cover
Contact Name
Risa Suryana
Contact Email
rsuryana@uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijap@uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS
ISSN : 20890133     EISSN : 24776416     DOI : -
Core Subject : Science,
Indonesia Journal of Apllied Physics provides rapid publication of short reports and important research in all fields of physics. Indonesia Journal of Apllied Physics publishes articles that are of significance in their respective fields whilst also contributing to the disclipline of physics as a whole. Articles should be submitted to the Editorial Office of Indonesia Journal of Apllied Physics through this site. Further information on submission is also available at this site
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2020): October" : 5 Documents clear
Konfigurasi Cekungan Barito Kalimantan Selatan Berdasarkan Analisis Data Gayaberat Eddy Mirnanda
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 10, No 2 (2020): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v10i2.27076

Abstract

Cekungan Barito agak lonjong dengan poros utama berarah Timurlaut - Baratdaya. Penampang cekungan tidak simetris, sayap bagian timur terjal sedang sayap barat relatip datar. Tepat di bagian poros utama cekungan dengan nilai anomali sekitar -25 mGal, batuan dasar Granit sebagai batuan dasar berumur pra-Tersier mencapai kedalaman kurang lebih 11 km di bawah permukaan. Di bagian cekungan ini, diisi batuan sedimen Tersier Tua setebal 5 km dan sedimen Tersier Muda diatasnya setebal 6 km. Ke arah timur sedimen Tersier Muda makin menipis dan diakhiri oleh kemunculan sedimen Tersier Tua akibat seretan intrusi batuan beku. Ke arah barat, nilai anomali gayaberat Bouguer naik secara perlahan mencapai +40 mGal, kemungkinan batuan dasar Granit makin mendekati permukaan sekitar 6 sampai 7 km, diatasnya ditindih oleh sedimen Tersier Tua dengan tebal 5 km yang tertutup oleh sedimen Tersier Muda setebal 1 sampai 2 km.Berdasarkan analisis model rapat massa bawah permukaan diperoleh bahwa sedimen berumur Tersier dan pra-Tersier dengan rapatmassa masing-masing 2,20 gr/cm3 dan 2,40 gr/cm3 merupakan lapisan paling atas, kemudian disusul oleh batuan dengan rapatmassa 2,68 gr/cm3 sebagai cerminan batuan dasar Granitik dan 3,10 gr/cm3 mewakili Mantel Atas. Selain itu batuan Ultrabasa yang tersingkap di bagian pegunungan Meratus yang memiliki rapatmassa 2,90 gr/cm3 yang menumpang di atas batuan Granitik dan diterobos oleh batuan intrusi Granit dengan rapatmassa 2,72 gr/cm3.
Two Dimensional Modeling of Basaltic Rocks Intrusion Based on The Local Magnetic Anomalies Data in Jatilawang District Banyumas Regency Sehah Sehah; Sukmaji Anom Raharjo; Urip Nurwijayanto Prabowo
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 10, No 2 (2020): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v10i2.41885

Abstract

Two dimensional modeling to basaltic rocks intrusion in Pekuncen and Karanglewas Villages Jatilawang District, Banyumas Regency, Central Java based on the local magnetic anomalies data has been carried out in March – June 2020. The amount of magnetic data obtained from the acquisition in the field was 239 data stretching in position of 109.107222° – 109.134944°E and 7.561361° – 7.577306°S, with the local magnetic anomalies values ranging of -2,961.11 – 1,516.31 nT. To model anomalous sources in the subsurface in two dimensions, then the local magnetic anomalies data is transformed into pseudogravity anomalies data, so that anomalous value can be obtained as -27.815 – 41.087 mGal. Based on the pseudogravity anomalous map, the basaltic rock intrusion is interpreted to be located in the eastern part of the research area, so modeling of anomalous sources is conducted in this area. The results of 2D-modeling to local magnetic anomalies data indicate the presence of anomalous object interpreted as basaltic rock intrusion with magnetic susceptibility contrast value of 0.0223 cgs, located at depth of 52.61 – 505.97 m and a lateral length of 1777.94 m. This rock intrudes sediment rock from the Halang Formation and is connected to other basaltic rock near the surface with magnetic susceptibility contrast value of 0.0165 cgs, located at depth of 1.94 – 80.90 m and lateral length of 751.83 m. The results of lithological interpretation are in accordance with the geological information of the research area.
Identifikasi Batuan Pondasi Candi (Andesit) di Bawah Permukaan Sekitar Candi Badut dengan Metode Geolistrik Resistivitas Ahmad Luthfin; Husni Cahyadi K; Jufri Jufri
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 10, No 2 (2020): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v10i2.41384

Abstract

Situs Candi Badut diprediksi memiliki pondasi yang melebar persegi empat untuk menopang bangunan inti candi agar tidak ambles. Situs Candi Badut berdasarkan bentuk fisik bagian atas, susunannya kurang lengkap, sehingga dimungkinkan masih terdapat sisa–sisa batuan yang memenuhi fungsi utuh dari candi tersebut masih terkubur. Berdasarkan asumsi tersebut maka kegiatan penelitian kali bertujuan untuk mengindentifikasi batuan pondasi Candi Badut dan batuan andesit yang terkubur disekitar bangunan candi. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas, metode ini sering digunakan untuk melakukan investigasi bawah permukaan bumi, karena metode geolistrik resistivitas dapat menentukan jenis dan struktur batuan tanpa harus menggali, hanya berdasarkan sebaran resisitivitas dibawah permukaan. Alat yang digunakan adalah Resisvitimeter OYYO MC OHM lengkap beserta elektrodanya. Konfigurasi untuk susunan elektrodanya menggunakan konfigurasi wenner karena konfigurasi tersebut dianggap mampu memperoleh data yang lebih teliti dibandingkan dengan konfigurasi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian pada keseluruhan interpolasi lintasan 1,2,3 dan 4 dengan metode geolistrik resistivitas menggunakan konfigurasi wenner dapat diketahui bahwa batuan pondasi candi (andesit) berada pada kedalaman 0,5-1,5 m,yang merupakan batuan dengan nilai resistivitas terbesar dibandingkan batuan yang lainnya dengan nilai resistivitas batuan kisaran antara 33,87 Ωm-66,8 Ωm, sedangkan pada kedalaman 1,51m-7,91m terdiri dari tanah lanau basah lembek dan tanah lanau, pasiran, tidak ditemukan batuan candi (andesit) yang terkubur didalam tanah.
Pengaruh Doping Nikel dan Suhu Sinter pada Pembuatan Kawat Superkonduktor Magnesium Diborida Satrio Herbirowo; M Nur Hanafi; Agung Imaduddin; Edy Priyanto Utomo; Hendrik Hendrik; Aditya Trenggono; Erlina Yustanti
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 10, No 2 (2020): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v10i2.34984

Abstract

Peningkatan sifat superkonduktor MgB2 melalui penambahan doping telah banyak dilakukan. Meskipun begitu, pembuatan kawat superkonduktor MgB2  belum secara optimal dihasilkan akibat porositas yang terbentuk dari struktur lapis MgB2. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek penambahan doping nikel terhadap nilai kristalinitas dan kepadatan serta temperatur optimum dalam sintesis kawat superkonduktor berbasis MgB2. Variabel proses pada sampel yang digunakan yaitu variasi persen berat doping Nikel dan temperatur sintering. Karakterisasi   yang   digunakan   meliputi   Xray   Diffraction   (XRD),   Scanning   Electron Micoscope-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS), dan Cryogenic Magnet. Pembuatannya menggunakan proses metalurgi serbuk dengan metode powder in tube secara in-situ dan manufaktur pengerolan kawat. Pengerolan dilakukan reduksi ukuran diameter 6 mm menjadi 4 mm, serta panjang awalnya 10 cm menjadi ±26 cm. Dari hasil XRD menunjukkan bahwa sampel dengan doping nikel menghasilkan fasa primer MgB2  dan fasa sekunder MgNi2.5B2  serta beberapa pengotor (MgO dan Mg) dengan ukuran kristalit lebih meningkat dibandingkan MgB2 tanpa doping. Dari gambar SEM, sampel tampak menunjukkan penurunan jumlah porositasnya. Sampel yang disinter 750°C merupakan temperatur optimal dalam  mensintesis superkonduktor MgB2   yang  didoping nikel  karena  memiliki  Tc  onset tertinggi sebesar 42,53 K dan porositas terendah pada pendopingan nikel sebesar 20 persen berat yaitu sebesar 13,5% porositas.
Effects of Various Semiconducting Oxides as Photoanode and Counter Electrode for Dye Sensitized Solar Cell Application - A Review fatiatun fatiatun; Suryani Abu Bakar; Putut Marwoto; Kusnanto Mukti Wibowo; Muqoyyanah Muqoyyanah; Firdaus Firdaus
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 10, No 2 (2020): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v10i2.35195

Abstract

Dye sensitized solar cells (DSSCs) merupakan teknologi alternatif fotovoltaik yang menguntungkan. DSSCs menunjukkan harga yang murah, efisiensi yang tinggi dan proses pembuatan yang sederhana. Dalam aplikasi DSSCs, fotoanoda memiliki peranan yang penting untuk mengumpulkan elektron-elektron yang tereksitasi dan dye berfungsi untuk menyalurkan cahaya elektron-elektron ke transparent conducting film (TCF). Fotoanoda mempunyai band gap yang lebar pada semikonduktor logam oksida (contoh: zinc oxide (ZnO) dan titanium dioxide (TiO2)) yang dilapiskan pada TCF. Counter electrode (CE) adalah salah satu komponen yang penting dalam proses kerja DSSCs. CE digunakan sebagai mediator untuk membangkitkan sensitizer setelah masuknya elektron. Bahan CE yang ideal harus mempunyai resistansi yang rendah, biaya produksi yang murah, konduktivitas listrik yang tinggi, aktivitas elektrokatalitik yang bagus dan stabilitas yang tinggi. Bahan-bahan CE yang umum digunakan untuk aplikasi DSSCs yaitu seperti platina (Pt), karbon, carbon nanotubes (CNTs), grafin dan polimer konduktif. Review ini dikembangkan untuk mempelajari sifat-sifat bahan fotoanoda dan CE yang bagus untuk aplikasi DSSCs. Review ini juga digunakan untuk memberikan informasi untuk perkembangan bahan-bahan fotoanoda dan CE pada penelitian selanjutnya dalam aplikasi DSSCs. Dalam review ini, pengaruh bahan-bahan yang digunakan untuk fotoanoda dan CE dalam aplikasi DSSCs didiskusikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2024): April Vol 13, No 2 (2023): IJAP Volume 13 ISSUE 02 YEAR 2023 Vol 13, No 1 (2023): IJAP Volume 13 ISSUE 01 YEAR 2023 Vol 13, No 2 (2023): October Vol 13, No 1 (2023): April Vol 12, No 2 (2022): IJAP Volume 12 ISSUE 02 YEAR 2022 Vol 12, No 1 (2022): IJAP Volume 12 ISSUE 01 YEAR 2022 Vol 12, No 2 (2022): October Vol 12, No 1 (2022): April Vol 11, No 2 (2021): IJAP Volume 11 ISSUE 02 YEAR 2021 Vol 11, No 1 (2021): IJAP Volume 11 ISSUE 01 YEAR 2021 Vol 11, No 2 (2021): October Vol 11, No 1 (2021): April Vol 10, No 01 (2020): IJAP Volume 10 ISSUE 01 YEAR 2020 Vol 10, No 2 (2020): IJAP Volume 10 ISSUE 02 YEAR 2020 Vol 10, No 01 (2020): April Vol 10, No 2 (2020): October Vol 9, No 02 (2019): IJAP Volume 9 ISSUE 02 YEAR 2019 Vol 9, No 01 (2019) : IJAP Volume 9 ISSUE 01 YEAR 2019 Vol 9, No 02 (2019): October Vol 9, No 01 (2019): April Vol 8, No 02 (2018) : IJAP Volume 8 ISSUE 02 YEAR 2018 Vol 8, No 1 (2018) : IJAP Volume 8 ISSUE 01 YEAR 2018 Vol 8, No 2 (2018): October Vol 8, No 1 (2018): April Vol 7, No 2 (2017): IJAP Volume 07 ISSUE 02 YEAR 2017 Vol 7, No 1 (2017): IJAP Volume 07 ISSUE 01 YEAR 2017 Vol 7, No 2 (2017): October Vol 7, No 1 (2017): April Vol 6, No 02 (2016): IJAP Volume 06 Issue 02 Year 2016 Vol 6, No 01 (2016): IJAP VOLUME 06 ISSUE 01 YEAR 2016 Vol 6, No 02 (2016): October Vol 6, No 01 (2016): April Vol 5, No 02 (2015): IJAP Volume 05 Issue 02 Year 2015 Vol 5, No 01 (2015): IJAP Volume 05 Issue 01 Year 2015 Vol 5, No 02 (2015): October Vol 5, No 01 (2015): April Vol 4, No 02 (2014): IJAP Volume 04 Issue 02 Year 2014 Vol 4, No 01 (2014): IJAP Volume 04 Issue 01 Year 2014 Vol 4, No 02 (2014): October Vol 4, No 01 (2014): April Vol 3, No 02 (2013): IJAP VOLUME 03 ISSUE 02 YEAR 2013 Vol 3, No 01 (2013): IJAP VOLUME 03 ISSUE 01 YEAR 2013 Vol 3, No 02 (2013): October Vol 3, No 01 (2013): April Vol 2, No 02 (2012): IJAP VOLUME 02 ISSUE 02 YEAR 2012 Vol 2, No 02 (2012): October More Issue