cover
Contact Name
Mohamad Maulana
Contact Email
maulana@litbang.pertanian.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
red-ip@litbang.pertanian.go.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Informatika Pertanian
ISSN : 08521743     EISSN : 25409875     DOI : -
Informatika Pertanian terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, terbit sejak tahun 1991. Jurnal Informatika Pertanian telah terakreditasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dengan nomor Akreditasi No. 21/E/KPT/2018, Tanggal 9 Juli 2018. Jurnal Informatika Pertanian telah memiliki ISSN: 0852-1743, e-ISSN: 2540-9875. Jurnal Informatika Pertanian dikelola oleh Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang beralamat Jl. Ragunan No. 29 Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia 12540
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019" : 6 Documents clear
UJI KOMPARASI MODEL KORELASI DALAM MENGANALISIS EFEKTIVITAS PENDAMPINGAN PETANI Hombing, Yennita Sihombing; Hutahaean, Lintje
Informatika Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.65 KB) | DOI: 10.21082/ip.v28n1.2019.p1-10

Abstract

In Order to apply the agriculture technology or innovation, the farmers requires assistance by researches or extension agent to provide the expected results. The application of agricultural technology or innovation in farmers requires assistance by researchers or extension workers to provide the expected results. This study has an objective to determine the effectiveness among three correlation models, namely: Pearson, Kendall’s tau-b, and Spearman for analyzing the performance of assisting activities. The assessment was done based on the assisting data which collected in North of Bolaang Mongondow District, North Sulawesi Province. As the respondents, the primary data were obtained by questionnaires to 22 of the rice farmers who were randomly selected by PRA. The assisting data focused on the rice production aspect for both of pre-assisting and post-assisting cases. The effectiveness indicator among those correlation models has defined using the number of real analysis variables and the correlation coefficients. According to three models, they produced almost similar coefficient correlation for both of pre-assisting and post-assisting cases. Based on three models, a significant correlation variable which found was a correlation between the age and the experiences. For those significant variable, the differences among those models only appears in the degree of correlation. As a conclusion, the Pearson, Kendall’s tau b, and Spearman correlation models can be used as an alternative methods for analyzing the performance of assisting activities.
Aplikasi Model ARCH-GARCH dalam Menganalisis Volatilitas Harga Bawang Merah Puspitasari, Puspitasari; Kurniasih, Dian; Kiloes, Adhitya Marendra
Informatika Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.809 KB) | DOI: 10.21082/ip.v28n1.2019.p21-30

Abstract

Analisis mengenai volatilitas harga sangat diperlukan terutama untuk menentukan kebijakan mengenai harga di masa yang akan datang. salah satu alat analisis yang biasa digunakan untuk menganalisis sifat volatilitas harga adalah ARCH/GARCH. Penelitian ini bertujuan untuk menganasis sifat volatilitas harga bawang merah nasional menggunakan ARCH/GARCH. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu harga rata-rata harian bawang merah nasional dalam kurun waktu 2011-2015. Analisis volatilitas harga bawang merah dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan software Eviews 6. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik volatilitas harga bawang merah dalam kurun waktu 2011-2015 berdasarkan model ARCH/GARCH dikategorikan rendah sehingga pergerakan harga dapat diprediksi dan diantisipasi sebagai early warning system akan terjadinya lonjakan atau penurunan harga. Selain itu dapat diestimasi bahwa volatilitas harga bawang di masa datang akan semakin kecil dengan perubahan harga harian bawang merah terjadi rata-rata setiap enam hari. Oleh karena hal tersebut disarankan bagi pengambil kebijakan untuk mengatur distribusi ketika harga mulai bergejolak untuk menghindari kenaikan harga yang lebih tinggi atau jatuh.
RESPON GENOTIPE JAGUNG HIBRIDA SILANG TIGA JALUR TERHADAP CEKAMAN INTENSITAS CAHAYA RENDAH andayani, nining nurini
Informatika Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.115 KB) | DOI: 10.21082/ip.v28n1.2019.p11-20

Abstract

Pengembangan jagung sebagai tanaman sela dibawah tanaman tegakan merupakan salah satu alternative untuk mengatasi berkurangnya lahan jagung. Maslah yang dihadapi jagung sebagai tanaman sela adalah berkurangnya intensitas cahaya akibat naungan, sehingga perlu untuk merakita jagung toleran naungan. Perhitungan kriteria toleran sangat berguna untuk menyeleksi suatu genotipe yang toleran pada kondisi cekaman naungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon genotipe jagung terhadap naungan berdasarkan tujuh indikator cekaman yaitu produktivitas rata-rata (MP), produktivitas rata-rata geometrik (GMP), toleransi (Tol), indeks kepekaan cekaman (SSI), indeks toleransi cekaman (STI), indeks stabilitas hasil (ISH) dan indeks harmonik (IH). Percobaan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dua lingkungan dengan tiga ulangan. Lingkungan pertama sebagai kontrol yaitu tanpa ada perlakuan naungan (N0), sedangkan lingkungan kedua diberi perlakuan naungan menggunakan paranet 35% (N1). Hasil penelitian menunjukkan adanya dua genotipe jagung hibrida silang tiga jalur yang toleran naungan 35% dan produksi tinggi yaitu STJ02 dan STJ07. Karakter Yo dan Ys berkorelasi positif dan signifikan dengan MP, GMP dan STI, sehingga ketiga indeks ini dijadikan sebagai indeks toleransi terbaik untuk mengukur tingkat toleransi genotip jagung terhadap cekaman naungan paranet 35%. Analisis komponen utaman mengklasifikasikan genotip menjadi dua komponen utama, dengan eigen value >1 dan berkontribusi terhadap variabilitas antar genotip sebesar 99.77%. PC1 berkontribusi sebesar 61.73% dari karakter indeks TOL, SSI dan KH. Analisis klaster berdasarkan indeks toleransi membagi genotipe menjadi dua kelompok, menunjukkan variabilitas genetik yang cukup stabil sehingga bisa dijadikan dasar untuk memilih dan mengembangkan genotip jagung silang tiga jalur toleran cekaman naungan.
KLASIFIKASI KEMATANGAN SEMANGKA BERDASARKAN EKSTRAKSI CIRI STATISTIK ORDER PERTAMA DENGAN EKUALISASI HISTOGRAM Liantoni, Febri; Nugroho, Hendro
Informatika Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v28n1.2019.p43-48

Abstract

Semangka (Citrullus Lanatus Tunb) merupakan tanaman buah yang banyak disukai di Indonesia. Kematangan semangka bisa dibedakan berdasarkan tekstur kulit semangka. Adanya kemiripan tekstur kulit semangka mengakibatkan orang kesulitan dalam mengidentifikasi tingkat kematangan semangka yang matang dan belum matang. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk proses klasifikasi berdasarkan tekstur kulit buah semangka. Ekstraksi ciri statistik orde pertama digunakan sebagai metode untuk mengenali kematangan semangka dari segi tekstur kulit buah dalam proses klasifikasi. Parameter yang digunakan yaitu mean, varians, skewness dan kurtosis. Berdasarkan nilai ekstraksi ciri statistik tersebut, kemudian dijadikan acuan proses klasifikasi menggunakan metode k-nearest neighbor dan naïve bayes. Data dalam penelitian ini sejumlah 100 citra, dimana 70 untuk data training dan 30 untuk data testing. Dari hasil pengujian klasifikasi kematangan semangka menggunakan K-Nearest Neighbor diperoleh 26 data sesuai dengan tingkat akurasi 86.66%, sendangkan menggunakan Naïve Bayes diperoleh 27 data sesuai dengan tingkat akurasi 90%.Kata-Kata Kunci: semangka, ciri statistik orde pertama, K-Nearest Neighbor, Naïve Bayes.
Pengembangan Aplikasi Mobile Deteksi Dini Penyakit dan Hama Pada Tanaman Palawija Endah, Sukmawati Nur; Sarwoko, Eko Adi; Sasongko, Priyo Sidik; Sutikno, Sutikno
Informatika Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v28n1.2019.p49-66

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia berdampak pada kebutuhan pangan, salah satu sumber pangan selain padi adalah tanaman palawija. Tanaman palawija memiliki peranan dalam mewujudkan impian Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045. Namun, penyakit dan serangan hama dapat menurunkan kwalitas dan kwantitas hasil produk tanaman palawija. Maka, diperlukannya identifikasi dan penanganan terhadap penyakit hama pada tanaman palawija agar mutu dan kwalitas produk tetap terjaga dan hasil produk melimpah. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sebuah aplikasi mobile mengenai deteksi penyakit dan hama palawija berdasarkan gejala yang timbul. Pengujian telah dilakukan baik pengujian fungsionalitas sistem maupun usability testing terhadap aplikasi yang diberi nama Online at Sawat (OAS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa OAS telah memenuhi requirement yang dibutuhkan dan mempunyai hasil usability test yang baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu petani palawija khususnya jagung dan kedelai agar hasil panennya terjaga dan pemerintah secara tidak langsung untuk mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia.
KELAYAKAN FINANSIAL DAN UMUR OPTIMUM PEREMAJAANUSAHATANI KAKAO DI SULAWESI TENGAH Norfahmi, Femmi
Informatika Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v28n1.2019.p31-42

Abstract

Abstrak Permasalahan paling krusial yang membutuhkan perhatian serius pada subsektor perkebunan adalah rendahnya produktivitas dan kualitas komoditas yang dihasilkan oleh petani. Produktivitas rata-ratakakao Sulawesi Tengah turun dari 908 kilogram per hektar ditahun 2014 menjadi 893 kilogram per hektar ditahun 2016 (Ditjenbun, 2016). Penyebab penurunan produksididuga karenaumur tanaman yang telah tua dan serangan hama dan penyakit tanaman. Program peremajaan tanaman kakao sudah dilaksanakan dibeberapa sentra kakao namun belum sepenuhnya mengembalikan produktivitas kakao Sulawesi Tengah. Kondisi pertanaman kakao saat ini serta kelayakan finansial usahatani kakao perlu diketahui untuk menentukan kebijakan produksi kakao kedepannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pertanaman kakao saat ini, mengetahui kelayakan finansial usaha tani kakao, serta umur optimum recoverypertanaman kakao di Sulawesi Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah survai pada usahatani kakao di lima kabupaten di Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, serta Banggai. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dan ekonomi menggunakan NPV, IRR,RC Ratio, dan Payback Period. Hasil survai menunjukkan bahwa terjadi kerusakan tanaman kakao hampir merata di Sulawesi Tengah (76.81-92.58 persen), persentase kerusakan berturut-turut terjadi di Kabupaten Sigi, Banggai, Parigi, Donggala, dan Poso. Rata-rata umur peremajaan di Sulawesi Tengah adalah18tahun. Secara ekonomi, usahatani kakao Sulawesi Tengah memiliki NPV yang positif untuk semua kabupaten. Berdasarkan nilai IRR maka usahatani kakao layak di semua kabupaten pada tingkat suku bunga 5.5%,dengan nilai IRR tertinggi terdapat pada Kab. Parimo sedangkan yang terendah pada Kab. Banggai. ABSTRACT The most crucial problem that requires serious attention to the plantation subsector is the low productivity and quality of commodities produced by farmers. Productivity of cocoa in Central Sulawesi has decreased from 908 kilograms per hectare in 2014 to 893 klograms per hectare in 2016 (Ditjenbun, 2016). The age of plants that are old and pest plant diseases attachment were assumed as the reasons.The cocoa plant renewal program has been implemented in several cocoa centers but has not fully restored the productivity of Central Sulawesi cocoa.Financial feasibility of cocoa farming was needed to be known in order to determine the policy of rejuvenating cocoa farmers to increase cocoa productivity. This study aims to determine the condition of cocoa farming these days,to know the financial feasibility and optimum recovery ageof cocoa faming in Central Sulawesi. Data was taken by survey and analyzed descriptrively and economically using NPV, IRR, RC Ratio, and Payback Period. The result shows that percentage of damage of cocoa plants was almost distributed through Central Sulawesi (76.81-92.58). The most successive damaged occurred in Sigi, Banggai, Parigi Moutong, Donggala, and Poso districts. The optimum recovery age is 18 years. Central Sulawesi cocoa farming has positive NPV for all district based on IRR  Based on IRR, all districts are feasible at an interest of 5.5% whichhighest IRR value found in Parigi Moutong and lowest in Banggai.Keywords: Feasibility analysis, cocoa farming, recovery

Page 1 of 1 | Total Record : 6