cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MAJALAH ILMIAH GLOBE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2013)" : 12 Documents clear
PENGARUH KETINGGIAN DALAM ANALISIS KEMASUK-AKALAN (PLAUSIBILITY FUNCTION) UNTUK OPTIMALISASI KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN Hidayati, Iswari Nur
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1580.29 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-1.66

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: (1) mengkaji aspek kemasuk-akalan untuk mendapatkan informasi penggunaan lahandari data penutup lahan yang diperoleh dari citra penginderaan jauh; dan (2) mengkaji pengaruh informasi ketinggiandalam pengambilan keputusan untuk pemetaan penggunaan lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah pembuatan klasifikasi maximum likelihood untuk pemetaan penutup lahan yang dibuat dari citra LandsatETM+. Dari hasil klasifikasi kemudian dilakukan perkalian terhadap nilai plausibilitas untuk penggunaan lahan danplausibilitas lereng sehingga menghasilkan klasifikasi penggunaan lahan optimal. Penggunaan lahan optimal adalahpenggunaan lahan yang sesuai dengan keadaan di lapangan dengan memperhatikan ”local knowledge” dan aspekketidak-pastian. Teori Dempster-Shaffer menawarkan alternatif berdasarkan teori probabilitas yang direpresentasikanmelalui ketidakpastian dengan mencari nilai terbaik dari plausibilitas penutup lahan untuk penggunaan lahan, yangdiperoleh dari perkalian antara nilai terbaik dari plausibilitas penutup lahan dengan plausibilitas elevasi optimum untukpenggunaan lahan. Penelitian ini merupakan modifikasi Teori Dempster-Shaffer untuk pemetaan Penggunaan LahanOptimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tersebut dapat digunakan untuk optimalisasi penggunaanlahan. Hasil akurasi dari metode ini adalah 92,40% dan koefisien kappa sebesar 0,93.Kata Kunci: Ketinggian, Faktor Kemasuk-Akalan, Penggunaan Lahan, Teori Dempster-Shaffer.ABSTRACTThe aims of the research were: (1) to study the plausibility effect on land use classification, and (2) to study theeffect of elevation that is used as evidence for optimalisation of land use classification. The method applied in thisresearch was maximum likelihood classification for land cover mapping using Landsat ETM+ image. Dempster-ShaferTheory offers an alternative to traditional probabilistic theory for the mathematical representation of uncertainty.Dempster-Shafer Theory does not require an assumption regarding the probability of the individual constituents of theset or interval. Dempster-Shaffer Theory of evidence is used to find the best land use classification. Plausibility valueswere combined to find optimum land use. A plausibility class is made out of signature classes. A signature class madeout of land cover plausibilities. The method was optimum land cover plausibility multiplied by elevation plausibility. Themethod used in this study was a modification of Dempster-Shaffer Theory of evidence to optimum land useclassification. The results of this study show that the first method was very good in producing optimum land useclassification. The accuracy of land use classification was 92.40% and the kappa coefficient was 0.93.Keywords: Elevation, Plausibility Factor, Landuse, Dempster-Shaffer Theory.
PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN BERBASIS KONSERVASI SUMBER DAYA AIR DI SUB DAS CISADANE HULU Maryanto, Dwi; Baskoro, DP Tejo; Barus, Baba
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.923 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-1.71

Abstract

ABSTRAKPermasalahan penggunaan lahan di Sub DAS Cisadane Hulu sudah mengganggu kondisi tata airnya. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi kinerja sub-sub DAS; (2) menentukan arahan penggunaan lahan; dan(3) mengidentifikasi preferensi masyarakat tentang jenis penggunaan lahan yang optimal. Parameter penilai kinerjasub-sub DAS meliputi Indeks Penggunaan Lahan (IPL), koefisien limpasan (C), Indeks Bahaya Erosi (IBE) dan kadarsedimen (SC). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 44 sub-sub DAS Cisadane Hulu, 36 sub-sub DAS berkinerjaBuruk dan 8 lainnya berkinerja Sedang. Untuk meningkatkan kinerjanya digunakan skenario terbaik dalam rangkakonservasi sumberdaya air. Skenario Fungsi Kawasan menghasilkan komposisi penggunaan lahan yang terbaik,dibanding skenario Kemampuan Lahan dan RTRW. Dalam skenario terbaik, Sub DAS Cisadane Hulu terbagi atas 3kawasan dengan prioritas penggunaan lahan yang berbeda. Kawasan Lindung diarahkan untuk hutan, kawasanpenyangga diarahkan untuk hutan dan perkebunan campuran, dan kawasan budidaya diarahkan untuk sawah.Analytic Hierarchy Process (AHP) menunjukkan bahwa masyarakat memilih kawasan penyangga diarahkan untukperkebunan campuran dan kawasan budidaya diarahkan untuk sawah. Untuk melaksanakan arahan penggunaanlahan terbaik tersebut, diperlukan strategi kebijakan yaitu penetapan status kawasan, sosialisasi dan pengendalianpemanfaatan ruang yang ketat.Kata Kunci: DAS, Konservasi Sumberdaya Air, Arahan Penggunaan Lahan.ABSTRACTLand use problem in Cisadane Hulu sub watershed has led to deterioration of water resources, so that moreattention should be given to water resources conservation. The objectives of this research were: (1) to identify theperformance of sub watersheds, (2) to evaluate alternatives of land use allocation, and (3) to identify people’spreference on optimum land use. Parameters used for assessing the performance of sub watersheds include LandCover Index (IPL), coefficient of runoff (C), Erosion Hazard Index (IBE) and Suspended Sediment Concentration (Sc).Among the sub watersheds, 36 sub watersheds showed “Poor” performance, and 8 sub watersheds showed “Medium”performance. To improve the performance, 3 scenarios of land use allocation were simulated, those based onFunctional Zone, Land Capability, and Land Use Planning (RTRW). The result showed that Functional Zone scenarioproduced the best result. The best scenario directed the Cisadane Hulu sub watershed into 3 main areas with differentland use priorities. Within this scenario, protected area is directed as forest, buffer zone area as forest or mixedplantation, and cultivated area as rice field. Meanwhile, Analytic Hierarchy Process (AHP) result showed that peopleprefer to use the buffer zone area as mix plantation and the cultivation area as rice field. To implement the best landuse allocation, strategic policy is required such as defining legal status of particular area, socialization andimplementation of tight control of the land use.Keyword: Watershed, Water Resources Conservation, Land Use Allocation.

Page 2 of 2 | Total Record : 12