Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

NILAI-NILAI MORAL SOSIAL DAN POTENSINYA UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL KUPU-KUPU PELANGI KARYA LAURA KHALIDA PUTRI AULAN DARI; TAUFIK DERMAWAN
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v2i22018p139

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai moral sosial dan potensinya untuk pendidikan karakter dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida terdapat delapan wujud dari nilai-nilai moral sosial, yaitu (1) kerja sama, (2) peduli, (3) kasih sayang (4) sabar, (5) rendah hati, (6) menghormati orang lain, (7) pemaaf, dan (8) bijaksana, relevansi nilai-nilai moral, dan potensi novel untuk pendidikan karakter.
Nilai lokalitas budaya Madura dalam cerpen-cerpen karya Muna Masyari Eka Juwita Wijdaniyah; Muakibatul Hasanah; Taufik Dermawan
LITERA Vol 21, No 1: LITERA (MARCH 2022)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v21i1.47228

Abstract

Kelokalitasan suatu daerah dapat ditelusuri melalui karya sastra berupa cerpen yang memotret keunikan budaya. Madura sebagai daerah dengan ragam budaya yang kental dapat dipelajari dan diulas lebih lanjut melalui cerpen-cerpen karya penulis Madura. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai lokalitas budaya Madura dalam cerpen-cerpen karya Muna Masyari menggunakan pendekatan kualitatif studi dokumen. Sebagai dokumen, karya sastra digunakan untuk menelusuri rekam budaya masyarakat. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan kalimat yang menunjukkan narasi dan perilaku yang memuat nilai lokalitas budaya Madura yang kuat berupa carok, pemaknaan hantaran dalam pernikahan, serta ritual tari yang berhubungan dengan mitos di masyarakat. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari dan dipilih 3 cerpen berjudul Celurit Warisan, Rumah Hantaran, dan Topeng Gulur. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yaitu reduksi data dengan menyeleksi, mengklasifikasi, dan mengorganisasikan data sesuai fokus tujuan; penyajian data dengan menyusun, menyajikan dan membahas temuan; serta simpulan dengan menarik hubungan temuan dan pengambilan tindakan. Hasil analisis data dan pembahasan nilai lokalitas budaya Madura, meliputi: (1) budaya carok masyarakat Madura, (2) pemberian hantaran pada mempelai wanita, dan (3) ritual meminta hujan masyarakat Madura. Muna Masyari dengan penggambaran cerita yang detail mampu memperkenalkan nilai lokalitas budaya Madura melalui sikap-sikap tokoh terhadap adat yang berlaku di masyarakat. Paparan mengenai nilai lokalitas budaya Madura dapat dimanfaatkan pembaca untuk mengenal dan menggali budaya Madura serta dapat meningkatkan kecintaan pembaca mempelajari budaya antardaerah.Kata Kunci: nilai lokalitas, carok, hantaran, mitos The value of Madura cultural locality in Muna Masyari's short storiesAbstractThe locality of an area can be searched through literary works in the form of poetry that reflect the culture. Madura as an area with a variety of cultures that can be studied and studied further through a book by the author of Madura. This study aims to describe the value of Madurese cultural locality in Muna Masyari's short stories using a qualitative approach to document study. As documents, literary works are used to trace the cultural track record of the community. The data collected are in the form of words and sentences that show narratives and behaviors that contain strong local values of Madurese culture in the form of carok, the meaning of delivery in marriage, as well as dance rituals related to myths in society. The source of the data for this research is a collection of short stories entitled Dignity of Death by Muna Masyari and selected 3 short stories entitled Celurit Heritage, Rumah Hantaran, and Topeng Gulung. The data analysis technique was carried out in three stages, namely data reduction by selecting, classifying, and organizing data according to the focus of the objective; presenting data by compiling, presenting and discussing findings; and conclusions by drawing the relationship between the findings and taking action. The results of data analysis and discussion of the value of Madurese cultural locality, include: (1) the carok culture of the Madurese community, (2) giving gifts to the bride, and (3) the ritual of asking for rain for the Madurese community. Muna Masyari with a detailed story depiction is able to introduce the value of Madurese cultural locality through the attitudes of leaders towards the prevailing customs in society. Exposure to the value of Madurese cultural locality can be used by readers to recognize and explore Madurese culture and can increase the reader's love of studying interregional culture.Keywords: locality value, carok, delivery, myth
FUNGSI KONTEKSTUAL PERTUNJUKAN SASTRA LISAN KELONG MAKASSAR [Function of Contextual Performance of Kelong Makassar Oral Literature] Nursalam -; Djoko Saryono; Taufik Dermawan
TOTOBUANG Vol. 8 No. 1 (2020): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2020
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.867 KB) | DOI: 10.26499/ttbng.v8i1.182

Abstract

This article was intended to know the contextual function of Makassar's kelong oral literature. The data and sources of this research were Pakelong as Makassar artists. The data collection conducted were the study of documentation, in-depth interviews, and observations (field recording, recording, and photo shooting). Moreover, the data analysis stage in this study were through three steps, namely (1) reduction, (2) presentation, and (3) conclusion drawing. Based on the results of this study, it was found that there were four contextual functions of kelong, namely the function of the media of hope, the function of entertainment, the function of preserving tradition, and the educational function.Artikel ini bertujuan tuntuk mengetahui fungsi kontekstual sastra lisan kelong Makassar. Data dan sumber penelitian ini adalah pakelong sebagai seniman Makassar. Pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi (pencatatan lapangan, perekaman, dan pemotretan). Tahap analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap, yakni tahap (1) reduksi, (2) penyajian, dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa fungsi kontekstual kelong ada empat, yakni fungsi media pengharapan, fungsi hiburan,  fungsi pemertahan tradisi, dan  fungsi edukatif.
Penguatan Bahasa Indonesia di Kancah Persaingan Global dan Signifikansinya bagi Studi Filsafat Yohanes Orong; Taufik Dermawan; Karkono Karkono
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 22, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v22i2.55916

Abstract

The study of Indonesian language issues in higher education states that the low positive attitude of Indonesian citizens towards Indonesian language is the root of the birth of problems surrounding Indonesian language. Therefore, this study affirms the position of Indonesian in the global competition.  Through regular and serious efforts to increase vocabulary, the ability of Indonesian vocabulary in expressing intellectual thoughts or in the development of science, technology and art cannot be underestimated. This optimism is supported by the positive attitude of the Indonesian people towards the Indonesian language, the increase of groups who cannot speak Indonesian and groups who are not proficient in Indonesian, the dissemination of codification results (Indonesianization of foreign words and terms) to Indonesian speakers, and the publication of codification results and language development as much as possible. In addition, this study reveals the central position of Indonesian as a means of studying philosophy. This point is intended to further convince the academic community of the philosophy campus of the importance of Indonesian as a means of revealing cultural treasures, a means of logical consideration, and a means of personality development.
Pendampingan Penulisan Artikel Jurnal Terindeks Dengan Zotero Untuk Guru SMP Negeri 15 Malang Didin Widyartono; Taufik Dermawan; Dwi Sulistyorini; Kusubakti Anjani; Helmi Muzaki
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2023): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk membina karier kepangkatan dan profesionalisme, guru harus membuat artikel yang dimuat di jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil wawancara, kesulitan guru SMPN 15 Malang dalam menulis artikel ilmiah adalah motivasi, waktu, teknik penulisan, kurang melek teknologi, hingga sumber referensi. Oleh karena itu, guru perlu didampingi dalam menulis artikel ilmiah di jurnal terindeks. Agar lebih mudah, kegiatan penulisan dilakukan dengan aplikasi reference manager, Zotero. Metode pelaksanaan kegiatan pendampingan penulisan artikel ilmiah berbasis manajer referensi dilaksanakan dengan tahapan berikut: (a) persiapan strategi kegiatan observasi di SMPN 15 Malang, (b) pendampingan penulisan artikel ilmiah berbasis manajer referensi untuk guru SMPN 15 Malang, dan (c) refleksi kegiatan dengan  rincian sebagai berikut. Kegiatan dilakukan melalui sinergi lima dosen dengan dua mahasiswa untuk 49 guru SMPN 15 Malang. Hasil kegiatan yakni berupa draf pendampingan penulisan artikel jurnal terindeks dengan aplikasi Zotero yang sengajar dipilih berdasarkan kebutuhan guru dan kesederhanaan fitur aplikasi. Kegiatan ini rencananya akan ditindaklanjuti secara luring dan daring untuk menyempurnakan draf artikel yang selanjutnya akan dikirim ke jurnal terindeks yang berbasis Online Journal System (OJS).  
Transformasi cerita dalam ludruk menjadi cerita Gambus Misri di Kabupaten Jombang Abi Utomo; Taufik Dermawan; Yuni Pratiwi
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.25373

Abstract

Kesenian Gambus Misri  adalah kesenian berasal dari lingkungan pesantren yang diciptakan oleh santri Tebuireng bernama Asfandi sebagai respon budaya dari lingkungangan yang dibentuk Ludruk. Ludruk  semula memiliki latar belakang sosial yang dekat dengan masyarakat mengambil cerita bertema keluarga, desa, perjuangan, dan legenda kemudian bertransformasi menjadi kesenian Gambus Misri yang memiliki corak keislaman akibat dari pertumbuhan pondok pesantren yang semaikin meluas  di Jombang.  Namun keberadaan kesenian Gambus Misri tidak mengubah eksistensi kesenian Ludruk di deretan kesenaian Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi yang membahas tentang transformasi cerita dalam Ludruk menjadi cerita Gambus Misri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan keterpengaruhan aktivitas kesenian Ludruk terhadap lingkungan pesantren sehingga memunculkan kebudayaan baru. Dengan menggunakan pendekatan etnografi, penelitian ini akan menghasilkan kajian yang sesuai dengan keadaan lapangan. Penelitian ini mampu menjadi bahan referensi kesejarahan transformasi cerita dalam Ludruk menjadi cerita Gambus Misri bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.   Gambus Misri art originates from the Islamic boarding school environment created by a Tebuireng student named Asfandi as a cultural response to the environment formed by Ludruk. Ludruk originally had a social background close to the community, took stories on the themes of family, village, struggle, and legends, then transformed into Gambus Misri art, which has an Islamic style due to the growth of Islamic boarding schools which are increasingly expanding in Jombang. However, the existence of Gambus Misri art does not change the presence of Ludruk art in the Jombang line of art. This qualitative research uses an ethnographic approach that discusses the transformation of the story in Ludruk into the tale of Gambus Misri. This research aims to show the influence of Ludruk art activities on the pesantren environment so that a new culture emerges. Using an ethnographic approach, this research will produce a study appropriate to the situation in the field. This research can become a historical reference material for transforming the story in Ludruk into the story Gambus Misri for the Jombang Regency Education and Culture Office.
Transformasi Tokoh Fanfiction Kpop dalam Novel My Lord Karya Ellina Exsli: Kajian Dekonstruksi Derrid Lia Cahyanti; Taufik Dermawan
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.665 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i12021p1-14

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe (1) the deconstruction that occurs in Kpop fanfiction characters in Ellina Exsli's My Lord novel, and (2) the meaning that fanfiction writers do in deconstructing Kpop idol figures into novel characters. This is a descriptive analysis research in which the data analysis was performed by reducing, classifying, and presenting the data, as well as drawing conclusions. The results of the research demonstrate that (1) fanfiction writers deconstruct Kpop idol figures to get new characters that fit into the story, (2) changes in Kpop idol figures include big changes, medium changes, and no changes, (3) the underlying motives of the fanfiction writers in choosing Kpop idol figures as fanfiction figures are such that they like these idols, the targeted idols or groups are currently on the rise, and the shipper between these Kpop idols. The findings of this research contribute to our understanding toward (1) Derrida’s deconstruction theory, (2) the nature of fanfiction as a particular literary genre and a popular culture, and (3) the Kpop fanfiction as one of the Hallyu or the Korean Wave becoming a part of Indonesia’s popular literary work. Keywords: transformation, Kpop idol, fanfiction, My Lord, deconstruction Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) dekonstruksi yang terjadi pada tokoh fanfiction Kpop dalam novel My Lord karya Ellina Exsli, dan (2) makna yang dilakukan oleh penulis fanfiction dalam mendekonstruksi figur Idol Kpop menjadi tokoh novel. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analisis. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, klasifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah: (1) penulis fanfiction melakukan dekonstruksi pada figur Idol Kpop untuk mendapatkan tokoh yang sesuai dengan alur cerita fanfiction. (2) perubahan pada figur Idol Kpop meliputi perubahan besar, perubahan sedang dan tidak ada perubahan. (3) motif penulis fanfiction dalam memilih figur Idol Kpop sebagai tokoh fanfiction adalah karena menyukai Idol Kpop, Idol atau grup Kpop tersebut tengah naik daun, dan adanya shipper (penjodohan antara Idol Kpop yang dilakukan oleh penggemar). Manfaat penelitian ini dapat memberikan: (1) wawasan tentang teori dekonstruksi Derrida, (2) mengenal jenis karya sastra fanfiction (fiksi penggemar) sebagai budaya populer, dan (3) mengenal Fanfiction Kpop sebagai salah satu fenomena Hallyu (Korean Wave) yang masuk ke Indonesia dalam bidang karya sastra. Kata kunci: transformasi, idol Kpop, fanfiction, My Lord, dekonstruksi
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Biografi Berpendekatan Life Base Learning untuk Siswa Kelas X Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nuri Riskian; Taufik Dermawan
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.764 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i52021p603-615

Abstract

Abstract: Development of teaching materials to write biographical text choosing a life-based learning approach is intended for students of grade X Vocational High School (SMK). This development is considered capable of being a solution to the lack of teaching materials to write biographical text for vocational schools. The selection of life-based learning approaches is considered by researchers to be able to bring learning closer to life. An approach that is in accordance with the characteristics of The Indonesian Language that becomes a science expert. Qr-code presented in the development of this book helps students understand the concepts, materials of teaching materials, articles, concepts of life-based learning, and activities presented. This study uses the ADDIE model (analysis, design, develop, implement, and evaluate). Needs analysis and curriculum become the beginning of knowing the urgency of need analysis. Analysis of student needs at SMKN Darul Ulum shows the need in the development of teaching materials with a percentage of 80%. Product development by arranging teaching material development instruments according to previous needs analysis. Validity test is conducted to know that the teaching materials developed in accordance with the material expert validation test instrument, the validity of learning media, and the validity of field learners. Based on the results of the validity test, the following percentages were obtained: material validity 99.01%, media validity 91.04%, and lastly the validity of field learners 95.52%. Seeing the results, the teaching materials developed by the researchers get very valid results and can be implemented. Keywords: teaching materials, biographical text, Life Based Learning, vocational high school Abstrak: Pengembangan bahan ajar menulis teks biografi memilih pendekatan life-based learning ini ditujukan untuk siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengembangan ini dinilai mampu menjadi solusi minimnya bahan ajar menulis teks biografi untuk SMK. Pemilihan pendekatan life-based learning dinilai peneliti mampu mendekatkan pembelajaran pada kehidupan. Pendekatan yang sesuai dengan ciri khas Bahasa Indonesia yang menjadi penghela ilmu pengetahuan. QR-code yang dihadirkan dalam pengembangan buku ini membantu siswa memahami konsep, materi bahan ajar, artikel, konsep life-based learning, dan aktivitas yang dihadirkan. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (analysis, design, develop, implement, and evaluate). Analisis kebutuhan dan kurikulum menjadi awal mengetahui urgensi analisis kebutuhan (need analysis). Analisis kebutuhan siswa di SMKN Darul Ulum menunjukan kebutuhan dalam pengembangan bahan ajar dengan persentase 80%. Pengembangan produk dengan menyusun instrumen pengembangan bahan ajar sesuai analisis kebutuhan sebelumnya. Uji Validitas dilakukan untuk mengetahui bahwa bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan instrumen uji validasi ahli materi, validitas media pembelajaran, dan validitas pembelajar lapangan. Berdasarkan hasil uji validitas maka diperoleh persentase sebagai berikut yakni: validitas materi 99,01%, validitas media 91,04%, dan terakhir validitas pembelajar lapangan 95,52%. Melihat hasil yang ada maka bahan ajar yang dikembangkan oleh peneliti mendapatkan hasil sangat valid dan dapat diimplementasikan. Kata kunci: bahan ajar, teks biografi, Life Based Learning, sekolah menengah kejuruan
Transformasi Novel Perburuan Karya Pramoedya Ananta Toer ke Dalam Film Garapan Sutradara Richard Oh: Kajian Alih Wahana Maulida Bulqisa; Taufik Dermawan
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.233 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i62021p728-743

Abstract

Abstract: This research based on thinking of creativity in Art has not only limited to the new art but also it has done by changing the art to the other media. In the research context ,the creativity is done by changing the art to the extranation. This research is for describing the form of Perburuan novels transformations and the artistic damage of Perburuan film, directed by Ricard Oh. The focus of the study was the transformation of elements in the ecranisation process of Perburuan novel, including 1) characters and characterizations, 2) plot, 3) settings, 4) themes, 5) storytelling style, and 6) the damage of the changing for film aesthetic. The research shows that the transformation from Perburuan novels to film can make some changes, such as subtraction, addition, and variety changing which gives some aesthetics damages of films and this study is based on the idea that creativity in the literature realm is not only about creating new works but also can be performed on old works by making appropriate transformations and not violating ethics. Keywords: transformation, Perburuan novel, ecranisation Abstrak: Penelitian ini didasari pemikiran bahwa kreativitas dalam ranah sastra tidak hanya terbatas pada penciptaan karya sastra baru, tetapi juga dapat dilakukan dengan melakukan pengubahan karya sastra ke dalam media lain. Dalam konteks penelitian ini kreativitas dilakukan dengan mengubah karya sastra ke dalam film melalui proses ekranisasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk transformasi novel Perburuan dan dampak artistiknya dalam film Perburuan garapan sutradara Richard Oh. Fokus penelitian ini adalah perubahan unsur-unsur novel Perburuan, yang meliputi 1) tokoh dan penokohan, 2) alur, 3) latar, 4) tema, 5) gaya bercerita, dan 6) dampak perubahan itu terhadap estetika film. Penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi dari novel Perburuan ke film mengalami beberapa perubahan berupa penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi, yang secara keseluruhan memberi dampak estetika terhadap film serta didasari oleh pemikiran bahwa kreativitas dalam ranah sastra tidak hanya pada penciptaan karya baru, tetapi juga dapat dilakukan pada karya lama dengan melakukan pengubahan yang sesuai dan tidak melanggar etika. Kata kunci: transformasi, novel Perburuan, ekranisasi
Demitefikasi Tokoh Rahwana dalam Kumpulan Puisi Kemelut Cinta Rahwana Karya Djoko Saryono: Tinjauan Estetika Resepsi Mochamad Bayu Ari Sasmita; Taufik Dermawan
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.289 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i72021p943-957

Abstract

Abstract: This research is motivated by the strengthening tendency of Indonesian literary works in the last five decades to use wayang stories as inspiration for their creation. One of the literary works that uses wayang stories as inspiration for its creation is the collection of poems Kemelut Cinta Rahwana by Djoko Saryono. This collection of poems is a poet's reception of the Ramayana, especially the story of the character Rahwana. Based on this context, this study aims to describe (1) the stereotypical form of the mythical figure of Rahwana in the collection of poems and (2) the counter-myth of the character of Rahwana in the collection of poems. To achieve this goal, this research uses reception aesthetic theory developed by Wolfgang Iser. This is a qualitative research with a descriptive design. The data for this research were obtained from the book collection of poetry Kemelut Cinta Rahwana by Djoko Saryono and Enslikopedi Wayang Indonesia Aksara D-E-F. The results of this study are (1) the poet still maintains the mythical stereotype of the character Rahwana which has been known to the general public such as a symbol of anger, greed, and arrogance; and (2) apart from maintaining mythical stereotypes, the poet also performs counter myths, which include (i) Rahwana as a character who accepts his destiny, (ii) Rahwana as a character who sincerely loves Sita, and (iii) Rahwana as a wise character. Keywords: demitefication, reception aesthetic, wayang poetry, Ramayana Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menguatnya kecenderungan karya sastra Indonesia pada lima dekade terakhir yang menggunakan cerita wayang sebagai inspirasi penciptaannya. Salah satu karya sastra yang menggunakan cerita wayang sebagai inspirasi penciptaannya adalah kumpulan puisi Kemelut Cinta Rahwana karya Djoko Saryono. Kumpulan puisi tersebut merupakan resepsi penyair terhadap kitab Ramayana, khususnya kisah tokoh Rahwana. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk stereotip mitos tokoh Rahwana dalam kumpulan puisi tersebut dan (2) kontra mitos tokoh Rahwana yang terdapat dalam kumpulan puisi tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan teori estetika resepsi yang dikembangkan oleh Wolfgang Iser. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Data penelitian ini diperoleh dari buku kumpulan puisi Kemelut Cinta Rahwana karya Djoko Saryono dan buku Ensiklopedi Wayang Indonesia Aksara D-E-F. Hasil penelitian ini adalah (1) penyair masih mempertahankan stereotip mitos tokoh Rahwana yang selama ini sudah dikenal khalayak ramai seperti sebagai lambang angkara murka, serakah, dan angkuh; dan (2) selain mempertahankan stereotip mitos, penyair juga melakukan kontra mitos yang antara lain (i) Rahwana sebagai tokoh yang menerima takdirnya, (ii) Rahwana sebagai tokoh yang mencintai Sita secara tulus, dan (iii) tokoh Rahwana sebagai tokoh yang bijaksana. Kata kunci: demitefikasi, estetika resepsi, puisi wayang, Ramayana