cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN
ISSN : 25487590     EISSN : 25487590     DOI : -
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin (JDVTM) is published by the Department of Mechanical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Yogyakarta. The journal is published twice a year in April and October. Each publication contains articles comprising high quality theoretical and empirical original research papers, review papers, and literature reviews. The scope of study of this journal includes mechanical engineering education, technology and vocational education, learning and curriculum development, learning method development, and learning media. All of the fields study, particularly in mechanical engineering vocational and education. The articles submitted should be attended to the particular topics above.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2021): April" : 10 Documents clear
Pengaruh Parameter Pemakanan Terhadap Kekasaran Permukaan ST 40 pada Mesin Bubut CNC Ahmad Fauzi; Wirawan Sumbodo
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.38114

Abstract

Material ST 40 yang digunakan dalam pembuatan poros roda mobil listrik, harus memiliki kekasaran permukaan yang baik. Karena poros nantinya akan dirangkai pada komponen lain yaitu bearing. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kecepatan potong, kecepatan asutan, dan kedalaman pemakanan terhadap kekasaran permukaan dengan menggunakan mesin bubut CNC. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variasi kecepatan potong yang diteliti yaitu 90, 120, 150 m/menit. Kecepatan asutan 0,15; 0,2; 0,25 mm/rev. kedalaman pemakanan 0,25; 0,5; 0,75 mm. penelitian ini menggunakan bahan ST 40, pahat CNMG 120408-MA, dan mesin bubut CNC Fanuc Oit Leadwell. Nilai rata-rata kekasaran permukaan paling baik diperoleh pada interaksi variabel kecepatan potong 150 m/menit, kecepatan asutan 0,15 mm/rev dan kedalaman pemakanan 0,25 mm sebesar 1,034 μm. Dan kekasaran permukaan paling kasar diperoleh pada interaksi variabel kecepatan potong 90 m/menit, kecepatan asutan 0,25 mm/rev, dan kedalaman pemakanan 0,75 mm sebesar 10,594 μm.An electric car wheel axle using ST 40 materials must have good surface roughness due to its contact with bearings. This study aims to identify and analyze the effect of cutting speed, feed rate, and depth of cut on the surface roughness of the axle machined using a CNC lathe. The research employs an experimental method. The varied machining parameters are cutting speeds (90, 120, 150 meters per minute), feed rate (0.15, 0.2, 0.25 mm/rev) and depth of cut (0.25, 0.5, 0.75 mm). This study uses ST 40 material, CNMG 120408-ma cutting tool, and CNC Fanuc OiT lathe. The best result of average surface roughness value is 1,034 μm (lower is better), obtained at a variable interaction of 150 m/min cutting speed, feed rate of 0.15 mm/rev, and depth of cut 0.25 mm.
Pengembangan Bahan Ajar pada Mata Kuliah Perawatan dan Perbaikan Mesin di Pendidikan Vokasional Aan Ardian; Febrianto Amri Ristadi; Victor Elisananda
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.39542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan produk media bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta, (2) Mengetahui kelayakan  bahan ajar mata kuliah Perawatan dan Perbaikan Mesin Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta. Peneliti menggunakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D). Subjek penelitian dan pengembangan bahan ajar ini yaitu 4 dosen ahli materi, 4 dosen ahli media, dan 46 mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini menghasilkan produk bahan ajar mata kuliah Perawatan dan Perbaikan Mesin Jurusan Pendidikan Teknik Mesin. Bahan Ajar mata kuliah Perawatan dan Perbaikan Mesin ini dinyatakan layak berdasarkan penilaian produk yang rerata keseluruhan mendapat nilai 3,35 dengan klasifikasi "Sangat Baik". This paper reports a study that examined the design and evaluation process of a learning object material (LOM) in Machinery Maintenance and Repair. The study's main objective is: (1) to develop a LOM that is most suitable for the Mechanical Engineering Education study program and (2) to evaluate the LOM per the Study Program's requirements. The study implements the Research and Development method. Research Subjects are material experts comprising 4 lecturers, four learning media experts, and 46 students. The research output is a LOM for Machinery Maintenance and Repair qualified for teaching and learning in the Mechanical Engineering Study Program. The study's results suggested that the LOM is suitable and classified as "Very Good," averaging a total point of 3,35.
Pengaruh Penambahan Unsur Aluminium Murni pada Bahan Aluminium Scrap Terhadap Ketangguhan Impak dan Struktur Mikro Hasil Pengecoran Velg Motor Honda Ahmad Dahlan; Rusiyanto Rusiyanto
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.36643

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui pengaruh penambahan aluminium murni pada bahan aluminium scrap terhadap ketangguhan impak dan struktur mikro. Paduan yang digunakan nantinya adalah scrap dengan penambahan unsur aluminium murni yang divariasikan. Presentase komposisi didapatkan dari perbandingan unsur aluminium pada velg sepeda motor original market sebesar 92% dan scrap sebesar 81%. Varian material yang diteliti adalah variasi penambahan aluminium sebesar 4%, 8% dan 12%, serta material velg sepeda motor. Sering dikeluhkan karena mengalami beban kejut dan retak karena benturan. Proses pembuatan menggunakan peleburan dengan penambahan aluminium murni. Selanjutnya hasil peleburan diuji secara mekanis menggunakan pengujian kekuatan impak dan stuktur nikro dengan standart ASTM. Hasil dari pengujian diperoleh bahwa penambahan unsur aluminium 12% pada scrap memiliki kekuatan impak terbesar yaitu 0.0347 J/mm2dibandingkan dengan velg sepeda motor sebesar 0,0336 J/mm2. Aluminium yang ditambahkan berfungsi untuk memberikan sifat keuletan pada suatu material sehingga mempengaruhi perubahan sifat mekanis. Terlihat pada hasil struktur mikro memiliki fasa eutetik yang semakin rapat dan hampir memiliki kesamaan dengan velg sepeda motor. Dapat disimpulkan bahwa penambahan aluminium mampu mempengaruhi kekuatan impak yang menyebabkan kerapatan fasa aluminium silikon pada material.This study aimed to determine the effect of pure aluminum addition to aluminum scrap material on impact toughness and microstructure. This experiment studied an alloy of scrap aluminum and the addition of pure aluminum into it in various amounts. A spectrotest yields the aluminum element composition is 92% on the original motorcycle rim and 81% on the scrap aluminum. The studied variation of pure aluminum addition is 4%, 8%, and 12%. The manufacturing process uses smelting, and pure aluminum was added during the process.  The smelting products were tested mechanically using impact strength and microstructure according to ASTM standard.  The results show that the highest impact strength is from the addition of 12% pure aluminum. The impact strength is 0.0347 J/mm2, compared to the original motorcycle rim of 0.0336 J/mm2. The added aluminum serves to provide ductility to the alloy, increasing its mechanical properties. Test results show that the microstructure has an increasingly tight eutectic phase and has almost the same characteristics as the original motorcycle rim.  It can be concluded that the addition of aluminum affects the impact strength, in which it causes a dense aluminum-silicon phase of the material.
Pengaruh Masukan Udara Bertingkat pada Proses Gasifikasi Pelepah Kelapa Sawit Terhadap Distribusi Temperatur dan Kandungan Tar Abdul Gafur; Bambang Sudarmanta; Arif Rahman Saleh
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.34288

Abstract

Indonesia memiliki banyak daun kelapa sawit yang berlimpah tetapi kurang dimanfaatkan. Mempertimbangkan pasokan yang besar dan konsisten, daun kelapa sawit dapat menjadi sumber energi biomassa yang menjanjikan melalui proses gasifikasi. Salah satu masalah yang paling menantang mengenai gasifikasi daun kelapa sawit adalah keberadaan tar. Tulisan ini menyajikan studi eksperimental gasifikasi biomassa pelepah kelapa sawit di reaktor downdraft dengan tahap pasokan udara bertingkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan menggunakan variabel tetap berupa distribusi suhu dan kandungan tar, sedangkan variabel bebasnya berupa masukan udara/rasio udara (AR)  disetiap tingkatan oksidasi dan pirolisis. Bahan bakar dimasukkan melalui hopper hingga batas drying kemudian ID fan dinyalakan dan api juga mulai dinyalakan. Setelah tercapai kondisi stady state maka dimulai pengambilan data dengan memvariasikan masukan udara di pirolisis dan oksidasi, distribusi suhu diperoleh dari termokopel tipe K yang dipasang disetiap tingkatan dan kandungan tar diperoleh dengan menggunakan metode brandt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh masukan udara bertingkat terhadap distribusi suhu disepanjang ketinggian reaktor menunjukkan peningkatan suhu yang signifikan yaitu suhu di zona pirolisis mencapai 590 0C yang juga berpengaruh pada peningkatan yang signifikan pada zona oksidasi sebesar 827 0C. Hasil yang sama juga diperlihatkan pada hasil kandungan tar yang diperoleh kandungan terendah sebesar 37,0 mg/m3. Hasil ini memperlihatkan kandungan tar turun ketika diberikan udara bertingkat pada zona pirolisis. Indonesia has abundant but underutilized oil palm fronds (OPF). Considering its ample and steady supply, OPF could be a promising source of biomass energy through gasification. One of the most challenging issues concerning the gasification of OPF is the presence of tar. This work presents an experimental study of wood biomass gasification in a moving bed downdraft reactor with two-air supply stages. The method used in this study was experimental, using temperature distribution and tar content as fixed variables and input air ratio (AR) at each level of oxidation and pyrolysis as independent variables. The fuel was fed through a hopper to the drying limit. An ID fan was then turned on, and the fire started simultaneously. Data collection was begun by varying the air intake in pyrolysis and oxidation after reaching the steady-state condition. The temperature distribution was obtained from type K thermocouple installed at each level, and the tar content was obtained using the Brandt method. The results showed that the effect of multistage air input on the temperature distribution along the reactor's height showed a significant increase in temperature. The pyrolysis zone temperature reached 590 °C, which affected a considerable temperature increase in the oxidation zone of 827 °C. The same results are also shown in the tar content results obtained by the lowest content of 37.0 mg/m3. These results show that the tar content decreases when given gradual air input in the pyrolysis zone.
The Effect of Students' Learning Activities and Creativity on The Learning Outcomes in The Aerodynamics Tri Adi Prasetya; Chrisna Tri Harjanto; Angga Debby Frayudha
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.37035

Abstract

Vocational education aims to prepare students to acquire knowledge and skills as provisions for work. The involvement of all aspects of students, both physical and spiritual, is needed to achieve the learning objectives. It shows that each student must be actively involved in the learning process. Creativity is an essential component of learning and problem-solving. Creative learning is related to cognitive development and the process of discovering and creating something new. This research was conducted to determine the effect of student learning activities and student creativity on learning achievement, both independently and simultaneously. The subjects of this study were students of class XI AP2 SMK Bina Dhirgantara Karanganyar. The data collection technique used tests and observations. Data analysis techniques used simple regression for the first and second hypotheses (independent effect) and multiple regression analyses for the third hypothesis (simultaneous effect). The results showed that student learning activities significantly affect learning achievement with a value of t arithmetic of 3.909, a higher value than the t table of 1.69. Student creativity significantly affects learning achievement, with the t arithmetic value of 4.281, higher than the t table of 1.69. The multiple regression analysis results showed that the coefficient of determination X1 and X2 against Y was 0.477 or 47.7%. It shows that the variables of student learning activities and student creativity have a contributing influence on learning achievement.
Analisis Kekuatan Tarik Baja ST 41 Pengelasan Gesek Rotasi Variasi Waktu Gesek dan Tempa Setiyo Prabowo; Sunyoto Sunyoto
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.36554

Abstract

Pengelasan gesek rotasi tidak membutuhkan panas dari arus listrik melainkan dari gesekan. Karena pengelasan ini tergolong pengelasan solid state, perlu adanya penggunaan tekanan dalam proses pengelasannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kekuatan tarik baja ST 41 sambungan pengelasan gesek dengan variasi waktu gesek dan waktu tempa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain factorial design. Variasi waktu gesek yaitu 8, 10, 12 detik serta waktu tempa 4, 5, 6 detik. Penelitian menggunakan bahan baja ST 41 pejal yang dilas dengan pengelasan gesek dan pengelasan SMAW arus 100 A dengan elektroda E6010, sebagai kontrol penelitian. Hasil penelitian mendapatkan waktu gesek yang terbaik yaitu selama 10 detik dengan nilai rata-rata kekuatan tarik 527,97 MPa dan waktu tempa terbaik didapatkan selama 5 detik dengan nilai rata-rata kekuatan tarik 535,3 MPa. Untuk pengelasan SMAW mendapatkan nilai kekuatan tarik yang lebih rendah dari pengelasan gesek rotasi yaitu 422,01 Mpa. Friction stir welding needs heat not from electricity but from adequate friction time. Applying pressure is essential in this solid-state welding process. This study aimed to analyze the tensile strength of ST 41 steel in friction welding using friction time and forging time variations. This study used an experimental method with a factorial design. Friction time variation was 8,10, 12 minutes, whereas, for forging-time, the variation was 4, 5, and 6 seconds. The experiment used friction stir welding and SMAW welding on ST41 steel, with E6010 electrodes and 100 A current. The study results show that the optimum friction time is 10 seconds with an average tensile strength of 527,97 MPa, and the optimum forging time is 5 seconds with an average tensile strength of 535,3 MPa. The tensile strength value in SMAW welding is lower than the friction stir welding, with an average of 422,01 MPa.
Analisis Pengaruh Penyumbatan Aliran Fluida pada Pipa dengan Metode Fast Fourier Transform Fikri Wicaksono; Subekti Subekti
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.36339

Abstract

Instalasi perpipaan memiliki peranan yang penting diberbagai industri modern. Perencanaan yang baik sangat penting dalam mendesain sebuah instalasi perpipaan. Salah satu jenis pipa yang paling sering digunakan adalah pipa carbon steel yang memiliki ketahanan dan kekuatan yang baik. Namun disamping kekuatan pipa carbon steel yang baik, tingkat kekerasan pipa jenis ini juga tinggi sehingga cenderung tidak lentur yang mana akan menimbulkan getaran yang cukup kuat dalam pengaplikasiannya. Getaran yang timbul karena adanya fluida (dalam hal ini air) akan menimbulkan masalah  serius apabila tidak ditangani dengan benar. Kerusakan struktur pipa dan bangunan dapat terjadi akibat getaran pipa yang ditimbulkan. Untuk itu perlu sebuah perencanaan yang baik dalam membuat desain instalasi perpipaan. Salah satu cara untuk mengurangi getaran yang terjadi pada pipa besi adalah dengan memasang support atau penyangga pada posisi yang benar dan jumlah yang tepat, selain itu debit fluida yang mengalir juga harus diperhitungkan untuk mengurangi getaran yang terjadi pada instalasi perpipaan. Pada eksperimen ini akan dilakukan pengujian menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) terhadap sebuah instalasi pipa besi dengan variasi bukaan katup untuk mengatur debit air yang mengalir dan jumlah support yang menjadi penyangga pipa untuk mengatasi getaran yang terjadi.Piping installations have an essential role in various modern industries. Good planning is crucial in designing a piping installation. One of the most commonly used pipe types is carbon steel pipe which has good resistance and strength. In addition to the excellent strength, the hardness level is also high, where it tends to be stiff and causing vibrations in its application. The vibrations arising from the presence of fluids (in this case, water) will cause severe problems if not handled properly. Pipe vibration can damage pipe structures and buildings. That is why a good plan in piping installation design is needed. One way to reduce vibrations in metal pipes is to install supports in the correct position and the right amount.  The fluid flow must also be taken into account to minimize vibrations in piping installations. In this experiment, testing will be carried out using the Fast Fourier Transform (FFT) method on an iron pipe installation with various valve openings to regulate the water flow and the number of pipe support to minimize vibrations.
Studi Kinerja dan Konsumsi Energi Air Blast Freezer Menggunakan Refrigeran Hidrofluorokarbon dan Hidrokarbon Rima Nindia Selan; Matheus Magnus Dwinanto
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.36728

Abstract

Penggunaan refrigeran hidrokarbon yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan hidrofluorokarbon telah menjadi tuntutan dan isu sentral pada masa yang akan datang baik itu di refrigerator rumah tangga maupun di refrigerator industri seperti air blast freezer. Hal ini disebabkan refrigeran hidrokarbon tidak memiliki potensi penipisan ozon ODP dan potensi pemanasan global GWP minimal. Makalah ini menyajikan studi kinerja teoritis penggunaan R290 dan R600a sebagai pengganti R404A dan R507A. Perangkat lunak CoolPack digunakan untuk mensimulasikan kinerja dan konsumsi energi sistem pada beberapa variasi temperatur evaporasi dengan temperatur kondensasi dipertahankan konstan. Hasilnya menunjukkan bahwa pada temperatur evaporator minimum, kinerja sistem yang menggunakan R290 dan R600a rata-rata lebih tinggi ±14% dibandingkan dengan R404A dan R507A. R290 memiliki karakteristik yang lebih dekat pada R404A dan R507A sehingga lebih sesuai menggantikan kedua refrigeran tersebut dibandingkan dengan R600a. Namun, ini adalah analisis teoritis sistem yang dapat mengarah pada kinerja yang lebih tinggi daripada kondisi normal. Namun, ini adalah analisis teoritis sistem yang dapat mengarah pada kinerja yang lebih tinggi daripada kondisi normal. The use of hydrocarbon refrigerants that are more environmentally friendly than hydrofluorocarbons has become a demand. It will be a central issue in the future, both in household refrigerators and in industrial refrigerators such as air blast freezers. That is because hydrocarbon refrigerants have zero ozone depletion potential (ODP) and minimal global warming potential (GWP). This paper presents a theoretical performance study of R290 and R600a as substitutes for R404A and R507A refrigerants. CoolPack software is used to simulate the system's performance and energy consumption at several variations of the evaporation temperature, with the condensation temperature being kept constant. The results show that at the minimum evaporator temperature, the system performance using R290 and R600a is ±14% higher on average compared to R404A and R507A. R290 has closer characteristics to R404A and R507A, so it is more suitable to replace the two refrigerants compared to R600a. However, this is a theoretical analysis of the system that can lead to higher performance than normal conditions.
Rancang Bangun Mesin Es Krim dengan Kontrol Suhu Ahmad Musyafa' Ghozali; Sunyoto Sunyoto
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.38243

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat mesin es krim yang efektif, efisien, dan ergonomis dengan kontrol suhu. Berdasarkan survey yang dilakukan mesin yang lama atau mesin yang sudah ada memiliki beberapa kekurangan sehingga kurang efektif, efisien, dan ergonomis. Metode yang digunakan adalah model R&D 4D yang dimodifikasi yaitu Define, Design, Development, dan Dissemination. Instrumen yang dipakai adalah validasi desain dan lembar observasi kinerja mesin. Data berasal dari responden, Dosen Ahli perancangan, dan pihak UMKM. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Keefektifan mesin baru lebih baik karena mampu mengukur suhu adonan dan mensetting mesin mati pada suhu yang ditentukan. Efisiensi waktu 10% waktu pembuatan hanya 18 menit, mesin sebelumnya 20 menit. Efisiensi kapasitas 22,23%, Efisiensi biaya 10% dan lebih hemat biaya listrik Rp 17,337. Keergonomisan mesin baru dalam angket sangat layak dan lebih ergonomis dari sebelumnya.The purpose of this study is to design and build an ice cream machine equipped with temperature control. According to a survey, the current market products have many flaws making them less effective, efficient, and ergonomic. The study's method was a modified R&D 4D, comprising Define, Design, Development, and Dissemination processes. The instruments used are design validation and performance observation sheets. The data were collected from respondents, experts of engineering design, and Small and Medium Business partners. The data obtained is analyzed using a descriptive-statistic analysis. The ice cream machine is more effective than its predecessor because it measures dough temperature and sets the machine's power off at a specific temperature. It only takes 18 minutes to make the ice cream, compared to its predecessor of 20 minutes, thus gives a time efficiency of 10%. The capacity efficiency is 22,23% and more cost-effective in terms of electricity at Rp 17,337. The machine is also considered more ergonomic than the previous one.
Pengaruh Arus SMAW Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Baja Konstruksi IWF JIS G3101 SS400 Huda Kholif Rahman; Sunyoto Sunyoto
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.37070

Abstract

Sambungan las baja konstruksi IWF JIS G3101 SS400 sering dijumpai hasil las yang kurang baik/cacat las yang akan mempengaruhi kekuatan sambungan seperti kekuatan tarik dan kekuatan impak. Hasil las yang kurang baik disebabkan salah satunya karena tidak tepatnya pengaturan kuat arus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variasi kuat arus las SMAW terhadap kekuatan tarik dan kekuatan impak sambungan las baja konstruksi IWF standar JIS G3101 SS400. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen. Variasi kuat arus yang diteliti 150 A, 170 A, dan 190 A dengan kampuh V sudut 600, elektroda E7018, gerakan lurus, posisi bawah tangan, mesin las SMAW DC polaritas terbalik, dan pendinginan udara terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kuat arus 150 A, 170 A, 190 A berpengaruh terhadap kekuatan tarik tetapi tidak berpengaruh terhadap kekuatan impak sambungan las bahan baja konstruksi IWF JIS G3101 SS400.There are many defects encountered in weldments of JIS G3101 SS400 IWF construction steel. This defect affects the tensile and impact strength of welded joints. One cause of weld defect is the incorrect setting of the electric current. This study examined the effect of electric current variation in SMAW welding on the tensile and impact strength of the IWF construction steel. The research uses experimental methods. The variation of electric current being investigated was 150 A, 170 A, and 190 A. The weldments used 60 V-seam angle, E7018 electrode, straight motion, underhand position, reversed polarity DC SMAW welding machine, and open ventilation. The results showed that the variation in the current strength of 150 A, 170 A, and 190 A affects the tensile strength but had no effect on the welded joints' impact strength.

Page 1 of 1 | Total Record : 10