cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25976257     EISSN : 25977946     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JURNAL JATI UNIK merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kadiri yang terbit dua kali dalam setahun setiap bulan april dan oktober. jurnal ini memuat penelitian di bidang teknik dan manajemen industri.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): April" : 6 Documents clear
Pengaruh Suhu Dan Waktu Tinggal Terhadap Kecenderungan Menguning Pada Proses Produksi Alumunium Fasad Sukram Sukram; Sutikno Sutikno
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.419 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.330

Abstract

Painting using paint powder is one of the techniques of protection against corrosion are evolving rapidly. Powder paints have aesthetic value approaching liquid paint as well as durability and relative utilization is better than liquid paint. The process of maturation of the paint powder that is only done with the process of warming at a certain temperature and a certain span of time. Standard maturation process known as maturation curve (curing folder). The difference in temperature and time against standard value ranges of risk occurrence of color change especially in white color (light). Therefore, do the research to find out the influence of temperature and time of warming up against the tendency of yellowing in white powder paint. Colour measurement is performed using a colorimeter in units of CIE Lab. Value b in CIE lab color trend show the yellowish or bluish. Temperature and time of warming up is the variable factor research determined 5. Pengecatan menggunakan cat bubuk merupakan salah satu teknik perlindungan terhadap korosi yang berkembang secara pesat. Cat bubuk memiliki nilai estetika mendekati cat cair serta daya tahan dan utilisasi yang relative lebih baik dibanding cat cair. Proses pematangan cat bubuk yang hanya dilakukan dengan proses pemanasan pada suhu tertentu dan rentang waktu tertentu. Standard proses pematangan dikenal dengan kurva pematangan (curing map). Perbedaan suhu dan waktu terhadap rentang nilai standard menimbulkan resiko terjadinya perubahan warna khususnya pada warna putih (terang). Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pemanasan terhadap kecenderungan menguning pada cat bubuk warna putih. Pengukuran warna dilakukan dengan menggunakan colorimeter dalam satuan CIE Lab. Nilai b  pada CIE lab menunjukan kecenderungan warna kekuningan atau kebiruan. Suhu dan waktu pemanasan merupakan variabel penelitian yang faktornya ditentukan 5⁰C dan 5 menit diluar kurva pematangan.  
Perhitungan Perencanaan Mesin Pengaduk Middle Waste Asbes Kapasitas 2500 Liter Sutikno Sutikno; Sukram Sukram
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.42 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.331

Abstract

In the company PT. Headquarters of Tunas Utama produces quite a lot of waste so that there needs to be a treatment to accelerate the waste processing. The problem is how to make the waste can be processed quickly so that it can be processed to be included in the production process so that there is no buildup of waste. Planning an agitator asbestos waste mixer machine, where the equipment or machine serves to accommodate the middle waste before entering into the mixing process and stirring continuously to avoid sedimentation. In this final project, the right type of agitator will be selected for the waste mixing process, then count the existing engine elements such as the type of mixer, motor, transmission, and shaft. So that it can produce the right mixer. From the results of the calculation of the mixer using a motor with a power of 0.5 HP with a reducer of 1:30, the transmission system uses a v-belt and a pulley with a drive pulley diameter of 129 mm and a driven pulley diameter of 200 mm, resulting in a rotation of 30 rpm. For the stirrer, using a paddle stirrer with a drive shaft diameter of 50 mm.Didalam perusahaan PT Djabes Tunas Utama menghasilkan waste yang cukup banyak sehingga perlu adanya penanganan untuk mempercepat proses pengolahan waste tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana cara agar waste tersebut dapat diolah dengan cepat sehingga dapat diproses untuk dimasukkan pada  proses produksi sehingga tidak terjadi penumpukan waste. Maka dari itu perlu adanya mesin pengaduk untuk mengaduk middle waste tadi agar tidak terjadi pengendapan. Dan mesin pengaduk tersebut banyak macamnya.  Dan akan direncanakan sebuah mesin pengaduk waste asbes jenis agitator, dimana peralatan atau mesin ini berfungsi untuk menampung middle waste sebelum masuk ke proses mixing dan dilakukan pengadukan secara terus menerus untuk menghindari pengendapan. Pada tugas akhir ini akan dipilih jenis agitator yang tepat untuk proses pengadukan waste tersebut, kemudian menghitung elemen-elemen mesin yang ada seperti jenis pengaduk, motor, transmisi, dan poros. Sehingga dapat menghasilkan mesin pengaduk yang tepat. Dari hasil perhitungan mesin pengaduk tersebut menggunakan motor dengan daya sebesar 0,5 HP dengan reducer 1:30, sistem transmisi menggunakan v-belt dan pulley dengan ukuran diameter pulley penggerak sebesar 129 mm dan diameter pulley yang digerakkan sebesar 200 mm, sehingga menghasilkan putaran sebesar 30 rpm. Untuk pengaduknya menggunakan jenis pengaduk paddle   dengan diameter poros penggerak sebesar 50 mm. 
Analisa Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menggunakan Standar AS/NZS 4360:2004 Di Perusahaan Pulp&Paper Muhamad Bob Anthony
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.32 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.332

Abstract

This research has the purpose to find out the value of the risk of the potential dangers of work and level of risk of the potential dangers of working and know the potential dangers of dominant work that led to the occurrence of accidents at the company's pulp paper process in & area the production of paper. This research approach by using the method of HIRA (Hazard Identification and Risk just my Assesment) using the standard AS/NZS4360:2004 to calculate values before there is risk control (basic risk) until after control of risk (existing risk). The results of the activities of the production process on the company PT. XYZ is acquired 16 basic risk activity that consists of a category acceptable risk as 6, priority 3 category 2 category, substantial risk (priority 2) as many as 3 risk, priority 1 category 4 category of risk and very high risk as much as 1. After control of the risk (the existing risk) obtained a decrease risk category can be received (acceptable) a total of 10 risk (62.5%), priority 3 as much as 5 risk (31.25%) and substantial category (priority 2) as much as 1 risk (6.25%) While the priority categories 1 and very high risk categories have been lost after a controlling or mitigating risk Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui nilai risiko potensi bahaya kerja dan level risiko potensi bahaya kerja serta mengetahui potensi bahaya kerja dominan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja di perusahaan pulp&paper pada proses di area produksi kertas. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment) dengan menggunakan standar AS/NZS4360:2004 untuk menghitung nilai-nilai risiko sebelum ada pengendalian (basic risk) sampai setelah dilakukan pengendalian terhadap risiko (existing risk). Hasil penelitian dari kegiatan proses produksi pada perusahaan PT. XYZ ini didapatkan 16 kegiatan basic risk  yang terdiri dari kategori acceptable sebanyak 6 risiko, kategori priority 3 sebanyak 2 risiko, kategori substantial (priority 2) sebanyak 3 risiko, kategori priority 1 sebanyak 4 risiko dan kategori very high sebanyak 1 risiko. Setelah dilakukan pengendalian terhadap risiko (existing risk) didapatkan penurunan resiko yaitu kategori dapat di terima (acceptable) sebanyak 10 risiko (62,5%), priority 3 sebanyak 5 risiko (31,25%) dan kategori substantial (priority 2) sebanyak 1 risiko (6,25%) sedangkan kategori priority 1 dan kategori very high risk  telah hilang setelah dilakukan pengendalian atau mitigasi resiko.  
Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) Menggunakan Overall Equipment Efectiveness (OEE) Dan Six Big Losses Pada Mesin Cold Leveller PT. KPS Muhamad Bob Anthony
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.75 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.333

Abstract

PT. KPS is one steel company in Indonesia that produces steel products in the form of slab and plate that is marketed in the country up to foreign countries. Cold leveller machine is a machine that serves to flatten the surface of the plate. Problems occurred in the machinery that is often experienced a breakdown so that the plate with uneven surfaces more and more because of the time machine working on the wane. This research aims to quantify the value of the overall equipment effectiveness (OEE), calculating the factor of six big losses and figure out the root cause of the problem, the dominant factor of the six big losses with the fishbone diagram. The OEE value obtained on the engine cold leveller is 82%. The biggest factor that causes the low effectiveness of the machine that is the reduced speed losses amounting to 11.59% and equipment failure losses amounted to 6.04%. The proposed corrective actions is prioritizing the main TPM pillar 3 that is autonomous maintenance, quality maintenance, training and education.PT. KPS adalah salah satu perusahaan baja di Indonesia yang memproduksi produk baja berupa slab dan plate yang dipasarkan di dalam negeri hingga ke luar negeri. Mesin cold leveller merupakan mesin yang berfungsi meratakan permukaan plate yang tidak rata. Permasalahan yang terjadi pada mesin tersebut yaitu sering mengalami breakdown sehingga plate dengan permukaan yang tidak rata semakin banyak karena waktu bekerja mesin semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai overall equipment effectiveness (OEE), menghitung nilai faktor six big losses dan mengetahui akar penyebab masalah yang dominan dari faktor six big losses dengan fishbone diagram. Nilai OEE yang didapat pada mesin cold leveller adalah sebesar 82%. Faktor terbesar yang menyebabkan rendahnya efektifitas mesin yaitu reduced speed losses sebesar 11,59% dan equipment failure losses sebesar 6,04%. Tindakan perbaikan yang diusulkan adalah memprioritaskan 3 pilar utama TPM yaitu autonomous maintenance, quality maintenance, training dan education. 
Analisa Perbaikan Postur Kerja Dengan Menggunakan Metode OWAS (Ovako Work Analysis System) Dengan Perancangan Fasilitas Di Bagian Penyortiran Batu Gamping PT. Timbul Persada Krishna Tri Sanjaya; Apreza Dwi Vidyantoro
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.055 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.334

Abstract

Limestone sorting work at PT. Embossed Persada is a repetitive work attitude and a long period of time, so that it can be at risk of causing Musculoskeletal disorders and discomfort at work. The purpose of this study is to analyze the working posture of limestone sorting operators. There are 3 work postures: limestone sorting work posture has a value of 4141, work posture for limestone removal 2173, and work posture for limestone 3333. Other objectives of this study are to identify work postures that have a risk of Musculoskeletal injury. Based on the results of the categorization of OWAS values, an assessment was obtained: limestone 4141-4 work posture, sludge removal posture 2173-3, work posture inserting limestone 3333-3. The work posture has a very high value where it is necessary to make immediate improvements to the work posture by redesigning the work facilities in the sorting section. Redesign of work facilities carried out to avoid Musculoskeletal interference that is using conveyor aids with a capacity of 9 Tons / Hour. The facility design uses measurements with an average value of Indonesian Ergonomics Anthropometry data Pekerjaan peyortiran batu gamping di PT. Timbul Persada merupakan sikap kerja yang repetitif dan jangka waktu yang lama, sehingga dapat beresiko menimbulkan gangguan Musculoskeletal dan ketidak nyamanan dalam bekerja. Penelitian ini mencoba untuk mempelajari rangkaian kerja dan aspek Ergonomi yang mempengaruhi postur kerja pada divisi penyortiran tersebut dengan menggunakan metode OWAS (Ovako Work Analysis System), metode ini  digunakan untuk mengevaluasi sikap kerja yang berpotensi mengalami gangguan pada Musculoskeletal dimana postur kerja yang diamati meliputi pergerakan tubuh bagian punggung, bahu, tangan, dan kaki termasuk paha, lutut dan pergelangan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa postur kerja operator penyortiran batu gamping. Diketahui ada 3 postur kerja : postur kerja pemilahan batu gamping memiliki nilai 4141, postur kerja pengangkatan batu gamping 2173, dan postur kerja memasukan batu gamping 3333. Tujuan lain dari penelitian ini adalah mengidentifikasi postur kerja yang memiliki resiko cedera Musculoskeletal. Berdasarkan hasil pengkategorian nilai OWAS maka, diperoleh penilaian : Postur kerja pemilahan batu gamping 4141-4, postur kerja pengangkatan batu gampng 2173-3, postur kerja memasukkan batu gamping 3333-3. Postur kerja tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi dimana perlu dilakukan perbaikan segera terhadap postur kerja dengan perancangan ulang fasilitas kerja pada bagian penyortiran. Perancangan ulang fasilitas kerja yang dilakukan untuk menghindari gangguan Musculoskeletal yaitu menggunakan alat bantu conveyor dengan kapasitas 9 Ton/Jam. Perancangan fasilitas ini dirancang dengan pengukuran menurut nilai rata-rata data Anthropometri Ergonomi Indonesia. Dengan mengevaluasi postur kerja sebelum adanya perbaikan, sehingga hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perancangan stasiun kerja yang sesuai dengan aspek-aspek Ergonomi. 
Analisis Evaluasi Kinerja Vendor Berdasarkan Penetapan Kriteria Vendor Performance Indicator (VPI) Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Pada PT. XYZ Nadya Uci Pramita; Adhitomo Wirawan
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.806 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.344

Abstract

The purpose of this study is to analyze the process of performance evaluation of vendors especially in the vendor that provides a raw material for pressure vessel plate made of carbon steel. As for the evaluation process undertaken by PT. XYZ through performance indicators (KPI) where an evaluation that applied a focus on quality and delivery. In this study, researchers used the designation criteria vendor performance indicator (VPI) where the criteria used consist of quality, cost, delivery, flexibility and responsiveness (QCDFR). The methods used in the analysis process that is Analytical Hierarchy Process (AHP). Data collecting directionally by questionnaire method among 3 respondents on the procurement department that know the performance of the vendors over the years. The result showed that PT. RE has the best performance among the four vendors, as known PT.SS, PT. ST, PT. CH and PT. UN within value 0.540; The vendor with lowest performance owned by PT.CH within value 0.034. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses evaluasi kinerja vendor khususnya pada vendor yang mensupplai bahan baku plate pressure vessel berbahan carbon steel. Adapun proses evaluasi yang dilakukan oleh PT. XYZ melalui key performance indicator (KPI) dimana evaluasi yang diterapkan hanya berfokus pada quality dan delivery. Dalam studi ini, peneliti menggunakan penetapan kriteria Vendor Performance Indicator (VPI) dimana kriteria yang digunakan yaitu quality, cost, delivery, flexibility dan responsiveness (QCDFR). Metode yang digunakan dalam proses analisis yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengambilan data menggunakan kuisioner terhadap 3 informan pada departemen procurement yang dianggap mengetahui kinerja vendor selama ini. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. RE memiliki kinerja yang terbaik diantara keempat vendor yaitu PT. SS, PT. ST, PT. CH serta PT. UN dengan nilai bobot sebesar 0.540 sedangkan vendor dengan kinerja terendah dimiliki oleh PT. CH dengan nilai bobot sebesar 0.034. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6