cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (1984)" : 6 Documents clear
TINJAUAN ARCA MEGALITIK TINGGIHARI DAN SEKITARNYA Haris Sukendar
Berkala Arkeologi Vol 5 No 2 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3677.404 KB) | DOI: 10.30883/jba.v5i2.423

Abstract

Situs megalitik, Tinggihari terletak di Kabupaten Lahat (Sumatera Selatan). Daerah ini biasa disebut dengan dataran tinggi Pasemah. Peninggalan tradisi megalitik Tinggihari khususnya dan Pasemah pada umumnya sudah terkenal sejak puluhan tahun yang lalu. Para arkeolog Belanda banyak menulis tentang peninggalan ini, antara lain. Tombrink (1827).Ulmann(1850), Westenenk (1921), Van der Hoop (1932), dan lainlain. Walaupuri demikian problema tentang peninggalan ini tetap masih belum terpeeahkan dan perdebatan-perqebatan terjadi tanpa berkesudahan. Untuk pengungkapan latar belakang peninggatan ini masih perlu dilakukan penelitian sistematis, baik survei maupun ekskavasi. Dengan demikian data artefaktual maupun non artefaktual secara horisontal maupun vertikal dapat terekam, sebagai bahan pengungkapan. Daerah Pasemah saat ini menjadi lebih terkenal, karena adanya reneana pemugaran situs Tinggihari sebagai taman purbakala (archaeological-park) (Sukendar 1984).
PERANAN JARINGAN AIR PADA KOTA - KOTA KUNA DI ASIA TENGGARA Djoko Dwiyanto
Berkala Arkeologi Vol 5 No 2 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3774.864 KB) | DOI: 10.30883/jba.v5i2.424

Abstract

Studi pendahuluan tentang penggunaan air dalam kaitannya dengan pemanfaatan dan tingkat kemajuan tekno-hidrologi ini dimaksudkan untuk menjajagi kemungkinan diadakannya suatu penelitian yang mendalam mengenai topik di atas di kemudian hari. Seperti diketahui bahwa air tidak dapat lepas dari kehidupan makhluk di muka bumi, termasuk kehidupan manusia. Bukti-bukti tertua juga menunjukkan bahwa sisa-sisa kehidupan manusia tertua ditemukan di tepi sungai (R. P. Soejono, 1977: 108 - 109 dan T. Jacob, 1972 : 143 - 157 ). Manusia, dalam tingkat kehidupan yang paling sederhana pun tampaknya tidak dapat terhindar dari kebutuhan air, sekalipun pola hidupnya belum menetap.
DATA SEMENTARA BANGUNAN KOMPLEKS PENDAPA KRATON RATU BAKA Slamet Pinardi
Berkala Arkeologi Vol 5 No 2 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4883.838 KB) | DOI: 10.30883/jba.v5i2.425

Abstract

Dalam rangka pemugaran kompleks Pendapa Kraton Ratu Baka, perlu diadakan pengamatan serta penelitian secara khusus pada setiap gejala serta data yang muncul. Pengamatan serta penelitian tersebut dilakukan sebelum maupun selama pemugaran berlangsung. Secara keseluruhan, kompleks pendapa tersebut terletak di bagian tenggara kompleks kekunaan Ratu Baka. Pemugaran kompleks Pendapa Kraton Ratu Baka yang dilakukan oleh Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala DIY telah berlangsung sejak tahun 1979 hingga saat ini. Pada kesempatan ini, penulis diberi kesempatan sebagai staf proyek, sehingga dapat melakukan pengamatan dan penelitian secara arkeologis selama pemugaran berlangsung. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada Drs. Th. Aq. Sunarto selaku Kepala Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala sekaligus Pemimpin Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala D.l.Y. yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk ikut aktif dalam kegiatan pemugaran. Tambahan data yang berupa data bangunan tersebut diharapkan akan dapat memperjelas peranan kompleks kekuanaan Kraton Ratu Baka di masa silam, dan dapat memperlebar jangkuan interpretasi arkeologi Klasik, khususnya yang terletak di kawasan tersebut.
CATATAN SINGKAT MENGENAI KOMPLEKS MAKAM BANYUSUMURUP, IMOGIRI Novida Abbas
Berkala Arkeologi Vol 5 No 2 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3792.172 KB) | DOI: 10.30883/jba.v5i2.426

Abstract

Perwujudan seni bangun yang bercorak Islam di Indonesia dapat dilihat dalam bentuk masjid, bangunan makam, dan istana atau kraton. Hasil seni bangun bercorak Islam yang muncul pertama kali di Indonesia adalah bangunan makam, seperti yang dapat dilihat antara lain di Samudra Pasai dan Leran (Moquette, 1912 : 536 - 548). Dalam bidang studi arkeologi Islam telah diteliti sejumlah besar bangunan makam beserta berbagai aspeknya, antara lain aspek seni bangun, seni hias, dan pola tata letak. Banyak hal yang dapat diungkapkan dari studi mengenai makam, misalnya variasi bentuk dan hiasan pada nisan serta jirat, seni bangun dan seni hias makam yang berkembang di suatu tempat pada suatu kurun masa tertentu, persebaran pengaruh budaya antardaerah, dan lain-lain.
HASIL RAPAT KOORDINASI PENELITIAN ARKEOLOGI Noerhadi Magetsari; Ayatroehadi; R.P. Soejono; Bambang Sumadio; Hadimuljono; Teguh Asmar; Ph. Subroto; IGP Darsana
Berkala Arkeologi Vol 5 No 2 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2109.147 KB)

Abstract

Rapat Koordinasi Penelitian Arkeologi dilangsungkan di Yogyakarta selama 4 (empat) hari, mulai dari tanggal 2 sampai dengan 4 September 1984. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh 3 ( tiga) perguruan tinggi dan 3 ( tiga) instansi yang bergerak dalam bidang arkeologi. Perguruan tinggi tersebut adalah Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Udayana, Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada, dan Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Sedang instansi arkeologis terdiri atas Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Direktorat Perlindungan dan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, dan Direktorat Permuseuman. Tujuan rapat koordinasi ini adalah untuk mengatasi masalah-masalah mengenai pengadaan tenaga peneliti dan pengelola kepurbakalaan, terutama untuk mencukupi kebutuhan tenaga yang berkemampuan akademis dan terampil. Berbagai evaluasi telah dilakukan, antara lain adalah evaluasi terhadap para lulusan perguruan tinggi, lapangan pekerjaan, pelaksanaan pendidikan arkeologi di perguruan tinggi, program studi, dan penjajagan kemungkinan pembukaan program baru. Hasil-hasil rapat tersebut dapat dilihat pada kesimpulan rapat dibawah ini.
Cover Berkala Arkeologi Volume 5 No. 2 September 1984 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 5 No 2 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.282 KB)

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1984 1984


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2022) Vol 42 No 1 (2022) Vol 41 No 2 (2021) Vol 41 No 1 (2021) Vol 17 No 2 (1997) Vol 40 No 2 (2020) Vol 40 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (1993) Vol 39 No 2 (2019) Vol 39 No 1 (2019) Vol 38 No 2 (2018) Vol 38 No 1 (2018) Vol 37 No 2 (2017) Vol 37 No 1 (2017) Vol 36 No 2 (2016) Vol 36 No 1 (2016) Vol 35 No 2 (2015) Vol 35 No 1 (2015) Vol 34 No 2 (2014) Vol 34 No 1 (2014) Vol 33 No 2 (2013) Vol 33 No 1 (2013) Vol 32 No 2 (2012) Vol 32 No 1 (2012) Vol 31 No 2 (2011) Vol 31 No 1 (2011) Vol 30 No 2 (2010) Vol 30 No 1 (2010) Vol 29 No 2 (2009) Vol 29 No 1 (2009) Vol 28 No 2 (2008) Vol 28 No 1 (2008) Vol 27 No 2 (2007) Vol 27 No 1 (2007) Vol 26 No 2 (2006) Vol 26 No 1 (2006) Vol 25 No 1 (2005) Vol 24 No 1 (2004) Vol 23 No 2 (2003) Vol 23 No 1 (2003) Vol 22 No 1 (2002) Vol 21 No 2 (2001) Vol 21 No 1 (2001) Vol 20 No 1 (2000) Vol 19 No 2 (1999) Vol 19 No 1 (1999) Vol 18 No 2 (1998) Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus Vol 17 No 1 (1997) Vol 16 No 2 (1996) Vol 16 No 1 (1996) Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus Vol 15 No 2 (1995) Vol 15 No 1 (1995) Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus Vol 14 No 1 (1994) Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus Vol 13 No 2 (1993) Vol 12 No 1 (1991) Vol 11 No 1 (1990) Vol 10 No 2 (1989) Vol 10 No 1 (1989) Vol 9 No 2 (1988) Vol 9 No 1 (1988) Vol 8 No 2 (1987) Vol 8 No 1 (1987) Vol 7 No 2 (1986) Vol 7 No 1 (1986) Vol 6 No 2 (1985) Vol 6 No 1 (1985) Vol 5 No 2 (1984) Vol 5 No 1 (1984) Vol 4 No 2 (1983) Vol 4 No 1 (1983) Vol 3 No 1 (1982) Vol 2 No 1 (1981) Vol 1 No 1 (1980) More Issue