cover
Contact Name
Mohamad Maulana
Contact Email
maulana@litbang.pertanian.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
red-ip@litbang.pertanian.go.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Informatika Pertanian
ISSN : 08521743     EISSN : 25409875     DOI : -
Informatika Pertanian terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, terbit sejak tahun 1991. Jurnal Informatika Pertanian telah terakreditasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dengan nomor Akreditasi No. 21/E/KPT/2018, Tanggal 9 Juli 2018. Jurnal Informatika Pertanian telah memiliki ISSN: 0852-1743, e-ISSN: 2540-9875. Jurnal Informatika Pertanian dikelola oleh Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang beralamat Jl. Ragunan No. 29 Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia 12540
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012" : 6 Documents clear
STABILITAS HASIL DAN ADAPTABILITAS GENOTIPE JAGUNG HIBRIDA TOLERAN KEKERINGAN MENGGUNAKAN METODE ADDITIVE MAIN EFFECT MULTIPLICATIVE INTERACTION (AMMI) Djufry, Fadjry; Lestari, Martina S.
Informatika Pertanian Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.673 KB) | DOI: 10.21082/ip.v21n2.2012.p89-94

Abstract

INDONESIA Provinsi Papua memiliki potensi lahan pertanian cukup luas yang tersebar di 20 kabupaten. Sentra pengembangan pertanian khususnya komoditi jagung banyak dibudidayakan di lahan dataran rendah beriklim kering di kabupaten Keerom, Jayapura dan Merauke. Komoditi jagung hibrida banyak diusahakan pada agroekosistem yang beragam sehingga diperlukan varietas yang dapat beradaptasi luas pada berbagai lingkungan. Penelitian bertujuan untuk menilai stabilitas hasil dan adaptabilitas 9 galur harapan jagung hibrida dan 3 varietas pembanding di 3 lokasi di Papua. Penelitian dilaksanakan mulai April - September 2010 di 3 sentra produksi jagung yaitu Kabupaten Jayapura (Nimbokrang), Kabupaten Keerom (Arso) dan Kota Jayapura (Koya Barat). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok disetiap lokasi percobaan dengan 12 perlakuan, dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Selanjutnya dianalisis menggunakanadditive main effects and multiplicative interaction (AMMI) untuk mengetahui stabilitas hasil dan adaptabilitas setiap galur. Bahan penelitian terdiri atas 9 galur harapan jagung hibrida yaitu G1001, G1002, G1003, G1004, G1005, G1006, G1007, G1008, G1009, dan 3 varietas pembanding yaitu Makmur 4, AS1, dan Bima 4. Setiap galur ditanam pada petak berukuran 3,75 m x 4 m, dengan jarak tanam 75 cm x 45 cm dan 1 tanaman perumpun. Stabilitas dan adaptabilitas galur-galur yang diuji dihitung dengan metode analisis AMMI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kisaran hasil 9 galur yang diuji adalah 4.00 – 7.44 t/ha dengan rataan 5.86 t/ha. Hasil tertinggi dimiliki galur G1006 (7.44 t/ha). Hasil analisis gabungan memperlihatkan bahwa, lokasi, galur dan interaksinya sangat nyata untuk hasil biji. Penggunaan model AMMI menunjukan bahwa Galur G1002, G1003, G1008 dan Galur G1009 teridentifikasi sebagai galur stabil pada tiga lokasi uji (beradaptasi luas). Galur G1006 beradaptasi spesifik untuk lokasi Arso, G1005 spesifik untuk lokasi Nimbokrang dan galur G1007 untuk spesifik lokasi Koya Barat, dan Galur G1009 berpeluang diusulkan sebagai varietas unggul jagung hibrida berdaya hasil tinggi.INGGRIS 
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI UBIKAYU PADA SENTRA AGROINDUSTRI TAPIOKA DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Jannah, Eka Miftahul
Informatika Pertanian Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.312 KB) | DOI: 10.21082/ip.v21n2.2012.p95-105

Abstract

INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) analisis usahatani dan faktor-faktor yang tingkat keuntungan usahatani ubikayu; (2) gambaran tentang tingkat distribusi pendapatan rumah tangga petani ubikayu; (3) keadaan tingkat kemiskinan rumah tangga petani ubikayu; dan Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Lampung Tengah merupakan sentra produksi ubikayu di Lampung, memiliki 33 agroindustri tepung tapioka dari total 65 agroindustri di Propinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan di Indra Putra Subing dan Poncowati dengan menggunakan metode survai. Sejumlah 65 responden dikelompokkan berdasarkan luas penguasaan lahan dengan metode Stratified Random Sampling. Penelitian dianalisis menggunakan Gini Ratio dan Kurva Lorenz untuk mengukur tingkat distribusi pendapatan rumah tangga. Indikator tingkat kemiskinan rumah tangga petani menggunakan garis kemiskinan Sajogyo, sedangkan untuk mengukur faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan usahatani menggunakan pendekatan ekonometrika (model regresi linier berganda). Hasil penelitian menunjukan: (1) tingkat keuntungan usahatani ubikayu di Kecamatan Terbanggi Besar dipengaruhi oleh luas lahan, harga ubikayu, harga bibit, harga pupuk KCl, jumlah tenaga kerja, ongkos angkut, dan jumlah produksi; (2) distribusi pendapatan sektor pertanian, non pertanian dan pendapatan total antar kelompok termasuk kategori ketimpangan rendah; (2) tingkat pendapatan rumah tangga petani ubikayu menunjukkan bahwa kelompok rumah tangga lahan luas dan lahan sedang termasuk dalam kategori cukup. Kelompok rumah tangga lahan sempit 1,89 persen termasuk miskin sekali, 5,66 persen miskin, 15,09 persen nyaris miskin dan 79,25 persen termasuk kategori cukup. INGGRIS
ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI HILIR KAKAO (SUATU PENDEKATAN SISTEM DINAMIS) Hasibuan, Abdul Muis; Nurmalina, Rita; Wahyudi, Agus
Informatika Pertanian Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.543 KB) | DOI: 10.21082/ip.v21n2.2012.p59-70

Abstract

INDONESIAPengembangan industri hilir seharusnya dapat menjadi motor penggerak sistem agribisnis kakao yang lebih berdaya saing baik nasional maupun internasional, namun produksi kakao olahan Indonesia masih sangat rendah dan industri pengolahan kakao tidak berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan alternatif kebijakan yang dapat diterapkan oleh pemerintah untuk pengembangan industri hilir kakao dan peningkatan penerimaan petani. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan dianalisis dengan pendekatan sistem dinamis. Hasil validasi terhadap model sistem dinamis pada kondisi aktual diperoleh nilai RMSPE, AME dan AVE untuk produksi biji kakao sebesar 3,69 persen, 2,17 persen dan 4,44 persen dan untuk variabel produksi kakao olahan adalah sebesar 0,51 persen, 0,30 persen dan 0,59 persen sehingga model dinyatakan valid. Sedangkan hasil analisis menunjukkan skenario 6 mampu mendorong perkembangan sistem agroindustri kakao secara keseluruhan lebih baik dibandingkan dengan skenario lainnya. Untuk itu, alternatif kebijakan yang sebaiknya diterapkan oleh pemerintah dalam upaya pengembangan industri hilir kakao adalah: (i) tetap melaksanakan program Gernas kakao; (ii) peningkatan produktivitas dan mutu kakao perkebunan rakyat yang tidak terlibat dalam program Gernas kakao; (iii) penghapusan bea ekspor kakao, namun pemerintah memberikan insentif fiskal dan moneter seperti pengurangan pajak dan subsidi suku bunga pinjaman serta perbaikan iklim usaha seperti perbaikan infrastruktur, kemudahan perizinan dan lain-lain sehingga mampu mendorong pertumbuhan industri pengolahan kakao.INGGRIS
PREFERENSI RESPONDEN TERHADAP KERAGAAN TANAMAN DAN KUALITAS PRODUK BEBERAPA VARIETAS UNGGUL BARU PADI Rohaeni, Wage Ratna; Sinaga, Anna; Ishaq, M. Iskandar
Informatika Pertanian Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.772 KB) | DOI: 10.21082/ip.v21n2.2012.p107-115

Abstract

INDONESIA Varietas unggul baru merupakan salah satu teknologi utama dalam penerapan PTT yang paling dominan digunakan untuk meningkatkan produktivitas padi serta paling cepat diadopsi oleh petani. Beberapa upaya dalam program diseminasi telah dilakukan oleh BPTP untuk memperkenalkan varietas unggul baru secara langsung kepada responden (petani dan penyuluh) sehingga dapat mengetahui kualitas dari varietas yang baru dikenal. Preferensi responden terhadap VUB sangat penting diketahui sehingga BUMN/UPBS produsen benih VUB dapat menentukan target produksi benih yang akan diperbanyak dan disebarkan kepada petani. Pengkajian bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan responden terhadap keragaan tanaman, gabah, beras, dan nasi beberapa varietas padi sawah yang sedang dikembangkan Litbang. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2012 di Kabupaten Karawang – Jawa Barat. Responden yang terlibat sebanyak 50 orang yang terdiri dari kepala BP3K dan ketua KTNA se Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan alat kuisioner. Media dan materi yang dijadikan bahan studi display VUB pada gelar teknologi BPTP, gabah padi VUB yang sudah dibersihkan, dan nasi dari masing-masing varietas sebanyak 5 VUB (Inpari 13, 14, 15, 20, sidenuk) dan Ciherang Jumbo sebagai kontrol. Hasil pengkajian menunjukan bahwa keragaan tanaman yang banyak disukai oleh responden adalah Inpari 14. Inpari 20 paling banyak disukai untuk karakter bentuk gabah, Inpari 15 untuk karakter warna gabah, dan Ciherang untuk karakter ukuran gabah dan ukuran beras. Responden menyukai semua kualitas nasi dari semua varietas yang diujikan. Pemilihan varietas yang memiliki bentuk beras yang disukai responden dapat ditentukan berdasarkan bentuk gabah yang disukainya. Sedangkan pemilihan varietas berdasarkan karakter nasi tidak dapat diduga oleh penilaian karakter yang ada pada gabah maupun beras.INGGRIS 
SIMULASI MANAJEMEN LAHAN DI DAS CILIWUNG HULU MENGGUNAKAN MODEL SWAT Yustika, Rahmah Dewi; Tarigan, Suria Darma; Sudadi, Untung
Informatika Pertanian Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.236 KB) | DOI: 10.21082/ip.v21n2.2012.p71-79

Abstract

INDONESIA Pengelolaan DAS merupakan masalah serius karena luas lahan kritis meningkat yang diakibatkan oleh pengelolaan lahan yang tidak sesuai dengan kesesuaian dan kemampuannya dan tidak disertai dengan usaha konservasi tanah dan air, serta perubahan pola penggunaan lahan bervegetasi. Pengukuran lapang parameter yang berpengaruh terhadap hidrologi suatu DAS tidak mudah dilakukan karena karakteristik yang bersifat kompleks dan komprehensif. SWAT (Soil and Water Assessment Tool) merupakan suatu model yang dapat membantu dalam memperkirakan kondisi hidrologi berbasis proses fisik (physical based model). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui nilai validasi aplikasi model SWAT di sub DAS Ciliwung Hulu dan menentukan Pengelolaan Lahan Terbaik (PLT) pada lahan pertanian di sub DAS Ciliwung Hulu. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data, pengolahan data input, penggunaan model SWAT, kalibrasi, validasi dan simulasi Pengelolaan Lahan Terbaik (PLT). Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni 2011 sampai dengan Juni 2012. Validasi debit harian bulan Februari dan Maret tahun 2009 dan 2011 menunjukkan R 0,88 dan NSE 0,74. Nilai kalibrasi ini menunjukkan bahwa model SWAT dapat digunakan untuk memprediksi kondisi hidrologi pada sub DAS Ciliwung Hulu. Aplikasi teras bangku, penanaman menurut kontur, penanaman menurut strip dan agroforestri dapat menurunkan aliran permukaan. Teras bangku terbukti paling efektif menurunkan aliran permukaan hingga 79,21%.INGGRIS
PERAN INSEMINATOR DALAM KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI PERAH Herawati, Tati; Anggraini, Anneke; Utami, Dwi; Argiris, Argi
Informatika Pertanian Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v21n2.2012.p81-88

Abstract

INDONESIAKeahlian inseminator dalam melaksanakan Inseminasi Buatan (IB) merupakan salah satu dari lima faktor penentu keberhasilan IB. Namun, belum diketahui karakteristik inseminator yang paling berperan dalam keberhasilan IB tersebut, oleh karena itu dilakukan pengujian pada sapi perah di Lembang, Jawa Barat. Pengujian dilakukan untuk melihat pengaruh faktor inseminator (X1), dosis semen (X2; 25 juta, 20 juta dan 15 juta sperm/straw) dan jenis pejantan (X3; Farrel dan Forsa) terhadap tingkat kebuntingan/conception rate (CR), menggunakan sidik peragam dengan tingkat paritas sebagai peubah iringan (covariate), karena paritas sapi akseptor berbeda. Hasil pengujian menunjukkan tidak ada interaksi antar faktor tersebut, jenis pejantan, dan antar dosis yang digunakan tidak mempengaruhi jumlah kebuntingan ternak. Namun faktor inseminator berperan dalam menentukan kebuntingan, Oleh karena itu dalam pengujian dosis selanjutnya digunakan sidik peragam dengan memasang inseminator sebagai covariate, Dari pengujian antar inseminator diperoleh bahwa ada perbedaan type karakter dan kinerja antar inseminator yang disebabkan adanya perbedaan akademis (pendidikan) dan teknis (pelatihan, lama bekerja). 67% inseminator uji masuk kategori inseminator professional berkinerja baik (CR 59,26-77,27%) dan 33% inseminator uji masuk kategori inseminator professional dengan kinerja rata2 (CR 53,97-55,22%). Peran pendidikan dikalahkan oleh pelatihan dengan nilai R korelasi 83,5%. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang berpengaruh terhadap CR sebesar 16,5%. Oleh karena itu disarankan untuk dilakukan lebih lanjut pengkajian untuk mengetahui faktor lain tersebut serta diperlukan pelatihan untuk peningkatan akurasi pelaksanaan IB kepada para inseminator. INGGRIS

Page 1 of 1 | Total Record : 6