cover
Contact Name
Yaqzhan
Contact Email
yaqzhanjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yaqzhanjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
ISSN : 24077208     EISSN : 25285890     DOI : -
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
MENUJU TUHAN MELALUI TAREKAT (Kajian tentang Pemikiran Tasawuf) A. R. Idham Kholid
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.127 KB) | DOI: 10.24235/jy.v4i1.3187

Abstract

Abstrak: Di Era global seperti sekarang ini, dimana dunia semakin dipenuhi dengan berbagai perkembangan sains maupun perkembangan teknologi yang selain membawa dampak positif bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak negatif  bagi kehidupan manusia. Dampak positif yang muncul sebagai efek  dari modernisasi diantaranya manusia mengalami lompatan yang signifikan dalam bidang sains dan teknologi sehingga manusia lebih mudah dalam menjalani kehidupan. Sedangkan efek negatif yang muncul dari ekses  modernisasi diantaranya adalah lahirnya budaya konsumtif dan semakin jauhnya manusia dari sang pencipta. Hal yang demikian tentu saja manusia memerlukan suatu jalan untuk bisa kembali kepada Tuhannya dan bisa dekat sedekat-dekatnya dengan Tuhannya. Salah satu cara yang bisa mengantarkan manusia untuk kembali kepada Tuhannya  adalah tarekat.Kata Junci: Tasawuf, Tarekat, dan Tuhan.
ZUHUD DALAM PANDANGAN IBNU TAIMIYAH Rif’at Husnul Ma’afi; Muhammad Fahmi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.555 KB) | DOI: 10.24235/jy.v4i1.3192

Abstract

Abstrak:Manusia hidup di alam dunia tidak terlepas di antara dua hal, yaitu bahagia dan sengsara. Semua manusia yang berakal berkeinginan untuk mendapatkan kebahagiaan. Namun sayangnya, banyak di antara mereka yang salah dalam menafsirkan kebahagiaan yang hakiki. Banyak yang beranggapan, kebahagiaan diperoleh dengan cara mengumpulkan harta yang banyak dan melampiaskan nafsu syahwat. Padahal, sikap yang demikian justru membuat mereka mengalami kekosongan batin, karena yang diperoleh adalah kebahagiaan semu. Di sisi lain, ada sekelompok orang yang menghabiskan waktunya dalam beribadah total kepada Allah tanpa memperhatikan kebutuhan hidupnya. Mereka beranggapan bahwa pekerjaan duniawi akan membuat mereka melupakan akhirat. Pada akhirnya mereka membuat pengakuan, bahwa perilakunya merupakan manifestasi dari sikap zuhud. Berdasarkan fenomena inilah akhirnya Ibnu Taimiyah mencoba meluruskan pemahaman yang salah tersebut, yaitu dengan mengembalikan pemahaman yang benar terhadap zuhud serta sesuai dengan ajaran al-Qur’an dan al-Hadits. Dalam konsepnya dijelaskan bahwa perilaku zuhud dilakukan dengan meninggalkan segala yang tidak ada manfaatnya di akhirat dan berpegang teguh kepada hukum-hukum Allah. Baginya perilaku seorang yang berzuhud (zahid) lebih penting daripada teori-teori yang banyak disampaikan oleh ulama-ulama, karena Ibnu Taymiyah tidak terlalu membeda-bedakan konsep zuhud antara ulama yang ada. Ibnu Taymiyah juga menjelaskan tentang bukti-bukti bahwa seseorang telah berzuhud, menjelaskan maqam zuhud dalam ilmu tasawwuf, hingga jalan yang perlu dicapai untuk menuju derajat zuhud. Baginya zuhud terbagi menjadi dua, yaitu zuhud yang disyariatkan dan zuhud yang tidak disyariatkan. Melalui tulisan ini akan dijelaskan lebih lanjut konsep zuhud menurut Ibnu Taymiyah.  Kata Kunci: Zuhud, Ibnu Taymiyah, Bukti seseorang telah berzuhud, Zuhud yang disyariatkan, Zuhud yang tidak disyariatkan.
HUBUNGAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KOTA CIREBON KAJIAN ATAS PEMBENTUKAN BUDAYA TOLERANSI PADA ALUMNI SEKOLAH CINTA PERDAMAIAN 2014-2016 Nunung Nursa’adah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.247 KB) | DOI: 10.24235/jy.v4i1.3188

Abstract

Abstrak: Cirebon  merupakan suatu wilayah yang memiliki keberagaman, baik ras, suku, etnis, budaya dan agama. Masyarakat pada dasarnya sudah terbiasa dengan kesehariannya bersikap toleransi dalam kesehariannya. Hubungan umat beragama yang harmonis menjadi tujuan utama bagi masyarakat, agar tidak adanya kesalahpahaman satu sama lain. Adanya hubungan umat beragama yang baik karena terjaganya toleransi dan  dan saling menghargai antar sesama. Tetapi terdapat pula tindakan intoleransi, yakni menebarkan kebencian bahkan kekerasan terhadap agama, kasus ini terbukti di Kota Cirebon  dalam kasus pengeboman di Polresta tahun 2011. Oleh karenanya sekolah cinta perdamaian bergerak untuk membentengi hal tersebut untuk pemuda agar perdamaian akan tetap terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan, mengidentifikasi dan mengetahui bagaimana alumni sekolah cinta perdamaian membangun budaya toleransi  antar umat beragama di Cirebon, dalam konteks meluasnya praktik intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif lapangan, dengan penelelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan peristiwa secara sistematis dan akurat sesuai dengan data-data yang dikumpulkan terkait dengan data didapat melalui metode wawancara dan observasi dengan subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Sekolah cinta perdamaian dapat mengubah pola pikir pemuda menjadi lebih toleran terhadap agama atau keyakinan yang berbeda. (2) Sekolah cinta perdamaian menyadarkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menyebabkan terjadinya konflik dan penghalang untuk saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan agama merupakan faktor pendukung toleransi dan menjadi  bentuk saling menghormati, mengasihi, menguatkan masyarakat. Kata Kunci : Hubungan antar umat bergama di Kota Cirebon, toleransi beragama , Sekolah cinta perdamaian.
TITIK TEMU ANTARA ISLAM DAN FILSAFAT A.R. Taufiq Satria Azhar
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.426 KB) | DOI: 10.24235/jy.v4i1.3193

Abstract

Abstrak: Manusia adalah mahkluk berfikir yang tidak pernah lelah untuk mencari hakikat dari segala sesuatu yang ada di dunia ini. Setidaknya terdapat tiga cara yang dapat ditempuh manusia dalam menemukan kebenaran tersebut, yaitu melalui agama, filsafat dan ilmu pengetahuan. Tulisan ini akan berupaya mengungkap karakteristik dari masing-masing cara tersebut dan titik temu dari tiga cara dalam menggapai kebenaran tersebut. Dengan demikian manusia akan semakin menyadari tentang bagaimana terbentuknya kebenaran yang saat ini sedang ia yakini.            Kata kunci: Agama, Filsafat, Ilmu Pengetahuan
URGENSI DAN SIGNIFIKANSI MURSYID BAGI MURID DALAM TAREKAT A.R. Iga Megananda Pratama
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.384 KB) | DOI: 10.24235/jy.v4i1.3189

Abstract

Abstrak : Tarekat dalam bentuknya sebagai organisasi yang didalamnya diajarkan tentang pencapaian kerohanian ke tingkat yang bisa membuat pelaku tarekat (salik) sampai berada sedekat mungkin dengan Tuhan. Maka dalam tarekat yang demikian akan ditemukan istilah mursyid dan murid. Istilah mursyid memiliki arti guru, yaitu guru yang mengajarkan tentang suatu ajaran tarekat, dan membimbing murid untuk bisa berada sedekat mungkin dengan Tuhan. Sedangkan murid adalah para pencari jalan kebenaran menuju Tuhan yang belajar tarekat pada syeikh atau mursyid dari suatu tarekat. Eksistensi mursyid dalam suatu tarekat sangat penting dan memiliki peran yang sentran serta dominan dalam mengantarkan muridnya untuk berada sedekat mungkin dengan Tuhan. Hubungan antara murid dengan mursyid begitu istimewa dan sangat sentral, bahkan sampai pada tingkat yang perlu dikritisi karena dikhawatirkan dapat mengarah kepada titik yang perlu dipertanyakan secara akidah dan keimanan. Kata Kunci: Mursyid, Murid, dan Tarekat
EKOLOGI POLITIK MASYARAKAT PESISIR CIREBON; Sketsa dari Desa Citemu Kecamatan Mundu A. Syatori
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.328 KB) | DOI: 10.24235/jy.v4i1.3190

Abstract

Abstrak: Cirebon merupakan salah satu daerah yang terletak di pesisir pantai utara jawa, dimana sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Profesi ini tentu saja bergantung pada sekali pada sumber daya alam, dalam hal ini adalah laut yang meruopakan open access. Karakteristik sumber daya seperti ini menyebabkan nelayan mesti berpindah-pindah untuk memperoleh hasil maksimal, yang dengan demikian elemen resiko menjadi sangat tinggi. Kondisi sumber daya yang beresiko tersebut menyebabkan nelayan memiliki karakter keras, tegas dan terbuka. Dan bagi nelayan, kondisi lingkungan wilayah pesisir dan laut sangat menentukan keberlanjutan kondisi sosial ekonomi dan kesejahteraan hidup mereka. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan ekologi politik masyarakat Cirebon, dengan mengambil lokasi penelitian di desa Citemu kecamatan Mundu Cirebon. Kata Kunci: Ekologi Politik, Masyarakat Pesisir 
RELASI ISLAM DAN BUDAYA DALAM WACANA ISLAM NUSANTARA Muh. Panji Maulana
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.741 KB) | DOI: 10.24235/jy.v4i1.3191

Abstract

Abstrak: Wacana Islam Nusantara mulai marak diperbincangkan kembali terutama pada saat istilah tersebut diusung oleh PBNU sebagai tema Muktamarnya yang ke-33 pada tanggal 1-5 Agustus 2015 di Jombang Jawa Timur. Islam Nusantara sendiri mengungkapkan dirinya sebagai Islam yang akomodatif terhadap budaya lokal. Adanya klaim tersebut memunculkan anggapan bahwa munculnya wacana Islam Nusantara dipandang sebagai peneguhan terhadap Islam yang bercorak sinkretis. Tulisan ini berusaha mengkaji mengenai relasi antara Islam dan budaya dalam wacana Islam Nusantara. Dari data yang diperoleh, relasi antara Islam dan budaya dalam wacana Islam Nusantara diidentifikasi sebagai penerapan Islam yang berpijak pada pribumisasi. Pola tersebut dapat dilihat misalnya dari penerapan Islamnya yang kontekstual, akomodatif terhadap budaya dengan mengembangkan aplikasi nash yang disesuaikan dengan kondisi sosial. Penerapan Islam model ini dilakukan juga hanya sebatas dalam tataran muamalah sehingga membedakanya dengan pola negosiasi atau sinkretisasi. Kata Kunci: Islam Nusantara, Islam,Budaya, dan Pribumisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7