cover
Contact Name
Dwi Susanto
Contact Email
jurnalfibuns@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfibuns@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Haluan Sastra Budaya
ISSN : 08520933     EISSN : 25491733     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Haluan Satra Budaya (HSB) is a biannual scientific journal of humanities published by the Faculty of Cultural Sciences, Universitas Sebelas Maret, Indonesia. This journal issues research papers, conceptual frameworks, and case studies are drawn from a wide range of disciplines, Language and Linguistics, Art, Literature, as well as Culture (anthropology, history, and archeology).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
IDEOLOGI CINTA DALAM CERPEN “DALAM PERJAMUAN CINTA” KARYA TAUFIK AL-HAKIM BERDASARKAN PRESPEKTIF STRUKTURALISME GENETIK Abdul Basid; Muhammad Firdaus Imaduddin
Haluan Sastra Budaya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v1i2.12114

Abstract

Cerpen Dalam Perjamuan Cinta karya Taufik Al-Hakim merupakan cerpen filosofis yang merepresentasikan ideologi-ideologi cinta yang disampaikan dengan gaya bahasa yang indah dan struktur kalimat yang menarik. Ideologi cinta dalam cerpen tersebut diikonstruksikan sebagai mediator yang membentuk relevansi antara struktur karya sastra dan struktur masyarakat sesungguhnya. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif yang menguraikan bentuk-bentuk teks secara interpretatif. Peneliti memanfaatkan teori struturalisme genetik Lucian Goldmann dengan pemaparan lima konsep utama antara lain; fakta-fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia pengarang, strukturasi karya sastra, dan dialektika pemahaman-penjelasan. Penelitian ini menghasilkan lima pembahasan utama antara lain: 1) cerpen karya Taufik Al-Hakim ini mengandung dua fakta kemanusiaan yang menjadi pokok terbentuknya ideologi yaitu: a) fakta kemanusiaan kultural yang berada pada permulaan cerita berupa gejolak perasaan cinta yang muncul dari hati para pemuda untuk memiliki gadis tersebut; b) fakta kemanusiaan kultural yang berupa ide atau gagasan dasar yang muncul dari pemikiran gadis berparas cantik, yaitu ide tentang cinta; 2) dalam cerpen tersebut, secara umum tampak menggambarkan representasi dua kelompok besar yang saling beradu argumen. Dua kelompok tersebut adalah kelompok perempuan yang notabennya layaknya kelompok atas (superior) yang tidak mau dikalahkan dan kelompok pemuda yang dalam cerpen memainkan peran inferior; 3) cerpen ini bertolak dari postulasi pandangan dunia mengenai keegoisan dan kemisteriusan kaum perempuan terhadap sesuatu khususnya dalam cerpen digambarkan dengan manifestasi sikap mengenai cinta; 4) relasi antara tokoh dengan tokoh, tokoh dengan objek atau dunia, digambarkan secara implisit yang dapat diamati melalui kontak interaksi antar tokoh dengan objek yang dibahas di awal cerpen yaitu cinta; dan 5) dialektika yang terbentuk dalam cerpen bergerak dari postulasi pandangan dunia mengenai keegoisan dan kemisteriusan kaum perempuan terhadap sesuatu. Pandangan dunia ini digunakan untuk mengurai dan menganalisis struktur karya sastra dengan struktur masyarakat serta dipersepsi sebagai struktur karya sastra yang mengikat unit-unit struktur lebih kecil yang membangun karya sastra.
KEPRIBADIAN TOKOH SENIMAN DAN GADIS MUDA DALAM CERPEN WAJH AL-HAQIQĀH Nur Intan Fatmawati; Ervina Pradestya Indriyani; Eva Farhah
Haluan Sastra Budaya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v1i2.15552

Abstract

This article aims at describing the personalities of characters in Wajh Al-Haqiqāhshortstory by Taufīq Al-Chakīm based on Carl Gustav Jung’s theory of personality. Data used in this research were obtained from primary and secondary data. Primary data source in this research is Wajh Al-Haqiqāh shortstory by Taufīq Al-Chakīm and secondary data sources are books, journals, and internet sources relevant to this study. The problem analyzed in this research is the personality of each character in Wajh Al-Haqiqāh shortstory by Taufīq Al-Chakīm. When explaining the research problem, the researchers applied Cal Gustav Jung’s theory of personality. The results of analysis show that each character has different personalities. The structure of human’s soul consists of two worlds, consciousness and unconsciousness.
URBAN SPACES, RURAL SPACES, AND "OTHER SPACES" IN INDONESIAN FILM FLYERS (1966–1998) Christopher A. Woodrich
Haluan Sastra Budaya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v1i2.11652

Abstract

In this article, I examine some three hundred Indonesian film flyers released between 1966 and 1998. I identify three categories of spatial representation: urban spaces, rural spaces, and what I term "other spaces". Urban spaces utilize depictions of high-rises, landmarks, sexuality, crowds, and/or technology as markers of a (Westernized) modernity. Depictions of rural spaces, conversely, emphasize the beauty or dangers of the natural world, as well as strong emotions and primitivism. These depictions suggest the prioritization of an orderly urbanity over a disorderly rurality, with more orderly rural spaces only being locations for travel. "Other spaces", meanwhile, present and/or combine markers of urban and/or rural space, thus forcing viewers to differentiate between place and space and recognize both the constructed nature of space itself and the possible benefits of disorder. 
SELAMETAN KEMATIAN DI DESA JAWENG KABUPATEN BOYOLALI Dinia Agustia Artika Sari
Haluan Sastra Budaya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v1i2.15188

Abstract

 ABSTRAKTradisi merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilakukan terus menerus oleh masyarakat, sehingga menjadi suatu kebiasaan  dan pada akhirnya menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat (Agus Riyanto, 2014:1). Tradisi membentuk suatu nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta menjadi suatu kekayaan budaya bagi suatu daerah yang harus dilestarikan dan dipertahankan keberadaannya. Sampai saat ini, masih  banyak desa-desa di Jawa yang  melakukan  tradisi seperti itu. Desa tersebut adalah Desa Jaweng, Kecamatan Simo, Kabupaten  Boyolali. Salah satu  tradisi yang  masih dilakukan adalah tradisi selametan kematian yang terdapat nilai-nilai Islam di dalam pelaksanaanya seperti adanya ceramah agama Islam atau tausiyah, membaca do’a-do’a, ayat-ayat Al-Qur’an, sholawat, dan berdzikir yang dikenal dengan tahlilan. Tradisi selametan  setelah  kematian  tersebut  sampai sekarang masih banyak dilakukan  masyarakat di Desa Jaweng karena didorong oleh suatu sistem keyakinan dan kepercayaan yang  kuat terhadap sistem nilai dan adat istiadat yang sudah berjalan turun temurun. Tulisan ini bertujuan  agar masyarakat mengetahui bahwa keberadaan tradisi selametan  kematian  di Desa Jaweng tersimpan nilai positif dalam pelaksanaannya. Masyarakat di Desa Jaweng memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menilai tradisi tersebut. Seperti halnya ada masyarakat yang memiliki keinginan atau termotivasi untuk menghadiri dan mengikuti  kegiatan tersebut dan ada juga yang menilai bahwa kegiatan semacam  itu tidak perlu dilakukan  karena tidak ada hadist yang mendasarinya. Tradisi semacam ini perlu diambil nilai positif yang terkandung oleh masyarakat itu sendiri. Seperti halnya tradisi tersebut untuk silaturrahmi atau sekedar menyambung ikatan saudara dengan masyarakat satu dengan yang lain yang menimbulkan rasa satu kepentingan dan kebersamaan sehingga muncul hubungan sosial yang erat.Kata Kunci: Islam, Jawa, selametan, tradisi  
PEREMPUAN SASAK DALAM NOVEL SRI RINJANI KARYA EVA NOURMA: KAJIAN FEMINISME Lia Sukmawati; Bani Sudardi; Dwi Susanto
Haluan Sastra Budaya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v1i2.15194

Abstract

Novel yang berlatar belakang sejarah kehidupan perempuan dan kemiskinan di Lombok ini memperlihatkan kekhasan dalam menggambarkan perjuangan perempuan Sasak melakukan perubahan melalui pendidikan yang selalu berada dalam kekuasaan laki-laki. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang eksistensi perempuan Sasak dalam novel Sri Rinjani karya Eva Nourma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. pendekatan feminisme dilakukan untuk mengetahui eksistensi perempuan Sasak sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakatnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan perempuan Sasak yang digambarkan melalui perempuan Sasak Sri Rinjani tampil sebagai sosok pribadi yang berpikiran terbuka dan cerdas, mandiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya. Dengan demikian, didapat persepsi baru bahwa sosok perempuan Sasak dalam novel ini tidak menduduki posisi subordinat, ia adalah pelaku perbuatan.
KAJIAN TERJEMAHAN PENANDA KOHESI PRONOMINA DAN IDEOLOGI PENERJEMAHAN PADA HADITS ARBA'IN KE 31-40 KARYA IBNU DAQIQ AL 'IED KE DALAM BAHASA INDONESIA Qonitatul Mahmudah; Ramiz Ansharil Haq; Muhammad Ridwan
Haluan Sastra Budaya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v1i2.8570

Abstract

Hadith Arba’in is a collection of the selected 42 hadiths. The name of Arba’in is taken from the amount of hadiths included in the book which is 42 hadiths. The book of hadith Arba’inis considered to be necessarily studied because this book contains the collection of the well know hadiths in islamic community awund the world. This book contains the main hadith that are very important in islamic study, started with hadith about the intention to start doing something, then followed with the basic aqidah, syari’ah, akhlak, and prophet’s advice. This research specifically studies the hadiths from 31-40 because they contain suggestion, forbiddence, excellence, and some of advices about islam. This research is descriptive qualitative research. The method used is (equal/comparison) method. The data in this research are grammatical cohesion marker in the form of pronoun in Arabic language and ideological translation in the 31-40 text of hadith Arba’in written by Ibnu Daqiq Al ‘ied and translated by Muhammad Thalib. The data collection is done by taking the sample or called technique sampling. Technique of presenting data is presented by words and table of data to describe the analysis result. This reaserch investigates cohesion, variasion of translation technique, translation method, and ideological translation used by the translator in translating the expressions in the hadith.Keywords: hadith Arba’in, cohesion, technique, method, ideology.
DAMPAK KOMODIFIKASI TERHADAP PERUBAHAN IDENTITAS TARI TOPENG HITAM Tessaniva Agusta; Warto Warto; Supana Supana
Haluan Sastra Budaya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v1i2.11274

Abstract

This Study discuss the impact  of co-modification of topeng hitam dance as cultural attraction in Ngrawan Village Semarang Regency The results show that co-modification has been taken place since 2012 which was done by the parties concerning with the development of topeng hitam dance which is potential to be a cultural tourism asset. Consequently, it will, economically, give benefits to the people of Semarang Regency; especially for people of Ngrawan Village where the dance originated from, and also, the local tourism agencies. However, despite the beneficial fact in the tourism sector, the co-modification process devastates the historical values and the value of identity of topeng hitam dance due to the commercialization. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7