cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
JURNAL WACANA KESEHATAN
ISSN : 20885776     EISSN : 25416251     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Wacana Kesehatan is a medium that can be used to register, disseminate, and archive the work of research nurses in Indonesia. The work published in this journal is indirectly acknowledged as a work of scholarly authors in the field of nursing. Articles covering sub areas of basic nursing, adult nursing, child nursing, maternity nursing, mental nursing, gerontik nursing, family nursing, community nursing, nursing management, and nursing education. Types of articles received by the editors are the results of research. Writing each type of article should follow the Journal of Health Discourse.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): Juli 2016" : 7 Documents clear
PENGARUH BODY MASS INDEX DENGAN PREVALENSI DAN DERAJAT GEJALA PMS PADA MAHASISWI AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA WACANA METRO Nia Risa Dewi
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 1, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.648 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v1i1.25

Abstract

Pre Menstrual syndrome (PMS)  merupakan sekumpulan gejala yang di mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang. Jenis penelitian deskrptif dengan rancangan penelitian Cross Sectional, bertujuan mengetahui prevalensi dan pengaruh  antara Body Mass Index (BMI) dengan prevalensi PMS dan derajat gejala PMS pada mahasiswi Akper Dharma Wacana Metro. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Akper Dharma Wacana Metro tingkat I, II dan III Tahun ajaran 2013/ 2014. Sampel penelitian sebanyak 82 responden. Hasil analisis diperoleh sebagian besar responden (89 %) menderita PMS. Analisis derajat gejala PMS terhadap 73 responden yang mengalami PMS diperoleh 80,8% mengalami gejala PMS ringan, 19,2% mengalami gejala PMS sedang dan 0% mengalami gejala PMS berat. Sebanyak 56,1% responden dengan berat badan normal. 34,1% dengan  berat badan kurang dan hanya sebagian kecil (9,8%) dengan berat badan berlebih. Uji chi square diperoleh kesimpulan tidak ada perbedaan proporsi kejadian PMS antara mahasiswi yang mempunyai berat badan kurang, berat badan normal dan berat badan berlebih (p value = 0,067). Artinya tidak ada pengaruh BMI dengan prevalensi PMS.  Selain itu, tidak ada perbedaan proporsi derajat gejala PMS  antara mahasiswi yang mempunyai berat badan kurang, berat badan normal dan berat badan berlebih      (p value = 0,079). Artinya tidak ada pengaruh BMI dengan derajat gejala PMS. Kejadian PMS dapat dicegah dan diminimalisir dengan cara modifikasi pola hidup dengan cara komunikasi masalah PMS dengan orang terdekat, dengan penurunan asupan garam dan karbohidrat, penurunan konsumsi kafein dan olahraga secara teratur.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA AKPER DHARMA WACANA METRO ANGKATAN XXII SAAT PERTAMA TINGGAL DIASRAMA AKPER DHARMA WACANA METRO Janu Purwono
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 1, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.329 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v1i1.26

Abstract

Kecemasan adalah gangguan alam perasaan ketakutan / kehawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal. Kecemasan banyak ditemui pada mahasiswa saat menghadapi lingkungan baru. Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui gambaran Akper Dharma wacana Metro Angkatan XXII saat pertama tinggal di asrama Akper Dharma wacana dengan mengukur tingkat kecemasan mahasiswa. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yaitu mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada mahasiswa Akper Dharma wacana Metro Angkatan XXII saat pertama tinggal di asrama Akper Dharma wacana. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 108 responden. Upaya mengukur tingkat kecemasan dengan menggunakan ZSAS yang telah diadaptasi terdiri dari 38 item pernyataan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa didapatkan 95 orang ( 87 %)  mengalami kecemasan ringan, ada sebanyak 13 orang (  12 %) mengalami kecemasan sedang dan ada 1 orang (1%) yang mengalami tingkat kecemasan berat. Hal ini memberikan arti bahwa kecemasan pada mahasiswa Akper Dharma wacana Metro Angkatan XXII saat pertama tinggal di asrama Akper Dharma wacana secara umum adalah  kecemasan ringan. Saran yang disampaikan antara lain dilakukan secara khusus kepada pihak akper dharma wacana Metro khususnya pengelola asrama perlunya pengarahan, penguatan mental serta bimbingan dan arahan di asrama. Bagi mahasiswa baru yang tinggal pertama di asrama perlu melakukan teknik relaksasi dengan cara mengendurkan otot pada tangan, lengan, kaki, perut, punggung, bahu, leher, dahi hingga mencapai relaksasi kemudian  berkonsentrasi sambil berdoa sebelum saat terjadi kecemasan.
HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN PADA PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG PAVILIUN RSUD JEND. AHMAD YANI METRO Nuri Luthfiatil Fitri
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 1, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.691 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v1i1.31

Abstract

Latar belakang: Kepuasan pasien adalah indikator pertama dari standar suatu rumah sakit dan merupakan suatu ukuran mutu pelayanan. Kepuasan pasien yang rendah akan berdampak terhadap jumlah kunjungan dirumah sakit. Sikap perawat terhadap pasien juga akan berdampak terhadap kepuasan pasien dimana kebutuhan pasien dari waktu ke waktu akan meningkat, begitu pula tuntutannya akan mutu pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pasien pada pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di Ruang Paviliun RSUD Jend. Ahmad Yani Metro tahun 2014.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien RSUD Jend. Ahmad Yani Metro sebanyak 64 dan seluruhnya dijadikan sampel. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebesar 85,94% pasien memiliki persepsi dalam kategori baik, dan 68,8% memiliki tingkat kepuasan dalam kategori puas. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara persepsi pasien pada pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien (p-value= 0,022 <a 0,05; OR 5,857 (CI;95%: 1,290-26,590).Kesimpulan: Persepsi dan tingkat kepuasan pasien dapat memberikan gambaran bagaimana pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat. Oleh karena itu, Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan menuntut perawat saat ini memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang. Saat ini perawat memiliki peran yang lebih luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga memandang klien secara komprehensif. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU MAKAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSARI METRO UTARA TAHUN 2013 Ludiana Ludiana
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 1, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.869 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v1i1.27

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan di mana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu apabila tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan darah distolik > 90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18 tahun ke atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku makan penderita hipertensi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di wilayah kerja Puskesmas Pujokerto Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan Studi Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 140 responden. Informasi dari responden diperoleh menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable umur, jenis kelamin, status pekerjaan,  tingkat pendidikan, persepsi dan paparan media secara statistik tidak terbukti berpengaruh terhadap perilaku makan penderita hipertensi. Sedangkan variabel yang terbukti berpengaruh terhadap perilaku makan penderita hipertensi meliputi Dukungan petugas kesehatan (p-value=0,001, OR=5,374 CI;95% 2,044-14,129), dukungan keluarga (p-value= 0,006, OR= 4,484 CI;95% 1,526-13,170), pengetahuan (p-value= 0.028, OR=4,488 CI;95% 1,171-17,195), dan sikap responden (p-value= 0,039, OR=2,997 CI;95% 1,056-8,510). Dukungan petugas kesehatan merupakan salah satu faktor yang paling signifikan dalam mempengaruhi perilaku makan penderita hipertensi. Oleh karena itu, diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan program-program yang telah ada
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK DI DESA BANJAR NEGERI KECAMATAN WAY LIMA KABUPATEN PESAWARAN Rita Sari
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 1, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.298 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v1i1.28

Abstract

Karies gigi atau gigi berlubang merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering kita jumpai di masyarakat saat ini, penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, baik balita, anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Karies gigi merupakan suatu penyakit yang terjadi pada jaringan keras gigi (email dan dentin) dan di awali dengan demineraliasasi komponen anorganik gigi dan kemudian di ikuti dengan hancurnya matriks organik gigi. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian karies adalah kurangnya pengetahuan orang tua  akan kesehatan gigi anak mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah. Variabel penelitian adalah pengetahuan Ibu dengan kejadian karies gigi pada anak, dengan menggunakan metode pendekatan crossectional jumlah populasi sebanyak 126 dengan sampel 56 ibu yang memiliki anak yang berumur 6-11 tahun di Desa Banjar Negeri Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran dengan tehnik yang digunakan random sampling. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Setelah di tabulasi, data yang ada di analisis dengan menggunakan Uji chi-aquere dengan program SPSS dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil yang diperoleh p value 0,029. Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak di Desa Banjar Negeri Kecamatan Way Lima Kabupaten pesawaran tahun 2014.
Analisi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disfungsi Seksual Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium Akhir Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Dr. Hi. Abdul Moeloek Bandar Lampung Anik Inayati
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 1, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.958 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v1i1.29

Abstract

Pasien yang menderita penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani hemodialisa dalam waktu yang lama akan mengalami disfungsi seksual, dimana dia tidak mampu menikmati aktivitas seksual. Penelitian jenis kuantitatif digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang terkait dengan kejadian disfungsi seksual pada pasien dengan penyakit ginjal kronik stadium akhir yang menjalani hemodialisa. Penelitian jenis deskripsi analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 68 responden, menggunakan uji chi square dan metode stepwisw mundur, hasil penelitian faktor fisiologis yang signifikan nilai p value 0,000, selanjutnya faktor yang dominan adalah faktor psikologis dengan p value 0,000,pelayanan keperawatan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan secara holistik pada aspek fisik dan psikologis dalam rangka meningkatkan kehidupan pasien yang menerita penyakit ginjal kronik stadium akhir yang menjalani hemodialisa.
Gambaran Agresivitas Perilaku Seksual Remaja Putra SMA di Jakarta Selatan Indhit Tri Utami
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 1, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.951 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v1i1.30

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran dan perbedaan tingkat agresivitas perilaku seksual remaja putra SMA di Jakarta Selatan dari latar belakang demografi remaja tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif sederhana dengan teknik pengambilan data secara cross sectional. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 100 orang dengan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perilaku seksual agresif  sebesar 28%. Perbedaan agresivitas perilaku seksual remaja putra berdasarkan data demografinya hanya terdapat pada variabel pengalaman berpacaran yaitu dengan p value=0.038; α=0,05. Latar belakang demografi lainnya berdasarkan p value  yang diperoleh, tidak terlihat adanya perbedaan dengan agresivitas perilaku seksual. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa remaja yang sudah berpengalaman pacaran memiliki kecenderungan untuk berperilaku seksual lebih agresif. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7