cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1: Januari 2015" : 10 Documents clear
Model Pembelajaran Nondirective untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara dan Kepercayaan Didi Peserta Didik Rajai, M. Ali; Damaianti, Vismania S.
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2793

Abstract

Pembelajaran yang masih bersifat pemindahan isi melatarbelakangi rendahnya kemampuan berbicara dan kepercayaan diri peserta didik dalam pembelajaran bahasa indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan kesulitan peserta didik dan guru dalam pembelajaran, mengetahui rancangan pembelajaran dan rancangan perbaikan pembelajaran, serta mengetahui hasil belajar peserta didik setelah melaksanakan pembelajaran berbasis model nondirective untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan kepercayaan diri peserta didik. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian kelas IV SDN Rancabolang Kota Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja dan tes otentik berupa lembar kerja siswa. Data hasil penelitian disajikan dari hasil prasiklus, siklus I dan siklus II secara deskriptif. Dari deskripsi tersebut dapat dilihat peningkatan kemampuan dan hasil belajar peserta didik dari mulai prasiklus, siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil analisis data ditarik kesimpulan bahwa kemampuan berbicara dan kepercayaan diri peserta didik meningkat setelah melakukan pembelajaran berbasis model nondirective.
Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Sekolah Dasar dengan Penggunaan Media Cerita Bergambar Dibandingkan Media Dialog Narasi Windayana, Husen; Priatna, Dudung; Rostika, Deti; Kartika, Entang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2784

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar relatif tidak terlalu disenangi siswa. Salah satu penyebabnya adalah suasana belajar mengajarnya kurang menyenangkan, minat belajar yang rendah, dan siswa kurang terfokus pada konsep yang dipelajari. Media cerita bergambar dan media dialog narasi memungkinkan pembelajaran menjadi lebih rileks, menyenangkan, menumbuhkan rasa keingintahuan, serta siswa terfokus kepada konsep yang dipelajari. Tujuan penelitian ini mengungkap seberapa besar pengaruh penggunaan media cerita bergambar dan media dialog narasi terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa dan apakah terjadi perbedaan pengaruh secara signifikan dari penggunaan dua jenis media berbeda tersebut terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain kontrabalance. Pada fase pertama kelompok ke satu memperoleh perlakuan dengan media cerita bergambar, sedangkan kelompok ke dua memperoleh perlakuan dengan media dialog narasi. Fase ke dua ditukar, kelompok ke satu menerima media dialog narasi, kelompok ke dua menerima media cerita bergambar. Hasil penelitian memberi kesimpulan bahwa terjadi pengaruh peningkatan terhadap kemampuan penalaran matematis siswa dalam taraf sedang bagi kelompok-kelompok yang belajarnya menggunakan media cerita bergambar, sedangkan hanya terjadi peningkatan dalam taraf cenderung rendah dan rendah terhadap kemampuan penalaran matematis bagi kelompok-kelompok yang belajarnya menggunakan media dialog narasi. Serta ada perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan penalaran matematis siswa antara kelompok yang belajarnya menggunakan media cerita bergambar dibandingkan kelompok yang belajarnya dengan media dialog narasi. Kelompok yang menggunakan media cerita bergambar lebih baik dibandingkan kelompok yang belajarnya dengan media dialog narasi.
Pendidikan Kearifan Etnik dalam Mengembangkan Karakter Herlambang, Yusuf Tri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2789

Abstract

Globalisasi selalu diikuti dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini telah memberi dampak signifikan dalam berbagai aspek konstelasi kehidupan, tak terkecuali dalam membangun paradigma masyarakat yang menjadikan kondisi ini sebagai sebuah sistem nilai kehidupan. Keadaan ini berpotensi untuk melahirkan marginalisasi budaya yang pada akhirnya akan mereduksi nilai budaya otentik dan hilangnya identitas bangsa. Selain dari itu keadaan ini telah membawa dampak buruk pada rendahnya karakter bangsa Indonesia, yang tidak mampu menjadikan nilai budaya sebagai perisai dalam menjalani kehidupan di tengah perubahan dan dinamika budaya yang berkembang. Pendidikan sebagai sektor esensial dalam kehidupan manusia yang merupakan syarat mutlak dalam membangun sebuah peradaban tinggi, hendaknya mampu menjalankan perannya dalam pengembangan mutu manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan pendekatan budaya atau dalam latar kehidupan sosial budaya yang dinamis dan berpijak pada kearifan nilai budaya bangsa Indonesia, sehingga pendidikan dapat menjalankan fungsinya untuk mempertahankan dan menjaga sistem nilai budaya yang bertujuan untuk mengembangkan karakter insan-insan pendidikan Indonesia. Pendidikan berbasis kearifan Etnik merupakan pendidikan yang berorientasi pada upaya untuk menjaga kelestarian budaya dari reduksi akibat globalisasi serta menumbuhkan sikap positif dan konstruktif demi terciptanya integrasi sosial yang harmonis dalam kehidupan masyarakat. Selain dari itu, tujuan utama pendidikan kearifan Etnik adalah untuk membekali insaninsan pendidikan yang memiliki kemampuan adaptif, dan futuristik yang mengedepankan aspek intelektual, aspek moral dan sosial kultural, serta sebagai upaya dalam mewujudkan harapan masa depan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat dan memiliki identitas kepribadian
Peningkatan Kemampuan Berfikir Matematis Siswa SD Kelas III Melalui Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Permainan Tradisional Nugraha, Eli; Suryadi, Didi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2794

Abstract

Penelitian ini bermaksud memperoleh sebuah bukti empiris tentang peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa SD kelas III melalui pembelajaran matematika realistik berbasis permainan tradisional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas III di SDN Girimukti II Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut dengan sampel kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIB sebagai kelas kontrol pada tahun pelajaran 2014-2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan desain penelitian non equivalent control group desingn. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui pretes dan postes sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan mulai dari penyekoran, uji normalitas, uji homogenitas serta menguji setiap hipotesis yang telah dirumuskan dengan uji t. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran matematika realistik berbasis permainan tradisional lebih baik daripada kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. 2) Peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran matematika realistik berbasis permainan tradisional lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.
Metode Picture Mapping dalam Kegiatan Storytelling: Cara untuk Mengembangkan Keteampilan Abad 21 Anak Usia Dini Yanthi, Novi; Ananthia, Winti; Yuliariatiningsih, Margaretha Sri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2785

Abstract

Kegiatan storytelling memiliki peran strategis dalam mengembangkan aspek moral pada diri anak-anak. Penggunaan gambar dalam kegiatan storytelling juga telah banyak dilakukan dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak usia dini. Mengingat anak usia 5-6 tahun masih banyak yang belum memiliki keterampilan menulis dan membaca, maka penggunaan metode picture mapping dalam kegiatan storytelling dipelajari dalam penelitian kali ini. Penggunaan picture map dalam penelitian yaitu sebagai alat untuk menumbuhkembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi anak usia dini sebagai bagian dari keterampilan abad 21. Tujuan penelitian secara khusus yaitu untuk mengidentifikasi perkembangan aspek-aspek keterampilan abad 21 dalam kegiatan storytelling siswa TK kelompok B di daerah Cibiru, Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen pengumpul data yang terlibat yaitu rekaman hasil wawancara dengan anak, pedoman observasi yang dilengkapi catatan lapangan, dan rekaman video proses kegiatan storytelling. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa keterampilan abad 21 yang berkembang melalui kegiatan storytelling yang menerapkan penggunaan picture map adalah: (1) kemampuan mengomunikasikan pikiran atau ide menggunakan picture map; (2) kemampuan menyimak isi cerita yang disampaikan guru; (3) kemampuan memberikan respon pada orang lain selama sesi storytelling berlangsung; (4) kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan dwibahasa; dan (5) menunjukkan sikap saling tolong menolong dan bekerja sama.
The Application of Project Base Constructive Paly to Encourage Student's Ability in Creative Expression and Communication Helmi, Moch; Nurihsan, Juntika; Saud, Udin Syaefudin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2790

Abstract

This research is conducted based on several findings in TK Sejahtera, Bandung regarding to its teaching practice and the nature of the children progress. The application of quasi experiment on the project base play program is aimed to redirect children desire to play and aggressive energy into schemed creative activity. Children mostly show their preference as adaptive problem solver in their creative style and always try to negotiate their idea in communication process. The outcome of the research shows some progress in children creative and communication abilities in the test of variance. The experiment shows large effect in creative expression medium significance in communication ability. It can be conclude that the research have successful in endorsing children creative and communication ability along with their various characteristics
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Sekolah Dasar Hermawan, Dadan; Prabawanto, Sufyani
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2791

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan mengkaji masalah peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa sebelum dan sesudah belajar melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain kelompok kontrol non ekivalen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V pada dua kecamatan di kabupaten Subang, Sample penelitian pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V salah satu sekolah dasar  di  Kecamatan Subang Kabupaten Subang dan salah satu sekolah dasar yang  terletak di Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang. Instrumen yang digunakan berupa instrumen tes, analisis kuantitatif dilakukan terhadap rata-rata pretes dan postes dengan menggunakan Uji-t. Berdasarkan pada hasil penelitian, menunjukan bahwa data pretes tidak terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model direct teaching. Diketahui pula bahwa pada hasil analissi data posttes, kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model direct teaching. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK memberikan pengaruh yang positif terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Pembelajaran dengan  model Problem Based Learning berbantuan TIK dapat menjadi alternatif model pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan di Sekolah Dasar.
Inquiry Based Learning Model Natural Phenomena to Improve The Curiousity and Mastery of Teh Concept of Junior High School Student Hadiryanto, Soleh; Thaib, Dina
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2782

Abstract

The purpose of this study was to analyze the increase curiousity and mastery of the concept of junior high school students after participating in inquiry learning based on the natural phenomenon of motion plant material. The method used is experiment using a randomized design Pretest-Posttest Control Group Design. In the conduct of research, classroom-based inquiry learning experiments using natural phenomena and grade control using conventional learning. The instrument used is the concept mastery tests and questionnaires curiousity students. The results of calculation of N-gain scores showed a rise curiousity and mastery of concepts students both in the experimental and control groups, but the increase in the experimental group was higher than the control group. Through two different test average showed a significant difference curiousity improvement and mastery of concepts students at level α of 0.05 between students who learn by inquiry-based learning and the study of natural phenomena with conventional learning. Increased curiousity and mastery of concepts students learn the natural phenomena based inquiry learning in the experimental group is higher than that of learning through conventional teaching in the control group.
Pengaruh Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Heuristik Pemecahan Masalah dan Sikap Matematis Siswa Sekolah Dasar Ruchaedi, Diding; Suryadi, Didi; Herman, Tatang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2792

Abstract

Penelitian  ini  dilatarbelakangi  oleh rendahnya kemampuan heuristik pemecahan masalah dan  sikap  matematis  siswa  terhadap pelajaran  matematika.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menelaah perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan sikap matematis siswa yang menggunakan Problem Based Learning (PBL) dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.  Metode  dalam  penelitian  ini menggunakan  desain  kuasi  eksperimen  dengan  subjek penelitian seluruh siswa kelas V SD Negeri Leuwikujang I sebagai kelas eksperimen dan seluruh siswa kelas V SD Negeri Rajawangi I sebagai kelas kontrol.  Instrumen  yang digunakan  adalah  tes  kemampuan  pemecahan masalah  dan  skala  sikap  matematis siswa.  Data  hasil  penelitian  berupa  skor   pra tes  dan  pasca tes  siswa  dianalisis  dengan menggunakan  uji  t  dan  uji  korelasi  Product  Moment  Pearson.  Berdasarkan  hasil analisis  data  diperoleh  kesimpulan  bahwa, siswa  yang mendapatkan  pembelajaran  Problem Based Learning (PBL) mengalami  peningkatan  pada  kemampuan  strategi heuristic pemecahan masalah dan sikap matematis yang lebih  baik  dibandingkan  dengan  siswa  yang  mendapatkan  pembelajaran matematika  secara  konvensional.
Optimalisasi Penerapan Model Pembelajaran Reading Aloud With Comprehension (RAC) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar Ernalis, -; Syahrudin, D; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2783

Abstract

Masalah penelitian ini dibatasi pada masalah utama yang muncul dalam pembelajaran membaca permulaan di sekolah dasar. Masalah tersebut adalah kurang terbinanya keterampilan membaca permulaan para siswa. Faktor utama yang menyebabkan hal tersebut adalah belum diterapkannya model pembelajaran membaca permulaan yang tepat bagi siswa. Sejalan dengan masalah ini tujuan penelitian yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui, menjelaskan, dan memaparkan (1) perbedaan kemampuan membaca permulaan antara siswa SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model RAC dan yang tidak menggunakan model RAC dan (2) faktor-faktor utama yang mendukung kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian campuran tipe eksplanatori. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa sekolah dasar di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dan Kecamatan Ujungberung Kota Bandung. Data Penelitian akan dikumpulkan dengan menggunakan instrumen (1) kuesioner (2) wawancara, (3) penilaian hasil belajar, (4) penilaian proses/keterampilan, (5) catatan lapangan, dan (6) dokumentasi. Data hasil penelitian akan diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kualitatif dan teknik pengolahan data kuantitatif dengan uji statistika. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara siswa SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model RAC dan yang tidak menggunakan model RAC dan (2) faktor-faktor utama yang mendukung kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar adalah faktor intensitas membaca, strategi pembelajaran membaca, dan pengayaan bahan bacaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10