Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles
6 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 11 No. 1 (2020)"
:
6 Documents
clear
Efektivitas Program Pelatihan Penetapan Tujuan pada Siswa Sekolah Menengah Atas
Jimny Hilda Fauzia;
Farida Kurniawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.649 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v11n1.p1-16
Goal setting is an important skill for students to have so they can achieve academic success. This study aims to test the effectiveness of the goal setting training in improving students' knowledge and skills for setting goals. The study was a quasi-experimental design and was structured in experiential learning framework. The subjects were 12 students. Data were collected quantitatively using a questionnaires and qualitatively using observation and open-ended questions. The paired sample t-test was used to analyze quantitative data, while qualitative data were analyzed descriptively based on goal-setting concept. The results show that participants of this study experienced a significant increase in knowledge and skills scores after attending the training (p<0.001). The training process runs according to established procedures, so that training objectives can be achieved properly. The quality of the contents of the discussion and the answers of students in the test showed good results. However, this training still needs to be supplemented with follow-up to ensure changes in student behavior after attending the training. This study suggests that schools should facilitate their students to involve in goal setting trainings and activities in order to increase their opportunities in achieving academic success.Keywords: Goal setting, training, secondary studentsAbstrak: Penetapan tujuan merupakan salah satu keterampilan yang penting untuk dimiliki siswa agar mereka dapat mencapai kesuksesan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan penetapan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menetapkan tujuan. Penelitian dilakukan dengan desain kuasi-eksperimental dan disusun dengan kerangka experiential learning. Subjek penelitian ini adalah 12 orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) œSukses Jakarta. Data dikumpulkan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan teknik paired sample t-test, sedangkan analisis data kualitatif dilakukan dengan mengumpulkan data observasi selama pelatihan berlangung dan meninjau kualitas jawaban siswa pada tes. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan skor pengetahuan dan keterampilan yang signifikan (p<0,001) setelah mengikuti pelatihan. Proses pelatihan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, sehingga tujuan pelatihan dapat tercapai dengan baik. Kualitas isi diskusi dan jawaban siswa dalam tes menunjukkan hasil yang baik. Namun demikian, pelatihan ini masih perlu dilengkapi dengan tindak lanjut untuk memastikan adanya perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pelatihan. Hasil penelitian ini menunjukkan penting-nya bagi sekolah untuk memfasilitasi para siswanya mengikuti kegiatan dan pelatihan terkait penetapan tujuan demi tercapaianya keberhasilan akademik mereka.
Program Pendidikan Personal Safety untuk Siswa Sekolah Dasar
Annisya Sekar Suryati;
Lucia R.M. Royanto
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (159.095 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v11n1.p60-70
Awareness of personal safety for elementary school students in recent rapid information development is an important issue. This study aims to increase students awareness of their personal safety using psychoeducation consisting of sexual education and security in internet use. The subjects in this study were 54 students in an Elementary School in South Jakarta which were choosen using purposive sampling method. Data were collected using questionnaires given to participants before and after interventions and analyzed using Wilcoxon Signed Rank Test. The result indicates that there is an increase in awareness of personal safety that can be seen from the improvement of their knowledge of reproductive or sexual anatomy and safe internet use. Based on the result, a systematic and tiered personal safety education is suggested to be introduced at every level of school.Keywords: Personal safety, sex education, internet use, psychoeducationAbstrak: Kesadaran akan personal safety atau keselamatan diri bagi siswa sekolah dasar di tengah perkembangan informasi yang pesat saat ini menjadi hal yang amat penting. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa melalui pemberian pengetahuan melalui psikoedukasi mengenai personal safety yang terdiri dari pendidikan seksual dan keamanan dalam menggunakan internet. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 di salah satu SD swasta di Jakarta Selatan yang berjumlah 54 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang diberikan sebagai pretest dan posttest dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perubahan kesadaran tentang personal safety pada subjek yang terlihat dari meningkatnya pengetahuan tentang organ seksual dan reproduksi serta penggunaan internet yang aman. Berdasarkan hasil tersebut, pendidikan personal safety yang sistematis dan berjenjang diharapkan dapat diterapkan pada setiap jenjang sekolah secara sistematis.
Kepuasan Pernikahan Pasangan Beda Etnis ditentukan Resolusi Konflik dan Intimasi Spiritual
Alexandra Arvia;
Jenny Lukito Setiawan
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.462 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v11n1.p17-31
The aim of this study was to examine the effect of conflict resolution and spiritual intimacy on marital satisfaction among interracial married couples. Subjects in this study were 51 interracial married couples in one of the church synods in Indonesia. Data were collected using conflict resolution, spiritual intimacy and marital satisfaction scales. Data analysis techniques used in this study were multiple and partial regression analysis. The result showed that there is an effect of conflict resolution and spiritual intimacy to marital satisfaction simultaneously. On the other hand, both conflict resolution and spiritual intimacy has their own roles towards marital satisfaction among interracial married couples. Nevertheless, compared with conflict resolution, spiritual intimacy has a bigger impact towards marriage satisfaction.Keywords: Conflict resolution, marital satisfaction, spiritual intimacyAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh resolusi konflik dan intimasi spiritual terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri beda etnis. Subjek penelitian adalah 51 pasangan suami istri beda etnis pada salah satu sinode gereja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan skala resolusi konflik, skala intimasi spiritual dan skala kepuasan pernikahan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Analisis regresi linier berganda menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari resolusi konflik dan intimasi spiritual terhadap kepuasan pernikahan secara simultan. Selain itu, baik resolusi konflik ataupun intimasi spiritual masing-masing memiliki peran terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan Kristiani beda etnis. Meski demikian, dibandingkan dengan resolusi konflik, intimasi spiritual memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kepuasan pernikahan.
Kompetensi Sosial Remaja Berdasarkan Status Pekerjaan dan Pola Pengasuhan Ibu
Sekar Tristi Apriza;
Edilburga Wulan Saptandari
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.123 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v11n1.p47-59
This study was aimed to determine the difference of adolescents social competence based on their mothers working and non-working status and parenting styles. The interaction between mothers work status and their parenting styles in determining adolescents social competence was also tested. A total number of 292 Junior High School students whose ages ranged from 11 to15 years old were involved in this study. Data were collected using online questionnaires of social competence and parenting styles and were analyzed using two-way ANOVA. The results reveal no difference in social competence between adolescents whose mothers are working and those whose mothers are not working. However, a significant difference of the adolescents social competence was found when it is based on mothers parenting styles. The result also shows no interaction between mothers working status and their parenting styles.Keywords: Social competence, adolescents, work status, parenting style, mother Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi sosial pada remaja dengan ibu bekerja dan tidak bekerja dan perbedaan kompetensi sosial pada remaja ditinjau dari pola asuh ibu. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui interaksi antara status pekerjaan ibu dengan pola asuh ibu dalam menentukan kompetensi sosial. Partisipan penelitian adalah 292 remaja siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berusia antara 11-15 tahun. Instrumen yang digunakan untuk koleksi data adalah skala Kompetensi Sosial dan Skala Pola Asuh Ibu. Data penelitian dianalisis menggunakan Two Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kompetensi sosial pada remaja dengan ibu bekerja dan tidak bekerja. Namun, terdapat perbedaan kompetensi sosial pada remaja ditinjau dari pola asuh ibu. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat interaksi antara status pekerjaan ibu dengan pola asuh ibu dalam menentukan kompetensi sosial remaja.
Psikoeduakasi C4ME Untuk Mengatasi Gangguan Sindrom Pramenstruasi Pada Taruni Militer
Eunike Setiawati;
Andri Adi Wijaya;
Sri Wahyuningsih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.966 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v11n1.p32-46
Different situations and lifestyles in the military education academy require the women Navy cadets to adapt to high levels of stress. Stress can potentially disrupt the menstrual cycle and worsen the symptoms of premenstrual syndrome (PMS) which can reduce their performance as military cadets. This study aims to determine the effect of psychoeducation of Care For Menstruation (C4ME) on overcoming PMS problems in the Navy Academy. C4ME covers health counseling activities that provide information about menstruation and involves interventions based on cognitive-behavioral techniques to cope with PMS symptoms. This quasi-experiment used non-randomized one-group pretest-posttest design. Fifteen women Navy cadets were recruited. Quantitative data were collected using questionnaires of knowledge and attitude towards menstruation and were analyzed using a parametric statistical t-correlated sample. Qualitative data were collected from interviews before and after the intervention and were analyzed using a content analysis. The results show that C4ME psychoeducation is effective in increasing knowledge of menstruation (p = 0.01), changing participants' attitudes toward menstruation being more positive (p <0.01) and decreasing the symptoms of PMS experienced by participants.Keywords: C4ME Psychoeducation, premenstrual syndrome, women navy cadet Abstrak: Perbedaan situasi dan gaya hidup di akademi pendidikan militer menuntut para taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) untuk beradaptasi dengan level stres yang tinggi. Stres berpotensi dapat mengganggu siklus menstruasi dan memperparah gejala sindrom pramenstruasi (PMS) yang dapat menurunkan produktifitas taruni. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh psikoedukasi Care For Menstruation (C4ME) dalam mengatasi masalah PMS pada taruni AAL. Program psikoedukasi meliputi kegiatan penyuluhan kesehatan dan intervensi dengan teknik kognitif-perilaku untuk mengatasi gejala PMS. Metode kuasi-eksperimen dengan non-randomized design one-grup pretest-posttest digunakan. Partisipan penelitian adalah lima belas orang taruni AAL. Data kuantitatif tentang pengetahuan dan sikap terhadap menstruasi diukur menggunakan kuesioner, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik parametrik t-correlated sample, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis konten. Hasil menunjukkan bahwa psikoedukasi tentang menstruasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan (p=0,01), mengubah sikap partisipan menjadi lebih positif terhadap menstruasi (p<=0,01), dan menurunkan gejala PMS pada para taruni.
Pengembangan Skala Thurstone Metode Equal Appearing Interval untuk Mengukur Sikap Moderasi Beragama Siswa Sekolah Menengah Atas
Dinar Pratama
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.555 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v11n1.p71-82
Several studies show the increase of radical attitudes among high school students in several regions in Indonesia. Developing a reliable instrument to measure religious moderation attitude is needed as a preventive effort to tackle this trend. However, a standard scale to measure the attitude in the context of Indonesia is extremely rare. This study aims to develop a Thusrtone scale of religious moderation attitude with the Equal Appearing Interval (EAI) method. There were 77 initial items constructed. Forty-two panelists from various relevant backgrounds were involved to assess the initial items. A number of 43 items was selected using the values of median (>6) and interquartile (≤4). The validity of the scale was tested using biserial correlation resulting 42 valid items and 1 invalid item. The result of reliability test using KR 20 technique showed that the scale is strongly reliable with a coefficient value of 0.98. The distribution of scale values on the 42 items of the selected statement lies on a scale value ranging from 1-11. Thus, the scale of religious moderation attitude has fulfilled the psychometric criteria as a measurement scale and can be used to measure students' religious moderation attitudes.Keywords: Thurstone scale, equal-appearing interval method, religious moderation. Abstrak: Beberapa hasil studi menunjukkan tingginya sikap radikal pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di beberapa daerah di Indonesia. Mempertimbangkan fenomena ini, diperlukan upaya preventif untuk mengatasi sikap radikal siswa. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengembangkan instrumen yang reliabel untuk mengukur sikap moderasi beragama. Pertimbangan mengembangkan skala ini dikarenakan belum tersedianya skala baku untuk mengukur sikap moderasi beragama siswa. Jenis skala yang dikembangkan adalah skala Thusrtone metode Equal Appearing Interval (EAI) Jumlah aitem awal pada skala ini disiapkan sebanyak 77 aitem. Panelis yang dilibatkan unuk menilai aitem awal sebanyak 42 orang. Analisis pemilihan aitem menggunakan nilai median dan interkuartil menghasilkan 43 aitem terpilih dengan nilai median >6 dan interkuartil ≤4. Pengujian validitas skala dengan korelasi biserial menghasilkan 42 aitem valid dan 1 aitem tidak valid. Sedangkan uji reliabilitas menggunakan teknik KR 20 menghasilkan nilai koefesien 0.98 yang berarti sangat reliable. Distribusi nilai 42 aitem terpilih terentang dari 1-11. Skala sikap moderasi beragama ini terbukti memenuhi kriteria psikometrik sebagai skala pengukuran dan dapat digunakan untuk mengukur sikap moderasi beragama siswa.