cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH GEOMATIKA
ISSN : 08542759     EISSN : 25022180     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Geomatika (can be called Jurnal Ilmiah Geomatika-JIG) is a peer-reviewed journal published by Geospatial Information Agency (Badan Informasi Geospasial-BIG). All papers are peer-reviewed by at least two experts before accepted for publication. Geomatika will publish in two times issues: Mei and November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 23, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
PEMANTAUAN AREA GENANGAN AIR PADA RAWA LEBAK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH Trinugroho, Muchamad Wahyu
GEOMATIKA Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.513 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2017.23-2.716

Abstract

Karakteristik hidrologis lahan rawa lebak yang dinamis menuntut penyajian data secara spasial secara luas dan cepat. Sedangkan melakukan survey terestris akan membutuhkan waktu yang lama dengan biaya yang tinggi. Tujuan kajian ini adalah menyajikan teknik penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk memantau area genangan secara temporal selama 4 tahun dari tahun 2010-2013. Citra satelit Landsat digunakan untuk mendapatkan gambaran lokasi secara on top. Teknik interpretasi secara visual dilakukan untuk mendelineasi genangan air. Koreksi sensor SLC – off pada citra dilakukan untuk mendapatkan tampilan secara visual yang optimal tanpa ada gangguan gap. Delineasi area genangan berdasarkan interpretasi  secara visual di kombinasikan dengan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diperoleh menunjukkan kondisi maksimum area genangan sebesar 45,053 ha pada tahun 2011, sedang trend yang terjadi penurunan luas genangan dalam periode tersebut. Disamping itu genangan air maximum mencapai 27% dari total tutupan lahan yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sedangkan genangan minimum pada tahun 2013 dengan prosentase sebesar 0,04%. Faktor curah hujan mempunyai hubungan linear dengan luas genangan yang terjadi. Info tersebut berguna bagi pemangku kepentingan terutama ketika genangan surut untuk budidaya lahan pertanian
ESTIMASI KETEBALAN SEDIMEN DENGAN ANALISIS POWER SPECTRAL PADA DATA ANOMALI GAYABERAT Apriani, Mila; Julius, Admiral Musa; Yusuf, Mahmud; Heryanto, Damianus Tri; Marsono, Agus
GEOMATIKA Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.566 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2017.23-2.649

Abstract

ABSTRAK Penelitian dengan analisis power spectral data anomali gayaberat telah banyak dilakukan untuk estimasi ketebalan sedimen. Dalam studi ini penulis melakukan analisis spektral data anomali gayaberat wilayah DKI Jakarta untuk mengetahui kedalaman sumber anomali yang bersesuaian dengan ketebalan sedimen. Data yang digunakan berupa data gayaberat dari BMKG tahun 2014 dengan 197 lokasi titik pengukuran yang tersebar di koordinat 6,08º-6,36º LU dan 106,68º-106,97º BT. Studi ini menggunakan metode power spectral  dengan mentransformasikan data dari domain jarak ke dalam domain bilangan gelombang memanfaatkan transformasi Fourier. Hasil penelitian dengan menggunakan metode transformasi Fourier  menunjukkan bahwa ketebalan sedimen di Jakarta dari arah selatan ke utara semakin besar, di sekitar Babakan ketebalan diperkirakan 92 meter, sekitar Tongkol, Jakarta Utara diperkirakan 331 meter. Kata kunci: power spectral, anomali gayaberat, ketebalan sedimen ABSTRACT Studies of spectral analysis of gravity anomaly data have been carried out to estimate the thickness of sediment. In this study the author did spectral analysis of gravity anomaly data of DKI Jakarta area to know the depth of anomaly source which corresponds to the thickness of sediment. The data used in the form of gravity data from BMKG 2014 with 197 locations of measurement points spread in coordinates 6.08º - 6.36º N and 106.68º - 106.97º E. This study used the power spectral method by transforming the data from the distance domain into the wavenumber domain utilizing the Fourier transform. The result of the research using Fourier transform method shows that the thickness of sediment in Jakarta from south to north is getting bigger, in Babakan the thickness of the sediment is around 92 meter, in Tongkol, North Jakarta is around 331 meter. Keywords: power spectral, gravity anomaly, sediment thickness
PENENTUAN JENIS CITRA SATELIT DALAM INTERPRETASI LUASAN EKOSISTEM LAMUN MENGGUNAKAN PENGOLAHAN ALGORITMA CAHAYA TAMPAK Yanuar, Resha Christian; Hanintyo, Rizki; Muzaki, Anggi Afif
GEOMATIKA Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.583 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2017.23-2.704

Abstract

Peran dan manfaat ekosistem lamun secara ekologis merupakan hal yang harus diamati secara terperinci, terlebih potensi kerusakan yang dapat terjadi. Pemantauan kondisi ekosistem tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Dalam penelitian ini, algoritma Lyzenga digunakan untuk mengolah nilai piksel yang ada pada citra satelit Landsat-8 dan Sentinel-2. Aplikasi algoritma Lyzenga akan menghasilkan nilai yang menunjukkan identitas dari objek yang terdapat di perairan pesisir. Hasil tersebut kemudian diproses melalui pengkelasan terbimbing dengan dilakukannya pemotongan kerapatan dalam rentangan Lyzenga, yang kemudian dihitung akurasinya. Hasil perhitungan akurasi menunjukkan angka 60,81% untuk citra Landsat-8 terkoreksi Top of Atmosphere (ToA) dengan titik acuan berjarak 30 meter, dan 60,18% untuk citra Sentinel-2 terkoreksi ToA dengan titik acuan berjarak 10 meter. Kedua nilai akurasi tersebut menunjukkan bahwa kedua jenis citra satelit mampu digunakan sebagai data untuk pemantauan objek pesisir, namun dengan kriteria acuan yang berbeda.
PENDEKATAN METODE NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DAN LYZENGA UNTUK PEMETAAN SEBARAN EKOSISTEM PERAIRAN DI KAWASAN PESISIR TELUK BENOA, BALI Putra, Aprizon
GEOMATIKA Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.003 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2017.23-2.729

Abstract

Perubahan secara spasial pada ekosistem pesisir yang terjadi di kawasan pesisir Teluk Benoa Bali seperti tutupan mangrove telah berubah menjadi lahan untuk tambak, pelabuhan, permukiman, pembangunan tol laut serta reklamasi pulau. Dimana perubahan tutupan lahan berdampak pada ekosistem pesisir, hal tersebut menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan seperti sedimentasi, intrusi air laut dan banjir pasang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sebaran ekosistem pesisir seperti mangrove dan terumbu karang menggunakan citra Spot-6 tahun 2006, 2012 dan 2015 serta citra Landsat 7+ETM tahun 1997. Metode untuk laju perubahan didapat dari analisis secara overlay menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dimana untuk perubahan sebaran mangrove yaitu dengan membedakan objek mangrove dengan non mangrove dengan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), sedangkan perubahan sebaran terumbu karang yaitu dengan persamaan algoritma Lyzenga untuk ekstraksi informasi dasar perairan. Pemetaan ekosistem pesisir di kawasan Teluk Benoa dengan memanfaatkan citra resolusi tinggi Spot-6 dan di dukung dengan citra Landsat 7+ETM sangat membantu memberikan kenampakan mencakup wilayah lebih luas dibandingkan dengan pengamatan langsung di lapangan. Adapun hasil analisis perubahan sebaran mangrove yaitu: 1) tahun 2006 ke tahun 2012 dengan perubahan -89,98 ha; dan 2) tahun 2012 ke tahun 2015 dengan perubahan -60,62 ha. Sedangkan perubahan kondisi terumbu karang yaitu: 1) tahun 1997 ke tahun 2006 dengan perubahan -69,07 ha; 2) tahun 2006 ke tahun 2012 dengan perubahan -90,51 ha; dan 3) tahun 2012 ke tahun 2015 dengan perubahan 112,47 ha. Sebaran terumbu karang dominan berada di luar Teluk Benoa.
PERUBAHAN TINGGI MUKA LAUT DAN KONSENTRASI KLOROFIL-A DI PERAIRAN SELATAN JAWA-SUMBAWA SELAMA INDIAN OCEAN DIPOLE 2016 Martono, Martono
GEOMATIKA Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.218 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2017.23-2.612

Abstract

Indian Ocean Dipole merupakan penyimpangan cuaca yang terjadi di Samudera Hindia tropis akibat interaksi laut-atmosfer. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan tinggi muka laut di perairan selatan Jawa, Bali dan Lombok-Sumbawa selama kejadian Indian Ocean Dipole 2016. Data yang digunakan terdiri dari indeks Indian Ocean Dipole, tinggi muka laut harian, konsentrasi klorofil-a bulanan dan arus geostropik pentad. Analisis anomali digunakan untuk mengetahui perubahan tinggi muka laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama kejadian Indian Ocean Dipole 2016 terjadi kenaikan tinggi muka laut di perairan ini. Kenaikan rata-rata tinggi muka laut dari Juni-November 2016 di perairan selatan Jawa, Bali dan Lombok-Sumbawa masing-masing sekitar 25 cm, 23 cm dan 17 cm. Dampak kenaikan tinggi muka laut menyebabkan penurunan konsentrasi klorofil-a yang ditandai dengan anomali negatif. Penurunan tertinggi konsentrasi klorofil-a terjadi di perairan selatan Jawa. Penurunan konsentrasi klofofil-a dari Juni-Oktober 2016 di perairan selatan Jawa mencapai -1,02 mg/m3, di perairan selatan Bali mencapai -0,74 mg/m3 dan di perairan selatan Lombok-Sumbawa mencapai -0,35 mg/m3. Kata kunci: perubahan, tinggi muka laut, Indian Ocean Dipole, klorofil-a
PREFACE GEOMATIKA VOL. 23 NO. 2 jurnal, Pengelola
GEOMATIKA Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2017.23-2.794

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 6