cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang
ISSN : 25285548     EISSN : 25285548     DOI : -
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang is an online, open access peer reviewed journal, which is published twice year every June and December. This journal is for all contributors who are concerned with a research related to Japanese language education studies. JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang provides a forum for publishing the original reserach articles, paper-based articles and review articles from contributors, related to Japanese culture, Japanese literature and Japanese language teaching/learning, which have never been published before.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017" : 7 Documents clear
Indonesian JSL Students Beliefs and Learning Strategies in Kanji Learning Bachri, Aep Saeful; Firmansyah, Dian Bayu; Sudjianto, Sudjianto
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i2.8818

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui beliefs serta strategi belajar yang digunakan oleh pembelajar bahasa Jepang sebagai bahasa kedua (JSL Indonesia) dalam mempelajari huruf kanji. Penelitian ini juga bertujuan untuk meneliti tentang hubungan antara beliefs yang dimiliki oleh JSL Indonesia terhadap pembelajaran kanji dan strategi belajar kanji yang digunakan oleh pembelajar JSL Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif statistik. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data berupa angket dan interview. Ada dua jenis angket yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket Beliefs About Language Learning Inventory (BALLI) dan angket Strategy of Inventory Language Learning (SILL). Sampel dalam penelitian ini yaitu mahasiswa/i Departemen Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Pendidikan Indonesia. Dari hasil penelitian di lapangan, diketahui bahwa pembelajar JSL memiliki beliefs yang positif terhadap proses penguasaan kanji serta menganggap kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam proses pembelajaran kanji, dapat diatasi dengan pemilihan strategi belajar kanji yang tepat. Pengampu mata kuliah kanji juga dianggap memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu pembelajar JSL Indonesia, terutama dalam memperkenalkan strategi-strategi belajar kanji yang efektif dalam proses penguasaan kanji. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara Metacognitive-Compensation strategies dengan. Dari temuan penelitian di atas, disarankan agar pengampu mata kuliah kanji selalu mengevaluasi keefektifan metode ajar yang digunakan untuk membantu pembelajar dalam mengembangkan strategi belajar kanji mereka, serta membimbing pembelajar agar menghindari strategi belajar kanji yang tidak efektif seperti penggunaan kartu kanji untuk mengingat kanji.  The major purpose of this study were to find out about which kind of beliefs and learning strategies are used by Japanese as second language (JSL) students in studying Japanese character (kanji). In addition, this study also aims to examine how kanji learning beliefs relate to the use of kanji learning strategies by Indonesian university JSL students. This study was conducted with descriptive statistic method, using Lickert scale type survey questionnaire and short interviews. The self report survey questionnaire Beliefs About Language Learning Inventory (BALLI) and Strategy of Inventory Language Learning (SILL), was used to examine learners' beliefs in kanji learning and to determine about learning kanji strategies used by Indonesian JSL students. The subject in this current research were the Indonesia University of Education students who are majoring Japanese language as their second language. Survey questionnaire result showed that overall learners have a positive beliefs on the process of acquiring kanji and also consider that the difficulties experienced in kanji learning process, can be solve by employ appropriate kanji learning strategies. They also believe that teachers have an important role in providing them a wider range of appropriate kanji learning strategies, that help them to acquire kanji in more effective ways. The significant correlation found between Metacognitive-Compensation strategies and kanji learning beliefs. While negative correlation found between Association strategies and students beliefs. Based on these findings, it is highly recommends that teachers need to consider the effectiveness of teaching methods used, in order to help student develop their learning strategies and to aware them about the ineffective kanji learning strategies found in this study such as using kanji card to memorize a new kanji, etc.
Analisis Penggunaan Aisatsu oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rosiah, Rosi
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i2.8878

Abstract

This research conducted to analyze the use of greeting words in Japanese Language by Japanese Language Learner. In this research, 36 PBJ UMY’s Students asked to choose one of several greeting words that considered appropriate to express how they are feeling in these three following situations such as: First, when people meet somebody for the first time, second is when people leaves their town caused by their work or study, and the last is when a friend leaves their town because of their Jobs or studies. The result shows that there are many different frequencies of using greeting words in each situation.
Sastra dan Pembelajaran Bahasa Jepang Noviana, Fajria
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i2.8709

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan manfaat penggunaan sastra dalam pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Jepang. Metode yang digunakan adalah salah satu dari tiga metode yang dikemukakan Lazar mengenai penggunaan sastra dalam pembelajaran bahasa, yaitu a language-based approach. Dalam sesi small group discussion dalam kelas, para mahasiswa dapat menceritakan ulang cerpen berbahasa Jepang dengan kalimat mereka sendiri, bahkan mereka dapat menambahkan pendapat mereka mengenai cerpen ini. Oleh karena itu, pemanfaatan karya sastra dalam pembelajaran bahasa dapat dikatakan sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menguasai bahasa Jepang sebagai bahasa kedua.This article aims to discuss the value of reading and writing literature in second language, especially in Japanese. A language-based approach, that is one of three Lazar’s methods of literature’s application in language learning, was used in this research. In small group discussion in language class, students can retell the Japanese short story in their own words, and even add their opinions about the story. Therefore, the application of literature in language learning is very effective to improve students’ ability of mastering second language. 
Pemerolehan Partikel Bahasa Jepang Pembelajar Siswa SMA di Bandung Putri, Assifa Gunawan; Kusrini, Dewi; Dahidi, Ahmad
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i2.9378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang dapat menguasai partikel level dasar bahasa Jepang, pemerolehan partikel level dasar apa saja yang paling dikuasai oleh siswa dan faktor apa saja yang menyebabkan kurangnya pemerolehan siswa dalam menguasai partikel level dasar bahasa Jepang. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa tes untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai pertikel level dasar bahasa Jepang dan angket untuk mengetahui faktor penyebab kesalahan siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas 1 dan 2 dari 3 sekolah yang berjumlah 150 siswa. Berdasarkan hasil analisa pada data terkumpul, diketahui bahwa dengan patokan lebih dari 45% dianggap “dapat menguasai”, maka siswa yang dapat menguasai partikel level dasar adalah  32,87% dan siswa yang tidak dapat menguasai partikel level dasar adalah 67,13%. Urutan partikel yang dapat dikuasai siswa dari yang paling mudah ke yang paling sulit adalah [ は が へ で  に の も と を]. Faktor penyebab kesalahan siswa dalam menggunakan partikel tersebut adalah siswa kesulitan mengingat fungsi partikel dan kurang mengerti secara detail terkait setiap fungsi partikel yang dipelajari. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperlukan adanya penjelasan lebih mendetail terkait fungsi setiap partikel bahasa Jepang dalam buku ajar yang digunakan dan penjelasan di kelas untuk meminimalisir kebingungan siswa mengenai penggunaan partikel dalam kalimat bahasa Jepang, serta diperlukannya kegigihan siswa dalam mengingat kembali partikel yang telah dipelajari.  This research discusses acquisition of basic particles which had learned by high school students. The purpose is to find how many students who understand basic particles of Japanese language, to find which particles they understand and to find any factor caused the lack of understanding to utilize the basic particles of the Japanese language. Description method is used in this research. The instrument is a questionnaire and a test. The sample is the first and the second year high school students numbered 150 from 3 different high schools in Bandung city. According to score standard, it is known that students whose score is above 45% are considered understand. And the result of data analysis showed that 32,07% of students understand and 67,13% of students do not understand. The sequence from the easiest to the hardest basic particles understand by students are 〔は が へ で   に の も と を〕. The factor that caused the lack of understanding to utilize the basic particles is the difficulty of remembering the function of particles and not to understand the detail of every function basic particles which had learned. From the result of research, the writer makes an assumption which is needed for more detail explanation related to every function basic particles in order to minimalize confusion of student to utilize to utilize the basic particles of the Japanese language. Also, needed for the persistence of students in remembering all function basic particles which had learned.
Penggunaan Manga Humor dalam Pembelajaran Bahasa dan Penelitian Bahasa Jepang Saifudin, Akhmad
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i2.8711

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi berbagai cara dan manfaat penggunaan manga humor dalam pembelajaran dan penelitian bahasa Jepang. Manga yang digunakan dalam studi ini adalah manga humor komik strip. Studi dilakukan dengan cara memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membaca dan mengamati satu cerita manga. Mahasiswa diminta untuk menjelaskan karakter manga dan fenomena bahasa apa yang terdapat cerita manga. Hasil observasi terhadap manga kemudian didiskusikan di kelas untuk menentukan apa fenomena bahasa yang dapat dipelajari dari manga dan bagaimana cara mempelajarinya. Hasil studi ini menemukan bahwa di dalam manga humor terdapat banyak hal menarik yang dapat dipelajari. Manga juga dapat dijadikan media pembelajaran efektif dan membangkitkan minat serta motivasi pemelajar, baik dalam pembelajaran bahasa Jepang maupun penelitian bahasa Jepang. Dalam hal pembelajaran bahasa, media manga humor dapat dijadikan media interaktif yang dapat meningkatkan empat keterampilan berbahasa dan dalam pembelajaran penelitian bahasa Jepang, media manga humor berperan dalam memunculkan ide serta memberikan gambaran bagaimana penelitian tentang bahasa Jepang dilakukan dengan melihat fenomena linguistik yang ada pada manga.  The purpose of this study is to explore various ways and benefits of using the manga humor in Japanese language learning and research. The manga used in this study is comic strip manga humor. The study was conducted by giving the task to the students to read and observe one manga story. The students were asked to explain the characters of manga and to explain the language phenomena contained in the manga story. The results of the observations on the manga were then discussed in the classroom to determine what language phenomena can be learned from the manga and how to learn them. The results of this study found that in the manga humor there are many interesting things that can be learned.  Manga can also be used as effective learning media and to generate interest and motivation of learners, both in Japanese learning and Japanese language research. In terms of language learning, manga humor can be an interactive medium that can improve the four language skills and in learning Japanese language research, manga humor play an important role in bringing the idea and provide an overview of how research on Japanese language is done by looking at the linguistic phenomena that exist in the manga.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA JEPANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN WORKSHOP Runtuwarouw, Jourike Jeane
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i2.8998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis kepada siswa dalam Kursus Studi Pendidikan Bahasa Jepang di Fakultas Bahasa dan Seni di Universitas Negeri Manado melalui lokakarya dan kolaborasi model pembelajaran. Metode yang digunakan adalah model penelitian tindakan Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan tindakan, tindakan dan observasi, refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah semester lima dengan siswa pendidikan bahasa Jepang. FBS UNIMA 2015/2016. Data penelitian diambil dari berbagai sumber melalui beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, tes. Data diolah secara manual dengan prinsip panduan metodologi kualitatif dan kuantitatif. Melalui penjaminan mutu kualitas data (triangulasi) dan prosesnya dilakukan dalam interpretasi yang ketat, penelitian ini menemukan hal berikut. Hasil penelitian selama tiga siklus menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kemampuan menulis siswa melalui lokakarya dan model kolaborasi di setiap akhir pengujian. Hasil pretest kemampuan menulis sakubun siswa menunjukkan nilai rata-rata 48,06%, tes pada akhir siklus pertama menunjukkan nilai rata-rata 53,06%, tes pada akhir siklus kedua menunjukkan nilai rata-rata 68,47%, dan tes pada akhir siklus ketiga menunjukkan rata-rata rata-rata 82,11% . Berdasarkan indikator keberhasilan nilai rata-rata tes siswa pada akhir siklus ketiga yang mencapai 82,11% menunjukkan bahwa dengan menggunakan kolaborasi dan lokakarya pembelajaran silubun dapat meningkatkan kemampuan menulis mata pelajaran siswa.  This study aims to improve writing to student in the Course of Study of Japanese Language Education in Faculty of Languages and Arts at Manado State University  through the workshops and collaborations the learning model. The method used was the action research model of Kemmis and Mc Taggart which consists of three phases, namely, action planning, action and observation, reflection. This research was conducted in three cycles. The subject of this study is the fifth semester with students of Japanese language education. FBS UNIMA 2015/2016. Research data was taken from various sources through multiple data collection techniques are observations, interviews , tests. The data was processed manually with the guiding principles of qualitative and quantitative being methodologies. Through quality assurance of data quality (triangulation) and the process is carried out in strict interpretation, this study found the following. The results of the study during three cycles showed an increase in the average value of  student’s writing skills through the workshops and collaborations model in each end of the test .The results of the pretest of student sakubun writing ability shows an average value of 48.06 % , the test at the end of the first cycle shows the average value of 53.06 %, a test at the end of the second cycle showed an average value of 68.47 % , and the test at the end of the third cycle shows the average average 82.11 % . Based on the success indicators of the average test scores of students at the end of the third cycle which reaches 82.11 % indicates that using collaborations and workshops in the learning of writing sakubun can improve student’s sakubun writing skills.
Model Materi Ajar Menulis Deskriptif dalam Bahasa Jepang Berbasis Pendekatan Proses ― Penelitian dan Pengembangan Model Materi Ajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FBS Universitas Negeri Jakarta ― Fitri Asih, Nur Saadah
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i2.9057

Abstract

Penelitian pengembangan desain bahan ajar penulisan deskriptif dalam bahasa jepang ini dilakukan di Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Jepang yang bertujuan untuk mengembangkan model pengajaran deskriptif yang ada. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap meliputi 1) Desain dan pengembangan, 2) evaluasi, revisi, dan validasi model, 3) uji efektifitas dan pelaksanaan. Hasil evaluasi dan penilaian yang dilakukan oleh para ahli dan rekan kerja mereka, peneliti dapat menyimpulkan bahwa skor kelayakan model dikembangkan sebesar 96% (sangat tepat). Selain itu, keefektifan model tersebut menunjukkan bahwa rata-rata skor lulus pelajaran menulis adalah 83,5. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dapat melewati nilai minimum yang dimulai dari 71 untuk skor B, yang titiknya adalah 3,0. Selain itu, hasil uji efektifitas dan penerapan penggunaan model material ini menunjukkan bahwa 96% (kebanyakan siswa) telah mencapai penguasaan dalam pembelajaran. Sebagai kesimpulan, proses pendekatan berbasis bahan ajar model penulisan deskriptif dalam bahasa jepang yang dikembangkan dalam hal ini efektif diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar semester dua di Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Jepang.  This design development research on teaching material of descriptive writing in Japanese language was conducted in Japanese Department of State University of Jakarta which is aimed to develop the existing model of teaching descriptive writing material. The research was done through three stages including 1) Design and development, 2) evaluation, revision, and model validation, 3) implementation and effectiveness test. The evaluation result and scoring which was done by the experts and their colleagues, the researcher can conclude that properness score of the models was developed is 96% (very proper). In addition, the effectiveness of the model revealed that the average of score in passing the writing lesson is 83,5. This showed that the students can pass the minimum score which is started from 71 for the score of B, whose point is 3,0. In addition, the result of implementation and effectiveness test of using this material model revealed that 96%  (most students)have achieved mastery in learning. As the conclusion, the process approach-based teaching material model of descriptive writing in Japanese language which is developed in this is effective to be applied in the teaching and learning writing activities for the second semester in Japanese Departement of State University of Jakarta. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7