cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH GEOMATIKA
ISSN : 08542759     EISSN : 25022180     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Geomatika (can be called Jurnal Ilmiah Geomatika-JIG) is a peer-reviewed journal published by Geospatial Information Agency (Badan Informasi Geospasial-BIG). All papers are peer-reviewed by at least two experts before accepted for publication. Geomatika will publish in two times issues: Mei and November.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 20, No 2 (2014)" : 14 Documents clear
IDENTIFICATION OF WATER INUNDATION USING QUICKBIRD AND ALOS PALSAR SATELLITE IMAGE STUDY CASE: DAYEUHKOLOT SUBDISTRICT, BANDUNG DISTRICT Prihanggo, Maundri; Darmawan, Sony; Wikantika, Ketut
GEOMATIKA Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2014.20-2.154

Abstract

Indonesia was one of many disasterous potential country, more than 70% of natural disaster happened werehidrometeorogical disaster includingflood. Flood is definedas an overflow or inundation that comes from a river or other body of water and causes or threatens damage, any relatively high streamflow overtopping the natural or artificial banks in any reach of a stream. There are 4 regionsin Java Island that havethe highest potention of flood, they are Jakarta Province,  Merapi Slope Area, Bengawan Solo and Citarum Watershed Area. The purpose of this study is to identify land cover and water inundation of the study area using Quickbird and ALOS PALSAR image. Before classified and analyze the result, image pre-processing has to be generated in Quickbird and ALOS PALSAR image data to rid off thedistorsion from the data. Quickbird Image can be used for land cover identification with generated object based image classification and ALOS PALSAR Image are applied to identify water inundation in flood area using backscatter value deliniation. By 10th September 2013 with only 5 mm, all of the classes were inundated by water at severalvalues. Keywords: water inundation, remote sensing, Quickbird, ALOS PALSAR.ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi bencana yang cukup tinggi dan lebih dari 70% bencana yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologis termasuk banjir. Banjir didefinisikan sebagai luapan atau genangan yang keluar dari sungai atau badan air dan menyebabkan suatu bahaya dan disebabkan oleh fenomena cuaca dan kejadian yang menyebabkan presipitasi berlebihan pada suatu permukaan bumi. Di Pulau Jawa terdapat empat daerah rawan banjir yang mendapat prioritas tinggi yaitu lereng Gunung Merapi, Provinsi Jakarta dan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo serta Daerah Aliran Sungai Citarum. Tujuan dari studi ini adalah melakukan identifikasi tutupan lahan daerah kawasan banjir beserta luasan genangan air pada tiap tutupan lahan dengan memanfaatkan citra Quickbird dan citra ALOS PALSAR. Sebelum dilakukan proses klasifikasi dan analisis citra, proses pra pengolahan data dilakukan pada citra Quickbird dan ALOS PALSAR agar bersih dari kesalahan yang ada. Tutupan lahan akan didapatkan dari citra Quickbird dengan metode klasifikasi object based dan genangan air diperoleh dengan deliniasi nilai backscatter citra ALOS PALSAR. Dengan curah hujan 5 mm pada tanggal 10 September 2007 seluruh kelas pada area studi tergenang dengan nilai tertentu.Kata kunci: genangan air, penginderaan jauh, Quickbird, ALOS PALSAR.
TANTANGAN DALAM AKUISISI DATA HIDROGRAFI DI ZONA INTERTIDAL UNTUK PEMETAAN LINGKUNGAN PANTAI INDONESIA SKALA 1:10.000 Basith, Abdul
JURNAL ILMIAH GEOMATIKA Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.77 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2014.20-2.160

Abstract

Zona intertidal dan zona tetangganya tempat terjadinya gelombang pecah adalah zona yang menantang untuk melakukan akuisisi data hidrografi yang meliputi garis pantai, DEM pantai dan batimetri. Disebabkan dinamikanya, sering kali daerah ini terancam dari kekosongan data. Untuk penyediaan data sebagai masukan bagi pembuatan Peta Dasar Lingkungan Pantai Indonesia skala 1:10.000, ada beberapa metode yang dapat diusulkan. Untuk pemetaan garis pantai sesaat/garis air dan DEM pada zona intertidal dapat digunakan survei teristris baik menggunakan total station maupun RTK GPS, kamera monitor, LiDAR, water line method, inderaja sensor yang dikombinasikan dengan data pasang surut, DEM maupun pemodelan hidrodinamika. Sementara untuk pengadaan DEM pada zona intertidal dan gelombang pecah dapat menggunakan Jetski Batimetri, USV Batimetri, dan LiDAR.Kata kunci: zona intertidal, akuisisi data hidrografi, LiDAR/USV BatimetriABSTRACTIntertidal and its neighbouring zones where the breaking waves took places are very challenging subjects for hydrography data acquisition such as shoreline mapping, coastal DEM and bathymetry mapping. These areas frequently suffered from null data due to their dynamics. To provide data input for the making of Indonesian Coastal Area Map, scale 1:10.000, we suggest some methods. For shoreline/waterline mapping, the proposed methods are terrestrial surveying (using either total station or RTK GPS), close range photogrammetry, LiDAR, waterline method, remote-sensing sensors combined with tide gauge data, DEM and hydrodynamics model. Furthermore, Jet Ski bathymetry, USV bathymetry, and LIDAR can be used to generate intertidal and break wave zones DEM.Keywords: Intertidal zone, hydrography data aquitition, LiDAR/USV Batimetri
TANTANGAN DALAM AKUISISI DATA HIDROGRAFI DI ZONA INTERTIDAL UNTUK PEMETAAN LINGKUNGAN PANTAI INDONESIA SKALA 1:10.000 Basith, Abdul
GEOMATIKA Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.409 KB)

Abstract

Zona intertidal dan zona tetangganya tempat terjadinya gelombang pecah adalah zona yang menantang untuk melakukan akuisisi data hidrografi yang meliputi garis pantai, DEM pantai dan batimetri. Disebabkan dinamikanya, sering kali daerah ini terancam dari kekosongan data. Untuk penyediaan data sebagai masukan bagi pembuatan Peta Dasar Lingkungan Pantai Indonesia skala 1:10.000, ada beberapa metode yang dapat diusulkan. Untuk pemetaan garis pantai sesaat/garis air dan DEM pada zona intertidal dapat digunakan survei teristris baik menggunakan total station maupun RTK GPS, kamera monitor, LiDAR, water line method, inderaja sensor yang dikombinasikan dengan data pasang surut, DEM maupun pemodelan hidrodinamika. Sementara untuk pengadaan DEM pada zona intertidal dan gelombang pecah dapat menggunakan Jetski Batimetri, USV Batimetri, dan LiDAR.Kata kunci: zona intertidal, akuisisi data hidrografi, LiDAR/USV Batimetri
TEKNOLOGI SURVEI PEMETAAN LINGKUNGAN PANTAI Mudita, Imam
GEOMATIKA Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.061 KB)

Abstract

Teknologi survei pemetaan adalah mulai dari perencanaan survei, pengambilan data pada saat survei hingga pengolahan data dan penyajian informasinya dalam bentuk peta dengan skala tertentu yang diinginkan untuk tujuan tertentu. Makalah ini mencoba memberikan gambaran tentang teknologi survei pemetaan lingkungan pantai terutama teknologi survei dan perangkat keras pengambilan datanya, yang pernah digunakan di Balai Teknologi Survei Kelautan – BPPT, dan sudah cukup banyak mengalami perkembangan teknologi.Kata kunci: Teknologi survei, lingkungan pantai, peta

Page 2 of 2 | Total Record : 14