cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1: MEI 2023" : 6 Documents clear
EFISIENSI EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN PETANI LADA DI DESA MATANO KECAMATAN NUHA KABUPATEN LUWU TIMUR Resky Putri Ramadhani; Asriyanti Syarif; Andi Rahayu Anwar; Naila Naila
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2301

Abstract

Kemampuan sektor pertanian memberikan kontribusi secara langsung terhadap  efisiensi ekonomi, kesejahteraan rumah tangga petani dan tingkat pendapatan usahatani lada, maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai efisiensi ekonomi dan kesejahteraan petani lada di Desa Matano Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur. Dengan tujuan menganalisis efisiensi ekonomi dan pengaruh pendapatan terhadap kesejahteraan petani lada. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Sedangkan, teknik penentuan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Pengambilan sampel pada penelitian ini seluruh petani lada di Desa Matano Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur sebanyak 130 orang sehingga ditarik sampel 20% dari populasi dan diperoleh sebanyak 32 orang Teknik analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, efisiensi ekonomis dan kesejahateraan. Hasil penelitian menunjukan bahwa efisiensi ekonomi di Desa Matano nilainya lebih besar dari 1 maka, efisiensi ekonomi di Desa Matano belum efisien secara ekonomis sehingga untuk mencapai diperlukan penambahan faktor faktor produksi seperti luas lahan, pupuk dan obat – obatan sedangkan penggunaan  faktor produksi bibit yang nilainya sama dengan 1 maka, alaokasi penggunaannya sudah efisien secara ekonomis. Analisis pendapatan di Desa Matano dengan rata – rata sebesar Rp 45.822.836/ha dengan penerimaan sebesar Rp 60.256.250/ha dan total biaya  dengan rata – rata  sebesar Rp 14.433.414/ha. Kesejahteraan petani lada yang tediri dari enam indicator kesejahateraan yaitu pendapatan, pengeluaran, pendidikan, keadaan tempat tinggal, status kepemilikan rumah dan fasilitas tempat tinggal, pada enam indikator tersebut memiliki rata – rata skor sebesar 76,9 yang artinya kesejahteraan petani lada di Desa Matano Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur dapat dikatakan sejahtera.
SISTEM PENGELOLAAN AGROFORESTRI BERBASIS TANAMAN EUKALIPTUS (Eucalyptus alba) DAN PENDAPATAN PETANI DI DESA GUNUNG PERAK, KECAMATAN SINJAI BARAT, KABUPATEN SINJAI Fira Yuniar; Syamsuddin Millang; Ridwan Ridwan; Taruna Shafa Arzam.AR
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2302

Abstract

Sistem Agroferstry budidaya tanaman Eukaliptus berpeluang meningkatkan pendapatan ekonomi petani dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sistem agroforestri berbasis kayu putih, struktur dan komposisi jenis serta pendapatan petani dalam sistem agroforestri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2019 di Desa Gunung Perak Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan kriteria yaitu petani yang memiliki lahan 0,1 ha dan terdapat tanaman Eucalyptus yang dipadukan dengan sayuran, kopi, tembakau, dan tanaman rumput gajah di kebun agroforestrinya. Untuk mengetahui volume kayu, struktur dan komposisi jenis tumbuhan dibuat 12 petak contoh. Untuk mengetahui sistem pengelolaan agroforestri dan pendapatan petani agroforestri, diwawancarai 28 responden. Data diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan agroforestri berbasis eucaptus terdiri dari lima tahapan yaitu persiapan lahan, pengadaan bibit, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Komposisi jenis tanaman yang terdapat pada kebun agroforestri terdiri dari 13 jenis tanaman dan struktur vertikal terdiri dari 4 strata. Rata-rata pendapatan petani agroforestri berbasis kayu putih berbeda nyata. Pada Pola 1 (kayu putih dan sayuran) rata-rata pendapatan petani Rp 52.244.997/ha/tahun, pola 2 (kayu putih dan tembakau) rata-rata pendapatan yang diperoleh petani Rp. 29.461.489/ha/tahun, pola 3 (kayu putih dan kopi) rata-rata pendapatan petani Rp 34.836.741/ha/tahun, dan pola 4 (kayu putih, sayuran dan rumput gajah) rata-rata pendapatan petani Rp 73.437.480/ha/tahun. Pendapatan petani tertinggi diperoleh pada pola 4 (Eucalyptus, sayuran, dan rumput gajah) dengan pendapatan rata-rata Rp 73.437.480/ha/tahun dan pendapatan terendah diperoleh pada pola 2 (Eucalyptus dan Tembakau) yaitu Rp 29.461.489/ha/ tahun.
PERUBAHAN KUALITAS BERAS SELAMA MASA PENYIMPANAN Faizah Mahi; Nurul Mukhlishah; Herawaty Herawaty; Harlina Harlina; Rosmiati Rosmiati
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2298

Abstract

Penyimpanan beras merupakan suatu tahap untuk menentukan kondisi ketersediaan beras dan menjamin kualitas beras. Selama proses penyimpanan, beras mengalami proses penyusutan kualitas maupun kuantitas karena adanya perubahan fisik, kimiawi, bahkan biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas beras selama proses penyimpanan dengan mengidentifikasi beberapa aspek. Aspek yang akan dianalisis antara lain kadar air, butir kepala, menir, patah, dan kuning, serta water uptake dan perkembangan Sitophilus oryzae. Pada proses pengamatan dan analisis akan menggunakan tiga jenis beras, yaitu beras A (Medium 25%), beras B (Medium 20%) dan beras C (Premium 15%). Beras tersebut ditempatkan dalam karung plastik berisi 10 kg dan disimpan pada keadaan ambient (temperatur 29–32°C dan kelembaban 65–95%). Kualitas beras diamati setiap 15 hari, sedangkan pertumbuhan kutu diamati setiap minggu. Hasil menunjukkan bahwa kadar air beras jenis A dan B, dengan nilai awal 13,5%, mengalami kenaikan 0,03 %/hari sampai mendekati 14,5%, sementara jenis C dengan kadar air awal 15,5%, relatif konstan. Apabila beras memiliki kadar air 14% maka akan mengalami degradasi akibat reaksi maillard sehingga menyebabkan penjamuran dan terjadi warna kuning, penurunan water uptake, serta butir patah dan menir akan meningkat. Populasi kutu juga dapat meningkat dengan kecepatan 3-4 ekor/150gram selama satu minggu. Berdasarkan hal tersebut ditegaskan bahwa kadar air beras yang disimpan harus 14%, dan kelembaban udara di unit penyimpan harus diperhatikan serendah mungkin dengan persentase ≤ 65%.
PENAMBAHAN AGAR-AGAR DAN CMC DALAM PEMBUATAN PERMEN JELLY SARI BUAH PIDADA (Sonneratia Caseolaris) Ramdhani Chaniago; Wirahayu Illy
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2303

Abstract

Buah pedada yang digunakan dalam penelitian ini diambil Kelurahan Sisipan Kecamatan Batuisedangan penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kompo, Kecamatan Luwuk SelatanKabupaten Banggai pada bulan Maret 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuitingkat kesukaan panelis terhadap produk permen jelly buah pedada dengan penambahan CMCdan agar-agar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 faktor yaitu faktor pertama saribuah pedada (P) terdiri yaitu: (P1) = 25 ml sari buah pedada + 75 ml air; (P2) = 100 ml sari buahpedada tanpa air. Sedangkan faktor kedua yaitu jenis pengental (W) terdiri dari: (W1) = agaragar 20gram,(W2)=CMC20gram.Adapunkombinasiantara2faktoradalahsebagaiberikut:P1W1= 25 ml sari buah pedada + 75 ml Air + 20gram Agar-agar; P2W1 = 100 ml sari buahpedada tanpa Air + 20gram Agar-agar; P1W2 = 25 ml sari buah pedada + 75 ml Air + 20gramCMC; P2W2 = 100 ml sari buah pedada Tanpa air + 20gram CMC. Penelitian ini menggunakananalisis organoleptik dengan skala hedonis, yaitu: Sangat tidak suka (1); Tidak suka (2);Agak/sedikit suka (3); suka (4); dan Sangat suka (5). Menggunakan uji tingkat kesukaan pada 25panelis tidak terlatih. Temuan penelitian ini adalah perlakuan terbaik untuk rasa, warna, danaroma adalah P1W1 = 25ml sari buah pedada + 75ml air + 20gram agar-agar, sedangkanperlakuan terbaik untuk tekstur adalah P2W2 = 100ml sari buah pedada tanpa air + 20gram agaragar. 
RESPON APLIKASI KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis J) TERHADAP PRODUKSI BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) I Nyoman Arnama; Abdul Rais; Safaruddin Safaruddin; Syamsuddin Syamsuddin; Ahmad Syukur Daming
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon aplikasi kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan produksi bawang daun varietas fragrant 961. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidomakmur, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, dimulai pada bulan Oktober sampai Desember 2020. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yakni P0 (tanpa perlakuan), P1 (Tanah 1 Kg:kompos tandan kosong kelapa sawit 1 Kg), P2 (Tanah 1 Kg:kompos tandan kosong kelapa sawit 1,5 Kg), P3 (Tanah 1 Kg:kompos tandan kosong kelapa sawit 2 Kg) dan P4 (Tanah 1 Kg:kompos tandan kosong kelapa sawit 2,5 Kg) yang diulang sebanyak 5 kali. Data dianalisis secara statistika dengan uji F pada taraf nyata 5% dan 1%, dan apabila F hitung perlakuan lebih besar dari F table 5% dan 1% maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan jumlah daun perlakuan yang menunjukkan nilai terbaik dengan nilai rata-rata jumlah daun 3,78 helai, berbeda sangat nyata pada perlakuan P0 dan tidak berbeda nyata pada perlakuan P1, P3 dan P4. Sedangkan berat segar pada perlakuan P3 memperlihatkan nilai terbaik dengan rata-rata 5,01 gr, yang berbeda sangat nyata pada perlakuan P0 akan tetapi tidak berbeda nyata pada perlakuan P1, P2 dan P4. 
PENGARUH SISTEM JARAK TANAM DAN PEMBERIANiPUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina L.) Muhammad Naim; Abdul Rais
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektifitas pemberian pupuk NPK dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman jagung pulut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan II kampus 2 Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaraginang, Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan September sampai bulan November 2022.iPenelitian iini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 faktor yaitu faktor pertama pemberian pupuk NPK dan faktor kedua pengaturan jarak tanam dengan 3 ulangan. Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, maka terdapat 27 unit perlakuan. P0 tanpa perlakuan (kontrol), P1= Pupuk NPK Phonska 5 g/tanaman, P2 = Pupuk NPK Phonska 10 g/tanaman, J0 =tanpa perlakuan (kontrol), J1 = jarak tanam 70 x 20 cm, J2 = jarak tanam 75 x 25 cm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk NPK dan perlakuan sistem jarak tanam memberikan hasil berpengaruh nyata pada parameter panjang tongkol dengan rata-rata 17,61 cm, berpengaruh sangat nyata untuk parameter jumlah daun dengan rata-rata 8,37 helai, tinggi tanaman dengan rata- rata 57, 24 cm, diameter tongkol dengan rata-rata 4,22 cm, jumlah biji dalam satu tongkol dengan rata-rata 309,52 biji, berat biji/tongkol dengan rata-rata 142,1 g. Hal ini diduga unsur hara yang terkandung dalam pupuk NPK dan perlakuan sistem jarak tanam dapat memenuhi kebutuhan unsur hara dan sesuai jarak tanam yang dibutuhkan oleh tanaman jagung pulut.

Page 1 of 1 | Total Record : 6