cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 14111934     EISSN : 24429147     DOI : -
Merupakan media informasi dan komunikasi para praktisi, peneliti, dan akademisi yang berkecimpung dan menaruh minat serta perhatian pada pengembangan Matematika, ilmu pengetahuan dan teknologi. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Terbuka.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
PEMBUATAN MINUMAN DARI EKSTRAK DAUN PISANG BATU (Musa balbisiana Call) DENGAN PENAMBAHAN FERRO SULFAT Jr, Alsuhendra Hendra; Ridawati, Ridawati
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jmst.v20i2.818.2019

Abstract

Chlorophyll was extracted from ‘batu’ banana leaves and used as raw material for making beverage. The research was conducted at the Laboratory of Food Analysis and Engineering, Faculty of Engineering, State University of Jakarta from April to September 2018. The results of the research showed that chlorophyll of ‘batu’ banana leaf could be extracted using 0.1% NaHCO3 solution in a ratio of 1: 5. The beverage were made using chlorophyll extract with Fe2+ ion 15, 20, and 25 mg/L. By organoleptic test, the panel accepted the beverage between rather like to like for color, aroma, taste, and consistency. The general acceptance of panel on the beverage made by adding Fe2+ ions as much as 25 mg/L was higher than others. Klorofil diekstrak dari daun pisang batu untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan minuman. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Analisis dan Rekayasa Boga, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta dari bulan April sampai September 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klorofil daun pisang batu dapat diekstrak menggunakan larutan NaHCO3 0,1% dengan perbandingan 1:5. Minuman dibuat dari ekstrak klorofil daun pisang batu dengan menambahkan ion Fe2+ sebanyak 15, 20, dan 25 mg/L. Berdasarkan hasil uji organoleptik diketahui bahwa minuman tersebut dapat diterima panelis dengan tingkat kesukaan antara agak suka hingga suka untuk aspek warna, aroma, rasa, dan konsistensi. Tingkat penerimaan umum panelis terhadap minuman yang dibuat dengan penambahan ion Fe2+ sebanyak 25 mg/L lebih tinggi dibandingkan dengan minuman lainnya.
RASIO PATI SINGKONG DAN ASAM AKRILAT TERHADAP KAPASITAS ABSORBSI PADA SINTESIS KOMPOSIT POLIMER SUPERABSORBAN Fika, Weni; Kasim, Anwar; Novelina, Novelina; Septevani, Athanasia Amanda
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jmst.v20i2.963.2019

Abstract

This study aimed to synthesize a superabsorbent polymer composite based on a natural polymer that has been made by grafting method using cassava starch as a backbone (main framework), Acrylic acid (AA) as a monomer, Ammonium persulfate (APS) as an initiator and N,N Methylene bisacrylamide (MBA) as a crosslinker. The effect of the ratio of cassava starch and acrylic acid (25 : 75; 50 : 50 and 75 : 25% weight total) has been studied based on absorption capacity. The chemical structure that occurs is analyzed using Fourier Transform Infra-red (FTIR) spectroscopy. The results of the FTIR spectrum showed that the grafting of acrylic acid to starch occurred. In the ratio of starch to acrylic acid 25 : 75% of the weight total obtained the maximum water absorption ability (absorption capacity) 224 g/g in aquades and 25 g/g in 0,9% NaCl solution. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensintesis komposit polimer superabsorban berbasis polimer alam yang telah dibuat dengan metode grafting (pencangkokan) yang menggunakan pati singkong sebagai backbone (kerangka utama), asam akrilat (AA) sebagai monomer, Ammonium persulfat (APS) sebagai inisiator dan N,N Metilen bisakrilamida (MBA) sebagai crosslinker. Pengaruh rasio pati singkong dan asam akrilat (25 : 75; 50 : 50 dan 75 : 25% berat total) telah dipelajari berdasarkan kapasitas absorbsi. Struktur kimia yang terjadi dianalisa menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infra-red (FTIR). Hasil dari spektrum FTIR memperlihatkan bahwa terjadinya grafting asam akrilat terhadap pati. Pada rasio pati dengan asam akrilat 25 : 75% berat total diperoleh kemampuan menyerap air (kapasitas absorbsi) maksimum 224 g/g dalam aquades dan 25 g/g dalam larutan NaCl 0,9%.
STRATEGI PENGELOLAAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) GEBANG KABUPATEN CIREBON UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN NELAYAN Hartanti, Sri; Noviyanti, Rinda; Warlina, Lina
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 20 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jmst.v20i1.815.2019

Abstract

Gebang Fish Landing Base (GebangPPI) was built as a means for fishermen and fisheries businessin Gebang District, Cirebon Regency, in carrying out fisheries economic activities in an effort to improve welfare. This study aims to analyze the condition of the Gebang PPI facilities and the level of utilization by the community, as well as the potential of fisheries capture in Gebang. The next aim is to determine the strategy for managing the Gebang PPI in an effort to improve the fishermen welfare. The method used is descriptive qualitative method. Primary data are obtained through observation, interviews, questionnaires and surveys, while secondary data are obtained from relevant government agencies to analyze the level of the Gebang PPI utilization. Variables are measured using a Likert scale, while SWOT analysis is used to determine the management strategy. The results of the analysis show that the conditions of the Gebang PPI facilities and infrastructures are inadequate for the continuity of fisheries activities, as well as the level of utilization because fishermen prefer to transact outside the PPI. This condition is caused by capital ties between fishermen and intermediary/middlemen. The large potential of fisheries in the Gebang PPI does not guarantee the level of fishermen welfare, because fisheries economic transactions are still determined by intermediary/ middlemen as capital owners. The results of the SWOT analysis show the position in Quadrant I, a very favorable situation. That is, Gebang PPI has the opportunity and strength so that it can take advantage of the opportunities that exist. The strategy that must be implemented is to support aggressive growth policies (growth oriented strategy). The strategy that can be implemented is to optimally utilize the existing potential to facilitate fisheries activities in Gebang, so as to provide benefits for increasing the income of Gebang fishermen. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Gebang dibangun sebagai sarana bagi nelayan dan pelaku perikanan di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, dalam menjalankan aktivitas ekonomi perikanan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fasilitas PPI Gebang dan tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat, serta potensi perikanan tangkap di Gebang. Selanjutnya menentukan strategi pengelolaan PPI Gebang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesionerdan survei, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah yang terkait untuk menganalisis tingkat pemanfaatan PPI. Pengukuran variabel menggunakan skala Likert, sedangkan untuk menentukan strategi pengelolaannya menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi sarana dan prasarana PPI Gebang kurang memadai bagi kelangsungan aktivitas perikanan, begitu juga dengan tingkat pemanfaatannya karena nelayan lebih memilih bertransaksi di luar PPI. Kondisi ini disebabkan oleh ikatan permodalan antara nelayan dengan bakul/tengkulak. Besarnya potensi perikanan di PPI Gebang tidak menjamin tingkat kesejahteraan bagi nelayan, karena transaksi ekonomi perikanan masih ditentukan oleh bakul/tengkulak sebagai pemilik modal. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi pada Kuadran I, merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Artinya, PPI Gebang mempunyai peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Strategi yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan secara optimal potensi yang ada untuk memfasilitasi kegiatan perikanan di Gebang, sehingga memberikan manfaat bagi peningkatan pendapatan nelayan Gebang.
Penggunaan Metode Regresi Robust untuk Mencari Selang Kepercayaan Koefisien Garis Regresi jika Ragam Galat Tidak Homogen Harmi Sugiarti; Andi Megawarni
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2003)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jmst.v4i2.909.2003

Abstract

The assumption of homogeneous error varianceunderlying the OLS method is very important to get the bestlinear unbiased estimation of the regression coefficients. Thispaper aims to compare the width of confidence interval which isresulted by the OLS, the WLS, and the robust regression methodswhen the error term is not homogen. Comparing the three methodsindicate that the width of confidence interval by the robustregression method is narrower than the OLS method but the WLSmethod is the narrowest.
PENERAPAN METODE FUZZY SUGENO UNTUK MENENTUKAN JALUR TERBAIK MENUJU LOKASI WISATA DI SURABAYA Mukaromah, Muizzatul
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jmst.v20i2.856.2019

Abstract

This study aims to determine the best route to tourist sites in Surabaya. An optimal path will be obtained from three path choices. The method used is Sugeno Fuzzy Logic, by obtaining membership degrees with fuzzification and then being applied to the appropriate rules, followed by the deflation process to produce optimal and less optimal output. There are six tourist attractions to be visited including Tugu Pahlawan, Food Junction Pakuwon, Atlantis Land, Surabaya Zoo (KBS), Suroboyo Carnival, and Mangrove. There are three starting points (Surabaya City Hall, Purabaya Terminal, and Tanjung Perak Port). The criteria used in this study are distance to tourist attractions, time taken, and road density. These criteria were chosen based on almost all tourist locations in the city of Surabaya through the crowds along the main city lanes in Surabaya. Data is obtained through google maps by comparing three paths and the optimal path will be determined to be passed to get to tourist attractions in Surabaya. The results of this study obtained six optimal paths from each starting point. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jalur terbaik menuju lokasi wisata di Surabaya. Akan diperoleh jalur optimal dari tiga pilihan jalur. Metode yang digunakan adalah logika fuzzy sugeno, dengan cara mendapatkan derajat keanggotaan dengan fuzzifikasi dan kemudian diimplikasikan ke dalam rule yang sesuai, dilanjutkan proses defuzzfikasi untuk menghasilkan output optimal dan kurang optimal. Terdapat enam tempat wisata yang akan dikunjungi diantaranya Tugu Pahlawan,  Food Junction Pakuwon, Atlantis Land, Kebun Binatang Surabaya (KBS), Suroboyo Carnival, dan Mangrove. Ada tiga titik awal (Balaikota Surabaya, Terminal Purabaya, dan Pelabuhan Tanjung Perak). Kriteria yang digunakan pada penelitian ini adalah jarak ke tempat wisata, waktu yang ditempuh, dan kepadatan jalan. Kriteria tersebut dipilih berdasarkan hampir seluruh lokasi wisata yang ada di kota Surabaya melewati keramaian di sepanjang jalur utama kota yang ada di Surabaya. Data diperoleh melalui Google maps dengan membandingkan tiga jalur dan akan ditentukan jalur optimal yang akan dilewati untuk menuju tempat wisata di Surabaya. Hasil dari penelitian ini diperoleh enam jalur yang optimal dari setiap titik awal.
PEMILIHAN NILAI PARAMETER C PADA INTERPOLAN GAUSSIAN Elin Herlinawati
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.311 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v20i1.78.2019

Abstract

Interpolation is to find a function which passes through a number of given data points. The interpolant that we used is a Gaussian function which has a parameter value of c. Selection of this parameter affects the results of interpolation. This study discusses a method that we used in selecting the optimum parameter of c. This method is inspired by a RMS (Root Means Square)error. Suppose with is the set of data points. Define the error vector with gk - yk - Fk(xk), k E{1, 2, ..., n} , where is the function value in and is the interpolant which is obtained by deleting a point from the given data set. Furthermore, the optimum parameter value of c is selected by minimizing the error vector g. The result of selecting parameter values ​​depends on the amount of data and the distribution of known data. Interpolasi adalah pencarian fungsi melalui sejumlah titik data yang diberikan. Interpolan yang digunakan pada artikel ini adalah fungsi Gaussian yang memiliki nilai parameter . Pemilihan nilai parameter mempengaruhi hasil interpolasi. Artikel ini membahas metode yang digunakan dalam pemilihan parameter yang optimum. Metode ini terinspirasi dari galat RMS (Root Means Square). Misalkan dengan adalah himpunan titik data yang diberikan. Didefinisikan vektor galat dengan gk - yk - Fk(xk), k E{1, 2, ..., n} , adalah nilai fungsi di dan adalah interpolan yang diperoleh dengan menghapus satu titik dari himpunan data yang diberikan. Selanjutnya, nilai parameter yang optimum dipilih dengan cara meminimumkan vektor galat . Hasil dari pemilihan nilai parameter bergantung pada banyaknya data dan sebaran data yang diketahui.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN SEBAGAI PAKAN KUSKUS (Phalangeridae) ASAL MALUKU DI TAMAN NASIONAL MANUSELA BAGIAN UTARA KABUPATEN MALUKU TENGAH Sri Kurniati Handayani; Rony Marsyal Kunda
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.985 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v20i1.82.2019

Abstract

Cuscus is a marsupials, nocturnal, prehensile tails, and included to the family of Phalangeridae. In Indonesia, Ailurops, Phalanger, Spilocuscus and Strigocuscus have limited distribution on Eastern Indonesia (Sulawesi, Maluku, Papua and Timor Island). In Indonesia cuscus are protected animals. This is due to the decline in population in its natural habitat due to deforestation, poaching and illegal wild life trade. Study is needed on the type of cuscus feed in native habitat base on the original character of vegetation in the hope of helping wild life conservation efforts in the future. The strategy of cuscus conservationin-situ and ex-situfrom native habitat will be more focused and effective if the potential information of plants as a food source can be known with certainty.The purpose of this study was to determine the types of plants as feed cuscus (Phalangeridae) from Maluku in the Northern part of Manusela National Park, Central Maluku district. The results showed 44 species of forest plants consumed by cuscus in Manusela National Park. The cuscus from Maluku consume young leaves from 29 species plants (66%), fruit from 26 species plants (59%), flowers from 4 species plants (9%), shoots from 3 species (7%) of plants. Eight plant species (18%) are consumed its fruit and young leaves, two plant species (5%) are consumed its fruit and flowers, one plant species (2%), consumed its fruit and shoots, and two plant species ( 5%) are consumed its young leaves, flowers, and fruit. Palatability of the cuscus showed that each cuscus choos 43 species of plants (98%) as a food, P. orientalis and P.Urinusdid not choose Syzygium aqueum while S. maculatus, and P. vestitus did not choose Flacourtia inemis as resources feed. Kuskus adalah hewan berkantung (marsupial), aktif di malam hari (nocturnal), berekor panjang yang kuat (prehensile), dan masuk dalam famili Phalangeridae. Di Indonesia, kuskus dari anggota genus Ailurops, Phalanger, Spilocuscus, dan Strigocuscus menyebar terbatas hanya di Indonesia Bagian Timur (Sulawesi, Maluku, Papua, dan Pulau Timor). Di Indonesia, kukus termasuk dalam hewan yang dilindungi. Dibutuhkan studi untuk mengidentifikasi jenis pakan kuskus pada habitat alami yang diharapkan dapat membantu usaha konservasi satwa ini di masa mendatang. Strategi konservasi kuskus secara in-situ maupun ex-situ berdasarkan asal habitat akan lebih terarah dan berhasil guna apabila informasi potensi tumbuhan sebagai sumber pakan dapat diketahui dengan pasti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan sebagai pakan kuskus (Phalangeridae) asal Maluku di Taman Nasional Manusela bagian Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Hasil penelitian menunjukkan, ditemukan 44 spesies tumbuhan hutan yang dikonsumsi kuskus di Taman Nasional Manusela. Dari hasil penelitian terlihat bahwa kuskus asal Maluku pada umumnya mengonsumsi bagian tumbuhan yang masih muda berupa daun muda 29 spesies (66%), buah 26 spesies (59%), bunga 4 spesies (9%), dan tunas 3 spesies (6%). Delapan spesies tumbuhan (18%) dengan komposisi buah dan daun muda paling disukai kuskus, dua spesies tumbuhan (5%) dengan komposisi buah dan bunga, satu jenis tumbuhan (2%), dengan komposisi buah dan tunas muda, serta dua spesies tumbuhan (5%) dengan komposisi daun muda, bunga, dan buah. Palatabilitas pada kuskus menunjukkan bahwa setiap genus kuskus memilih 43 spesies tumbuhan (98%) sebagai sumber pakan, P.orientalis dan P. Urinus tidak memilih Syzygium aqueum sedangkan S. maculatus, dan P. vestitus tidak memilih Flacourtia inemis sebagai sumber pakan.
STRATEGI PENGELOLAAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) GEBANG KABUPATEN CIREBON UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN NELAYAN Sri Hartanti; Rinda Noviyanti; Lina Warlina
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.534 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v20i1.83.2019

Abstract

Gebang Fish Landing Base (GebangPPI) was built as a means for fishermen and fisheries businessin Gebang District, Cirebon Regency, in carrying out fisheries economic activities in an effort to improve welfare. This study aims to analyze the condition of the Gebang PPI facilities and the level of utilization by the community, as well as the potential of fisheries capture in Gebang. The next aim is to determine the strategy for managing the Gebang PPI in an effort to improve the fishermen welfare. The method used is descriptive qualitative method. Primary data are obtained through observation, interviews, questionnaires and surveys, while secondary data are obtained from relevant government agencies to analyze the level of the Gebang PPI utilization. Variables are measured using a Likert scale, while SWOT analysis is used to determine the management strategy. The results of the analysis show that the conditions of the Gebang PPI facilities and infrastructures are inadequate for the continuity of fisheries activities, as well as the level of utilization because fishermen prefer to transact outside the PPI. This condition is caused by capital ties between fishermen and intermediary/middlemen. The large potential of fisheries in the Gebang PPI does not guarantee the level of fishermen welfare, because fisheries economic transactions are still determined by intermediary/ middlemen as capital owners. The results of the SWOT analysis show the position in Quadrant I, a very favorable situation. That is, Gebang PPI has the opportunity and strength so that it can take advantage of the opportunities that exist. The strategy that must be implemented is to support aggressive growth policies (growth oriented strategy). The strategy that can be implemented is to optimally utilize the existing potential to facilitate fisheries activities in Gebang, so as to provide benefits for increasing the income of Gebang fishermen. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Gebang dibangun sebagai sarana bagi nelayan dan pelaku perikanan di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, dalam menjalankan aktivitas ekonomi perikanan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fasilitas PPI Gebang dan tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat, serta potensi perikanan tangkap di Gebang. Selanjutnya menentukan strategi pengelolaan PPI Gebang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesionerdan survei, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah yang terkait untuk menganalisis tingkat pemanfaatan PPI. Pengukuran variabel menggunakan skala Likert, sedangkan untuk menentukan strategi pengelolaannya menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi sarana dan prasarana PPI Gebang kurang memadai bagi kelangsungan aktivitas perikanan, begitu juga dengan tingkat pemanfaatannya karena nelayan lebih memilih bertransaksi di luar PPI. Kondisi ini disebabkan oleh ikatan permodalan antara nelayan dengan bakul/tengkulak. Besarnya potensi perikanan di PPI Gebang tidak menjamin tingkat kesejahteraan bagi nelayan, karena transaksi ekonomi perikanan masih ditentukan oleh bakul/tengkulak sebagai pemilik modal. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi pada Kuadran I, merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Artinya, PPI Gebang mempunyai peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Strategi yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan secara optimal potensi yang ada untuk memfasilitasi kegiatan perikanan di Gebang, sehingga memberikan manfaat bagi peningkatan pendapatan nelayan Gebang.
PENGELOLAAN PERIKANAN PELAGIS BESAR DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI KABUPATEN MAMUJU UTARA SULAWESI BARAT Nia Istiani Wahid; Rinda Noviyanti; Etty Riani
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.514 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v20i1.86.2019

Abstract

Fisheries management in North Mamuju Regency has not been integrated. Socio-economic interests tend to get more attention than ecosystem health of fish resources, as a target of capture. Such management conditions affect the abundance of fish resources. This can be seen by the decline in the number of catches of fishermen in the same catchment area in the last five years. This study aims to determine the conditions of fisheries management in North Mamuju Regency with an Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) and formulate recommendations for management improvement. The basis of EAFM analysis is, used 30 indicators incorporated in six domains, namely (1) Fish Resources; (2) Habitat and Ecosystems; (3) Fishing Techniques; (4) Social; (5) Economy; and (6) Institution. The results showed that the condition of the Great Pelagic fisheries management was in moderate to good conditions, the composite value range between 42-68 with an over all aggregate value of 54, so that it was generally classified as moderate. The institutional and economic domains have good status with composite values of 68 and 65 respectively, while the other four domains are of moderate status. The recommendations are, the regulation of the number of fishing gear and use of fish aggregating device (FADs), water pollution control and water quality monitoring, improvement of supervision and law enforcement for destructive fishing gear operations, assistance with local knowledge in fisheries management, extension of asset management and business diversification assistance, application of principles the principle of the Code of Conduct Responsible Fisheries (CCRF) and the application of regulations apply. Pengelolaan perikanan di Kabupaten Mamuju Utara belum dilakukan secara terintegrasi. Kepentingan sosial ekonomi cenderung mendapatkan perhatian lebih dibandingkan kesehatan ekosistem sebagai wadah dari sumber daya ikan, sebagai target penangkapan. Kondisi pengelolaan yang demikian mempengaruhi kelimpahan sumber daya ikan. Hal ini terlihat dengan menurunnya jumlah hasil tangkapan nelayan pada daerah tangkapan yang sama dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengelolaan perikanan di Kabupaten Mamuju Utara dengan pendekatan ekosistem atau Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) dan menyusun rekomendasi untuk perbaikan pengelolaan. Dasar analisis EAFM dalam penelitian ini menggunakan 30 indikator yang tergabung dalam enam domain, yaitu (1) Sumber Daya Ikan; (2) Habitat dan Ekosistem; (3) Teknik Penangkapan Ikan; (4) Sosial; (5) Ekonomi; dan (6) Kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan kondisi pengelolaan perikanan Pelagis Besar berada pada kondisi sedang hingga baik, kisaran nilai komposit yang diperoleh antara 42–68 dengan nilai agregat keseluruhan 54, sehingga secara umum tergolong dalam status sedang. Domain kelembagaan dan ekonomi memiliki status baik dengan nilai komposit masing-masing 68 dan 65, sedangkan empat domain lainnya memiliki status sedang. Rekomendasi yang disusun meliputi pengaturan jumlah alat tangkap ikan dan penggunaan rumpon, pengendalian pencemaran perairan dan monitoring kualitas air, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap operasi alat tangkap destruktif, pendampingan pengetahuan lokal dalam pengelolaan perikanan, penyuluhan pengelolaan asset dan pendampingan diversifikasi usaha, penerapan prinsip-prinsip Code Of Conduct Responsible Fisheries(CCRF), dan penerapan peraturan berlaku.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK REHABILITASI HUTAN MANGROVE KOTA LANGSA ACEH Iswahyudi Iswahyudi; Cecep Kusmana; Aceng Hidayat; Bambang Pramudya Noorachmat
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.027 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v20i1.89.2019

Abstract

Mangrove ecosystem has the role of interface ecosystem between land and sea. It has social, economic and ecological functions. The decreasing quality and quantity of mangrove mangrove forrest has resulted in environmental damage. Langsa City has mangrove forest in damaged condition because of conversion into fish ponds, illegal logging, pollution and settlements. The purpose of this research was to determine the level of land suitability of rehabilitated mangrove areas. The research was conducted in Langsa City, Aceh. Location and method of this research determined by purposive and descriptive with survey techniques. The Analytical method used is a suitability analysis. According to land suitability matrix and spatial analysis, there were three types of mangroves that can be used for rehabilitation programs in the study area like Rhizophora spp., Avicennia spp., and Sonneratia spp. In land suitability level, Rhizophora spp. had the highest of land suitability around 1.263,92 ha (66,88%). Ekosistem mangrove merupakan wilayah yang berperan sebagai peralihan antara daratan dan lautan yang mempunyai fungsi ekologi, sosial ekonomi, dan fisik. Menurunnya kualitas dan kuantitas hutan mangrove telah mengakibatkan kerusakan lingkungan. Kondisi hutan mangrove Kota Langsa pada saat ini mengalami kerusakan. Faktor utama penyebab kerusakan, antara lain konversi hutan mangrove menjadi tambak, pembalakan liar, pencemaran, dan permukiman baru. Tujuan penelitian untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan pada areal rehabilitasi mangrove. Penelitian ini dilakukan di Kota Langsa, Aceh. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dan menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei. Analisis kesesuaian lahan dan analisis spasial untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan mangrove digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan, ada tiga jenis mangrove yang dapat digunakan untuk program rehabilitasi, yaitu: Rhizophora spp., Avicennia spp., dan Sonneratia spp. Berdasarkan tingkat kesesuaian lahan, jenis Rhizophora spp. mempunyai tingkat kesesuaian lahan tertinggi. Luasan lahan yang dapat ditanami jenis Rhizophora spp. seluas 1.263,92 ha (66,88%).

Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2024): September (in Progress) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol 20 No 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol 20 No 1 (2019) Vol 20 No 1 (2019) Vol 19 No 2 (2018) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol 19 No 1 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol 18 No 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol 18 No 1 (2017) Vol 17 No 2 (2016) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol 17 No 1 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 2 (2015) Vol 16 No 2 (2015) Vol 16 No 1 (2015) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol 15 No 2 (2014) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol 15 No 1 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol 14 No 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol 14 No 1 (2013) Vol 13 No 2 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol 13 No 1 (2012) Vol 12 No 2 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol 12 No 1 (2011) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol 11 No 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol 11 No 1 (2010) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol 10 No 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 2 (2008) Vol 9 No 2 (2008) Vol 9 No 1 (2008) Vol. 9 No. 1 (2008) Vol. 8 No. 2 (2007) Vol 8 No 2 (2007) Vol. 8 No. 1 (2007) Vol 8 No 1 (2007) Vol 7 No 2 (2006) Vol. 7 No. 2 (2006) Vol 7 No 1 (2006) Vol. 7 No. 1 (2006) Vol 6 No 2 (2005) Vol. 6 No. 2 (2005) Vol. 6 No. 1 (2005) Vol 6 No 1 (2005) Vol 5 No 2 (2004) Vol. 5 No. 2 (2004) Vol 5 No 1 (2004) Vol. 5 No. 1 (2004) Vol. 4 No. 2 (2003) Vol. 4 No. 1 (2003) Vol 4 No 1 (2003) More Issue