cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2023): August" : 7 Documents clear
Terapi Komplementer Oukup Terstandar terhadap Penyembuhan Luka Perineum di Komunitas Kepulauan Maluku Asriaty Dinopawe; Melawati Wakano; Dewi Arwini Bugis; Harianti Fajar; Wildia Nanlohy
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.75723

Abstract

Latar   Belakang: Luka perineum akibat persalinan dapat mengakibatkan infeksi postpartum jika luka tidak dirawat dengan tepat dan benar. Oukup merupakan perawatan mandi uap dari campuran daun cengkeh dan pala  untuk penyembuhan luka pascapersalinan.Tujuan: Melihat pengaruh oukup terstandar pada ibu nifas terhadap penyembuhan luka perineum pascajahitan.Metode: Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan prestest and posttest with control group. Jumlah sampel 24 orang ibu nifas primi dengan luka perineum derajat II pasca jahitan yang memenuhi kriteria penelitian. Terdapat 3 kelompok yaitu kontrol (non-oukup), intervensi I (oukup takaran 400 gram) dan intervensi II (oukup takaran 600 gram). Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dan Kruskal Wallis.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penyembuhan luka perineum pascajahitan yang signifikan antara kedua kelompok intervensi  (p= 1,00 > 0.05), namun ada perbedaan yang signifikan antara kelompok oukup terstandar dan kelompok kontrol dengan  p= 0,041 dan 0,007. Perbedaan nilai mean tertinggi terdapat pada kelompok intervensi II (16,00) dengan hasil yang signifikan untuk ketiga kelompok (p=0,002).Kesimpulan: Oukup terstandar sebagai terapi komplementer dapat mempengaruhi penyembuhan luka perineum derajat II pascajahitan pada ibu nifas primi.
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai terhadap Penurunan Keluhan Sindrom Premenstruasi pada Remaja Fitra Duhita; Diah Wulandari
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.77131

Abstract

Latar Belakang: Premenstrual syndrom (PMS) merupakan ketidaknyamanan yang dialami wanita usia produktif menjelang menstruasi akibat mekanisme hormonal yang seringkali mengganggu aktivitas dan produktifitas hariannya. Suplementasi susu kedelai yang mengandung fitoestrogen diharapkan dapat menyeimbangkan kadar hormon estrogen tubuh, sehingga dapat menurunkan ketidaknyamanan PMS.Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian susu kedelai terhadap penurunan keluhan PMS pada remaja.Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experiment pre-post with control group design. Subyek penelitian ini adalah siswi SMAN 6 Yogyakarta kelas XI. Teknik pemilihan sampel adalah simple random sampling. Subyek penelitian terbagi atas kelompok perlakuan (mendapatkan suplementasi susu kedelai setiap hari selama fase luteal dalam 1 siklus) dan kelompok kontrol (mendapatkan susu kedelai 1 minggu sekali selama 1 siklus). Susu kedelai yang digunakan sebanyak 300 cc yang mengandung 49,7 mg/L flavonoid. PMS diukur menggunakan Menstrual Health Questionnaire (MHQ). Data yang telah diperoleh dianalisis dengan uji Anova (α=5%).Hasil: Kelompok perlakuan mengalami median penurunan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (median 7,00 vs 6,00) dengan analisis beda penurunan keluhan menstruasi antara kelompok kontrol dan perlakuan yang tidak bermakna (nilai p = 0,951).Kesimpulan: Suplementasi susu kedelai tidak berpengaruh terhadap penurunan keluhan PMS pada remaja.
Nilai Hounsfield Unit (HU) CT-Scan pada Lesi Paru-Paru Pasien Suspek COVID-19 Mahfud Edy Widiatmoko; Shelsa Ramadhanti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.78738

Abstract

Latar Belakang: National Health Commission of China menyatakan bahwa Computed Tomography (CT) memiliki peranan penting dalam hal menegakkan diagnosis dan pemantauan prognosis pada pasien COVID-19 karena memiliki sensitivitas diagnostik tinggi sebesar 97,2% dan menjadi pelengkap dari pengujian RT-PCR. Gambaran CT thorax pada pasien dengan lesi paru-paru suspek COVID-19 terlihat nodul konsolidasi dan Ground Glass Opacities (GGO) di sebagian area. Sebaran nodul GGO pada COVID-19 diklasifikasikan dengan istilah CO-RADS. Karakteristik nodul lesi dapat dianalisis kepadatan jaringan dengan nilai Hounsfield Unit (HU).Tujuan: Mengetahui nilai Houndsfield Unit (HU) CT pada lesi paru-paru pasien suspek COVID-19 berdasarkan kategori CO-RADS.Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross‑sectional berdasarkan data sekunder hasil rekonstruksi gambar pemeriksaan CT thorax dengan klinis suspek pneumonia COVID-19 tahun 2021 dan jumlah sampel 40 kasus.Hasil: Hasil rata-rata nilai HU pada kategori CO-RADS 4, 5, dan 6, berturut-turut, -203,00 HU, -168,97 HU), dan -133,57 HU). Berdasarkan uji statistik, nilai p < 0,05 yang artinya bahwa rata-rata nilai HU ketiga kategori CO-RADS berbeda secara signifikan.            Kesimpulan: Ada beda tingkatan klasifikasi CO-RADS 4-6, yaitu bahwa semakin tinggi tingkatan kategori CO-RADS, semakin tinggi pula nilai HU CT pada lesi paru-paru.
Desain, Pengembangan, dan Evaluasi Aplikasi Pengkajian Asupan Makan ‘Rekasku’ (Rekaman Asupanku) Inggita Kusumastuty; Dian Handayani; Fajar Ari Nugroho
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.80014

Abstract

Latar Belakang: Ahli gizi melakukan pengkajian asupan makan dalam pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Pelaksanan secara manual telah terbukti memakan waktu yang menghasilkan data yang terfragmentasi dan tidak lengkap, sehingga penggunaan teknologi dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan dalam pengembangan instrumen pengkajian asupan makan.Tujuan: Mendeskripsikan desain, pengembangan, dan evaluasi dari instrumen pengkajian asupan makan 24 hour recall “Rekasku” berbasis android.Metode: Metode yang digunakan dalam pengembangan instrumen adalah Participatory Action Research (PAR). Rancangan penelitian untuk mengevaluasi instrumen adalah Quasy Experimental dengan pendekatan pre and posttest Design. Responden penelitian adalah 30 ahli gizi. Pengukuran dilakukan untuk menilai efisiensi dan efektivitas aplikasi Rekasku menggunakan skala 1 hingga 4. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi waktu pengkajian asupan yang dibutuhkan oleh aplikasi Rekasku dan metode 24 hour recall secara manual.Hasil: Nilai rata-rata pengukuran efisiensi adalah 3,5 ± 0,3 dan efektifitas adalah 3,2 ± 0,3. Hasil analisis uji beda antara pelaksaaan manual dan Rekasku menunjukkan perbedaan secara signifikan (p<0.05, wilcoxon).Kesimpulan: Aplikasi Rekasku efisien dan efektif untuk digunakan sebagai instrumen pengkajian asupan makan.
Efektifitas Yoga dan Hipnoterapi terhadap Tekanan Darah pada Wanita Usia Subur (WUS) Penderita Hipertensi Erni Juniartati; Niya Fittarsih; Ernawati Ernawati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.80055

Abstract

Latar   Belakang: Hipertensi seringkali dikenal dengan “The Silent Killer” karena sering tanpa keluhan, serta mampu menyebabkan kematian. Hipertensi dengan tidak adanya penanganan mampu mendatangkan kerusakan target organ dan komplikasi. Salah satu penanganan untuk penderita hipertensi yaitu dengan terapi yoga dan hipnoterapi.Tujuan: Memberikan penjelasan akan dampak yang diberikan oleh yoga dan hipnoterapi terhadap tekanan darah untuk penderita hipertensi grade I.Metode: Riset ini menggunakan eksperimen semu/quasi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest with control group. Ada dua kelompok yang dipilih dengan non-random yakni kelompok kontrol serta kelompok intervensi. Sampel berjumlah 32 orang penderita hipertensi kategori prahipertensi dan hipertensi ringan.Hasil: Uji statistik menunjukkan tekanan darah sistolik dan diastolic mengalami pengurangan yang lebih besar di kelompok intervensi jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (berturut-turut 19,75±6,485 vs 14,00±8,326 dan 16,75 mmHg vs 12,50 mmHg).Kesimpulan: Latihan yoga dan hipnoterapi efektif dalam melakukan penurunan pada tekanan darah sistolik jug diastolik. 
Analisis Efektivitas Apron 0.35 mmPb dalam Melindungi Pekerja Radiasi pada Pemeriksaan Radiografi Muhammad Irsal; Shinta Gunawati Sutoro; Mahfud Edy Widiatmoko; Asumsie Tarigan; Guntur Winarno; Legia Prananto
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.80499

Abstract

Latar Belakang: Quality Control (QC) pada apron wajib dilakukan satu tahun sekali. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan pada pekerja radiasi sebelum melakukan prosedur pemeriksaan radiologi sehingga penerimaan dosis radiasi tidak melebihi 20 mSv/ tahun.Tujuan: Menganalisis efektivitas penggunaan apron 0.35 mmPb untuk melindungi pekerja radiasi pada pemeriksaan radiografi.Metode: Penelitian ini dilakukan di laboratorium Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Prosedur yang dilakukan pada penelitian adalah dengan simulasi apabila pekerja menerima paparan radiasi primer dan sekunder pada jarak 100 cm dengan rentang faktor eksposi 45-100kVp. Apron yang digunakan berbahan timbal (Pb) dengan ketebalan 0.35 mmPb dan, untuk pekerja radiasi, diganti dengan menggunakan pantom anthorophomorpic. Penggunaan luas lapangan sesuai kondisi klinis yaitu 18 cm x 24 cm, 43 cm x 35 cm, dan kemudian dilakukan analisis efektivitas apron Pb terhadap perubahan faktor eksposi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan apron 0.35 mmPb pada rentang tegangan tabung 45-100kVp untuk kedua penggunaan luas lapangan memiliki nilai persentasi yang sama 99.9-93%.Kesimpulan: Peningkatan tegangan tabung menyebabkan terjadinya penurunan atenuasi apron Pb.
Implementasi Aplikasi Deteksi Dini Suspek Tuberkulosis Berbasis mHealth di antara Kontak Serumah: Tinjauan Sistematik Joko Sapto Pramono; Dwi Hendriani; Dian Ardyanti; Nino Adib Chifdillah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.83119

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB)  menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.  Kesulitan dalam penemuan kasus adalah pelacakan di antara kontak serumah dan kontak erat. Pengembangan teknologi informasi kesehatan berupa mobile health (mHealth) sangat membantu dalam melakukan deteksi dini  suspek tuberkulosis menjadi lebih komprehensif, lebih cepat, lebih efisien, dan lebih murah.Tujuan: Mensintesis bukti tentang implementasi aplikasi deteksi dini tuberkulosis berbasis mHealth di antara kontak serumah.Metode: Penulis menggunakan model PRISMA sebagai metode pencarian artikel jurnal pada database Google Scholar, ProQuest, EBSCO, dan ScienceDirect,  serta sumber lainnya. Hasil: Penulis menemukan sebanyak 533 artikel, dan 21 artikel diantaranya memenuhi kriteria untuk dibahas lebih lanjut. Sebagian besar penelitian berorientasi pada identifikasi kasus, kontrol pengobatan dan pelaporan, dengan desain penelitian descriptive qualitative, mathematical model, cross-sectional, experimental,    retrospective cohort, case study, prospective randomized controlled, exploratory, research and development.  Kesimpulan: Implementasi mHealth sangat efektif diterapkan pada masyarakat yang berisiko tertular TB, dapat mempercepat identifikasi kasus TB, pengobatan dan mengontrol kepatuhan pengobatan. Diperlukan pengembangan aplikasi secara mandiri sehingga mampu mendeteksi dini oleh kelompok risiko.     

Page 1 of 1 | Total Record : 7