cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE
ISSN : 25486357     EISSN : 25486357     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2018): MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE" : 5 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK BAWANG MERAHTERHADAP BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK GORENG CURAH Asri, Roushandy
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 1 (2018): MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak goreng curah secara berulang dengan suhu panas yang tinggi akan mengakibatkan adanya perubahan sifat fisikokimia (kerusakan minyak) seperti perubahan  warna, bau, meningkatnya bilangan peroksida. Selama ini untuk mengatasi hal tersebut masih menggunakan antioksidan sintetik seperti Butylated Hydroxytoluen (BHT ). Dimana penggunaan BHT bersifat karsinogenik. Melihat hal tersebut sehingga perlu dicari alternatif antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu tentang pengaruh penambahan antioksidan alami yaitu bubuk bawang merah (Allium Ascalonicum) terhadap bilangan peroksida yang ada pada minyak goreng curah dengan waktu penyimpanan 0,4,dan 8 hari  yang hasil analisisnya dibandingkan dengan minyak goreng curah yang ditambahkan dengan antioksidan sintetik yaitu BHT. Metode penentuan bilangan peroksida dilakukan dengan menggunakan titrasi iodometri. Hasil analisis menunjukkan bilangan peroksida dengan penambahan bubuk bawang merah lebih rendah dibandingkan dengan penambahan BHT. Hal tersebut menunjukkan bahwa bubuk bawang merah efektif sebagai antioksidan alami.
GAMBARAN PROTEIN URINE PADA PENDERITA HIPERTENSI USIA 40 TAHUN KEATAS asmayawati, ida
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 1 (2018): MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Protein urine adalah suatu kondisi dimana terlalu banyak protein dalam urin yang dihasilkan dari adanya kerusakan ginjal.  Ekskresi protein urine normal hingga 150 mg/hari. Jika jumlah protein dalam urin menjadi abnormal,  maka dianggap sebagai tanda awal penyakit ginjal atau penyakit sistemik yang signifikan. Hipertensi membuat protein urine menjadi positif karena hipertensi biasa menyebabkan kerusakan pembuluh darah halus dalam ginjal sehingga mengurangi kemampuan ginjal untuk menyaring darah dengan baik sehingga mengakibatkan peningkatkan progresivitas proteinuria.  Pemeriksaan protein urine sangat penting untuk menegakkan diagnose suatu penyakit.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui bagaimana protein urine pada penderita hipertensi usia 40 tahun keatas.  Metode penelitian ini adalah purposive sampling dengan pendekatan deskriptif,  pengambiln sampel dilakukan dengan wawancara sebanyak 26 sampel,  data protein urine dilakukan dengan pemeriksaan carik celup 3 parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 26 sampel terdapat 2 sampel yang positif dengan hasil +1 (100 mg/dl) dan +3 (300 mg/dl),  dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa protein urine pada penderita hipertensi menunjukkan hasil yang positif.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU DAN PROPOLIS TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Mentari, Ika Nurfajri
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 1 (2018): MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted based on several things, that is because it is one of the health problems, especially the problem of nosocomial infection that occurred in the hospital. The presence of chemical antibiotic resistance to Staphylococcus aureus bacteria and the use of natural antibiotics that are believed to prevent or kill a bacterium without side effects on the host. This research was conducted at Biomedical Research Unit Laboratory of West Nusa Tenggara Province General Hospital.The purpose of this study was to determine the difference of antibacterial effectiveness of honey and propolis against Staphylococcus aureus bacteria. Some concentrations ranging from 100%, 75%, 50% and 25% with ciprofloxacin antibiotics as positive controls.This research is true experimental research using diffusion method with amount of 12 MHA media (Mueller Hinton Agar) which is suspension of Staphylococcus aureus bacteria. In each medium made 5 holes 8 mm diameter wells. Then honey and propolis that have been made concentrations ranging from 100%, 75%, 50% and 25% dripped into the well as much as 50 μl and antibiotics ciprofloxacin affixed into the well. Subsequently incubated for 24 hours at 370C. The difference in antibacterial effectiveness of honey and propolis can be known by measuring the diameter of the inhibition zone formed on MHA media, using a ruler. Data obtained from the results of the study were analyzed by statistical test using Kruskal-Wallis Test and Mann-Whitney Test.The result of Kruskal-Wallis Test test shows that there is a significant difference of constraint zone from some concentration, either from honey or propolis (P ≤ 0,05). Mann-Whitney Test showed a significant difference in antibacterial effectiveness of honey and propolis against Staphylococcus aureus (P ≤0,05) bacteria. The conclusion of this study is that honey and propolis have different antibacterial power from 100%, 75%, 50% and 25% concentration, as well as from the antibacterial effectiveness of honey and propolis in the process of inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria.
PENGARUH KEBIASAAN MINUM KOPI TERHADAP KADAR ASAM URAT DAN KADAR KOLESTEROL PADA PEMINUM KOPI HITAM DI DESA PIJOT KABUPATEN LOMBOK TIMUR Khotimah, Khotimah
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 1 (2018): MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman kegemaran masyarakat desa pijot kabupaten Lombok timur. Sasaran penelitian ini adalah Masyarakat Desa Pijot yang mengonsumsi Kopi Hitam baik laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam urat  dan kadar kolesterol sebelum dan sesudah minum kopi hitam di Desa Pijot Kabupaten Lombok timur  dengan menggunakan sampel darah kapiler masyarakat desa pijot dengan metode test strip yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, hasil penelitian menunjukkan rerata kadar asam urat sebelum minum kopi hitam adalah 6,3667 mg/dl dan kadar kolesterol sebelum mengonsumsi kopi didapatkan hasil  187,5667 mg/dl. Dan rerata kadar asam urat sesudah minum kopi hitam adalah 6,2233 mg/dl, dan kadar kolesterol sesudah mengonsumsi kopi hitam  didapatkan hasil 190,4000 mg/dl. Jadi dapat diambil kesimpulan dengan adanya pengaruh kebiasaan minum kopi hitam dapat menurunkan kadar asam urat darah karena adanya senyawa polifenol dan dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dikarenakan adanya senyawa kafestol dan kahweol.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidiumguajava L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis PENYEBAB BAU BADAN Maknah, Nur
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 1 (2018): MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Staphylococcus epidermidis merupakan salah satu spesies bakteri dari genus Staphylococcus yang diketahui dapat menyebabkan infeksi oportunistik (menyerang individu dengan kekebalan tubuh yang lemah). Banyakdari masyarakat yang mengobati penyakit menggunakan tumbuhan tradisional seperti Daun jambu biji (Psidiumguajava L.) dapat dimanfaatkan sebagai obat diare dan bisa diguanakan juga sebagai obat untuk menghilangkan bau badan. Daun jambu biji juga mengandung metabolit sekunder terdiri dari tanin, polifenolat, monoter penoid, siskulterpen, alkaloid, kuinon dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun jambu biji (Psidiumguajava L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental yaitu dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan perlakuan yaitu konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% dengan enam kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk padakonsentrasi 25% , 50%, 75%, dan 100% secara berturut-turut sebesar 20,8 mm, 23 mm, 24,8 mm, dan 27,8 mm. Kontrol positif (coprofloxacyn) diketahui dengan rata-rata diameter zonahambat 27 mm. Berdasarkan uji kruskal-wallis dengan tingkat kepercayaan = 95%, diperoleh hasil yang signifikan yaitu probabilitas (0,000) <α (0,05), yang berarti bahwa ekstrak etanol daun jambu biji (Psidiumguajava L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidisyang ditunjukkan dengan terbentuknya zona hambat berupa daerah jernihdi sekitar sumuran yang berisiekstrak etanol daun jambu biji dengan kategori resisten.

Page 1 of 1 | Total Record : 5