cover
Contact Name
melly andriani
Contact Email
melly.andriani@uin-suska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melly.andriani@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
el-Ibtidaiy: Journal of Primary Education
ISSN : 26203251     EISSN : 26156121     DOI : -
el-Ibtidaiy : Journal of Primary Education (e-ISSN 2615-6121/p-ISSN 2620-3251) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yakni pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): EL-IBTIDAIY" : 6 Documents clear
Penerapan Metode Question Student Have Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 006 Sungai Buluh Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi Inggit Nawangsih; Melly Andriani
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2019): EL-IBTIDAIY
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.307 KB) | DOI: 10.24014/ejpe.v2i2.8049

Abstract

siswa pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam melalui penerapan metode question student have di kelas V Sekolah Dasar Negeri 006 Sungai Buluh Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa, diantaranya kurangnya partisipasi siswa untuk mengajukan pertanyaan saat diberi kesempatan untuk bertanya, hanya sebagian siswa yang menjawab pertanyaan dari guru, dan hanya sebagian siswa yang mengerjakan tugas yang diberikan guru.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, sebagai subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru dan 24 orang siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 006 Sungai Buluh Kecamatan Singingi Hilir. Objek dalam penelitian ini adalah  metode question student have dan aktivitas belajar. Penelitian ini dilakukan dua siklus, setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, aktivitas belajar siswa pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam sebelum tindakan aktivitas belajar siswa hanya 53% atau berada pada kategori rendah. Setelah dilakukan tindakan aktivitas belajar pada siklus I60% dengan kategori cukup pada siklus II aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 84% dengan kategori sangat baik. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa melalui penerapan metode question student have dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas V Sekolah Dasar Negeri 006 Sungai Buluh Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi.
Penerapan Model Pembelajaran Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru ines yuwan dari
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2019): EL-IBTIDAIY
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ejpe.v2i2.8040

Abstract

This research aimed at increasing student learning achievement on Mathematics subject throughthe implementation of Student Facilitator and Explaining learning model at thefifth grade of State Elementary School 164 Pekanbaru.  It was instigatedby the low of student learning achievement that could not pass the minimum standard of passing grade determined 75.  It was a Classroom Action Research.  The subjects of this research were the teachers and students.  The objects were Student Facilitator and Explaining learning model and learning achievement.  This research was conducted for two cycles, and every cycle comprised two meetings.  Observation, learning achievement test, and documentation were the techniques of collecting the data.  The technique of analyzing the data was Descriptive qualitative with percentage.  Based on the research findings and data analyses,Student Facilitator and Explaining learning model could increase learning achievement.  It could be seen from student learning achievement that the mean was 68.61 before the action with 47.22% classical mastery, and it was on poor category.  After implementing Student Facilitator and Explaining learning model in the first cycle, student learning achievement mean increased to 73.88 with 66.66% classical mastery, and it was on enough category.  In the second cycle, student learning achievement mean increased to 80.27with 86.11% classical mastery, and it was on perfect category.  Thus, Student Facilitator and Explaining learning model achieved success indicators that were expected at thefith grade of state of student school 164 Pekanbaru.
Implementasi Amaliah NU dalam Menangkal Radikalisme Nur isnaini 123
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2019): EL-IBTIDAIY
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ejpe.v2i2.7923

Abstract

 Abstrak: Radikalisme merupakan masalah antar umat beragama di Indonesia yang sudah cukup lama mendapat perhatian yang sangat serius. Hal ini ditandai antara lain lahirnya organisasi baru yang berbau keagamaan, yang dalam menjalankan tujuan nya yaitu  dengan menggunakan cara kekerasan. Diantara bentuk yang melampaui batas adalah bersikap radikal dengan segala bentuknya yang menyelisihi syariat. Dengan demikin, maka salah satu upaya yang paling penting untuk mencegah berkembangnya islam radikal di kalangan modern ini adalah dengan menambahkan mata pelajaran tertentu atau muatan lokal. Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh data tentang implementasi amaliah Nu dalam menangkal radikalisme di MI Al Ittihad Jogoroto Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.Data yang sudah diperoleh dari kegiatan observasi dan wawancara dengan kepala madrasah, wakil kurikulum, wakil kesiswaan, serta guru aswaja dan siswa. Kegiatan tersebut dilaksankan pada tanggal 18 April s/d 15 Mei 2109. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya konsep amaliah NU yang sesuai dengan Khoiru Ummah yang telah diterapkan di madrasah, serta adanya kegiatan keagamaan yang bermacam-macam di madrasah untuk membentengi siswa dari paham radikalisme. Kata Kunci: Radikalisme,amaliah NU
Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap akhlak siswa kelas V SDN 147 Pekanbaru ar mia mia
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2019): EL-IBTIDAIY
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ejpe.v2i2.8228

Abstract

Education of behavior represent especial problems which always become human being challenge in as long as history civilization of nations [in] world. history indicating that a[n nation will be sturdy if its sturdy behavior conversely a[n nation will collapse if its behavior destroy            This research aim to to know what is there [is] influence which are positive [among/between] Penggunaaan Information Technology with student behavior of SD Country 147 Pekanbaru. To obtain;get required [by] data [is] writer use three data collecting technique that is: (1) Enquette, ( 2) Documentation            Population in this research [is] Class student of V [in] SD Country 147 Town of Pekanbaru amounting to 139 student people. Because to the number of population, hence writer take sampel that is 25% from existing population with technique of Proposional Random Sampling. Become sampel of this research that is counted 35 student people. In quantitative data processing, writer of technique cave analyse quantitative approach with technique cave analyse linear regresi with Smallest Square method by using computer program of SPSS Windows version for 18.0  Conclusion that pursuant to reached persetase in this research can know that there is influence which [is] signifikan [among/between] Usage of Information Technology to student behavior. Influence storey;level [among/between] both variable reside in [at] high or strong category with reng ( 0,700 - 0,900), that is equal to 0,794. While coefficient of determinasi( Square R) [is] 0,631, Contribution information technology to student behavior equal to 0,631 X 100 = 63,1 % and rest influenced by other factor. this situation indicate that active progressively student in using Information Technology, hence student behavior progressively shift from behavior of Islami.
Analisis Perkembangan Nilai Agama-moral Siswa Usia Dasar (tercapai) studi kasus di MI Ma’arif Bego ifat nabilah
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2019): EL-IBTIDAIY
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.904 KB) | DOI: 10.24014/ejpe.v2i2.7954

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perkembangan nilai agama-moral anak usia sekolah dasar yang tercapai. Nilai agama-moral sering dikaitkan dengan sikap atau perilaku anak. Anak usia dasar masih suka mengamati dan meniru apa yang menjadi kebiasaan di lingkungannya. Banyak fenomena menyimpang yang dilakukan oleh anak usia dasar, seperti bullying, mencuri, merokok, tawuran, melawan orang-tua dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perkembangan nilai agama-moral anak sekolah usia dasar yang tercapai dan (2) mengetahui faktor yang mendukung tercapainya perkembangan nilai agama-moral anak usia sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara untuk memperoleh data dari narasumber (subjek) dan menggali kajian pustaka dari berbagai sumber untuk melengkapi dan mempertajam data-data yang terkait dengan topik yang dibahas. Subjek penelitian adalah seorang anak kelas VI berusia 12 tahun di MI Ma’arif Bego, Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan nilai agama-moral anak dapat tercapai karena didukung oleh 3 faktor yakni, internal/dari dalam diri anak, keluarga/ lingkungan, dan sekolah.Kata kunci: Perkembangan anak, Siswa Usia Dasar, Nilai Agama-Moral.
ANALISIS KESULITAN PROSES PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS DI KELAS V SDN 4 MUARA PADANG Berlian Arista Putri
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2019): EL-IBTIDAIY
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.051 KB) | DOI: 10.24014/ejpe.v2i2.7961

Abstract

Manusia adalah makhluk berfikir. Segala tindakan yang dilakukan diawali dengan cara berfikir terlebih dahulu. Apakah proses berfikir itu termasuk sederhana atau kompleks. Kemampuan berfikir manusia juga yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dengan kemampuan berfikirnya manusia dapat menghasilkan temuan-temuan yang dapat memberikan manfaat bagi dunia. Cara berfikir seseorang dipengaruhi oleh pendidikan yang di dapat oleh seseorang. Karena pada dasarnya pendidikan adalah upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian tertentu kepada setiap manusia unytuk mengembangkan bakat dan kepribadian mereka, agar mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu pendidikan juga merupakan sarana untuk meningkatkan sumber daya manusia karena merupakan salah satu dari program pembangunan di Indonesia yang harus di tempuh oleh lapisan masyarakat (Wowo Sunaryo, 2001).Menurut Marpaung (1987: 46), berfikir merupakan proses yang terdiri atas penerimaan informasi (dari dalam atau dari luar diri siswa), pengolaan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi itu dari ingatan siswa. Dengan kemampuan berfikirnya manusia dapat mengembangkan berbagai kemampuan. Pengomptimalan kemampuan yang kita miliki dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kerja otak kanan dan otak kiri. Otak kanan berkaitan dengan pemikiran kreatif dan otak kiri berkaitan dengan kemampuan berfikir kritis. Kemampuan berfikir kritis dan kreatif merupakan perpaduan antara kerja otak kanan dan otak kiri. Selanjutnya keterampilan berfikir kritis dan kreatif dikategorikan sebagai keterampilan berfikir tingkat tinggi (Higher Order Thingking Skill). Kurikulum 2013 yang diberlakukan saat ini mengamani penyempurnaan pada standar isi dan standar penilaian. Pada standar isi dirancang agar peserta didik mampu berfikir kritis dan analisis sesuai dengan standar internasional dengan melakukan pengurangan materi yang tidak relevan dan pendalaman serta peluasan materi yang relevan bagi peserta didik. Sedangkan pada standar penilaian dilakukan dengan mengadaptasikan model-model penilaian standar internasional bertahap. Penilaian hasil belajar lebih menitikberatkan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thingking Skill) (Kemendikbud, 2017).Namun, berdasarkan hasil pengamatan dan anlisis ketika siswa diberikan soal dari guru, cara berfikir siswa cenderung sama dengan contoh –contoh yang telah diberikan oleh guru. Tetapi pada saat sisa diberikan soal yang sedikit berbeda dengan contoh maka siswa akan merasa kesulitan. Pada kondisi yang demikian biasanya siswa hanya dituntut untuk menerima sesuatu yang dianggap penting dan menghafal. Cara berikir siswa yang sepeti ini menjadi lamabat dan siswa hanya dapat meneylesaikan soal yang tergolong tingkat rendah.Sedangkan pada perkembangan pendidikan di tingakat internasional Kurikulum 2013 dirancang dengan berbagai penyempurnaan. Penyempurnaan yang dilakukan, yaitu mengenai pendalaman dan perluasan materi, standar penilaian, dengan mengadaptasi secara bertahap model-model penilaian standar internasional. Penilaian hasil belajar diharapkan dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi Higher Order Thingking Skill (HOTS), karena dengan berfikir tingkat tinggi dapat mendorong peserta didik untuk berfikir secara mendalam dan luas menganai materi pelajaran. Higher Order Thingking Skill (HOTS) atau keterampilan berfikir tinggi merupakan bagian dari taksonomi Bloom hasil revisi yang berupa kata kerja operasional yang terdiri dalam analye (C4), evaluate (C5), create (C6) yang dapat digunakan dalam penyusunan soal (Aydin & Yilmaz. 2010:58). Salah satu SD Negeri di Kecamatan Muara Padang sudah menggunakan kurikulum 2013, yang proses pembelajarannya berbasis HOTS. Seluruh kelas dari kelas I,II, III, IV, V dan VI sudah menggunakan kurikulum 2013 meski dalam pelaksanaannya belum terlalu maksimal. Berdasarkan hasil wawancara berasama dengan guru kelas V SDN 4 Muara Padang pada hari rabu tanggal 25 september 2019, terkait proses pembelajaran berbasis HOTS dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Beliau menginformasikan bahwa sekolah telah menggunakan kurikulum 2013 sejak dua tahun yang lalu. Serta dalam pembelajaran yang digunakan sudah berbasis HOTS meski pada pelaksanaan pembelajarannya masih banyak kendala atau hambatan, namun dari pihak sekolah dan guru berusaha dengan baik agar pembelajaran berbasis HOTS dalam terlaksana dengan baik. Berdasarkan hal ini, peneliti melakukan observasi dan wawancara pada guru kelas V SDN 4 Muara Paadang, alasan peneliti memilih kelas tinggi karena pembelajaran berbasis HOTS adalah pembelajaran yang membutuhkan pemikiran yang tinggi. Sebelum peneliti observasi, guru kelas memberikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang selanjutnya menjadi acuan peneliti untuk meneliti apa saja yang ada di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk pembelajaran berbasis HOTS. Serta peneliti tertarik untuk melihat lebih jauh bagaimana proses pembelajaran berbasis HOTS. Secara Khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa komponen yang ada didalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta bagaimana proses pelaksanaannya didalam kelas, dan yang terakhir yaitu kendala atau hambatan yang timbul .

Page 1 of 1 | Total Record : 6