critical awareness of students characterized by several indicators, namely: 1) students are able to name and decipher the core of the problem of exploitation of nature and its causal relationship with greedy and vile human nature; 2) students are able to create illustrated images that represent ideal situations that should occur; 3) students are able to write critical arguments that represent suggestions, criticisms, and hopes for fishermen to be able to maintain marine ecosystems by not exploiting sharks. This research has the significance of enriching pedagogical literacy science, especially critical literacy-based learning in elementary schools.Keywords: Critical Pedagogic, Critical Literacy, Nature Exploitation, Illustration Figure. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman tentang bagaimana praktik pembelajaran berbasis literasi kritis dapat diimplemantisakan di sekolah dasar dengan mengangkat isu eksploitasi alam. Praktik pembelajaran berbasis literasi kritis pada penelitian ini menggunakan model pendidikan hadap masalah yang dasar filosofisnya berasal dari pedagogik kritis Paulo Freire. Konsep pendidikan ini mengupayakan penghadapan manusia pada fenomena problematik yang menganggu keseimbangan kehidupan untuk disikapi secara kritis. Fenomena yang akan digugat adalah “eksploitasi sirip ikan hiu secara masif oleh manusia”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan naratif type auto-etnografi yang bertujuan untuk menceritakan secara kronologis pengalaman peneliti ketika mengimplementasikan pembelajaran berbasis literasi kritis di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran literasi kritis dengan menggunakan pendidikan hadap masalah dapat diimplementasikan melalui tiga tahap yaitu 1) tahap pra-baca (problematisasi), 2) tahap membaca (diskusi-analisis wacana kritis), dan 3) tahap pasca-baca (tindakan sosial transformatif). Implikasi dari pembelajaran berbasis literasi kritis adalah bangkitnya kesadaran kritis siswa yang ditandai oleh beberapa indikator yaitu : 1) siswa mampu menamai dan mengurai inti dari problematika eksploitasi alam dan hubungan kausalitasnya dengan sifat manusia yang serakah dan keji ; 2) siswa mampu mengkreasikan gambar ilustrasi yang merepresentasikan situasi ideal yang seharusnya terjadi; 3) siswa mampu menulis karangan argumentasi kritis yang merepresentasikan saran, kritik, dan harapan pada para nelayan agar mampu menjaga ekosistem laut dengan tidak melakukan eksploitasi ikan hiu. Penelitian ini memiliki signifikansi memperkaya keilmuan pedagogik mulitiliterasi khususnya pembelajaran berbasis literasi kritis di sekolah dasar. Kata Kunci : Pedagogik Kritis, Literasi Kritis, Eksploitasi Alam, Gambar Ilustrasi.
PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY BERMUATAN WAWASAN KEBANGSAAN PADA TOKOH KEPAHLAWANAN Rochmah, Eliya; Labudasari, Erna; Amalia, Nurani
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.11489

Abstract

Abstract:. This study is to know how a media plan of augmented reality-based which contains nationality knowledge in studying the national heroes. The method of this study was research and developement (RD with was applied four instruments, they are questionnaires for experts in media, lesson, then teachers and students’ responses in term of applying the media. While the subject of this study which became its trial was thirty 5th students of SDN Kangrgraksan, Kota Cirebon. The result shows that the media plan was developed thorugh some steps, they are potential and problem, collecting data, designing product, validating design, revising design, and testing the product. The validation result of the media was obtained 94.4% which is categorized very appropriate and the validation lesson of expert was gained that the lesson is categorized valid. Besides that, the students’ responses toward it ware 83.3% said very agree and others 16.7% agree and teachers’ responses toward it were 73.3%  and it was categorized good. Keyword: Augmented Reality, Nationality Knowledge, National Heroes Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perancangan media berbasis teknologi augmented reality bermuatan wawasan kebangsaan pada materi tokoh kepahlawanan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan menggunakan empat instrumen yaitu angket ahli media, angket ahli materi, angket respon siswa dan guru tentang media. Sementara subjek penelitian yang dijadikan uji coba pemakaian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kanggraksan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan media berbasis teknologi augmented reality bermuatan wawasan kebangsaan dikembangkan melalui tahapan potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba pemakaian. Hasil validasi media diperoleh 94.4% media dalam kategori Sangat Layak dan hasil validasi ahli materi diperoleh hasil bahwa materi tergolong valid. Selain itu, hasil respon siswa terhadap media adalah sebanyak 83.3% siswa menjawab Sangat Setuju dan sisanya 16.7% menjawab Setuju dan hasil respon guru terhadap media adalah 73.3% dalam kategori Baik.Kata Kunci: Augmented Reality, Wawasan Kebangsaan, Tokoh Pahlawan
POLA BUDAYA BANYUWANGI DALAM NOVEL KARYA HASNAN SINGODIMAYAN SEBAGAI PENGENALAN BUDAYA PADA MATERI TEMATIK PENDIDIKAN DASAR Lesmana, Iga Bagus; Sudikan, Setya Yuwana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14054

Abstract

Abstract:. This research aims to explain the cultural expression in the novel by Hasnan Singodimayan based on the perspective of cultural ecology. These cultural expressions include social patterns, political patterns, religious patterns. Hasnan Singodimayan's novel that was examined was the novel Kerudung Santet Gandrung and Niti Negari Bala Abangan. This research is a qualitative descriptive type and uses an interdisciplinary approach. Data collection using library techniques, while analyzing data using content analysis techniques. Content analysis is done by inference and analysis. The theory used is cultural ecology belonging to Julian H. Steward. The results showed that the cultural expression in the novel Kerudung Santet Gandrung and Niti Negari Bala Abangan contained human behavior patterns. This pattern is a social pattern, political pattern, and religious pattern. Social patterns can be found in community interactions and visiting activities and receiving guests. Political patterns exist in the Banyuwangi system of government during the Dutch, PKI, and current politics. Religious patterns are found in religious behavior that combines religion and culture. Based on data analysis, it can be concluded that cultural expressions in Kerudung Santet Gandrung and Niti Negari Bala Abangan form cultural patterns, namely reciprocal social patterns, historical patterns in the form of history or periods, and religious patterns which are a combination of religion and culture.Keyword: The benefits of learning motivation,  local wisdom of G1 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ekspresi budaya dalam novel karya Hasnan Singodimayan berdasarkan perspektif ekologi budaya. Ekspresi budaya tersebut meliputi pola sosial, pola politik, pola religi. Novel Hasnan Singodimayan yang diteliti adalah novel Kerudung Santet Gandrung dan Niti Negari Bala Abangan. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan interdisipliner. Pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, sedangkan penganalisisan data menggunakan teknik analisis konten. Analisis konten dilakukan dengan cara inferensi dan analisis. Teori yang digunakan adalah ekologi budaya milik Julian H. Steward. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi budaya dalam novel Kerudung Santet Gandrung dan Niti Negari Bala Abangan terdapat pola prilaku manusia. Pola tersebut merupakan pola sosial, pola politik, dan pola religi. Pola sosial dapat ditemukan pada interaksi masyarakat dan kegiatan bertamu dan menerima tamu. Pola politik terdapat pada sistem pemerintahan Banyuwangi pada masa Belanda, PKI, dan politik saat ini. Pola religi terdapat pada perilaku beragama yang memadukan agama dan budaya. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa ekspresi budaya dalam novel Kerudung Santet Gandrung dan Niti Negari Bala Abangan membentuk pola-pola budaya, yakni pola sosial yang bersifat timbal balik, pola politik yang berbentuk historis atau masa ke masa, dan pola religi yang merupakan perpaduan antara agama dan budaya.Kata Kunci: Ekspresi Budaya , Pola Budya, Ekologi Budaya 
PEMAHAMAN GURU TENTANG PENDEKATAN SAINTIFIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Rostika, Deti; Prihantini, Prihantini
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14443

Abstract

Abstract:. Implementation of the 2013 Curriculum essentially sets out three main things, namely the application of integrated thematic learning, the use of scientific approaches to learning, and authentic assessment. Some of the results of previous research on the implementation of the 2013 Curriculum, among others, found that teachers were less able to utilize learning resources from the surrounding environment and teachers tended to maintain conventional teaching habits. For this reason, through this study, researchers want to describe how teachers understand scientific approaches; how the teacher exposes the learning implementation plan; how the teacher applies the scientific approach to learning, and whether there is a contribution between the understanding of the scientific approach to the application of learning carried out by the teacher. The research method used is the Mixed Method Research model 'Embedded Design'. The results obtained from this study can be concluded that: (1) In general, teachers have understood the scientific approach, but have not understood how to implement this approach in learning in elementary schools; (2) Learning Implementation Plans (RPP) made by the teacher have not described learning activities oriented to the scientific approach; (3) Implementation of the implementation of learning carried out by the teacher has not reflected the application of the scientific approach; (4) Understanding the scientific approach contributes 10% to the implementation of learning. Therefore, being able to apply a scientific approach is not only determined by understanding, but it requires the efforts of teachers to always seek other knowledge that can add to and improve self-efficacy Keyword: scientific approach, thinking skills and scientific work, Mixed method research embedded models Abstrak: Implementasi Kurikulum 2013 pada intinya menetapkan tiga hal utama, yaitu penerapan pembelajaran tematik terpadu, penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, dan penilaian autentik. Beberapa hasil penelitian terdahulu tentang implementasi Kurikulum 2013, antara lain ditemukan bahwa guru kurang mampu memanfaatkan sumber-sumber belajar dari alam sekitar dan guru cenderung mempertahankan kebiasaan mengajar konvensional. Untuk itu melalui penelitian ini, peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana pemahaman guru terhadap pendekatan saintifik; bagaimana guru membuar rencana pelaksanaan pembelajaran; bagaimana guru menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, dan apakah ada kontribusi antara pemahaman pendekatan saintifik terhadap penerapan pembelajaran yang dilaksanakan guru. Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed Method Research model ‘Embedded Design’. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Pada umumnya guru telah memahami pendekatan saintifik, tetapi belum memahami cara mengimplementasikan pendekatan tersebut dalam pembelajaran di Sekolah Dasar; (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru belum menggambarkan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik; (3) Implementasi pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan guru belum mencerminkan pada penerapan pendekatan saintifik; (4) Pemahaman pendekatan saintifik berkontribusi 10 % terhadap implementasi pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu untuk bisa menerapkan pendekatan saintifik tidak hanya ditentukan oleh pemahaman, tetapi diperlukan upaya guru untuk selalu mencari pengetahuan lain yang dapat menambah dan meningkatkan efikasi diri.Kata Kunci: pendekatan saintifik, keterampilan berpikir dan kerja ilmiah, Mixed method research embedded model.
PENGARUH ACCELERATED LEARNING BERBASIS MUSIK BAROK TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN Ahmad, Hariyatunnisa; Rukayah, Rukayah; Triyanto, Triyanto
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14055

Abstract

Abstract: Reading comprehension is flexible and sustainable cognitive and constructive process. Students 'understanding of reading content is still low, therefore there is need strategies to improve students' reading comprehension ability. One of strategy that can be used in reading comprehension learning is Accelerated Learning based on baroque music. Baroque music has no lyrics and neutral, besides that the baroque music have a strong influence on the ability to absorb information and memorize it. The purpose of this study was to determine differences in scores on the read comprehension ability of fifth grade students of elementary school before and after learning using Accelerated Learning based on baroque music. The design of this study uses nonequivalent control group with data collection techniques using test. The collected data were tested using Independent Sample t-test with a significance level of 5%. The results showed that there was a significant difference between the score of reading comprehension ability of fifth grade students of elementary school before and after learning using Accelerated Learning based on baroque music.Keywords: reading comprehension, learning strategy, Accelerated Learning, baroque music Abstrak: Membaca pemahaman adalah proses kognitif dan konstruktif yang fleksibel dan berkelanjutan. Pemahaman siswa mengenai isi bacaan masih belum optimal, oleh karena itu perlu adanya strategi untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Salah satu strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman adalah Accelerated Learning berbasis musik barok. Musik barok tidak memiliki lirik dan netral, selain itu musik barok memiliki pengaruh yang kuat pada kemampuan untuk menyerap informasi dan menghafalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skor pada kemampuan membaca pemahaman siswa kelas 5 sekolah dasar sebelum dan sesudah belajar menggunakan Accelerated Learning berbasis musik barok. Desain penelitian ini menggunakan nonequivalent control group dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes. Data yang terkumpul diuji menggunakan Independent Sample t-test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor kemampuan membaca pemahaman siswa kelas 5 sekolah dasar sebelum dan sesudah pembelajaran yang menerapkan Accelerated Learning berbasis musik barok.Kata kunci: membaca pemahaman, strategi pembelajaran, Accelerated Learning, musik barok
INTERACTIVE MULTIMEDIA ON LOCAL LANGUAGE LEARNING OF ELEMENTARY SCHOOL IN SURAKARTA CITY Daryanto, Joko; Karsono, Karsono
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14056

Abstract

This research about the use of interactive multimedia in Local Language Learning in the Elementary School in Surakarta region aimed to find out the effectiveness of the use interactive multimedia in the Wayang Purwa and Javanese script topics. This research applied research and development (RD) method with one-group pretest-posttest experimental design. The data were collected using tests. The validity test comprised of instrument and content validation. The results of the treatment to the third-grade students of SD Negeri Karangasem III Surakarta in the topic of Wayang Purwa showed that the average score in the pre-cycle, first cycle, and second cycle always increased. In the pre-cycle, the students' average score was 54.9 with the completeness percentage of 31.2 %. The average score after the treatment in the first cycle was 72.34 with the completeness percentage of 71.88 and in the second cycle was 81.27 with the completeness percentage of 90.63 %. The same results were also obtained in the topic of Javanese script in the second-grade students of SD Tunggulsari II Surakarta indicating that the average score of pre-cycle, first cycle, and second cycle always increased. The classical completeness percentage in the pre-cycle of 6.25 % increased to 56.25 % in the first cycle and 93.75 in the second cycle. The conclusion is that the used of interactive multimedia can improve the skills of Wayang Purwa storytelling and Javanese-script writing.
ANALISIS TEKNIK PENILAIAN SIKAP SOSIAL SISWA DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SDN 1 WATULIMO Tiara, Shintia Kandita; Sari, Eka Yuliana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.11905

Abstract

Abstrak: Kurikulum 2013 yang sudah mulai diujicobakan pada tahun ajaran 2013-2014 menuntut guru untuk melakukan penilaian pada semua aspek perkembangan. Aspek tersebut ialah aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penilaian ketiga aspek ini harus dilakukan oleh guru itu sendiri. Penilaian sikap siswa yang juga dianggap penting dalam pendidikan Kurikulum 2013  dibagi menjadi dua jenis penialaian, yaitu sikap spiritual dan sikap sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknik penilaian sikap sosial siswa dalam penerapan Kurikulum 2013 di SDN 1 Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek tahun ajaran 2017-2018. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan metode pengumpulan data  observasi, wawancara dan studi dokumenter. Metode ini digunakan untuk memperoleh data teknik penilaian sikap sosial yang dilakukan oleh guru. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan lembar wawancara dengan jawaban terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tahapan penilaian yang dilakukan oleh guru, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan penilaian sikap sosial siswa. Sesuai dengan buku panduan penilaian sikap sosial siswa Kurikulum 2013 disebutkan bahwa ada empat teknik penilaian sikap sosial yaitu obsrvasi, jurnal, penilaian antarteman dan penilaian diri. Pada sekolah yang diteliti ditemukan bahwa sekolah hanya menggunakan dua jenis teknik penilaian, yaitu observasi dan jurnal.Kata Kunci: Kurikulum 2013, Sikap Sosial, Teknik penilaian
THE EFFECT OF BRAIN BASED LEARNING MODEL ON STUDENT’S HIGH ORDER THINKING SKILLS Yustitia, Via; Wardani, Imas Srinana; Juniarso, Triman
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14058

Abstract

Abstract: This research aims to determine differences in student’s high order thinking skills taught by brain based learning model with student’s high order thinking skills taught by direct learning model. The study was conducted through a quasi-experimental posttest design. The population of this study was students of the elementary school teacher education department of Adi Buana PGRI University of Surabaya, by using Random Sampling. The subjects are 80 students inclasses 2017-A and 2017-B. The data was collected by using test method. The data analyses were T test the difference of average, to examine the distinction of high order thinking skills between the brain based learning and direct learning class. The result of the study showed that score average of the student’s high order thinking skills in brain based learning classwere better than score average of of the student’s high order thinking skills in direct learning class.Keyword: Brain based learning, High order thinking skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang diajarkan oleh model pembelajaran berbasis otak dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang diajarkan oleh model pembelajaran langsung. Penelitian ini dilakukan melalui desain posttest kuasi-eksperimental. Populasi penelitian ini adalah siswa jurusan pendidikan guru sekolah dasar Universitas Adi Buana PGRI Surabaya, dengan menggunakan Random Sampling. Subjek penelitian ini adalah 80 siswa yang mencakup 2017-A dan 2017-B. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Analisis data adalah uji T perbedaan rata-rata, untuk menguji perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi antara pembelajaran berbasis otak dan kelas pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa di kelas pembelajaran berbasis otak lebih baik daripada skor rata-rata keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa di kelas pembelajaran langsung.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Otak, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi
FENOMENA DISPARITAS PENGELOLAAN KELAS ANTARA SD NEGERI DAN SWASTA UNGGULAN DI TEGAL Yawart, Ulfa Khasanah; Bakti, Ageng; Sari, Resta Rahma
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.11971

Abstract

Abstract:. Class management or class management is a conscious effort of a teacher to organize learning activities systematically. Class management is a factor that has the first position as a determinant of student learning outcomes. This study aims to determine the effect of class management between Primary and Private Primary Schools in Tegal. The method used in this study is to use qualitative-quantitative methods. . The object of this study was grade 2 students at the Mendangusuman Public Elementary School (SDK 1) and class 1 SD Pelita Harapan Bangsa (PHB). Data collection techniques in this study used observation, interviews, questionnaires, and documentation techniques. Whereas to analyze the data obtained, researchers used the SPSS version 23.0 statistical program with the results of data analysis stating that the average teacher's ability in classroom management in MKK 1 SDN was 68.52 and in PHB SD was 88.77. While the student learning outcomes in MKK 1 SDN amounted to 94.32 with the lowest score of 86 and the highest score of 100. And for the learning outcomes in elementary school PHB amounted to 98.15 with the lowest score 89 and the highest score of 100.Keyword: Class management, elementary school Abstrak: Pengelolaan kelas atau manajemen kelas merupakan usaha sadar seorang guru untuk mengatur kegiatan pembelajaran secara sistematis. Pengelolaan kelas merupakan faktor yang mempunyai kedudukan pertama sebagai penentu hasil belajar siswa. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan kelas antara SD Negeri dan SD Swasta Unggulan di Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif-kuantitatif. . Objek penelitian ini adalah siswa kelas 2 SD Negeri Mangkukusuman (MKK) 1 dan kelas 1 SD Pelita Harapan Bangsa (PHB). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data yang didapat, peneliti menggunakan program statistik SPSS versi 23.0 dengan hasil analisis data menyatakan rata-rata kemampuan guru dalam pengelolaan kelas di SDN MKK 1 adalah 68,52 dan di SD PHB sebesar 88,77. Sedangkan hasil belajar siswa pada SDN MKK 1 sebesar 94,32 dengan nilai terendah 86 dan nilai tertinggi 100. Dan untuk hasil belajar pada SD PHB sebesar 98,15 dengan nilai terendah 89 dan nilai tertinggi 100.Kata Kunci: Pengelolaan kelas, Sekolah dasar
DAFTAR ISI VOLUME 11 NOMOR 1 2019 Editor, EduHumaniora
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.15273

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 12