cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 4 (2023): November" : 7 Documents clear
Kombinasi Perawatan Payudara dan Teknik Marmet untuk Meningkatkan Produksi ASI Eksklusif Enggar Enggar; Irmawati Irmawati; Anna Veronica Pont
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.78896

Abstract

Latar Belakang:Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alami paling bergizi yang diperlukan pertumbuhan bayi. Keberhasilan ibu menyusui dan pemberian ASI ekslusif selama 0-6 bulan dipengaruhi banyak faktor, diantaranya pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI dan menyusui, perawatan payudara untuk membantu produksi ASI. Melakukan perawatan payudara dan teknik marmet adalah salah satu upaya melancarkan dan memperbanyak produksi ASI. Teknik ini prinsipnya mengosongkan ASI pada sinus lactiferus sehingga menghasilkan hormon prolaktin untuk merangsang alveoli mengeluarkan ASI.Tujuan: Penelitian bertujuan melihat pengaruh kombinasi perawatan payudara dan teknik marmet terhadap produksi ASI eksklusif.Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design yaitu satu kelompok dilakukan observasi sebelum dan sesudah diberi perlakukan kombinasi perawatan payudara teknik marmet. Sampel 30 orang dengan purpossive sampling teknik analisis paired samples T-Test.Hasil: Produksi ASI sebelum diberikan perlakuaan kombinasi perawatan payudara dan teknik marmet dengan volume ASI ±34.67 ml dan sesudah diberikan perlakuan mengalami peningkatan dengan volume produksi ASI ±79.33 ml. Hasil analisis menunjukan p-value=0,000 sehingga secara signifikan ada pengaruh kombinasi perawatan payudara dan tehnik marmet terhadap produksi ASI dimana semua responden mengalami peningkatan volume ASI.Kesimpulan: Ada pengaruh kombinasi perawatan payudara dan teknik marmet terhadap produksi ASI eksklusif.Kata kunci: perawatan payudara; teknik marmet; produksi ASI.
Pengaruh Eccentric Exercise terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional pada Kondisi Achilles Tendinopathy: Tinjauan Kritis Asri Lutfika Hidayati; Farid Rahman
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.83855

Abstract

Latar   Belakang: Achilles tendinopathy (AT) merupakan cidera yang sering terjadi dengan prevalensi kejadian pada atlet diperkirakan sebesar 6,2-9,5% dan pada non atlet sebesar 11,83 tiap 100 pasien per hari. Salah satu latihan yang dapat dilakukan setelah mengalami achilles tendinopathy adalah eccentric exercise atau disebut juga the alfredson protocol.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eccentric exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada kondisi achilles tendinopathyMetode: Metode ini menggunakan desain critical review dengan mengidentifikasi berdasarkan kata kunci, kemudian melakukan review artikel dengan syarat inklusi artikel menggunakan metode Randomized Controlled Trial (RCT) dan dianalisis menggunakan PICO. Terdapat sepuluh artikel yang didapatkan dari basis pencarian data primer seperti pada Biomedic Database (PubMed), Physiotherapy Evidence Database (PEDro), Science Direct, NCBI, Jane Biosemantics, dan Portal Garuda (Garba Rujukan Digital). Appraisal dilakukan dengan merujuk pada hasil PEDro scale. Review ini menggunakan artikel dengan periode waktu dari 2012‒2022.Hasil: Hasil dari tinjauan sepuluh artikel didapatkan bahwa pada kondisi AT terdapat peningkatan kemampuan fungsional berdasarkan Victorian Institute of Sport Assessment Achilles Tendinopathy Questionnaire (VISA-A) setelah diberikan eccentric exercise.Kesimpulan: Eccentric exercise memiliki pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada kondisi achilles tendinopathy
Efektivitas Alat Extraoral Suction Unit pada Layanan Kesehatan Gigi dan Mulut Benidiktus Tulung Prayoga; Agustinus Winarno; Margareta Rinastiti; Dian Permata Sari; Heribertus Dedy Kusuma Yulianto; Julita Hendrartini
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.86573

Abstract

Latar   Belakang: Petugas layanan kesehatan gigi dan mulut rentan terpapar infeksi berbagai penyakit dari pasien. Rongga mulut penuh dengan bakteri. Droplets dan aerosol dari cairan mulut pasien dapat menjadi media penularan penyakit. Extraoral suction unit (EOSU) dibutuhkan untuk membantu mengendalikan sebaran aerosol selama layanan kesehatan gigi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan unjuk kerja extra oral suction unit lokal dengan produk komersial sebagai pembanding.Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berupa alat penyedot aerosol hasil rancangan tim peneliti Universitas Gadjah Mada Merk D yang dibandingkan dengan dua produk komersial dari luar negeri Merk A dan B, satu alat produk dalam negeri Merk C. EOSU diuji di klinik gigi dengan prosedur serupa layanan sesungguhnya. Pengujian yang dilakukan adalah mengukur kapasitas hisap, tingkat kebisingan, sebaran aerosol dan angka kuman.Hasil: Extraoral suction unit produk buatan luar negeri (Merk A) menunjukkan unjuk kerja yang paling baik karena sebaran aerosol di sekitar lokasi kerja paling sedikit. Produk Merk D mempunyai unjuk kerja di bawah produk Merk A namun masih lebih baik dibanding produk buatan luar negeri lainnya (Merk B) dan produk dalam negeri lain (Merk C)Kesimpulan: Extraoral suction unit lokal mempunyai kapasitas serupa dengan produk komersial dan menjanjikan untuk diproduksi massal.
Monitoring Kesehatan Remaja Berbasis Elektronik Rosita, Riska; Sari, Fitriana Yuni Permana; Suryadi, Agung; Pribadie, Laras Setya; Demir, Emine; Stone, Selina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.88804

Abstract

Latar   Belakang: Kesehatan remaja merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Permasalahan kesehatan remaja seperti anemia, kurang energi kronis (KEK), obesitas, dan tingginya angka pernikahan dini telah berkontribusi pada kejadian stunting dan memicu penyakit degeneratif. Oleh karena itu, perlu adanya sistem monitoring kesehatan remaja melalui aplikasi website untuk menekan angka kesakitan remaja dan mengurangi resiko melahirkan anak stuntingTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media monitoring kesehatan remaja berbasis elektronik agar mampu menyajikan informasi yang lengkap, akurat, dan tepat waktuMetode: Desain penelitian yang digunakan adalah kualitaif dengan pendekatan Rapid Application Development (RAD) yang terdiri atas perencanaan, workshop desain, dan implementasi. Populasi penelitian ini adalah kader kesehatan di Posyandu Remaja Sondakan, sedangkan sampel yang digunakan adalah total populasi yaitu sejumlah 5 orang.Hasil: Aplikasi posyandu remaja dapat digunakan untuk memantau BMI, LILA dan hasil pemeriksaan darah.Laporan data dapat disajikan dalam bentuk grafik dan dicetak. Tingkat kelayakan berdasarkan PIECES diperoleh skor 89,8%.Kesimpulan: Pemeriksaan kesehatan remaja dapat dilakukan dengan mudah melalui grafik sebagai pemantauan hasil pemeriksaan. Pada sistem analisis menunjukan 89,9% telah layak digunakan dalam mendeteksi kondisi remaja yang tidak normal, sehingga bidan dapat segera memberikan pendidikan kesehatan, pengobatan, atau terapi.  Bagi peneliti selanjutnya bisa mengembangkan sistem monitoring kesehatan remaja berbasis android.
Pemetaan Spasial Malaria dan Faktor Risiko di Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat Mbiliyora, Agustina; Satoto, Tri Baskoro Tunggul; Murhandarwati, Elsa Herdiana
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.88985

Abstract

Latar Belakang: Malaria adalah penyakit tular vektor yang masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Kecamatan Lamboya Sumba Barat. Analisis spasial diperlukan untuk mengetahui sebaran kasus malaria, penentuan wilayah receptive dan vulnerable.Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola sebaran kasus malaria, tipe habitat jentik, pemetaan wilayah receptive dan vulnerable dan pengaruh faktor risiko di Kecamatan LamboyaMetode: Penelitian ini menggunakan rancangan unmatched case control. Besar sampel masing-masing 36 kontrol responden positif dan negatif malaria Januari 2023. Data diperoleh melalui e-SISMAL (Elektronik Sistem Informasi Surveilans Malaria) Puskesmas Kabukarudi dan Klinik Malaria. Analisis data meliputi analisis spasial dengan QGIS, univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Wilayah receptive ditentukan berdasarkan temuan kasus malaria dan habitiat positif jentik, vulnerable wilayah tanpa kasus namun berbatasan langsung dengan wilayah receptiveHasil: Sebaran malaria berpola random dekat habitat nyamuk radius 500m ada 25 kasus dan radius 1000m ada 6 kasus. Habitat positif jentik pada sawah, mata air, muara, sungai, genangan dan kubangan. Lima wilayah receptive pada Patiala Bawa, Palamoko, Lamboya Bawa, Ringurara dan Watukarere. Tiga wilayah vulnerable Wailibo, Kabukarudi dan Rajaka. Hasil identifikasi nyamuk ditemukan An.Vagus, An.Limosus, An.Subpictus, An. Indefinitus dan An.Annularis.Kesimpulan: Pola sebaran malaria menyebar mendekati habitat nyamuk. Ditemukannya nyamuk potensial vektor malaria dan habitat positif jentik menunjukkan bahwa di Kecamatan Lamboya berpotensi tinggi terjadinya penularan malaria.
Pengaturan Pengaktifan Kembali Rekam Medis Elektronik pada Rumah Sakit X Kota Denpasar Putu Ayu Sri Murcittowati; Made Karma Maha Wirajaya; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Kartika; Putu Ika Farmani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.89228

Abstract

LatarBelakang: Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik (RME) pada fasilitas pelayanan kesehatan terdapat ketimpangan dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis (RM). Salah satunya adalah ketimpangan adalah perbaikan atau penambahan catatan RM yang berujung pada pengaktifan kembali RME lebih dari 2x24 jam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan dan hak akses pengaktifan kembali RME.Metode:  Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode postpositivistik. Sampel penelitian dari Instalasi RM periode April 2023 berjumlah 43 RM yang telah mengalami perbaikan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara serta teknik triangulasi berupa studi dokumentasi dan observasi.Hasil: Proses pengaktifan kembali meliputi memperbaiki SOAP dan asesmen, penambahan diagnosis dan melengkapi resume. Dua orang diberikan akses untuk memastikan kelengkapan pengisian RME sesuai peraturan direktur. Kesalahan atau ketidaklengkapan dalam diagnosis dan tindakan, mengakibatkan pemberian kode penyakit dan tindakan tidak tepat sehingga hasil pengumpulan data dan pelaporan tidak akurat.Kesimpulan: Pengaturan pengaktifan kembali dan hak akses RME di RS X Kota Denpasar tidak sesuai Standar Prosedur Operasional dan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang RM karena pengaktifan kembali melebihi 2 x 24 jam setelah pasien selesai dirawat. Evaluasi kebijakan dengan pelatihan, sosialisasi, kontrol akses serta pelaporan pelaksanaan RME dilakukan untuk menjaga kerahasiaan serta integritas data pasien.
Revitalisasi Desain Ruang Unit Kerja Rekam Medis Berdasarkan Aspek Ergonomi di Rumah Sakit Umum X Jember Dony Setiawan Hendyca Putra; Gandis Winur Cahyani; Maya Weka Santi; Efri Tri Ardianto
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.89775

Abstract

Latar   Belakang: Ruang Unit Kerja Rekam Medis  (UKRM) tidak hanya menyimpan dokumen penting akan tetapi sebagai pendukung  dalam proses pelayanan kesehatan. Ruang UKRM di (Rumah Sakit Umum (RSU) X Jember belum memenuhi aspek ergonomi baik secara fisik dan lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya perbaharuan desain ruang yang dapat mendukung kinerja petugas rekam medis sesuai ergonomi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk revitalisasi desain secara ergonomi ruang kerja unit rekam medis di RSU X Jember.Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk analisis kebutuhan pembuatan desain ruang unit kerja rekam medis sesuai ergonomi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan brainstorming.  Desain UKRM menggunakan aplikasi SketchUp Pro 2023.Hasil: Ruang UKRM di RSU X Jember terdiri dari 3 ruangan dengan keadaan tepisah yakni ruang pendaftran, ruang kerja RM dan filing. Desain  ruang UKRM baru diubah menjadi 4 ruangan yaitu pendaftaran berukuran 12m x 11m, ruang kerja petugas rekam medis berukuran 9,45m x 6,5m, filing berukuran 17,65m x 6,5m dan toilet berukuran 3,25m x 6,5m. Penyesuaian prasarana sesuai antropometri petugas dengan penambahan 11 rak penyimpanan, 2 meja dan 2 kursi, sedangkan lingkungan fisik perlu perencanaan penambahan atau pemeliharaan lampu dan ventilasi.Kesimpulan: Perubahan desain UKRM dengan memindahkan dan memperluas serta penyesuaian prasarana dan lingkungan fisik sesuai standar dan aspek ergonomi agar meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pelayanan medis.

Page 1 of 1 | Total Record : 7