cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
SYAHADAH : Jurnal Ilmu Al-Qur?an & Keislaman
ISSN : 23380349     EISSN : 23380349     DOI : -
Jurnal Syahadah merupakan jurnal Ilmu al-Qur’an dan keislaman dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2015)" : 5 Documents clear
TAFSIR AL-NUR KARYA HASBI ASH-SHIDDIQIE Syafril Fiddian Khairudin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2035.082 KB) | DOI: 10.32495/.v3i2.80

Abstract

kemunculan  dan  perkembangan  tafsir  Al-Qur›an  di  Indonesia, yang didasarkan pada tahun pada awal abad 20, terbagi dalam tiga  generasi.  Generasi  pertama,  kira-kira  dari  permulaan  abad ke-20 sampai awal tahun 1960-an. Dalam era ini telah ditandai dengan  adanya  penerjemahan  dan  penafsiran  yang  masih didominasi  oleh  model  tafsir  terpisah-pisah  dan  cenderung pada  surat-surat  tertentu  sebagai  objek  tafsir.  Generasi  kedua, merupakan penyempurnaan atas generasi pertama, yang muncul pada pertengahan tahun 1960-an. Cirinya, biasanya mempunyai beberapa  catatan,  catatan  kaki,  terjemahan  kata  perkata, dan  kadang-kadang  disertai  dengan  indeks  yang  sederhana. Tafsir  generasi  ketiga,  mulai  muncul  pada  1970-an  merupakan penafsiran yang lengkap, dengan komentar-komentar yang luas terhadap teks yang disertai juga dengan terjemahannya
TAFSIR AL-AZHAR (Suatu Tinjauan Biografis dan Metodologis) Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2233.297 KB) | DOI: 10.32495/.v3i2.81

Abstract

Tafsir Al-Azhar adalah salah satu tafsir buah tangan salah satu putra terbaik bumi pertiwi, mufasirnya, Prof, Dr. Haji Abdul Malik Karim  Amrullah  (HAMKA).  Beliau  telah  membuktikan  bahwa seorang  muslim  non-  Arab  pun  mampu  menghasilkan  sebuah karya tafsir yang cukup membanggakan, sekurangnya bagi kaum cerdik  –  cendekia  muslim  Indonesia.  Nama  Al-Azhar  diambil dari nama Mesjid tempat kuliah- kuliah tafsir yang disampaikan oleh Hamka sendiri, yakni Mesjid Al-Azhar kebayoran baru pada tahun 1959. Jenis penafsiran yang digunakan di dalam tafsir AlAzhar adalah ar-ra’yi, yaitu menafsirkan ayat-ayat mendominasi malalui pemahaman atau pemikirannya. Metodenya memakai tahlily.  Dalam  arti  menafsir  ayat  demi  ayat  sesuai  urutannya dalam  mushaf  serta  menganalisis  hal-hal  penting  yang  terkait langsung dengan ayat, baik dari segi makna, atau aspek-aspek lain yang dapat memperkaya wawasan pembaca tafsirnya. Sedangkan corak  tafsir  yang  mendominasi  penafsiran  Hamka  adalah aladab  al-ijtima’i,  dimana  ia  senantiasa  merespons  kondisi  sosial masyarakat  dan  mengatasi  problem  yang  timbul  di  dalamnya. Sedangkan  yang  menjadi  sistematika  penulisan  beliau  adalah dengan  menggunakan tartib  utsmani  yaitu  menafsirkan  ayat berdasarkan  penyusunan  mushaf  utsmani.  Keistimewaan  yang didapatkan  dari  tafsir  ini  dapat dilihat dari   pendahuluan  yang banyak berbicara tentang ilmu-ilmu Al-Quran, seperti definisi AlQuran,  Makkiyah  dan  Madaniyah,  Nuzul  Al-Quran,  Pembukuan Mushaf, I’jaz dan banyak lagi
AHLI KITAB DALAM PERDEBATAN: Kajian Survei Beberapa Literatur Tafsir Al-Qur’an Nasrullah Nasrullah
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2025.607 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v3i2.77

Abstract

Dalam  kajian  ini,  bertujuan  ingin  mengeksplorasi  berbagai pendapat  dari  kalangan  ulama  dalam  kitab-kitab  tafsir  yang mereka  tulis.  Dari  survei  literatur  beberapa  tafsir,  baik  yang klasik  maupun  kontemporer,  dapat  dipetakan  dua  tipologi atau  corak  perbedaan  penafsiran  dari  sudut  tinjauan  makna maupun  cakupan  serta  konsekuensi  status  keimanan  bagi kalangan ahli kitab tersebut. Pertama, ulama yang menafsirkan ahli  kitabhanya  mencakup  dua  komunitas  agama  Yahudi  dan Nasrani. Kedua, adalah ulama yang memahami bahwa ahli kitab tidak hanya teruntuk kepada dua agama Ibrahim di atas, namun bisa  menjangkau  kepada  agama-agama  lain  di  luar  agamaagama Ibrahim yang disebut sebagai syibh ahli kitab. Alasannya berdasarkan ijtihad penafsiran dan indikasi dari petunjuk salah satu  ayat  dalam  al-Qur’an  yang  berbunyi,  bahwa,  “setiap  umat telah  diutus  seorang  Rasul  yang  menyampaikanwahyu”.  Jadi menurut  golongan  ini,  ahli  kitab  adalah  suatu  pemahaman dari interpretasi yang menyatakan bahwa di luar kedua agama tersebut, agama-agama lain juga bisa disebut sebagai ahlikitab, yang  dalam  persyaratannya  terdapat  indikator  dalam  agama tersebut, sebuah kitab suci. Corak interpretasi ini, pada dasarnya adalah  anti-tesis  terhadap  corak  berpikir  pertama.  Adapun masalah  status  keimanan  ahli  kitab,  kelompok  ulama  pertama menganggap  kaum  ahli  kitab  adalah  kafir  sekaligus  musyrik. Sedangkan  kelompok  ulama  kedua  berpendapat,  bahwa  ahli kitab, bukan sebagai musyrik, namun hanya berstatus kafir
STUDI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM KARYA MAHMUD YUNUS M. Amursid Amaruddin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2083.211 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v3i2.78

Abstract

Mahmud  Yunus  adalah  salah  satu  tokoh  mufassir  di  Indonesia, karya-karya beliau banyak dikonsumsi di sekolah-sekolah khususnya  di  pesantren.  Salah  satu  karya  beliau  adalah  Tafsir Al-Qur’an al-Karim. Karya ini merupakan salah satu pionir karya tafsir berbahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh mayoritas Umat Islam Indonesia. Tafsir ini termasuk ke dalam tafsir ijmali Namun pada beberapa tempat, beliau memberikan perhatian lebih hingga terlihat corak penafsiran tahlili. Sistematika pembahasan Mahmud  Yunus  dimemulai  tekhnik  penerjemahan,  catatan tentang  turunnya  al-Qur’an  dst,  indeks  istilah-istilah  dalam  alQur’an, tempat atau lokasi surah-surah dan juz, catatan-catatan, dan garis besar kandungan setiap surat. Diantara sumber-sumber rujukan  tafsir  Quran  karya  Mahmud  Yunus  adalah  Tafsir  alThabary,  Tafsir  Ibnu  Katsir,  Tafsir  al-Qasimy,  Fajrul  Islam,  dan Zhuhrul Islam dan beberapa tafsir lainnya.
TAFSIR AL-AHKAM KARYA ABDUL HALIM HASAN BINJANI Ridhoul Wahidi rafiuddin Afkari
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2097.386 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v3i2.79

Abstract

Berdialog mengenai tasir al-Qur’an bagi orang asing (non arab), al-Qur’an harus diperjelas agar dapat dicerna dan dipahami baik melalui media terjemahan atau penjelasan (exegesis). Sementara terjemahan atau penjelasasan sendiri tergolong dalam tafsir. Di wilayah Nusantara (Indonesia) khususnya, tidak semua masyarakat Muslim dapat memahami ayat al-Qur’an secara langsung, perlu adanya alat bantu, seperti terjemahan atau tafsir. Jauh-jauh hari, para pemikir Islam Indonesia telah berupaya menerjemahkan dan menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an agar dapat dipahami oleh Umat Islam Nusantara. Salah satu ulama yang berasal dari Sumatera Utara, tepatnya di Binjai yakni Abdul Halim Hasan menulis sebuah karya monumental yakni tafsir al-Ahkam. Sebagai seorang ulama, beliau mencurahkan ilmunya mengupas aspek hukum dalam alQur’an  yang  kemudian  menjadi  corak  dan  karakteristik  dalam penafsirannya.  Hal  ini  penting  bagi  tiap  umat  Muslim  akan kandungan hukum yang dapat dipecahkan berdasarkan al-Qur’an dan  sunnah.  Kemudian,  pengetahuan  yang  mendalam  terhadap ayat-ayat hukum pada gilirannya akan melahirkan produk tafsir yang  fleksibel  sesuai  dengan  tuntutan  zaman  dan  tidak  rigid. Nah,  tulisan  ini  kiranya  penting  mengungkap  ayat-ayat  yang selalu  ramai  diperbincangkan  dan  masih  memiliki  perbedaan sehingga  menimbulkan  polemik  dimasyarakat  sehingga  dengan tulisan ini masyarakat dapat memahaminya dan tujuan al-Qur’an diturunkan  akan  selalu  relevan  dengan  zaman  (shalihun  likulli zaman)  serta  menjadi  acuan  bagi  umat  Islam  dalam  menjalani setiap langkah kehidupan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5