cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2024): February" : 7 Documents clear
Penilian Risiko Paparan Debu Silika Terhadap Pekerja di Industri Pengolahan Bijih Mineral Putro, Edi Karyono; Kusnadi, Saskia Nur Fadhilah; Susanto, Arif; Zannah, Miftahul; Mahalisa, Rizky; Manuel, Anthony Andorful
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.87667

Abstract

Latar   Belakang: Proses industri bijih mineral menghasilkan debu silika yang berbahaya bagi kesehatan pekerja. Komposisinya bersifat karsinogenik dan dapat melebihi Nilai Ambang Batas (NAB).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko paparan debu silika terhadap tiga jenis sistem rotasi kerja di industri pengolahan bijih mineral. Metode: Metode yang digunakan adalah metodologi kuantitatif Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan menghitung nilai Excess Cancer Risk (ECR) sesuai dengan kondisi jalur paparan, agen risiko, serta sistem rotasi kerja. Analisis dilakukan pada paparan debu silika tahun 2020 dan 2021. Pengambilan sampel debu silika dilakukan dengan pengukuran yang ditetapkan oleh OSHA-ID142.Hasil: Konsentrasi debu silika pada proses industri bijih mineral melebihi NAB. Pada tahun 2020,paparan debu silika berkisar antara 0.41-2.99 μg/m3, tetapi menurun pada 2021 menjadi 0.05-1.16 μg/m3. Baik pada tahun 2020 maupun 2021, perhitungan ECR berada dalam rentang aman yang ditetapkan oleh United States of Environmental Protection Agency (US EPA). Hasil perhitungan ECR di bawah 10-4 untuk ketiga sistem rotasi kerja di semua lokasi pengukuran.Kesimpulan: Konsentrasi debu silika di atas NAB tetapi evaluasi ARKL menunjukkan adanya risiko karsinogenik terhadap tiga jenis rotasi kerja yang berada di bawah batas aman, sehingga hal ini tidak membahayakan pekerja. Industri bijih mineral perlu terus meningkatkan pengendalian debu untuk mengurangi konsentrasi debu silika di bawah NAB.
High Intensity Interval Training (HIIT) dalam Meningkatkan Daya Tahan dan Mencegah Cedera pada Pemain Bulu Tangkis Setiawan, Cahyo; Jannah, Suci Muqodimatul; Kurniawan, Muhammad Dwi; Nurhayati, Shahad Erma
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.88362

Abstract

Latar Belakang: High-Intensity Interval Training (HIIT) merupakan latihan terbaik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah cedera. Latihan tersebut adalah latihan kardiovaskular yang menggabungkan latihan intensitas tinggi dalam dosis tertentu. Selain melakukan gerakan raket yang kompleks, pemain bulutangkis membutuhkan koordinasi motorik yang tinggi, stamina kardiovaskular, kelincahan, kekuatan, kecepatan dan ketepatan. Pemain bulutangkis juga rentan mengalami cedera.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian High-Intensity Interval Training untuk meningkatkan daya tahan dan mencegah cedera pada pemain bulutangkis.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain one group study. Terdapat 15 pemain bulutangkis berusia antara 18 hingga 25 tahun yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Paired t-test dilakukan untuk mengevaluasi efek pelatihan dan dianalisis menggunakan SPSS.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan (p<0,05) dalam daya tahan atletik setelah HIIT dengan peningkatan 2,8% dalam kinerja ketahanan mereka. Ada juga efek yang signifikan (p<0,005) dalam pencegahan risiko cedera dengan rata-rata sebesar 1,1%.Kesimpulan: Program Latihan HIIT dapat memberikan efek yang signifikan dalam meningkatkan komponen fisik, terutama daya tahan, dan mencegah cedera.
Penerapan Healthcare Failure Mode and Effect Analysis (HFMEA) pada Implementasi Rekam Medis Elektronik Yudianti, Ellya -; Arini, Merita -
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.88541

Abstract

Latar Belakang: Rekam Medis Elektronik (RME) terbukti meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Namun, penerapannya belum mencapai target yang diharapkan, berisiko terhadap kepuasan dan keselamatan pasien, bahkan terancam gagal. Rumah sakit harus mengelola berbagai risiko pada penerapan RME untuk mencapai tujuannya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko-risiko penerapan RME, serta menyusun strategi pengendaliannya.        Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif dan menerapkan Healthcare Failure Mode and Effect Analysis di sebuah rumah sakit swasta, melalui Consensus Decision-Making Group.Hasil: Penelitian ini mengidentifikasi 51 risiko penerapan RME, dengan 49 di antaranya yang diproses dan dikelompokkan menjadi 5 tema, yaitu kebijakan penggunaan RME, subjek RME, kualitas sistem RME, infrastruktur, dan komunikasi. Penilaian risiko bervariasi dari risiko rendah sampai sangat tinggi. Perhatian petugas masih berfokus pada kelengkapan data dan sistem yang berjalan, tetapi keamanan data belum menjadi perhatian. Penelitian ini merumuskan 16 rencana pengendalian risiko dengan 3 prioritas yang direkomendasikan, yaitu menyusun kebijakan dan pedoman implementasi RME, pelatihan secara hands-on kepada dokter, dan pembaruan sistem RME berkala serta menyusun co-creation tentang penambahan fitur sistem RME.                   Kesimpulan: Penerapan RME tidak terlepas dari risiko kegagalan. HFMEA mampu memotret hal ini dengan menggali potensi kesalahan. Diperlukan uji coba implementasi rekomendasi strategi perbaikan untuk mencegah kegagalan. 
Efektivitas Program Latihan Aerobik pada Penurunan Nyeri Dismenore Primer: Meta-analysis Fadli, Arif; Rustanti, Marti; Windiastoni, Yoga Handita
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.92667

Abstract

Latar Belakang: Wanita dengan Dismenore Primer (DP) dapat merasakan nyeri hebat akibat hiperkontraktilitas saat menstruasi, hipoksia, dan iskemia otot rahim. Wanita dengan DP akan mengalami hambatan aktivitas belajar dan keseharian. Obat analgetik efektif menurunkan nyeri dismenore primer dengan efek samping mual dan muntah. Program latihan aerobik bisa menjadi solusi pengobatan nyeri  DP tanpa efek samping.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program latihan aerobik untuk pengurangan nyeri akibat dismenore primer.Metode: Systematic review dan meta-analisis artikel publikasi tahun 2013 s/d 2023 pada desain Randomized Control Trial di databased PubMed, Google Scholar, OVID, ResearchGate, ScienceDirect. Program Revman 5.3 digunakan dalam analisis data dengan ukuran efek terapi pada penurunan nyeri DP.Hasil: Lima artikel dengan 312 wanita DP dimasukan sintesis meta-analisis. Hasilnya menunjukan bahwa latihan aerobik efektif menurunkaan nyeri akibat dismenore primer dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa intervensi dengan ukuran efek terapi adalah besar (d= -2,03; CI= -3,37 – 0,69; P <0,00001).Kesimpulan: Program latihan aerobik efektif menurunkan nyeri akibat dismenore primer. Latihan aerobik dapat menurunkan nyeri melalui peningkatan sirkulasi darah sistemik yang disertai penurunan sensitifitas gerak akibat dismenore primer.
Analisis Tantangan Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Kota Padang Siswati, Sri; Ernawati, Tuty; Khairunnisa, Muthia
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.92719

Abstract

Latar   Belakang: Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang wajib melaksanakan Rekam Medis Elektronik (RME) paling lambat 31 Desember 2023 melalui Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Namun, faktor kesiapan sumber daya manusia menjadi tantangan dalam implementasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dan hambatan yang mempengaruhi kesiapan tenaga kesehatan dalam menerapkan RME di Puskesmas.Metode: Penelitian ini menggunakan mixed-method dengan model sequantial explanatory dilakukan pada Mei sampai Oktober 2023 di 23 Puskesmas Kota Padang. Pengambilan data kuantitatif dengan crosssectional dilakukan pada 69 sampel, yaitu dokter, perekam medis, dan perawat, sedangkan kualitatif dilakukan terhadap 46 informan, yaitu 23 kepala puskesmas dan 23 perekam medis dengan cara purposive sampling. Hasil: Tenaga Kesehatan yang siap menerapkan RME hanya 33 orang (47,8%). Faktor Tingkatpendidikan, pengalaman kerja, pengetahuan, dan persepsi berpengaruh signifikan terhadap kesiapan tenaga kesehatan melaksanakan RME. Temuan wawancara mendalam diketahui penyebab belum siap tenaga kesehatan dalam melaksanakan RME adalah kurangnya pengetahuan tentang RME karena pelatihan RME tidak diberikan ke seluruh tenaga kesehatan selain itu keterampilan penggunaan komputer menjadi hambatan utama. Kesimpulan: Tidak semua tenaga kesehatan siap menerapkan RME karena pelatihan hanya oleh perekam medis sehingga perlu pelatihan serta pendampingan dari dinas kesehatan guna memantau keberhasilan implementasi
Early Warning System pada Henti Jantung Berbasis Smartphone Purbianto, Purbianto; Agustanti, Dwi; Nasihin, Nasihin
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.92777

Abstract

Latar Belakang: Kasus henti jantung di Amerika Serikat lebih dari 350.000/tahun dan kurang dari 10% yang bertahan hidup, di United Kingdom lebih dari 30.000/tahun di luar rumah sakit hanya 1 orang selamat dari 10 orang yang terserang. Prognosis henti jantung adalah kematian otak dan kematian permanen yang terjadi dalam 8-10 menit. Kondisi ini dapat dicegah dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan defibrilasi yang diberikan antara 5-7 menit dapat memberikan peluang hidup 30% - 45%. Diperlukan metode yang digunakan untuk menyelamatkan dengan segera untuk mencari bantuan dan melakukan cara penanganan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe sensor denyut nadi.Metode: Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Besar sampel 35 responden dengan 4 kali pengulangan. Analisis data dengan uji sensitivitas, spesifitas dan uji beda dua mean dependent.Hasil: Sensitivitas prototipe 98,53% menyatakan frekuensi nadi normal pada orang yang normal. Spesifitas prototipe 50%, bermakna prototipe menyatakan denyut nadi tidak normal pada orang yang tidak normal.Kesimpulan: Prototipe sensor denyut nadi  dapat mengukur frekuensi denyut nadi hampir mendekati sama dengan alat standar yang digunakan.
Evaluasi Pemanfaatan PACS dan RIS Rumah Sakit Provinsi Yogyakarta, Indonesia Icanervilia, Ajeng Viska; Choridah, Lina; Pribadi, Amri Wicaksono; Rahman, Afif; Gusti, Abdi Marang; Huwaida, Azizah; Kusumasari, Dyan Pramandita Windu; Kusumawardani, Aurisa Winda; Frinces, Freshilla Sonia; Setyawan, Nurhuda Hendra
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.92887

Abstract

Latar   Belakang:    Permintaan pemeriksaan radiologi di kalangan profesional kesehatan terus meningkat. Meskipun Picture Archiving and Communication System (PACS) dan Radiology Information System (RIS) telah diterapkan di RSUP Dr. Sardjito selama dua tahun, tetapi sistem tersebut masih kurang dimanfaatkan. Sistem tersebut sangat penting diterapkan untuk interpretasi yang akurat dan distribusi hasil pencitraan yang tepat waktu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan PACS dan RIS oleh tenaga medis di RSUP Dr. Sardjito.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Responden dipilih berdasarkan metode purposive-maximum variety sampling. Metode wawancara menggunakan rekaman audio dan transkrip secara verbatim yang dianalisis secara tematik.Hasil: Penelitian ini menghasilkan 3 tema, yaitu: a) Manfaat PACS  dan RIS; b) Feedback terhadap PACS   dan  RIS; c) Pelatihan meningkatkan pemahaman & pemanfaatan PACS   dan RIS. PACS dan RIS dapat mempersingkat waktu pelayanan kesehatan dan membantu staf medis bekerja secara efisien. Selain itu, sosialisasi dan pelatihan PACS dan RIS juga membawa dampak positif dalam implementasinya, meskipun beberapa responden masih mengandalkan hard film karena keterbatasan akses komputer.Kesimpulan: Penerapan PACS dan RIS meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Optimalisasi pemanfaatan sistem PACS dan RIS memerlukan lebih banyak komputer di rumah sakit, pembaruan fitur di telepon seluler, dan pelatihan bagi pengguna

Page 1 of 1 | Total Record : 7