cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018)" : 12 Documents clear
KESALAHAN SEMANTIK DALAM TUTURAN MAHASISWA ASAL THAILAND Emy Rizta Kusuma
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.364 KB) | DOI: 10.17977/um007v2i22018p126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesalahan semantik yang ada dalam tuturan mahasiswa asal Thailand dalam mempelajari Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Indonesia. Kesalahan semantik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kesalahan generalisasi berlebih dalam tuturan mahasiswa asal Thailand. Untuk memperjelas kesalahan generalisasi tersebut maka dipaparkan juga faktor-faktor penyebab generalisasi berlebih pada tuturan mahasiswa asal Thailand.
PENAMAAN TEMPAT USAHA BERBAHASA ASING DI SURABAYA: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Pihan Fatikhudin
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v2i22018p088

Abstract

Penamaan tempat usaha terdiri atas dua unsur, yaitu nama diri dan istilah. Penamaan tempat usaha merupakan lambang bahasa yang melekat pada tempat usaha sebagai informasi atau gagasan mengenai dunia usaha dan pemarkah identitas. Penamaan tempat usaha telah diatur dalam undang-undang bahasa, bendera, dan lambang negara dengan mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia.                Penelitian ini berfokus pada (1) pembentukan nama, (2) skema pencitraan, dan (3) pemadanan nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya. Berdasarkan fokus tersebut, tujuan penelitian ini adalah menemukan (1) pembentukan nama, (2) skema pencitraan, dan (3) pemadanan nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya.                Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah nama-nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya yang didapat pada Mei 2015 sampai November 2015. Korpus data berupa nama-nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya yang didapatkan melalui perekaman, pentranskripsian, pemilahan, dan pemilihan sehingga mampu menghasilkan deskripsi pada fokus yang telah diajukan. Instrument penelitian terdiri atas peneliti, internet, dan lembar catatan hasil penelitian. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, simak, dan catat. Penganalisisan data penelitian menggunakan metode agih dengan teknik ganti, lesap, dan perluas. Penganalisisan data menggunakan tiga tahap penelitian, yaitu (1) pereduksian data, (2) penyajian data sesuai fokus, dan (3) penyimpulan atau pemverifikasian hasil penganalisisan data. Keabsahan data diuji dengan beberapa cara, yaitu deskripsi mendalam, triangulasi data, replika data, pemeriksaan teman sejawat, dan mengonsultasikan dengan ahli bahasa.Dari hasil penganalisisan data ditemukan delapan kategori penataan nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya. Kategori tersebut, yaitu (1) asosiasi, (2) penyebutan produk, (3) apelativa, (4) keserupaan (5) sifat khas, (6) harapan (7) tempat asal, 8) pemendekan. Kedua, ditemukan sepuluh skema pencitraan nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya. Skema pencitraan yang ditemukan terdiri atas (1) citra penghasilan, tempat usaha, dan kumpulan, (2) citra penghasilan dan kumpulan, (3) citra refleksif, tempat usaha, dan kumpulan, (4) citra kemilikan, tempat usaha, dan kumpulan, (5) citra kemilikan dan penghasilan, (6) citra lokatif, tempat usaha, dan kumpulan, (7) citra tempat usaha dan penghasilan, (8) citra psikologi dan tempat usaha, (9) citra tempat usaha dan lokatif, (10) citra psikologi dan penghasilan. Ketiga, pemadanan nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya dapat dilakukan dengan penerjemahan dan penyerapan. Penerjemahan nama dapat dilakukan melalui penerjemahan harfiah dan perekaan bahasa atau transkreasi. Penerjemahan yang dianggap kurang memenuhi kriteria padanan nama dapat diganti dengan penyerapan. Penyerapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia mengacu pada ketentuan penyesuaian ejaan dan pelafalan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa asing dalam penamaan tempat usaha mengonseptualisasi ide dan eksklusivitas. Bahasa asing lebih memiliki nilai jual dibanding bahasa Indonesia. Penamaan tempat usaha berbahasa asing menunjukkan tren pembentukan nama dengan mencitrakan entitas di lingkungan tempat usaha yang tanpa disadari pembuat nama.Kata Kunci: penamaan, skema citra, semantik kognitif, pemadanan, tempat usaha di Surabaya  AbstractNaming a place of business is composed of two elements, namely the proper name and the term. Naming a business is a symbol of the language attached to the place of business for information or ideas about the world of business and the identity marker. Naming place of business has been set in legislation language, flag and emblem of the state that demanded priority to the use of the Indonesian language.This study focuses on (1) the establishment of nama2) imaging scheme, and (3) matching the name of the place of business of foreign language in Surabaya. Based on that focus, the purpose of this research is to find (1) the establishment name, (2) imaging scheme, and (3) matching the name of the place of business of foreign language in Surabaya.This research is descriptive qualitative. Sources of data in this study are the names of a foreign language in Surabaya businesses acquired in May 2015 to November 2015. The corpus of data such as names of places of business in Surabaya foreign language obtained through recording, transcription, sorting, and selection so as to generate a description of the focus has been filed. Research instrument consisting of researchers, the Internet, and a record sheet research results. Data collection research using observational methods, see, and record. Analyzing data using metode agih research with dressing techniques, vanished, and expand. Analyzing data using three stages of research, namely (1) data reduction, (2) data to the appropriate focus, and (3) inference or verifying the results of analyzing the data. The validity of the data is tested in several ways, namely in-depth descriptions, triangulation of data, replication of data, inspection peers, and consult with linguists.From the results of analyzing the data found Firstly, discovered ten categories of naming the foreign-language name of a place of business in Surabaya. Ten of these categories, namely (1) association, (2) the mention of product, (3) apelativa, (4) similitude, (5) particularity, (6) the mention expectations, (7) the mention of the place of origin, 8) shortening. Secondly, it was found eleven imaging scheme name foreign language place of business in Surabaya. Scheme imaging found to consist of (1) the schematic image of the income, place of business, and collection (2) the schematic image of income and collection, (3) the schematic image of reflexive, place of business, and collection, (4) the schematic image of those ownership, a place of business, and collection, (5) the schematic image of those ownership and income, (6) the schematic image locative, place of business, and collection, (7) the schematic image of place of business and income, (8) the schematic image of psychology and place of business, (9) the schematic image of place of business and locative, (10) the schematic image of psychology and income. Third, foreign-language name matching place of business in Surabaya do with translation and absorption. Translation can be done through the name of the literal translation and creation of language or trans creation. Translation is considered as not meeting criteria can be replaced with a name matching the absorption. Absorption of foreign languages into Indonesian language refers to the adjustment provisions spelling and pronunciation according to Indonesian rule. The use of foreign languages in the naming business premises conceptualizing ideas and exclusivity. Foreign language more commercial value than Indonesian. Naming a place of business in foreign languages show naming trend with imaging environment place of business entity unconsciously by maker name.Keywords: naming, image schema, cognitive semantics, matching, place of business in Surabaya.
Tindak Tutur Dalam Talk Show The Interview With Tukul Episode: Walikota Semarang Dan Aktor Mata Batin Ferdian Achsani
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v2i22018p132

Abstract

 AbstrakPenelitian ini  bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk tindak tutur  dalam acara talk show The Interview With Tukul Episode:  Walikota Semarang Dan Aktor Mata Batin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode simak. Sedangkan teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik ketekunan. hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya bentuk tindak tutur yang meliputi tindak tutur (1)  ilokusi yang meliputi kalimat berita, kalimat tanya dan kalimat perintah (2)  lokusi yang meliputi asertif, direktif, ekspresi, dan komisif (3) perlokusi yang meliputi menjengkelkan, menyenagkan, menjengkelkan.Kata kunci : tindak tutur, ilokusi, lokusi dan perlokusi.
Pengembangan Buku Suplemen Teks Cerita Fantasi untuk Penanaman Nilai Antiradikalisme Siswa SMP Kelas VII Yuliya Ningsih
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.309 KB) | DOI: 10.17977/um007v2i22018p176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan tentang proses pengembangan buku suplemen teks cerita fantasi untuk penanaman nilai antiradikalisme siswa SMP kelas VII, (2) Mendeskripsikan kualitas produk buku suplemen teks cerita fantasi untuk penanaman nilai antiradikalisme siswa SMP kelas VII. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi model Four D (4-D) yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Subjek uji coba penelitian ini siswa kelas VII SMP Negeri 1 Larangan Kabupaten Pamekasan tahun pelajaran 2015/ 2016. Untuk uji coba I (terbatas) dilakukan pada 12 orang siswa, dan uji coba II (luas) dilakukan pada 20 orang kelas VII8. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, angket, lembar pengamatan dan tes hasil belajar. Teknik pengumpulan data melalui validasi, angket dan pengamatan. Penganalisisan data dilakukan melalui data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian kualitas buku suplemen meliputi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kevalidan diperoleh dari validasi ahli materi yang ahli dibidangnya. Hasil kepraktisan dari hasil keterlaksanaan RPP dengan presentase 82% berkategori baik respon siswa dengan presentase 87% berkategori sangat baik, dan respon guru dengan presenatse 84% berkategori baik. keefektifan buku suplemen dilihat dari aktivitas siswa 84% dengan kategori baik dan aktivitas guru dengan presentase 87% berkategori sangat baik, ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 90% tuntas dengan kategori sangat baik. Dengan demikian buku suplemen teks cerita fantasi untuk penanaman nilai antiradikalisme siswa SMP Kelas VII mencapai kevalidan sangat  baik, praktis, dan sangat efektif sehingga dapat digunakan.
Transfer Negatif dalam Pemerolehan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Ketiga Mahasiswa BIPA Unesa Angkatan 2015 Fitriyatul Ainiyah
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.224 KB) | DOI: 10.17977/um007v2i22018p100

Abstract

Kata kunci: transfer negatif, pemerolehan bahasa ketiga, mahasiswa BIPA.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) transfer-negatif leksikal, (2) transfer-negatif morfologis, (3) transfer-negatif sintaksis, dan (4) faktor yang memengaruhi transfer negatif dalam pemerolehan bahasa Indonesia sebagai B-3 mahasiswa BIPA Unesa angkatan 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah lima mahasiswa BIPA angkatan 2015. Data penelitian berupa transfer-negatif di dalam kata dan kalimat, baik pada bahasa lisan maupun tulisan. Sumber data penelitian ini adalah tuturan dan tulisan mahasiswa BIPA Unesa angkatan 2015. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik simak libat cakap, teknik wawancara, teknik rekam, teknik catat, teknik penugasan, dan teknik dokumentasi dengan instrumen pengumpulan data berupa teks berita, daftar topik percakapan, pedoman wawancara, alat perekam, lembar catatan lapangan, kosakata dan dokumen hasil kerja. Penganalisisan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik HBB. Dari hasil penelitian ditemukan (1) transfer-negatif leksikal yang terdiri dari tiga kelas kata, yaitu kelas nomina, verba dan adjektiva. (2) Transfer-negatif morfologis muncul berupa penghilangan prefiks meN- pada verba dan penambahan prefiks meN- pada verba berkonfiks meN-kan. (3) Transfer-negatif sintaksis muncul berdasarkan penyusunan frasa dan struktur kalimat. (4) faktor yang memengaruhi terjadinya transfer negatif dalam pemerolehan bahasa Indonesia sebagai B-3 meliputi faktor (a) psikotipologi, (b) kemampuan dan tingkat masukan di lingkungan pebelajar, (c) penguasaan dimensi kompetensi leksikal, ukuran kosakata dan organisasi kosakata berkembang sebagai kemampuan pebelajar.Key words: Negative Transfer, a third language acquisition, BIPA students.This research aims to describe (1) lexical negative-transfers, (2) morphological negative-transfers, (3) syntactic negative-transfers, and (4) factors influencing the negative transfers in the Indonesian language acquisition as the third language of BIPA students in Unesa 2015. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Subjects numbered five students of BIPA 2015.  Research data were negative transfers in the words and sentences, either in spoken or written language. The data sources of this research were speech and writing class students of  BIPA Unesa 2015.  The collection of research data used the techniques involving free refer capably, ably involved refer techniques, interview techniques, recording techniques, note techniques, assignment techniques and documentation techniques with instruments of the news text, a list of conversation topics, interview guides, recorders, sheet field notes, vocabulary and document of the work. Analyzing research data was done by using circuit techniques to distinguish appeal. Based on the analysis of research data, it was found that there were negative transfers: (1) lexical  negative-transfers consisting of three classes: nouns, verbs and adjectives, (2) morphological negative-transfers appearing in the form of removal prefixes meN- the verb and addition of prefixes on the verb confixs men-kan. (3) syntactic negative-transfers  arising based on compilation of phrases and sentence structure. (4) factors that affect the occurrence of negative transfers in the acquisition of Indonesian as a third language factors include (a) psikotipologi, (b) the ability and level of input in the learners, (c) control of the dimensions of competence lexical, vocabulary size and organization of the vocabulary evolved as the ability learners.
NILAI-NILAI MORAL SOSIAL DAN POTENSINYA UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL KUPU-KUPU PELANGI KARYA LAURA KHALIDA PUTRI AULAN DARI; TAUFIK DERMAWAN
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v2i22018p139

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai moral sosial dan potensinya untuk pendidikan karakter dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida terdapat delapan wujud dari nilai-nilai moral sosial, yaitu (1) kerja sama, (2) peduli, (3) kasih sayang (4) sabar, (5) rendah hati, (6) menghormati orang lain, (7) pemaaf, dan (8) bijaksana, relevansi nilai-nilai moral, dan potensi novel untuk pendidikan karakter.
PERBANDINGAN AMERIKA DAN INDONESIA MELALUI DAN BROWN DAN ZHAENAL FANANI Hasan Irsyad
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v2i22018p185

Abstract

ABSTRAK: Kajian ini membandingkan karakter orang Amerika dan Indonesia yang terrepresentasikan melalui Dan Brown sebagai penulis Amerika dan Zhaenal Fanani sebagai penulis Indonesia melalui karya mereka. Permasalahan yang dikaji adalah pandangan gender, superioritas Barat dan inferioritas Timur, serta religiositas. Kajian mendapatkan hasil (1) Amerika menunjukkan praktik kesetaraan gender lebih baik dari Indonesia, (2) pandangan superioritas Barat dan inferioritas Timur masih ada meski ide kesetaraan global telah berkembang, dan (3) orang Amerika canderung meletakkan logika dan ilmu pengetahuan lebih tinggi dari agama, sedangkan Indonesia meletakkan agama lebih tinggi dari logika dan ilmu pengetahuan. Kata kunci: Amerika, Dan Brown, Indonesia, sastra bandingan, Zhaenal Fanani ABSTRACT: This study aims to compare the character of Americans and Indonesians that represented by Dan Brown as American writer and Zhaenal Fanani as Indonesian writer trough their works. The issues studied are the views of gender, Western superiority and Eastern inferiority, and religiosity. The results of the study show that (1) the United States demonstrates better gender equality practices than Indonesia, (2) Western superiority and Eastern inferiority persist despite the idea of global equality, and (3) Americans are putting more logic and science high of religion, while Indonesia put religion higher than logic and science. Keywords: Americans, comparative literature, Dan Brown, Indonesians, Zhaenal Fanani
TEKS TANGGAPAN KRITIS DALAM SURAT KABAR HARIAN JAWA POS (ONLINE) Reca Fitry Pratama; Dawud Dawud
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v2i22018p106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan wujud dan tataan wujud tanggapan kritis dalam teks. Berdasarkan fungsi kalimat dan/atau paragraf dalam teks, wujud tanggapan kritis dapat diklasifikasikan atas wujud tanggapan kritis berupa kritik, saran, ajakan, dan pendapat penulis. Berdasarkan alas yang digunakan dalam teks, tataan wujud tanggapan kritis dapat diklasifikasikan atas tataan wujud tanggapan kritis beralaskan kritik, ajakan, dan pendapat penulis.
Kritik Sosial dalam Teks Anekdot Karya Siswa Kelas X MA Bilingual Batu Yeni Susanti
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.142 KB) | DOI: 10.17977/um007v2i22018p147

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan nilai sosial dan kritik sosial yang terdapat dalam teks anekdot karya siswa. Melalui teks anekdot ini dapat digunakan untuk melihat bagaimana nilai yang tergambar dalam kehidupan sosial dan bentuk kritikan yang disampaikan terhadap permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian dokumen. Hasil penelitian ini ditemukan nilai-nilai sosial yang meliputi nilai kejujuran, kerja keras, kesabaran, kesopanan, keadilan, taat pada peraturan sosial, tanggung jawab, dan peduli kebersihan. Kemudian kritik sosial yang ditemukan, yaitu kritik sosial terhadap fenomena keagamaan, ekonomi, pendidikan, moral, kebudayaan, politik, dan keluarga.Kata kunci: kritik sosial, teks anekdot, karya siswa
JENIS KALIMAT BAHASA REPORTER DALAM LAPORAN LANGSUNG ACARA KABAR PAGI TVONE Asifa Aulia Darojah
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v2i22018p165

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada jenis kalimat bahasa reporter dalam laporan lagsung acara Kabar Pagi tvOne berdasarkan ada tidaknya klausa, struktur internalnya, dan jumlah klausa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini terdiri dari tiga hal, yakni sebagai berikut. Pertama, berdasarkan ada tidaknya klausa, kalimat berklausa lebih banyak ditemukan daripada kalimat tidak berklausa, yakni 354 kalimat berklausa (92,7%) dan 28 kalimat tidak berklausa (7,3%). Kedua, berdasarkan struktur internalnya, kalimat lengkap lebih banyak ditemukan daripada kalimat tidak lengkap, yakni 298 kalimat lengkap (75,6%) dan 56 kalimat tidak lengkap (14,6%). Ketiga, berdasarkan jumlah klausa, kalimat luas  lebih banyak ditemukan daripada kalimat sederhana, yakni 124 kalimat sederhana (32,4%) dan 230 kalimat luas (60,2%), dengan rincian 50 kalimat luas setara, 98 kalimat luas tidak setara, dan 82 kalimat luas campuran.

Page 1 of 2 | Total Record : 12