cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE
ISSN : 25486357     EISSN : 25486357     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2018): Media of Medical Laboratory Science" : 6 Documents clear
KARAKTERISTIK BAKTERI DARI SAMPEL SPUTUM BASIL TAHAN ASAM (BTA+) DI PUSKESMAS KARANG TALIWANG Cahayati, Dety Erda
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 2 (2018): Media of Medical Laboratory Science
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri, TB adalah penyakit menular yang menyebabkan masalah kesehatan terbesar di dunia setelah HIV/AIDS dan hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bakteri dari sampel sputum  BTA positif di Puskesmas Karang Taliwang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif melalui penanaman pada media Nutrien Agar, sputum penderita TB di Puskesmas Karang Taliwang pada bulan Mei 2018. Hasil penelitian ini ditemukan 3 jenis bakteri yang berbeda pada 10 sampel sputum BTA+ yang terdiri dari gram negatif dan gram positif akan tetapi lebih banyak ditemukan gram negatif dibandingkan gram positif. Berdasarkan hasil penelitian isolasi, karakteristik dan uji biokimia pada sampel sputum BTA+ dapat  disimpulkan bahwa dalam 10 sampel terdapat 4 bakteri Klebsiella sp dengan persentasi 40%, 3 bakteri Streptococcus sp dengan persentase 30%dan 3 bakteri proteus sp denganpersentase  sebesar 30%. Klebsiella sp sebagai gram negatif, proteus sp sebagai gram negatif dan Streptococcus sp  gram positif. 
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN KADAR UREUM DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Rahmi, Azzizatur
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 2 (2018): Media of Medical Laboratory Science
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a disease characterized by high blood sugar levels caused by interference with insulin (insulin resistance) or insulin secretion and / or both. Where blood sugar is a term that refers to the level or amount of sugar content in the blood circulation in the body. Increased levels of sugar in the blood has a direct impact on several blood vessels including blood vessels in the kidneys which is caused by the kidneys functioning to filter out the remaining metabolites and disposed of in the form of urine. If there is damage to the kidneys, the level of urea in the blood will increase. The purpose of this study was to determine the correlation between blood sugar levels and blood urea levels in people with diabetes mellitus. This research is an analytical descriptive study with a cross sectional approach using the non random accidental sampling method and primary data collection. The results obtained 23 (77%) respondents had high blood sugar levels (hyperglycemia), 7 (23%) had normal blood sugar levels (normoglycemia). Respondents with high urea levels were 21 (70%) respondents and 9 (30%) respondents had normal urea levels. Based on the results of the spearmens correlation test, a significant value of <0.005 (0.000 <0.005) is obtained which means that there is a relationship between blood sugar levels and blood urea levels in people with diabetes mellitus.
PERBANDINGAN HASIL DIAGNOSA MALARIA METODE RAPID DIAGNOSTIC TEST (RDT) DENGAN MIKROSKOPIS DI PUSKESMAS MENINTING NTB Ayuningsih, Rozi Artini
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 2 (2018): Media of Medical Laboratory Science
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit malaria adalah penyakit menular yang menyerang dalam bentuk infeksi akut ataupun kronis. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa genus palsmodium bentuk aseksual, yang masuk ke dalam tubuh manusia dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Pada manusia plasmodium penyebab malaria terdiri dari 4 spesies yaitu Plasmodium falciparum, Plasmodium vivvax, Plasmodium ovale, dan Plasmodium malariae. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil diagnosa malaria metode RDT (ICT) dengan metode mikroskopis, metode yang digunakan dalam penelitian malaria yaitu metode mikroskopis dan metode RDT*Monotes (ICT). Hasil pemeriksaan secara mikroskopis ditemukan adanya parasit malaria jenis plasmodium falciparum sebanyak 4 sampel (13,3%) dan plasmodium vivax sebanyak 4 sampel (13,3%) sedangkan dengan RDT monotes® ditemukan adanya parasit malaria jenis plasmodium falciparum sebanyak 4 sampel (13,3%), plasmodium vivax sebanyak 4 sampel (13,3%) dan campuran (plasmodium falciparum dan plasmodium vivax) ditemukan adanya 1 sampel (3,3%). Berdasarkan hasil uji diagnostik memperlihatkan bahwa RDT*Monotes (ICT) memiliki sensisitivitas dan spesifitas yang lebih baik sehingga dapat digunakan untuk diagnosis malaria secara dini.
PROFIL KADAR ASAM URAT TERHADAP PENDERITA TUBERKULOSIS YANG SUDAH MENGKONSUMSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PIRAZINAMID DAN ETAMBHUTOL TAHUN 2018 Nuraeni, Vita
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 2 (2018): Media of Medical Laboratory Science
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan suatu penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis. Ada 6 macam obat  esensial yang telah dipakai sbb: isoniazid (H), Rifampisisn (R), Para amino salisilik asid, Streptomisin, Etambhutol, dan Pirazinamid. Adapun Pirazinamid dan Etambhutol dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kadar asam urat terhadap penderita tuberculosis yang mengkonsumsi obat anti tuberculosis (OAT) Pirazinamid dan Etambhutol. Penelitian yang dilakukan bersifat Deskriptif Retrospektif dengan mengambil data sekunder di instalasi rekam medic Puskesmas Karang Taliwang Mataram, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dari 14 pasien terdapat 10 pasien mengalami peningkatan kadar asam urat. Proporsi tertinggi pasien TB yang mengalami hiperurisemia setelah menerima OAT adalah laki-laki rentang umur dewasa dan lansia.Peningkatan terutama terjadi pada fase intensive pengobatan (0-2 bulan), pada pasien yang mengkonsumsi kombinasi OAT pirazinamid dan Etambhutol. Hiperrurisemia ditemukan pada 71.4% pasien TB yang menerima terapi OAT , jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari perempuan (2,75:1), peningkatan terutama terjadi pada pengobatan fase (1-2 bulan), pada pasien yang menggunakan kombinasi Pirazinamid dan Etambhutol.
HUBUNGAN LAMA DIAGNOSADIABETES MELITUS TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ DI PUSKESMAS RENSING Istiqlal, Reza Fahlevi
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 2 (2018): Media of Medical Laboratory Science
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi yang di sebabkan oleh gangguan pada kerja insulin atau pada sekresi insulin atau keduannya. Diabetes Melitus terjadi suatu defisiensi sekresi insulin atau berkurangya efektifitas  biologis dari insulin sehingga kadar gula darah meningkat dan terjadi hiperglikemi dan menyebabkan komplikasi mikrovaskuler yaitu mengenai pembuluh darah kecil didalam ginjal akan mengalami kematian atau disebut dengan nefropati. Jika terjadi kerusakan pada ginjal maka kadar akan mengalami peningkatan dalam darah. Ureum dan kreatinin merupakan produk sisa dari metabolisme tubuh. Peningkatan kadar ureum dan kreatinin yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi tambahan yaitu menyebabkan syock uremikum yang dapat berlanjut menjadi kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubugnan antara Lama DiagnosaDiabetes Melitus terhadap kadar ureum dan kreatinin. Penelitian ini dilakukandengan jenis penelitian Deskriftif Analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan metode Non Random Acidental Sampling dan mengumpulkan data primer. Hasil penelitian di peroleh 100% responden memiliki kadar gula darah tinggi (hiperglikemi). Dan 3 (30%) responden memiliki kadar ureum di atas normal dengan Lama Diangnosa 6, 12, dan 18 tahun, 7 (70%) responden memiliki kadar ureum normal dengan Lama Diagnosa 2-10 tahun.  1 (10%) Responden memiliki kadar kreatinin diatas normal dengan Lama Diagnosa 18 tahun, dan 9 (90%) responden dengan kadar kreatinin normal dengan Lama Diagnosa 2-12 tahun. Hasil uji korelasi spearman’s diperoleh hasil p=0.217 (p<0.05), hal ini menunjukkan tidak adanya korelasi antara Lama Diagnosa terhadap kadar ureum. Dan hasil uji korelasi spearman diperoleh p=0.545 (p>0.05), hal ini menunjukkan tidak ada korelasi antara lama diagnosa diabetes melitus dengan kadar kreatinin.
VALIDASI METODE DAN JAMINAN MUTU PENGUJIAN SILVER (Ag) METODE SPECKTROFOTOMETRI SEBAGAI PENGUJIAN ALTERNATIF PADA INDUSTRI AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) Aini, Aini
MEDIA OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE Vol 2, No 2 (2018): Media of Medical Laboratory Science
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan industry air minum dalam kemasan membutuhkan pengujian yang mudah dilakukan dan memberikan hasil yang valid. Validasi dilakukan untuk mengetahui kelayakan suatu metode baru atau metode yang dimodifikasi.  Jaminan mutu adalah keseluruhan proses yang direncanakan yang diterapkan dalam pengujian sehingga mmberikan kepuasan pada pengguna data.. Tujuan dari penelitian ini adalah  sebagai validasi metode dan jaminan mutu terhadap pengujian  silver dalam air. Menurut SNI 3554 2015 cara uji untuk ion silver adalah dengan menggunakan metode AAS (automatic absorban spektrofotometri)  sedangkan dalam penelitian ini menggunakan spektrofotometer HACH DR 3900 . Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai linearitas metode berdasarkan kurva baku sebesar 0, 996  yang artinya memenuhi persyaratan SNI ≥ 0,99. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini memenuhi persyaratan karena hasil pengujian berada diantara nilai BPA dan BPB yaitu dengan . nilai BPA sebesar 516.712 dan nilai BPB sebesar   478.837. Pengukuran persen recovery yang diperoleh nilai  98.848 %  sampai 102.07 % sehingga memenuhi  persyaratan SNI untuk persen recovery adalah 85% sampai dengan 115%. Nilai untuk presisi diperoleh relative standart deviation dengan nilai 1.902 yang memenuhi pesyaratan karena kurang dari 2%. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6