cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi
Published by Universitas Paramadina
ISSN : 19797273     EISSN : 25409255     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmiah Psikologi Inquiry ISSN 1979-7273 (Print); ISSN 2540-9255 (Online) diterbitkan oleh program studi psikologi Universitas Paramadina yang mengakomodir publikasi karya ilmiah baik yang bersifat penelitian lapangan, review buku, tinjauan teoretik atau inovasi teoretik dalam bidang psikologi atau perilaku manusia. Karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah psikologi Inquiry secara khusus juga mengarahkan pada pengembangan Psikologi Indonesia dengan mendasarkan pada tema-tema keragaman sebagai dasar ke-Indonesiaan dan mengusung kearifan lokal yang berkembang dalam bidang Industri dan Organisasi, Sosial, Pendidikan, Klinis, Perkembangan, Konseling, Kesehatan dan lain-lain. Jurnal Ilmiah Psikologi Inquiry diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juli dan Desember. Saat ini Inquiry telah terindeks pada Google Scholar dan Onesearch.id.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2016)" : 5 Documents clear
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI YAYASAN GINJAL DIATRANS INDONESIA Dwita Priyanti
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.662 KB)

Abstract

AbstrakPenyakit gagal ginjal kronis (GGK) adalah kerusakan fungsi ginjal yang progresif, yang akhirnya dapat berakibat fatal pada uremis (kelebihan urea dan sampah nitrogen di dalam darah). Salah satu metode pengobatan GGK adalah menjalani hemodialisa atau cuci darah. Penyakit GGK maupun pengobatannya menimbulkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan penderitanya, diantaranya adalah kehilangan pekerjaan. Dari 4123 orang yang menjalani hemodialisis di USA, Eropa dan Jepang, hanya terdapat 21% di Amerika, 30% di Eropa dan 55% di Jepang pasienyang masih bekerja dari total keseluruhan. Kualitas hidup adalah konsep multidimensional yang terkait dengan persepsi dan evaluasi subjek mengenai kehidupannya. Banyak hal yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang salah satunya adalah pekerjaan. Tujuan dari penelitianini adalah untuk melihat perbedaan kualitas hidup pasien GGK yang bekerja dan tidak bekerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Populasi adalah seluruh pasien GGK yang menjalani hemodialisa di Yayasan Ginjal Diatrans Indonesia. Sampel diperoleh dengan cara purposive sampling. Jumlah subyek dalam penelitian adalah 149 orang. Data kualitas hidup diperoleh dengan menggunakan kuesioner KDQOL-SF 36 dan data status pekerjaan diperoleh dari data demografis. Pada hasil penelitian ditemukan bahwa proposi pasien GGK yang bekerja sebanyak 39,4% dan yang tidakbekerja sebanyak 60,4%. Rata-rata skor KDQOL-SF 36 pasien adalah 58.07 (SD=19.52). Hasil uji independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan skor kualitas hidup antara pasien yang bekerja dengan pasien tidak bekerja (p<0.05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa terdapat perbedaan antara kualitas hidup pasien GGK yang bekerja dan tidak bekerja. Pasien GGK yang bekerja memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibanding yang tidak bekerja. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pekerjaan dengan persepsi umum pasien mengenaikesehatannya secara fisik dan mental. Pada pasien GGK yang bekerja cenderung tidak terbebani hidupnya seperti pasien yang tidak bekerja.Kata kunci : Gagal Ginjal Kronis, Kualitas Hidup
MENGAPA KEHADIRAN ORANG LAIN DAN ADANYA ALAT KOMUNIKASI MENJADI HAL YANG PALING BERMAKNA PADA ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DI BALI? David Hizkia Tobing
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.998 KB)

Abstract

Abstrak: Sesuai undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2012 yang mengatur tentang sistem peradilan pada anak, bahwa pelaku tindakan-tindakan kenakalan remaja yang berusia 12 tahun atau kurang dari 18 tahun yang terbukti bersalah, akan diberikan pembinaan dan dididik di dalam lembaga pemasyarakatan khusus anak, seperti Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIB yang terletak di daerah Karangasem, Bali dengan sebutan anak yang berkonflik dengan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hal apa yang dianggap paling bermakna bagi anak yang berkonflik dengan hukum. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan kebermaknaan hidup itu sendiri menjadi pusat dari fenomena tersebut. Temuan utama dalampenelitian ini adalah: (1) kehadiran orang lain (2) keberadaan alat komunikasi, merupakan hal yang paling bermakna bagi anak yang berkonflik dengan hukum di Bali.Kata Kunci: kehadiran orang Lain, kebermaknaan hidup, anak pidana di Bali
KONSEP KEBAHAGIAAN PADA REMAJA YANG TINGGAL DI JALANAN, PANTI ASUHAN DAN PESANTREN Eva Meizara Puspita Dewi
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.832 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan konsep kebahagiaan remaja yang tinggal dijalanan, dipantiasuhan dan dipondok pesantren.Metode yang digunakan adalah kualitatif, sehingga wawancara dan observasi adalah alat utama dalam pengumpulan data.Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsep kebahagiaan pada remaja berpusat pada adanya rasa kebebasan dalam berpikir dan bertindak. Perbedaan kebahagiaan remaja jalanan, panti asuhan dan pesantren sebagai berikut: pada remaja Jalanan,tidak mendapatkan kebebasan dirumah sehingga melarikan diri untuk mencari kebahagiaan diluar rumah. Padaremaja Panti asuhan: kebebasan yang sangat luas namun tidak terarah sehingga merasa kurang percaya diri dalam menghadapimasa depan dan sosialisasi juga terbatas. Pada remaja pesantren: kebebasan yang diatur secara ketat, namun dapat memenuhi kebutuhannya dalam pengasuhan orangtua dan pesantren. Halinimenjadikannya lebih mandiri dan bersosialisasi secara luas meski pada komunitas yang terbatas.Kata kunci: Kebahagiaan, Remaja panti asuhan, Remaja pesantren, Remaja jalanan
KETERKAITAN ANTARA PELANGGARAN LALU-LINTAS DAN MOTIVASI KESELAMATAN PADA PENGEMUDI Zainul Anwar
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.006 KB)

Abstract

Abstrak: Transportasi umum sudah menjadi transportasi yang vital. Namun fenomenanya transportasi umum yang digunakan oleh masyarakat tidak lagi mengutamakan kedisiplinan dalam berlalu-lintas dengan cara melakukan pelanggaran, maka sudah pasti risiko untuk kecelakaanlebih besar dan hal itu dapat merugikan pengemudi, penumpang ataupun pengguna jalan yang lain.Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan motivasi keselamatan internal atau eksternal yang lebih berpengaruh pada pelanggaran lalu lintas. Metode yang digunakan yaitu kuantitatifkomparatif, pengambilan data menggunakan skala motivasi keselamatan dan skala pelanggaran lalul-lintas. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dan didapat responden sebanyak 100 pengemudi bus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikanpada motivasi keselamatan yang diketahui dengan membandingkan hasil uji anova nilai sig (0,000) dengan taraf signifikansi (0,000< 0,05). Dalam penelitian ini motivasi keselamatan eksternal lebih banyak memiliki rata – rata skor pelanggaran lalu-lintas yaitu (16,8) dibanding dengan rata – rataskor pelanggaran motivasi keselamatan internal yang hanya (7,07) secara keseluruhan.Kata kunci: Pelanggaran lalu-lintas, motivasi keselamatan
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI UPT REHABILITASI SOSIAL GELANDANGAN DAN PENGEMIS Tyas Martika Anggriana; Noviyanti Kartika Dewi
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.348 KB)

Abstract

Abstrak: Gepeng (gelandangan dan pengemis) merupakan suatu fenomena sosial yang harus ditanggapi dengan serius. Fenomena ini semakin lama semakin memprihatinkan. Meskipun pemerintah selalu berusaha untuk mengurangi populasi gepeng melalui operasi penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja maupun Polisi, namun tetap saja jumlah gepeng seperti tidak pernah berkurang bahkan cenderung bertambah. Mudahnya mencari uang di kota besarseperti Jakarta dan kota besar lainnya telah menjadi daya tarik tersendiri bagi pendatang dari luar daerah tanpa membawa bekal keterampilan dan pendidikan yang memadai untuk mengadu nasib. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan permasalahan yang terjadi pada Gelandangan dan Pengemis. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang ada terkait dengan permasalahan pada Gelandangan dan Pengemis di kota Madiun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi,observasi dan wawancara mendalam dari informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif. Penelitian ini dilakukan selama satu tahun di UPT Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis Kota Madiun. Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasilpenelitian yang telah dilakukan adalah terdapat beberapa pokok permasalahan yang dialami oleh para gelandangan dan pengemis yang ada di Madiun serta sumber masalah yang dialami oleh warga binaan berkaitan dengan mental yang tidak sehat, yaitu adanya sikap malas dan tidak mau berusaha untuk mengubah hidup menjadi lebih baik, menginginkan sesuatu yang instan dan kemampuan resiliensi yang rendah.Kata Kunci : Gelandangan dan Pengemis (Gepeng)

Page 1 of 1 | Total Record : 5